Tampilkan postingan dengan label ilmu tolak balak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu tolak balak. Tampilkan semua postingan

RAJAH KALA CAKRA

Rajah Kala Cakra merupakan ilmu yang banyak digunakan oleh para jawara tempo dulu di antaranya menawarkan ajian, menyerang balik kekuatan gaib musuh dan memiliki kekuatan menyerang makhluk halus hingga terluka parah. Rajah Kalacakra juga ampuh untuk mengusir makhluk halus jahat dengan cara memasangnya di tempat-tempat yang dicurigai ada makhluk halusnya.
Hong Ilaheng, Sang Hyang Kala Mercu Katup, Sun Umadep, Sun Umarep
Nir Hyang Kala Mercu Katup,
Nir Hyang Kala Mercu Katup,
Nir Hyang Kala Mercu Katup,

YOMOROJO..........JOROMOYO
siapa yang menyerang,berbalik menjadi berbelas kasihan

YOMORANI...........NIROMOYO
siapa datang bermaksud buruk, malah akan menjahui

YOSILOPO............POLOSIYO
siapa membuat lapar akan malah memberi makan

YOMIDORO..........RODOMIYO
siapa memaksa malah menjadi memberi keleluasaan/kebebasan

YOMIDOSO..........SODOMIYO
siapa membuat dosa, berbalik membuat jasa

YODOYUDO...........DOYUDOYO
siapa memerangi berbalik menjadi damai

YOSIYOCO..........COYOSIYO
siapa membuat celaka berbalik menjadi membuat sehat dan sejahtera

YOSIHOMO..........MOHOSIYO
siapa membuat rusak berbalik menjadi membangun dan sayang.

RAHAYU-RAHAYU-RAHAYU-SORAK HAYU.
Tulisan yang tergores di dada Batara Kala yang kemudian dapat dibaca oleh Batara Wisnu yang menyamar sebagai dalang Kandhabuwana. Munculnya Rajah Kalacakra itu pada upacara ruwatan dengan cerita Murwakala. Karena hal itu, Batara Kala kemudian mengikuti kehendak Batara Wisnu.
Rajah ini bukan hanya sebagai jimat penangkal ketika diadakan ruwatan, tetapi bagi yang percaya, rajah ini bisa pula dibawa kemana-mana sebagai pegangan rasa percaya diri. Rajah ini diantara dipercaya bisa untuk:
- menghilangkan sukerta. Setelah diruwat, dengan membaca rajah ini berulang-ulang, dalam diri sukerta terus terjadi pembersihan dari berbagai sukerta
- rajah ini ditulis dan ditempel di tempat terhormat, bukan sebagai jimat, tetapi untuk membantu menghafal bagi siapa saja.
- Dibaca pada waktu upacara selamatan untuk mengerjakan pekerjaan baru seperti membangun rumah atau jembatan dll.

Menolak Hari Sial atau Hari Naas




Menolak Pengaruh Hari Sial atau Hari Buruk

Primbon Nogo dino dalam Primbon Indonesia dikenal sebagai Naga hari. Khusus pada tiap hari Minggu dan Kamis, naga hari dan naga Rijalolah akan tinggal dalam satu arah karena itu jangan keluar dari rumah untuk satu maksud penting dengan menuju langsung kearah kedua Naga tersebut tinggal.

Berikut petunjuk lengkap ke arah mana sang Naga bertempat setiap hari:
Naga Hari - Nogo Dino

Minggu = Selatan
Senin = Barat Daya
Selasa = Barat
Rabu = Barat Laut
Kamis = Utara atau Timur Laut
Jumat = Timur
Sabtu = Tenggara


Naga Rijalolah - Nogo Rijalolah

Senin = Selatan
Selasa = Tenggara
Rabu = Timur
Kamis = Timur Laut
Jumat = Utara
Sabtu = Barat
Minggu = Barat Daya


Naga Pekan - Nogo Pasaran

Kliwon = Tengah
Legi = Timur
Paing = Selatan
Pon = Barat
Wage = Utara

Melebur Hari Sial dan Naas
Setiap kali kita akan bepergian untuk mengerjakan sesuatu hal, seringkali kita mendengar tentang hari yang buruk, naga hari (nogo dino), hari naas, hari sial, hari sangar ataupun istilah istilah semacamnya. Memang ada kalanya kita tidak ambil peduli dengan segala hal semacam itu, akan tetapi apabila kita telah mengetahui tentang naas hari, maka akan lebih baik jika kita menghindarinya, atau dengan kata lain tidak melawan apa yang telah menjadi ketentuan alam.

Sebab sebagaimana telah kita ketahui bahwa alam semesta, bumi, laut atau apapun yang mempunyai sifat dinamis, maka semua itu mempunyai satu roh atau spirit yang bisa mempengaruhi roh yang lain, seperti roh kita misalnya. Untuk lebih mengenal tentang roh, anda bisa membaca artikel artikel yang telah saya tulis sebelumnya. Seperti artikel tentang Tubuh, Jiwa dan Roh. Manusia yang lahir dan hidup di dunia ini membawa tiga hal penting dalam dirinya yaitu Tubuh, Jiwa dan Roh. Tubuh atau badan kita ini sebenarnya hanyalah tulang dan daging yang bergabung lantas dibungkus dengan kulit.

Ketika Roh dihembuskan kedalamnya maka tubuh atau badan tadi menjadi hidup. Setiap Roh bergerak dinamis dan saling mempengaruhi dalam dimensinya, kemudian menciptakan satu Jiwa yang kemudian membentuk pribadi, karakter dan sifat-sifat tiap orang jadi berbeda satu sama lain.

Petunjuk berikut akan lebih mempermudah pemahaman kita akan hal ini. Apabila kita analogikan Tubuh, Jiwa dan Roh sebagai Computer sistem, maka :

Tubuh = Hardware
Jiwa = Software
Roh = Energi Listrik

Nah... sekarang sudah jelas mengenai perbedaan dan fungsi dari ketiga hal dasar tersebut.Dengan memahami hal ini maka anda telah melangkah lebih kedalam apa yang disebut Ilmu Spiritual.Sebab inilah konsep dan prinsip dasar aktivitas dunia roh dan spiritual.

Kembali ke masalah hari yang buruk atau sial, sebetulnya ada satu cara yang bisa kita lakukan untuk menolak atau melebur pengaruh buruk dari naas hari tersebut, apabila memang dengan terpaksa harus bepergian meskipun tahu bahwa waktu yang kita ambil akan melawan peringatan alam. Sebab dalam dunia roh atau spiritual juga dikenal yang namanya etika, adat atau tata cara dalam versi yang tak tertulis.

Hal atau etika yang harus dilakukan untuk melebur hari sial adalah, jika harus bepergian pada hari:

Minggu
Meraba betis 2 kali dan dalam 3 langkah pertama harus menahan napas

Senin
Meraba kemaluan 2 kali dan dalam 2 langkah pertama harus menahan napas

Selasa
Meraba telapak kaki 1 kali dan dalam 2 langkah pertama harus menahan napas

Rabu
Meraba Bahu 2 kali dan dalam 3 langkah pertama harus menahan napas

Kamis
Meraba hidung 4 kali dan dalam 4 langkah pertama harus menahan napas

Jumat
Meraba ubun ubun 3 kali dan dalam 3 langkah pertama harus menahan napas

Sabtu
Meraba dada 4 kali dan dalam 3 langkah pertama harus menahan napas.
Tanggal Naas atau Sial

Dilarang melakukan hajatan besar seperti nikah atau yang lainnya pada tanggal dan bulan dibawah ini :

Bulan = Tanggal

Sura = 11 dan 6
Sapar = 1 dan 20
Rabiul = 10 dan 20
Rabiul = 10 dan 20
Jumadil = Awal 1 dan 11
Jumadil = Akhir 10 dan 14
Rajab = 2 dan 14
Ruwah = 12 dan 13
Puasa = 9 dan 20
Sawal = 10 dan 20
Dulkaidah = 12 dan 13
Besar = 6 dan 10.

Animated Pictures Myspace CommentsAnimated Pictures Myspace Comments