Tampilkan postingan dengan label ilmu kesaktian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu kesaktian. Tampilkan semua postingan

Ajian Luntur Busono

Ajian Luntur Busono atau ajian luntur busana adalah suatu ilmu yang bermanfaat untuk melunturkan keilmuan seseorang. Ajian Luntur Busono termasuk ilmu jawa kuno yang cukup langka karena hanya dimiliki segelintir orang terutama di era zaman sekarang ini. Dalam khasanah ilmu gaib ada istilah diatas langit masih ada langit. Tinggi rendahnya keilmuan tentu akan mendapatkan buah karmanya masing-masing. Memanfaatkan ilmu gaib untuk suatu hal yang merugikan orang lain tentu ilmunya sendiri yang kelak akan merugikan dirinya sendiri.
Ajian Luntur Busono mempunyai manfaat melunturkan atau menghilangkan ilmu hitam atau orang zalim atau jahat, serta melunturkan ilmu yang mengganggu seseorang yang sulit atau susah saat-saat menjelang kematiannya (dikarenakan khodam ilmu atau perewangan dan pegangan-pegangannya).
Ajian Luntur Busono di era jawa kuno rapalan atau mantranya mengandung artian jejawab pedanyangan untuk dimintai bantuan menyingkirkan roh/jin/khodam yang ada, pecahan ilmu tersebut makanya disebut ilmu singkir.

Hakekat Ilmu Besi Kursani

Hakekat Besi Kursani dan Induk Besi mengingat banyaknya pembaca yang bertanya dan meminta agar Indo Ghaib memberikan infomasi ilmu ghaib,terlebih-lebih yang antusias minta pengijazahan keilmuan. Pada kesempatan kali ini saya bahas mengenai Ilmu Besi Kursani atau ada yang mengenalnya dengan Ilmu Hakekat Induk Besi. Saya akan mencoba memberikan penjelasan sesuai dengan kapasitas yang boleh dipublikasikan secara bebas, dan selebihnya tentu dengan proses pembelajaran di Indo Ghaib.Besi Kersani adalah istilah yang sering digunakan di dalam mantra pendekar silat dan penganut ilmu batin di kawasan Nusantara (Indonesia dan Malaysia) terutama di dalam budaya Melayu. Di dalam bahasa Minangkabau besi kersani disebut sebagai basi karasani. Istilah besi kersani ini juga tertulis di dalam Alkitab di Kitab Yeremia 15:12 versi Terjemahan Lama, yang berbunyi: "Adakah besi yang dapat memecahkan besi dari utara, yaitu besi kersani?". Istilah kuraisani (bahasa Melayu lama untuk kersani) ini juga terdapat di dalam Naskah Melayu tua yang ditemukan di Tanjung Tanah, Kabupaten Kerinci yang berisi tentang undang-undang dari Raja Aditiawarman untuk daerah tersebut.Dalam Al Quran mengenal hakekat induk ilmu besi yang termaktub dalam surat Al Hadiid.

Asal Usul Besi Kursani

Jika melihat dari bahasanya, besi kersani ( besi kursani, qursani, khurasani , khursani) mungkin berasal dari kata khurasan atau khorasan, suatu kawasan yang meliputi bagian dari Iran, Afganistan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan. Di kawasan ini dahulunya dihasilkan pedang dengan kualitas besi yang sangat bagus dan kuat. Kekuatan besi inilah yang kemudian diibaratkan menjadi kekuatan batin di dalam tubuh oleh pengamal ilmu batin.

Besi kersani di daerah Khurasan ini terkenal karena keras dan kuat, oleh sebab itu di dalam mantera perlu membayangkan bangkitnya kekuatan itu untuk kuat melawan musuh. Di dalam kajian ilmu batin di Minangkabau, besi kersani ini terkandung di dalam tubuh dan perlu dibangkitkan jika ingin menghadapi musuh. Besi kersani ini bangkit ditandai dengan mendenging di telinga. Di masa dahulunya, para pandeka (pendekar) di Minangkabau dan juga di daerah lain di Nusantara umumnya memiliki amalan ini untuk menghadapi musuh dalam medan laga/pertempuran.
Besi Kersani dalam Kajian Mistik
Kisah Besi Kersani

Kisah besi kersani di dalam tubuh manusia menurut kajian ilmu batin di Minangkabau adalah sebagai berikut:
Pada awalnya manusia (Adam) dibuat dari unsur api, angin (udara), air dan tanah. Unsur api menjadi darah, unsur angin menjadi urat, unsur air menjadi tulang dan tanah menjadi daging. Kemudian unsur tersebut dicampur dan dibentuk sebuah patung dan diberi ruh, maka hiduplah patung tersebut dan memiliki nyawa. Lalu untuk membuat Adam kokoh dan kuat, diambillah sedikit tiang arasy yang bernama basi karasani yang ditancapkan dari ubun-ubun sampai ke tulang ekor. Basi kursani ini menyatu bersama tulang punggung pada manusia. Ketika basi karasani ini ditancapkan kepada manusia, Adam berkeringat dan keringat inilah yang berubah menjadi sekalian jenis besi di muka bumi. Jadi dapat dikatakan bahwa besi yang ada di bumi takluk kepada basi karasani. Besi yang ada di muka bumi bisa menjadi lunak, jika kekuatan basi karasani itu dibangkitkan oleh pengamalnya

Kisah besi kersani mungkin memiliki bermacam versi, tergantung siapa guru dan daerahnya di kawasan Nusantara lainnya.
Mantera Besi Kersani dari berbagai bahasa seperti:

* Versi Minangkabau, diamalkan oleh pandeka atau pengguna ilmu batin

"Terdiri Basi Karasani dalam batang tubuah aku
aku mengatahui laa hawla walla quwwata illa billahil 'aliyyil adzhim
Bangkik sagalo tali nan ditampuah angin,
aso kepado ambun jati.....''

* Versi Malaysia yang diamalkan oleh Mat Kilau, pahlawan daerah Pahang
"Hai Besi Putih Besi Khursani
Besi Pelilit di pinggangku
Kuat aku seperti Saidina Ali
Gagah aku seperti Saidina Hamzah
Alhamdu, Alhamdu, Alhamdu ......"

* Versi Nusa Tenggara Timur
"nabi kursani palapisini
batang kalungku...
nabi adam ri tubuhku
nabi muhhammad ri bulungku
ALLAH taala ri nyawaku
berkat kun fayakun ....." *Versi Jawa“Salam alikum salam, wesi aji manjing marang badanku, angisep sarining wesi,
Karangkijang, Pulasani, Mengangkang, Walulin, Katub, Kamboja, Walangi, Ambal, Tumpang, Windudadi, Werani, Tarate, Malela Ruyung, Balitung, Kenur, Malela Kendaga, Tumbuk, kabeh manjing marang awaku lan ujung rambut sampe ujung sikil, Ya hu Allah’ (3x), la hawla wala quwwata illa billah” (41x).

Dilakukan selama 41 hari, dibaca tiap malam 41x, siang nya laku puasa mutih, mulai tujuh hari terahir ngebleng, dan hari ke 41 tambah dengan pati geni.

Baik pengkajian ilmu unsur besi dasar (Ilmu Besi kursani, besi jantan dan betina, besi bulan/Qomarullah, besi salamah, nur besi, dll) maupun pengkajian ilmu unsur besi puncak yaitu Ilmu Hakekat Induk Besi, pada hakekatnya mempunyai hubungan dasar ilmu yang sama dan adalah merupakan ilmu-ilmu tua yang dikuasai oleh para jawara muslim tempo dulu di wilayah Jawa-Sumatra. Saat ini, kebanyakan generasi asli penerus ilmu-ilmu ini bersifat tersembunyi dan tidak sembarangan dalam menurunkan ilmu ini kecuali kepada anak ataupun murid spiritual mereka yang dapat dipercaya. Bahkan di antara generasi asli penerus ilmu ini masih bersifat tradisional dan tidak mengenal dunia iklan baik media internet maupun media massa (majalah, tabloid, internet dan sejenisnya).

Kenapa sekarang ilmu ini banyak beredar? Sudah saatnya anda sekalian mengetahui ada apa dengan...Ilmu Besi Kursani, banyak artikel tentang besi kursani, besi qomarullah, nur besi, besi jantan betina, besi putih maha raja, pengucap zat besi, dan ilmu hakekat induk besi serta do`a-do`a khodam (yang dapat membangkitkan kebal menyerupai beragam ilmu pengkajian besi dasar dan induk besi). Sekaligus berperan serta memperkenalkan dan mempopulerkan ilmu-ilmu ini melalui Blog Indo Ghaib, dan sekaligus pula memberikan pengajaran dan pengijazahan tentang Ilmu Hakekat Besi Kursani.

Sebagai salah satu di antara sekian banyak ilmu keselamatan tingkat tinggi, Ilmu Hakikat Cupu Tubuh Besi Kursani sudah jarang diwariskan oleh guru-guru sepuh masa lalu, saat ini jarang sekali ada guru yang memiliki ilmu ini.

Rahasia penguasaan Imu ini tidak banyak orang yang mengetahuinya disebabkan generasi guru pewaris ilmu ini hanya menurunkan pada orang-orang tertentu saja yang mereka inginkan, bahkan tidak jarang hanya diturunkan pada keturunan atau anggota keluarga mereka saja. Ilmu Hakikat Cupu Tubuh adalah ilmu kategori Haq atau Ilmu yang memberdayakan kekuatan atau potensi yang ada dalam diri kita sendiri, yang merupakan pemberian Sang Illahi kepada manusia. Pada hakikatnya setiap orang tanpa membedakan agama, ras, suka dan bangsa memiliki sebuah potensi yang tersembunyi dan kekuatan tiada batas dalam dirinya, tetapi jarang sekali ada orang yang bisa memanfaatkannya secara maksimal.

Pembangkitan Ilmu Hakikat Cupu Tubuh, tidak mengunakan daya kekuatan setan atau ilmu hitam lainnya, tetapi melalui doa dan kekuatan keyakinan pada Sang Illahi dan tentu saja harus dibangkitkan oleh seorang guru sejati Ilmu Hakikat Zat Tubuh. Pembangkitan Ilmu Hakikat Cupu Tubuh, mengaktifkan tiga sumber energi yang terdapat dalam tubuh eterik kita.

Cupu adalah wadah berbentuk bulat telur yang terletak di telapak kaki kanan dan kiri, serta di tengah-tengah kepala atau dibelakang ajna. Cupu ini adalah wadah yang berisi energi hakikat tubuh dan merupakan generator energi dalam tubuh kita, ini adalah pusat energi. Cupu-cupu ini secara garis besar terdapat dalam ketiga lokasi tersebut diatas, dan disebut sebagai Cupu Besi Kursani, Cupu Besi Kursani Bulan dan Cupu Serat Kalam. Masing-masing cupu mempunyai kekuatan dan fungsinya yang spesifik. Cupu Besi Kursani, merupakan generator energi tubuh yang mengandung unsur besi.

Cupu ini terletak di telapak kaki kanan, didalam tubuh eterik energi manusia. Besi Kursani mempunyai fungsi daya keselamatan diri termasuk kekebalan tubuh terhadap segala serangan senjata tajam. Setelah terbangkitkan maka Besi Kursani akan terhimpun di cakra solar plexus.

Cupu Besi Kursani Bulan, merupakan pembangkit energi tubuh yang mengandung inti zat besi metafisik yang ada di tubuh eterik manusia. Inti besi ini terletak di telapak kaki manusia bagian kiri. Inti zat besi metafisik ini berbeda dengan zat besi fisik yg terkandung dalam darah, namun demikian masih memilik karakter seperti besi walau terletak dalam tubuh energi manusia dan mempunyai sifat pesona daya tarik sinar bulan purnama. Inti Besi Kursani Bulan terletak dalam wadah atau cupu sebesar telur puyuh di telapak kaki kiri di tubuh eterik. Setelah dibangkitkan akan terhimpun di cakra ajna.

Cupu Serat Kalam, ini merupakan pembangkit terkuat dan menghimpun kekuatan kedua Cupu diatas. Cupu Serat Kalam terletak di tengah-tengah kepala atau dibelakang ajna. Setelah dibangkitkan energi dari cupu ini akan tersebar keseluruh tubuh dan terhimpun di cakra ajna dan cakra anahata.

Pembangkitan Ilmu Hakikat Cupu Tubuh, membangkitkan kekuatan ketiga Cupu diatas, sehingga terbentuklah sebuah kekuatan rahasia yang luar biasa, tubuh diselimuti oleh energi rahasia yang berfungsi baik bagi kekuatan batin, radar gaib dan perlindungan. Cupu-cupu itu tidak akan habis energinya selagi manusia masih hidup, dia akan terus berproses dan terhimpun. Inilah anugrah Sang Empunya Maha yang selayaknya kita berdayakan
Besi Kursani

Di Masyarakat Melayu, Ilmu Hakekat Besi disebut Besi Kursani, yang merupakan saripati dari unsur besi yang terkadung dalam tanah pertama penciptaan Adam dan masih melekat pada generasi keturunannya. Karenanya, manusia yang memahami rahasia hakekat besi dalam tubuh, Insya Allah akan diselamatkan Sang Maha Kuat untuk dimakan oleh sekalian yang bernama besi dan sekalian yang bernama Bisa-racun.

Ilmu Besi Kursani ini, sudah teramat jarang yang menguasainya, dikarenakan guru-guru terdahulu sangat memilih-milih untuk menurunkannya.

Ilmu Besi Kursani ini biasanya diperuntukkan untuk keselamatan dimana saja dan kapan saja waktu dalam perjalanan darat, laut, udara maupun hanya dirumah saja, untuk kesehatan, secara alamiah dan ilahiah dijauhkan dari pengeroposan tulang serta penyakit kronis dalam waktu yang lama, untuk mengaktifkan daya kebal tubuh, untuk membungkam musuh, untuk pemagaran benda berharga dari kejahatan atau pencurian, untuk meningkatkan daya pukulan, untuk meradar bahaya dan racun dalam tempat dan makanan, dan untuk menembus kekebalan orang lain yang berperilaku sombong.

Untuk pengisian ilmu Besi Kursani ini selayaknya dilakukan oleh guru secara langsung. Ada beberapa versi mantera besi kursani dikalangan keilmuan melayu menurut tingkat muasalnya. Berikut ini adalah doa besi kursani :

“Hai Besi Putih Besi Kursani
Besi Pelilit di pinggangku
Kuat aku seperti Saidina Ali
Gagah aku seperti Saidina Hamzah
Alhamdu, Alhamdu, Alhamdu
Jangan engkau makan hati yang putih
Engkau makan darah dan daging
Jikalau engkau makan hati yang putih
Durhaka engkau kepada Allah,
Hai Kaddam Kuddim
Keluarlah engkau daripada tempat yang jahat
Ke tujuh petala langit dan ke tujuh petala bumi
Keluarlah engkau daripada tempatnya
Berkat doa Lailaha Illallah Muhammad rasulullah”

Serta sebuah lagi mantera melayu tentang besi kursani yaitu:

“ Bissmillahirrahmanirrahim
Terdirilah besi kursani
Didalam batang tubuhku,
Dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Yahun kanda dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Fillah amri saina nan bangkit
Dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Sandalmanzud Rasulullahi salallahu alaihi wassalam
Qullahu ‘adzim. Alfatihah”..
bila sampai yg berbunyi haq seluruh anggota badan harus dikeraskan.

Ada versi lain pembangkitan Ilmu besi Kursani secara pribadi dengan melafalkan doa sbb:

"sir kursy sir kursani sir siro sir sulbi naik ke atas arsy dengan berkat baginda ali" dan "sir kun sirku kersani,sir sun sir besi dalam tulang sulbi,bangkitlah merasuk hakikat induk besi,berkat kuasa ayat serat besi...berkah kerhendak Al Muhyii" mengenai tatacara tiap versi berbeda-beda, dalam artikel ini sengaja tidak kami urutkan dan mengenai versi Indo Ghaib keilmuan Besi Kursani ini ada 7 tingkat pemahaman dan pembangkitannya (bumi sap 7 -tubuh dan langit sap 7-aura ilahiyah), pemilik kunci induk besi kursani dari Gus Hanif -salatiga,untuk para murid punya pantangan memakan pisang biji.Sedang dari Pak Cik-selangor,murid berpantang minum air limau. Berikut ini tatacara versi lain: -mengucap 1x
-al fatihah 1x
-al ikhlas 1x
Baru dibaca ayat kursani dibawah

satu baris senafas klu boleh baca ayat dari mula hingga akhir senafas. dibuat seperti amalan zikir nafas, bagi yg biasa mengamalkan zikir nafas pastinya faham.
bila sampai yg berbunyi haq seluruh anggota badan harus dikeraskan.

AYAT KURSANI
"Bismillahirrahmanirrahim,
Allah berdiri Muhammad terlindung,
Aku berdiri serta Allah,
Zat kepada Allah, Sifat kepada Tuhan,
Assalamualaikum ya besi kursani saudaraku yg bongsu,
Rosak kepada engkau baru rosak kepada aku,
Binasa kepada engkau baru binasa kepada aku dari dunia sampai akhirat,
Janganlah engkau rosak binasa kepadaku,
Engkau menderhaka kepada Allah,
Kunciku kunci Allah, Baginda Rasulullah,
Adam mengunci pintu Muhammad.
Haqqullah, Pati Patikullah."

-La illahaq illallah muhamadarasulullah.

Sesudah habis di baca tutup dgn
-al fatihah 3x
-al ikhlas 3x
-solawat 3x

usap muka dari dagu bawa ke tengkuk kita. dan ucapkan alhamdulillah iya robbi.

boleh dibaca berkali2 ikut kemampuan tapi biar 7x ke atas, maksudnya dibaca dalam bilangan ganjil,api masa ngamalnya duduk bersila. mengadap kiblat. tenang2kan fikiran sebelum mengamalkannya. tatacaranya seperti yg udah dieditkan.seelok2nya diamalkan setiap mlm. jadinya diamalkan setiap mlm.gabungan zikir nafas dan zikir badan. saya berikan seikhlasnya buat teman2 semua. al fatihah,diamanahkan utk mengamalkannya. jadinya saya amalkan dengan yakin sabar dan tawakal pada allah. tetapi harus diamalkan pada setiap mlm selama 44 hari atau seelok2nya setahun, akan terasa kelainan pada tubuh badan jika udah sebati. dulunya saya baca 7x , 9x aja dilakukan pada setiap malam.

*Catatan saya adalah tentang besi kursani, ini fungsinya untuk kekebalan sejati…berikut catatan saya doa ttg besi kursani (sedikit bahasa melayu) :

"Audzubillahhi minasyaiton nirojim…
Besi kelang besi kursani
Besi terlilit di sekeliling pinggangku
Wujud aku adanya Allah
Wujud Muhammad, dialah Rosulullah
Ya Kursani, kawalkanlah aku
Janganlah dijejaskan sebarang senjata di tubuhku zahir batin
Aku minta berkatnya Mutubahku, Tumuniku, Huriku (beliau menerangkan bahwa ini sama seperti saudara kembar kita), masuk permohonan… (apa yang kita inginkan),
Berkat doa Laa ilaha Illallah…
ditutup dengan Alfatekhah (sambil tarik nafas).besi kursani terletak tepat pd tulang kemaluan (dubur) atau d sebut tulang sulbi… teknik pembangkitan d bagi menjadi dua bagian yaitu dgn inisiasi (pembangkitan) oleh guru, dan melalui afirmasi.. bs jg dengan napas namun agak lama, tp yg paling cepat adalah pembangkitan oleh guru.. manfaat besi kursani yaitu agar kt tdk mudah skit, mempunyai kekebalan tubuh.. jika sudah mencapai tingkat sempurna, maka akan seperti batara karang.. mayatnya tdk dapat hancur.
INTI BESI KURSANI

Besi Kursani adalah inti dzat besi metafisik yang ada di tubuh eterik manusia. Inti besi ini terletak di telapak kaki manusia. Inti dzat besi metafisik ini berbeda dengan dzat besi fisik yg terkandung dalam darah, namun demikian masih memilik sifat2 seperti besi walau terletak dalam tubuh eterik / tubuh energi manusia. Inti besi kursani terletak dalam wadah atau cupu sebesar telur puyuh di telapak kaki kanan di tubuh eterik. Bagi orang yg belum terbangkitkan inti besi kursani masih tersimpan dalam cupunya dengan baik. Jika cupu dibuka oleh guru yg inti besi kursaninya telah bangkit dengan sempurna, maka murid akan merasakan dzat inti besi kursani mengalir dari telapak kaki menyebar ke seluruh tubuh, meresap ke kulit daging, darah, sumsum dan tulang.

Setelah meresap di seluruh tubuh maka sebagian dzat besi kursani yg tersisa akan tersimpan di terminal akhirnya di cakra solar plexus (ulu hati). Namun demikian inti besi yg ada dalam cupu tidak lah habis, akan terus menerus memproduksi dan mengalirkan Inti besi Kursani ke seluruh tubuh dan menyimpan di terminal cakra solar plexus untuk siap dipakai. Di bawah ini adalah salah satu metode membangkitkan besi kursani dengan do’a atau afirmasi, namun demikian pembangkitan Inti besi Kursani yg paling efektif dan powerful adalah dengan gabungan antara metode pemecahan cupu (oleh Guru) dan penguatan dg do’a/ afirmasi dan latihan napas.

Salah satu versi do’a penguatan Ilmu Besi Kursani :

HAI BESI PUTIH BESI KHURSANI BESI PELILIT DI PINGGANGKU KUAT AKU SEPERTI SAIDINA ALI GAGAH AKU SEPERTI SAIDINA HAMZAH ALHAMDU, ALHAMDU, ALHAMDU JANGAN ENGKAU MAKAN HATI YANG PUTIH ENGKAU MAKAN DARAH DAN DAGING JIKALAU ENGKAU MAKAN HATI YANG PUTIH DERHAKA ENGKAU KEPADA ALLAH, HAI KADDAM KUDDIM KELUARLAH ENGKAU DARIPADA TEMPAT YANG JAHAT KE TUJUH PETALA LANGIT DAN KE TUJUH PETALA BUMI KELUARLAH ENGKAU DARIPADA TEMPATNYA BERKAT DOA LAILAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH
Manfaat Inti Besi Kurosani

Meningkatkan kepercayaan diri sehingga potensi-potensi positif yang terpendam dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik.
Mendapatkan ketenteraman jiwa, mampu mengendalikan energi-energi negatif dalam diri, mampu mengoptimalisasikan energi-energi positif dalam diri, serta mendorong perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan pekerjaan, rumah-tangga, maupun di lingkungan masyarakat.
Meningkatkan kualitas sistem metabolisme tubuh.
Meningkatkan kualitas sistem ketahanan tubuh.
Meningkatkan kualitas sistem regenerasi organ tubuh.
Meningkatkan kualitas susunan syaraf pusat.
Meningkatkan kesegaran tubuh sehingga tubuh tidak mudah merasa lelah.
Menghindarkan diri dari serangan jantung dan stroke.
Memperlambat proses penuaan kulit.
Mempertahankan keindahan tubuh, muka, perut, dan buah dada.
Meningkatkan pertumbuhan dan kecerdasan.
Meningkatkan libido sex.
Kemampuan membuat pagaran metafisik (pagaran energi meta) untuk diri pribadi dan orang lain sehingga terhindar dari tindak kejahatan berupa perampokan, penodongan, penculikan, ataupun pembunuhan.
Kemampuan membuat pagaran metafisik (pagaran energi meta) untuk diri pribadi dan orang lain sehingga terhindar dari serangan energi negatif (energi hitam) yang dikirimkan seseorang atau ruh halus yang berkekuatan hitam (Jin Kafir), baik itu berupa teluh, tenung, sihir, guna-guna.
Kemampuan membuat pagaran metafisik (pagaran energi meta) untuk diri pribadi dan orang lain sehingga terhindar dari serangan hipnotis, maghnetis, gendam, dan telepati negatif yang dikirimkan orang lain kepada kita.
Kemampuan membuat pagaran metafisik (pagaran energi meta) pada rumah, kantor, kebun, kenderaan bermotor, mobil, dan benda-benda berharga lainnya sehingga terhindar dari tindakan pencurian, perampokan, dan penodongan yang banyak terjadi di masyarakat.
Kemampuan membantu proses penyembuhan pada penderita yang terserang energi negatif dan pengaruh hipnotis, gendam, dan maghnetis negatif, sehingga pulih dan normal kembali.
Kemampuan melakukan terapi penyembuhan pada penderita yang tersurupi roh halus/jin berkekuatan hitam sehingga pulih dan sadar kembali.
Kemampuan membantu penyembuhan bagi penderita insomnia (gangguan sulit tidur) sehingga normal kembali, baik pada anak-anak ataupun orang dewasa.
Keselamatan tubuh yang lebih prima dari serangan senjata tajam baik bacokan, tusukan, tebasan senjata tajam :pedang, golok, samurai, badik, dll.
Keselamatan dari serangan senjata api.
Keselamatan dari ledakan bom, pecahan mortir, dan pecahan granat tangan yang kerap terjadi di masyarakat.
Keselamatan dalam perjalanan darat, laut, udara, maupun pendakian gunung, serta keselamatan dari bahaya hutan.
Menambah bobot pukulan tangan sehingga mampu meningkatkan kualitas pertahanan dari serangan kejahatan lawan.

Membangkitkan Ilmu Besi Kursani
Pembangkitan Ilmu Besi Kursani konon langsung tanpa puasa ,mantra atau tirakatbila dibantu dengan bantuan Guru. Jika tidak ingin menggunakan do’a /afirmasi, bisa dengan latihan napas.
Perbedaannya Seperti dijelaskan sebelumnya, pengkajian tentang ilmu unsur besi dasar (besi kursani, nur besi, besi jantan betina, besi qomarullah, dan nama-nama lainnya) dan pengkajian ilmu besi puncak yaitu Ilmu Hakekat Induk Besi adalah bersumber dari dasar ilmu yang sama. perbedaannya hanya pada level tingkatan. Pada masa lalu, seorang murid pendekar belum boleh mempelajari ilmu hakekat Induk Besi sebelum lebih dahulu mempelajari ilmu ilmu besi dasar (besi kursani, besi jantan-betina, besi bulan, nur besi, dll). Artinya, seorang murid harus mengikuti tahap proses pengkajian ilmu ilmu besi dasar seperti besi kursani, dll setelah itu baru diperbolehkan mempelajari ilmu hakekat induk besi (besi sofy atau besi sufy atau dalam istilah lain besi muharrim) sebagai level puncak dari pengkajian ilmu besi.

Namun saat ini, setelah melakukan ritual kontemplasi spiritual, menemukan pemberitahuan secara khusus dari sir qalbu bagaimana dapat membangkitkan (menurunkan) Ilmu Hakekat Induk Besi tanpa perlu melewati proses pembangkitan ilmu kaji besi dasar. (Besi kursani, jantan betina, qomarullah, dll).
Proses pembangkitan, baik pengkajian ilmu unsur besi dasar (besi kursani, nur besi, zat besi, besi salamah, besi qomarullah, besi putih, pulosani, besi berani, dll) maupun pengkajian ilmu besi puncak (yaitu: Ilmu Hakekat Induk Besi), jika mengikuti tradisi para jawara muslim tempo dulunya, tidak ada hubungannya sedikitpun dengan olah nafas, buka cupu, cakra, olah jurus, olah rasa/kepekaan, olah energi, dan sejenisnya seperti banyak yang diiklankan di website lainnya atau oleh mereka yang ingin mengajarkan ilmu kebal jenis lain (versi olah nafas, olah jurus, versi khodam, versi azimat, versi merajah tubuh, dan sejenisnya) namun mengiklankan ilmunya dengan menggunakan keterangan ilmu besi kursani maupun ilmu kaji besi. namun sebagai kekuatan energinya, mereka mengajarkan ilmu hakekat induk besi. mencoba memadukan rahasia tentang besi dengan keilmuan lain,sehingga terciptalah beragam rumusan baru letak besi dalam tubuh dengan beragam istilah buka titik besi tubuh, buka serat besi tubuh, cakra inti besi, dll. yang sebenarnya sudah jauh berbeda dengan metode pembangkitan tradisi ilmu besi pada masa lalunya dan inilah mungkin yang disebut dengan perkembangan ilmu batin dalam dunia supranatural. Proses pembangkitan ilmu unsur besi ini terutama ilmu besi pada tataran puncaknya yaitu Ilmu Hakekat Induk Besi, lebih menekankan pada pendalaman pemahaman hakekat bagaimana Allah mengharamkan tubuh manusia dimakan atau terkena semua jenis besi dan selain besi termasuk bisa racun hingga sampai pada hakekat pendalaman Ilmul Yakin menuju Haqqul Yakin (ilmu haq) dan biasanya melalui pendalaman pengucap ilmu yang dimaksud. Mengenai Ilmul Yakin dan Haqqul Yakin. Secara umum baik level besi kursani, besi jantan betina, dan ilmu pengkajian besi level puncak yaitu Ilmu Hakekat Induk Besi mempunyai kelebihan dan manfaat yang sama baik dalam hal perlindungan diri maupun penyembuhan penyakit.
Sebenarnya mengenai versi maupun level menurut Gus Hanif tidak perlu diperdebatkan, bagi praktisi pahami dan terapkan dulu ilmu Yakin, Ainul Yakin dan Haqqul Yakin yaitu tingkat kepercayaan/keyakinan diri:Ilmu -Yaqin: keyakinan yang didapat dari pengertian teori pelajaran.
Ainul-yaqin :keyakinan yang didapat dari fakta kenyataan lahir setelah terungkap/terbuka.
Haqqul-yaqin: keyakinan yang benar-benar langsung dari Allah dan tidak dapat diragukan sedikutpun,yaitu keyakinan yang mutlak.Bila mau mengamalkan ilmu apapun semua ada dalam Al Quran, sedang khusus Ilmu Besi induknya ada di Surat Al Hadiid.Untuk pengijazahan versi asli bisa hub.Ustd.Wahid dan Ustd.Ali di Indo Ghaib,mahar seikhlasnya.Semoga ini bisa menjadi wawasan berharga buat anda sekalian.

AJIAN NUR ALAM PAMUNGKAS

Kali ini saya bahas salah satu ajian tingkat tinggi yang memiliki banyak manfaat untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan sebagai piandel untuk membentengi diri kita dari segala mara bahaya serta menetralisir dampak-dampak energi negatif. Mantranya sebagai berikut:

"YA ALIIMU YA HAKAMU, AS'ALUKA FALAA AS'ALU GHORIOKA, NUR ALAM,YA INGSUN, SUN CIPTAKE ALAM, YA ALLAH NURE ALAM, CIPTAAN ALAM MUASALE ALAM,KUN PAYAKUN, YA INGSUN KANG KUWASA …. (SEBUTKAN NIAT) SA' ALAM".

Nur Alam Pamungkas merupakan ajian yang dikembangkan berdasarkan tingkat setelah Cakra Alam dikuasai. Nur Alam merupakan peningkatan energi Cakra Alam yang bersumber dari “penyatuan dengan alam.” Ilmu ini baiknya di pelajari setelah memiliki Kawashakti. Nur Alam juga merupakan ilmu yang di ambil dari bahasa jin MARUTAMARUT yang mana merupakan raja jin Jawa yang letaknya di lautan.

Nur Alam dapat digunakan sebagai berikut : Kekebalan tubuh setelah menyatu jika kita inginkan kekebalan: kita berzikir YA MAANI'U Pengobatan: zikir YA NAAFI'U. Penyerangan: YA DAARRU jika lawan memiliki kekebalan. Manfaat yang terkandung sangat besar dapat dipastikan seluruh makhluk halus di bumi ini takluk.

Dan jika kita temukan kesulitan saat mengobati orang kerasukan dengan doa apapun tidak mampu, maka dengan Nur Alam Pamungkas insya ALLAH di pastikan makhluk tersebut akan keluar. Nur Alam sangat dahsyat kekuatannya dikarenakan menggunakan kekuatan seluruh alam jagat raya.

Syarat nya :
1. Sudah ada dasar Kawashakti
2. Izajah dari mpu yg memiliki Nur Alam
3. Zikir lafal sebayak 300 dalam 3 hari
4. Hindari 5 (Molimo).
5. Setelah semua sudah dikerjakan maka malam jumat nya adakan selametan dan bagikan 9 tetangga.

AJIAN CAKRAJAYA MAHKOTA RASUL

Akhirnya, saat yang dinanti datang juga. Setelah polling untuk mengetahui minat dan keinginan pembaca tentang tiga ajian unggulan, maka dengan ini kami memilihkan Ajian Cakrajaya Mahkota Rasul untuk dimiliki pembaca. Demikian semoga ada manfaatnya untuk kita sehari-hari.

Assalamualaikum wr wb

Mohon Maaf atas keterlambatan pengizahan ilmu di karena kan kesibukan kami dalam membantu sesama yang membutuhkan dan harus mendapat prioritas utama. setelah melakukan kontemplasi batin dengan guru dan pendamping kami di alam gaib dan berdasar polling yang telah di lakukan hampir 60% menghendaki ajian cakra jaya mahkota rasul. juga untuk menghindari polemik yang mungkin timbul karena pro kontra yang ada maka untuk saat ini hanya ilmu itu yang akan kami ijazahkan. tetapi bagi mereka yang masih membutuhkan ilmu lainnya bisa menghubungi kami di ini untuk pengijzahan secara pribadi,email:indoghaib@gmail.com

maka dengan melafalkan BISMILLAHIROHMANIRROHIM dan dengan mengharap ridho dan barokah Allah swt dengan ini kami ijazahkan kepada mereka yang berminat serius mengamalkan tidak hanya sekedar ilmu tapi juga ‘ngelmu’ nya sebuah amalan batin tingkat tinggi yang di namakan ‘AJIAN CAKRAJAYA MAHKOTA RASUL:

RASA RASUL RASANING ALLAH
WINENANG AKU ANUNGGALAKEN
SAKATAHING RASA RASUL PANDITA.
SABUMI RAT WENANG ASRAH
DUNYA ASRAH KAGUNGAN
SABUMI RAT WINENANG AMURBA WISESO
AGAWE SURGO NEROKO
HYANG DZATULLAH
INGKANG MURBENG JAGAD DUMADI
PARINGONO BERKAH DUNYO LAN AKHIRAT
MANDEG PREG ING NGAREPKU
LAILAHAILLAHU MUHAMMADARASULULLAH
URIP ING DEWEKIRA

Tata Cara Laku Ilmu:
1. Mandi Keramas dengan niat membersihkan diri dari segala unsur negatif yang ada dengan membaca niat:

NIAT INGSUN ADUS BANYU SUCI
RESIK JIWO LAN ROGO
SUMINGKIR DEDEKING ANGKORO
KAKANG KAWAH ADI ARI ARI
SING KROMATAN SING ORA KROMATAN
REWANGONO AKU GUAK SENGKOLO
ILANG SENGKOLAKING SAKING KERSANING ALLAH

2. Puasa sunnah 3 hari Yang di mulai pada hari Anggoro kasih atau sukra kasih (selasa kliwon atau kamis kliwon)

3. Lakukan Shalat sunah hajat dan taubah 2 rakaat

4. Tawasul Inti:

1. Kanjeng Nabi Muhammad SAW keluarga dan sahabat
2. Nabiyullah Khaidir As
3. Waliyullah Syech Abdul Qadir Jailany
4. Mbah kuwu sangkan cakra buana
5. Syech dzatul kahfi
6. eyang arya brajamusthi

5. Selesai shalat duduk bersila dan tata batin anda lalu ucapkan shalawat di bawah ini dengan perlahan dan penuh penghayatan ‘SHALALLAHU ALA MUHAMMAD’ 77x. Pada saat anda membaca shalawat ini biasanya anda akan merinding hebat pada sekujur tubuh, itu reaksi normal dan teruskan sampai 77x.

6. Baca Mantra di atas sebanyak 33x.

7. Semua amalan tersebut anda baca selama menjhalankan puasa sunah selama 3 hari.

8. Setelah semua di lakukan anda bisa mengetes apakah energi
keilmuan atau energi khodam nya telah menyatu dengan anda
dengan cara sebagai berikut:

a. Duduk bersila kedua tangan terbuka mengahadap ke atas
b. Baca Doa kontak energi dibawah ini 11 x ‘ALLAHU YA RAHMAN YA LATIFUL KHABIRU YA BATHINU YA
BASHIR’
c. gosokan kedua tangan anda sampai terasa panas lalu anda dekat dan jauhkan kedua tangan anda di depan dada. jikalau energi sudah masuk maka akan seperti ada daya tarik dan tolak pada kedua tangan anda saat di dekat kan dan di jauhkan.

Manfaat Keilmuan AJI CAKRA JAYA:
1. Menangkal segala unsur negatif yang akan menyerang anda
2. Meningkatkan kharisma wibawa dan pahit lidah/sabda jadi
3. Meningkatkan Kepercayaan diri dalam pergaulan
4. Ketenangan batin dalam mengahadapi masalah yang timbul
5. Jika terdesak bisa sebagai pukulan kontak jarak jauh dengan cara Tahan nafas lalu tarik kedua tangan kebelakang dan hentakan ke depan dengan penuh keyakinan sambil dua kaki anda jejakkan ke tanah.
6. Untuk penyembuhan medis dan non medis dengan media air atau sentuhan tenaga khodam
7. Asma kurung Pamungkas untuk pemagaran rumah, toko, kendaraan
8. Dan masih banyak lagi yang lainnya sesuai niat.

Bersama ini pula saya ijazahkan 3 khodam pendamping Keilmuan Ajian Cakra Jaya Mahkota Rasul yang memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda yang berasal dari daratan,perairan dan angkasa, 3 khodam tersebut yaitu:

1. KYAI ABDUL JABBAR
Beliau adalah khodam yang berasal dari daratan dan beliau bisa anda wasilah kan untuk membantu penyembuhan penyakit medis dan non medis melalui kekuatan Aji Cakra Jaya.

2. EYANG RONGGO JOYO NAGA PAKSI
Beliau adalah kodam dari perairan yang bisa anda wasilahkan untuk kedigdayaan dan pasukan gaib. bisa diwasilahkan untuk menyerang dan memporak porandakan musuh yang dzolim, akan tetapi tidak kami perkenankan anda melakukan hal itu

3. SYECH ABU QOSIM
Beliau adalah khodam yang berasal dari angkasa yang bisa anda wasilahkan untuk perbawa diri atau kewibawaan dan juga bisa anda mintakan saran jika sedang dalam masalah (tetapi anda harus memiliki kepekaan batin) jika anda belum memiliki kepekaan batin anda lakukan wirid ‘YA BATHINU YA BASHIRU’ 313x selesai shalat.Demikian ijazah inti Aji Cakra Jaya Mahkota Rasul, semoga bisa memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi sesama yang membutuhkan amin ya robbal alamin teriring salam rahayu,rahayu.rahayu.. dari padepokan. bagi mereka yang menghendaki ijazah kunci ilmu gaib atau ingin belajar secara privat ingin menjadi praktisi paranormal silahkan menghubungi kami pada email tersebut diatas. insya allah lain waktu dengan ijin dan ridho allah akan saya paparkan salah satu ilmu yang cukup langka yang saya dapatkan langsung dari hawatif ‘EYANG PRABU ANGLING DHARMA’ yaitu Aji Gineng Maulaya Bumi yang diantara kegunaanya untuk mendengar pembicaraan di alam jin dan jeritan kubur.

4.EYANG SABDO KALAMULLAH
Beliau adalah khodam yang berasal dari angin/udara yang bisa anda wasilahkan untuk memandikan pangucap-apa yang kita ucapkan jadi bertuah dan berbobot bahkan bisa menjadi kenyataan,maka hendaknya harap berhati-hati dalam berbicara!!jangan sembarangan ngomong yang tidak baik!! ini bisa dipanggil dengan wirid 'YA MUQIIT YA MUJIIB' 555x sewaktu mewirid lidah ditekuk ditempelkan ke langit-langit. bagi yang ingin mengethui rahasianya lebih lanjut,silahkan hubungi email kami,dengan kunci daya ghaib ini mampu menaklukkan berbagai raja jin/pedanyangan. Demikian semoga manfaat bagi teman-teman praktisi paranormal atau sekedar wawasan bagi anda yang suka dengan dunia metafisika. wassalamualaikum wr wb.

Kaweruh Tingkatan Ngelmu


TINGKATAN ILMU DALAM KEYAKINAN TERHADAP TUHAN

Kata Tingkatan itu artinya dari jenjang bawah sampai atas untuk menyembah (shalat) kepada Allah (Hyang Widi – Jawa), tingkatannya adalah:

1. Syari’at, artinya artinya pedoman yang sudah ditentukan harus patuh (wajibul yakin), jadi ahli Syari’at itu harus patuh keyakinannya (apa katanya) amalannya menurut hukum halal haram, yang diyakini betul-betul dan hukum membedakan halal dan haram, peraturannya, sembahyang, zakat, fitrah, puasa dan naik haji kalau mampu. Semua dijalankan berdasarkan ikut-ikutan menurut kemauan orang banyak, lalu ikut-ikutan menyembah kepada Allah, menurut peraturan agamanya masing-masing, jadi begitupun wajib harus begitu disebut imannya Wajibul yakin. Bung Karno presiden Indonesia asal dari Ngebang (blitar) sekarang menjadi Presiden Indonesia, dia mengetahui hanya cerita orang banyak, jadi kalau cerita itu salah, kepercayaan itu tetap salah. Umpama diteliti (telaah) pendapat tadi dengan jernih, tingkatan Syari’at setiap hari menunjukkan kedisiplinan bertindak menurut hukum yang ditentukan. Mengenai tentang pendapat Prof. Dr Usman dekan markas Angkatan Darat berbicara begini; ngerjakan rukun Islam itu pertama menanam rasa disiplin, jiwa atau jasmani, membersihkan diri , mempunyai semangat yang tinggi, watak kasih sayang, selalu sedekah (memberi pertolongan bagi yang membutuhkan), budi pekerti yang tinggi, yang saya lihat; saya bangun bagi lalu belum sembahyang (shalat) merasa malu kalau disebut bukan orang muslim, jadi berbuat karena malu.

2. Tarikat, meningkat mencapai kebathinan (Qalbu – Arab), melaksanakan puasa mengendalikan pikiran. Jadi tarikat itu melaksanakan berdasar pengetahuan mengendalikan pikiran (mengasah pikiran), membaca buku-buku agama, wirid, berguru, bertanya, dan musyawarah tentang ilmu Allah. Tarikat mempergunakan pikiran untuk mengupas (mencari) tanda-tanda saksi Allah. Jadi tahu kalau basil-basil itu hidup memiliki apa, membuat keyakinan menguat. Zaman dahulu para ahli kitab masih termasuk tingkatan Tarikat, artinya hanya tahu saja (mengerti), karena pengetahuan sudah mantap lalu imannya disebut Ainul Yakin, contohnya begini; pengetahuan (mengetahui) kalau Bung Karno itu Presiden, memang sudah melewati Istana Presiden dan mendengarkan pidatonya, jadinya kira-kira rumah Bung Karno sudah Tahu tetapi belum pernah jumpa dengan Bung Karno sendiri. Tataran (tingkat Tarikat) itu walaupun sudah mengetahui tidak pernah meninggalkan Syari’at agamanya, jadi Tarikat itu hanya naik kelas (tingkat). Pada tingkatan itu para pengikut menerima ajaran guru seperti berpuasa, tekadnya hanya meniru sifatnya Allah saja, sucinya dan adilnya, disitulah terbukanya ilmu itu supaya keterima ilmunya harus praktek (shalat Tarikat) mengendalikan pikiran. Ahli Tarikat itu bisa membedakan yang benar dan yang salah dari orang lain ataupun diri sendiri, lalu bisa mempunyai sifat kasih sayang dan sayang kepada seluruh umat-Nya (Allah), besar wibawanya, mengetahui kemauan dirinya sendiri. Semua itu membuat terbuka hatinya. Apa sebabnya kita harus kasih sayang kepada umat-Nya (Allah), yang mengendalikan hawa nafsu (mengupas hawa nafsu). Menurut Wedaran Wirid Tarikat itu jalannya hati (Qalbu), karena hati mempunyai kemauan yang sangat cepat seperti kilat, lalu Tarikat memerangi pengaruh yang berupa keinginan yang timbul dari hati.

3. Hakikat, yang disebut Hidayat Jati, Hakikat itu Shalat sejati yang tidak merasa geraknya aku (jasmani, pikiran, perasaan sudah disingkirkan / dikendalikan), jadi gerak (makarti-jawa) aku tidak merasakan aku. Hakikat itu imannya para Mukmin (Aulia), imannya disebut Haqkul Yakin, artinya Nyata (benar). Percaya kalo Bung Karno menjadi Presiden karena sudah masuk rumahnya tetapi belum jumpa langsung/berhadapan dengan Presiden Sukarno (Qalamullah – Arab). Ditingkat itu terbukanya Kijab atau batas antara manusia dengan Allah (kawulo – jawa), cocok dengan Hadist Nabi : “siapa yang betul-betul mengetahui dirinya benar mengetahui Allahnya”, karena Hakikat itu Sembahnya (Shalat) Roh (jiwa), keadaannya diliputi tidak merasa apa-apa, lalu para ahli suluk, Sufi, tapa dan mempunyai pendapat atau keterangan begini : “aku ini tidak ada, yang ada yang mengadakan (yang menciptakan)”, keterangan atau ketentuan tadi membuktikan sempurnanya Hakikat dan bisa menguasai jasmaninya melalui Rohaninya, kata lain sifat dan Hakikatnya DAT sudah menyatu (manunggal-jawa). Di tingkat yang begitu sebutan sakit, pening/pusing, panas, dingin dan mati itu tidak ada, yang benar yang disebut menyatu (Widhatul Wujud – Arab). Di kitab Suluk disebut begini : “hatinya yang beriman berdirinya Roh kita”, Hakkikat itu menuju sejatinya kemauan, yaitu tingkatan jiwa yanng menyerahkan diri pada Allah (Hyang Widi – jawa), karena sudah tidak mempunyai perasaan tidak ikut-ikut memilki, Iktikat itu serupa dengan menyebut serupa yang disebut satu, perjalanan sehari-hari orang yang sudah begitu menurut aku pada kemauan DAT (sifatnya Dat).

4. Ma’rifat, tingkatan itu imannya para Arifin yang disebut Isbatul Yakin, artinya sudah sempurna, sempurna keterangannya begini : sudah kerumah Bung Karno, sudah salaman dan berbicara langsung/berhadapan dengan Bung Karno. Keterangannya sudah Ma’rifat semua ilmu, pengetahuan, amal ibadah, filsafat dan lain-lainnya sudah menjadi satu, sudah mengetahui sebab dan akibat, disebut diwirid Hidayat Jati : Zikir azalalah, artinya zikirnya rasa didalam alam cahaya disebut zikir Ma’rifat, sempurnanya tidak merasa apa-apa. Keterangan tersebut diatas tadi disebut tingkatan Islam. Kata Islam sebenarnya bukan agama, itu hanya kebisaaan orang mengatakan, jadi nama-nama agama menurut yang menyiarkan, umpama agama Budha yang menyiarkan Sang Budha, Kristen yang menyiarkan Yesus Kristus, jadi agama Islam disebut agama Muhammad, artinya tidak menjadi masalah, sebab yang menyiarkan Nabi Muhammad, Islam itu kata-kata penerangan (menunjukkan) sesuatu, barangnya tidak bisa dijangkau tetapi bisa dirasakan, jadi Islam itu sesuati iktikat yang luhur (suci). Kata suci keterangan lahir dan batin, kasar dan halus (nampak dan gaib), tidak bisa berubah. Kata suci (Islam) itu artinya tidak apa-apa (tidak bisa dijangkau), itu sebabnya kata Islam disebut suci bisa dikatakan telah bersujud pada Allah. Kata bersujud (pasrah) itu bukan main-main, hanya yang bisa yang melaksanakan Nabi, Wali, Aulia, Pandita, Guru yang sudah semprna. Bukti untuk sehari walaupun hanya kata-kata (nama) sebagaimana tertera dalam wirid Hidayat Jati itu, tidak ada apa-apa, jika diteliti kata tidak ada apa-apa tadi waktu menginjak dunia yang pertama dikatakan lahir didunia melalui tidak tahu apa-apa. Jadi kata sehari-hari Islam yang kita bicarakan dari bahasa Arab, artinya bersujud suci (sunyi senyap tidak ada apa-apa), jadi bebasa dari keinginan. Dalil di kitab Al Qur’an surat Al-Baqarah : 131 :
“ketika Allah berfirman, “kamu harus Islam bersujud kepada Allah”, Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”.
Jadi yang namanya Islam itu umpama sudah menjalani yang empat tingkatan tadi dari yang Syari’at, lalu mencapai tingkat Ma’rifat disebut bersujud (Islam/suci) terhadap Dat yang wajib adanya, berdasarkan ukuran Layu kayafu (tidak bisa dijangkau), artinya jika kita mau bersujud (sumarah-jawa) harus memakai pakaian Layu Kayafu (tankeno kinoyo ngopo – jawa), contoh : jika tentara mau menghadap Presiden harus memakai pakaian seragam lengkap, pangkat, sikap tegak dan lain-lain baru dapat diterima, apalagi manusia menghadap Allah, harus lebih lengkap lagi, umpama Tauhid, pikiran bersih, hati bersih, pasrah, tidak ingin apa-apa (merasakan apa-apa) dan Islam, itu baru tingkat Ma’rifat.
Jadi menjadi Islam itu kalau sudah bisa menyingkirkan aku pribadi, yaitu sudah diterima At-tauhidnya, sementara orang bisaa memerlukan makan, lalu belajar Ma’rifat selagi masih hidup, kalau tidak lulus (mencapai Ma’rifat) lain perkara, rahasianya begini : siapa yang (waktu) didunia belum bisa Islam (sumarah) nyerah diri, tidak bisa meninggalkan keduniaan At-tauhid (menyatu), kalau sewaktu Sekaratil maut (menjelang ajal)/koma, akan mengalami yang menakutkan dan mengalami seperti dialam kubur, sebaliknya umpama bisa At-tauhid (Islam) suci menghadap kepada Allah; itu nanti kalau Sekaratil maut (menjelang ajal) Insya Allah langsung menghadap kepada-Nya (Allah) yang disebut Inalillahi Wa inalillahi Roji’un, kalau Budha melewati alam Nirwana. Orang yang sudah Ma’rifat itu disebut Arifin, artinya Muslim, siapa yang ingin mencapai tingkatan Ma’rifat, contohnya seperti dalil dibawah ini, pesan Nabi Ibrahim As dan Nabi Yakub kepada anak cucu; Al-Qur’an surat Al-Baqarah : 132 ;
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati sebelum jadi Islam (Ma’rifat)”
Jadi jelas sekali yang ditakuti sewaktu Sekaratul Maut (menjelang ajal). Keterangannya begini : siapa yang hidup mencapai Islam, maka seperti sudah bisa menghadap dihadapan Allah (lihat tentang Bab pengetahuan mati), karena Islam itu bagi orang Ma’rifat menjalaninya melalui jalan yang tidak bisa dijangkau (Layu Kayafu), hanya sekali itu sudah menjadi Islam, ada yang selalu mengalami, ada yang seumur hidup hanya sekali, tergantung dengan yang menjalani. Menurut Dalil tadi para leluhur agama Islam pasti tujuannya suci. Jadi Islam suci sesungguhnya sudah diuji pada zaman sebelum Nabi Muhammad, jadi Nabi Ibrahim, Nabi Yakub, Nabi Musa, Nabi Isa as dan Nabi Muhammad SAW itu satu tujuan, yaitu Islam (mencapai Ma’rifat).

Menurut Kyai Agus Salim, Islam berasal dari bahasa Arab, asalnya kata Salama, artinya Selamat, sentosa tidak kurang dan tidak rusak. Kata tadi menjadi kata Aslama, kata tadi berusaha menyelamatkan (menyucikan) dari yang tidak baik, pertama pada diri pribadi, kedua pada manusia dan makhluk-makhluk-Nya. Selain itu kata Aslama itu sama dengan pasrah menghadap kepada Allah, jadi kata Islam itu sudah mengandung arti keseluruhan.
Dari keterangan diatas agama Islam itu Azazan, perintah untuk menyelamatkan manusia dan alam raya seisinya, selain dari itu kata Aslama artinya menyerahkan diri sepenuhnya, jadi kata Aslama itu pokoknya kata Islam. Kata Islam berarti sumber dari segala kata (pokoknya). Dari keterangan di atas, kata Islam itu bukan sekedar nama, umpama Hindu, Budha, Kristen, kata-kata tadi artinya supaya dipahami menurut buktinya (artinya).
Agama Islam itu ajaran, perintah dan petunjuk manusia dan alam seisinya tunduk kepada Allah, jadi harus dinyatakan dengan gerak, kata-kata, budi pekerti untuk menjaga keselamatan dunia dan akhirat.
Kata Kyai Agus Salim seperti diatas itu umpama diteliti dengan benar, menunjukan perbedaan antara satu agama dengan agama lain, singkatnya agama-agama tadi tidak satu tujuan dengan agama Islam, jadi Islam, Budha, Kristen itu hanya nama agama.
Menurut dasar surat A-Israa : 15 terdahulu (Bab I ), semua itu hanya sebutan sekedar nama, tidak beda sebutan (nama-nama), ada yang mengatakan Allah, Got Theo, Gusti Allah, Hyang Widi dan lain-lain, itu semua yang memberi nama hanya manusia sendiri. Menurut Wirid (ajaran) kata Islam itu sebutan salah satu agama, bukan kata sebutan, tetapi kata Saik yang artinya seluruh manusia tidak membedakan agamanya yang penting bisa menyatu dengan Allah (At-tauhid). Sebenarnya kata Islam itu Ma’rifat, akan tetapi ada kata Budha, Islam sejati. Islam sejati itu hanya untuk orang jika dicubit merasa sakit.
Arti Rahasia hanya tanda yang digunakan oleh orang yang membutuhkan tetapi semangat saja yang sama, yaitu mencari kebenaran Allah.

Kata Ma’rifat itu asal dari bahasa Arab yaitu Arafah, artinya melihat, tetapi bukan memakai mata atau pikiran (pengetahuan). Kata-kata melihat itu bukan pakai mata tetapi mengarah ke ilmu, dan Ma’rifat itu tahap mengetahui Wirid (pelajaran); melihat Allah tidak memakai alat mata dan tidak memakai pikiran. Melihat Allah terhadap Wirid artinya siapa saja bisa mencapai Ma’rifat, tetapi apa yang akan di Ma’rifati jika tidak tahu tentang hal ketuhanan (Allah), dan Ma’rifat itu bertekad, sudah pandai melakukan Zikir, Sholat Tauhid, Semadhi (Yoga) saja tetapi disertai ta’at, patuh dan yakin kepada agamanya. Umpama ta’atnya para ahli Syari’at hanya karena takut kepada peraturan; sholat, puasa, zakat, fitrah, naik haji merasa sudah menjadi Islam. Tetapi terhadap Ma’rifat selain menurut perintah agama lalu disertai tekun (kuat) terhadap sesuatu tujuan sehingga patuh (ta’at) terhadap tujuan untuk membuktikan Allah itu ada. Orang olah (melatih) batin terhadap orang Ma’rifat itu membuktikan bukam gampang, sebab orang-orang itu batinnya sudah memiliki sifat Allah, umpama sifat kasihnya yang biasanya lalu menjadi watak kasih sayang terhadap sesama. Kata Kasih Sayang menurut Allah (Rahman dan Rahim- Arab), tidak beda-beda, buktinya para Nabi, Wali, Mukmin semua mempunyai sifat kasih sayang, sudah ditujukan untuk diri sendiri menjadi untuk semua (universal), walau begitupun masih ada ingin perang dan membunuh musuh, begitulah orang yang sudah mengerti bahwa perang atau membunuh musuh itu mestinya pasti merusak rumah tangga. Tetapi terhadap orang yang sudah mengetahui rahasia alam, itu tidak mengherankan hanya menjadi kewajiban (tugas). Perang dan membunuh terdorong oleh kasih sayang dan suci, daripada menjadi hancurnya dunia (merusak ketentraman), maka harus dibunuh (dimusnahkan). Jadi para bijaksana melaksanakan tadi sama menuju keselamatan dunia, tujuannya menyelamatkan dunia dari semua penghalang, begitulah eloknya / sempurnanya Ma’rifat.

MACAM-MACAM KEPERCAYAAN DAN PENDAPAT
TENTANG TUHAN (ALLAH)

Qur’an surat Al-Hadiid ayat 4-6;
4-“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy) Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya). Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
5-“Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.”
6-“Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.”
Ilmuwan zaman dahulu Anaxagoras dari Clazomini (yunani), ia adalah seorang ahli ilmu pasti yang disebut sebagai seorang kafir, karena tidak percaya dewa-dewa, dan ilmunya dinamakan Atomistik, ilmuwan itulah yang menyiarkan; bila roh-roh itu tidak ada batasnya dan mewujudkan gerak tertib, selanjutnyanya roh-roh menyatu dengan tuhan-tuhanan, dan ia bertekad mengatakan roh-roh itu maha kuasa dan maha tahu. Ilmuwan lain yang sam pada waktu itu Anacagoras yaitu Anaximander dari Milete Ionia; kepercayaannya kealam raya (benda), tujuannya; asalnya benda-benda itu dari zat tanpa awal tanpa akhir dan tidak bisa ditebak, zat itu disebut Apeiron, artinya kekal (abadi), menurut kepercayaannya (Apeiron) adalah tentang jiwa (roh), pendapatnya bila roh-roh itu seperti Hawa dan Angin. Ilmuwan Ibnu Araby Al Halady dan syeh Siti Jenar sama pendapatnya, jika manusia itu berasal dari Hakikatnya Maha Agung, artinya penyempurna DAT, dan Faham itu disebut Widatul Wujud. Pendapat memutuskan Allah dan manusia menyatu, dalam bahasa Wiridan disebut Chaliq, dan makhluk itu satu (menyatu), begini keterangannya; DAT Yang Maha Kuasa itu meliputi adanya sifat Ujud, tidak luar tidak didalam, tidak bertempat, tidak zaman, tidak laki-laki tidak perempuan, tidak beranak tidak diberanakan, tetapi meliputi Jagat Raya, lihat firman Allah, surat Al-Hadiid : 4-6, seperti diatas.
Artinya ayat-ayat tadi Al-Hadiid 4-6; kepada siapa saja yang diciptakan tidak dibeda-bedakan (pilih kasih), yang sifat baharu semua diliputi Zat Allah. Semua itu untuk membuktikan kepada orang yang berpendapat Allah itu pilih kasih dan ada yang disayang karena dari adanya pendapat yang bermacam-macam lalu ada ada golongan yang memberanikan bahwa Allah bisa dijumpai dengan manusia dengan memuja cara masing-masing. Sebelum adanya peraturan agama, ada peraturan yang menetapkan bisa jumpa dengan Allah karena menyembah kepada benda untuk perantara. Faham tadi dinamakan Animisme yang menambah kepercayaan golongan tersebut. Manusia itu mempunyai hidup terus sesudah mati, oleh karena hidup itu Hakikatnya Allah. Allah itu meliputi semua maka menjumpai memakai (memuja) kayu, batu, patung; paham (kepercayaan) itu bisa saja percaya ada DAT yang wajib adanya, tetapi tanpa keterangan, jadi pekerjaan tadi hanya yakin ada dan cinta, jadi faham yang tidak terang, tetapi didalam hati bisa menciptakan/mengarang bahwa Allah itu ada dan menyatu, faham tadi disebut Antropormophisme. Ujud/nyata disini berarti karangan-karangan yang timbul dari angan-angan lalu ada golongan yang nebak-nebak bahwa Allah itu bisa menjelma menjadi orang, dan orang itu disebut Allah. Kitab Injil, Taurat asal pertamanya terjadi Jagat Raya;
• Allah menciptakan manusia melalui cahayanya.
• Tidak ada orang yang bisa dekat dengan Rama (Allah), kecuali tidak keluar dari Rama aku, umpama kamu bisa mengenalku pasti kamu mengenalku (Rama).
• Orang yang bisa melihatku, jadi sudah bisa melihat sang Rama, sang Rama ada berada padaku.
Kata Citra tersebut diatas maksudnya sinar yang memancar, itu kata karangan, dalam perkataan Wirid disebut Hakikat, sudah sebenarnya manusia itu asal Hakikatnya Tuhan. Menurut trilogy Kristen; Tuhan sifatnya Rama sang Putra dan Rohulkudus/Rohsuji (perkataan sang Rama lebih kurang adalah DAT yang wajib adanya) Tuhan yang disembah yang paling tinggi sekali. Sang Putra sinarnya Rama (Hakikatnya cahaya tuhan) atau yang dinamakan Citra yang sifatnya makhluk yang memiliki sifat 20, Rohul kudus itu roh suci yang menempati sifatnya manusia. Karena manusia sifatnya sempurna, lalu manusia memiliki Rohul Kudus, Rohul kudus itu bisa disebut sejatinya aku, lebih-lebih tentang kemajuan rasionalnya (akal pikir) orang saja.
Surat Injil diatas tadi lalu ada perkataan; “orang yang bisa melihat aku, jadi sudah melihat sang Rama”. Keteranngannya; orang yang sudah mengetahui / melihat aku sama seperti sudah mengetahui / melihat Allah. Jadi kata melihat artinya bukan dengan mata, tetapi melihat melalui hati, yakin dengan diri sendiri, aku itu meliputi Hakikatnya Allah.
Wihdatul Wujud asal dari bahasa Allah, Pembagiannya begini :
• Wihda dari kata Wahdat, artinya Satu.
• Wujud artinya Ada.
Jadi Wihdatul Wujud itu adalah Satu dan Ada (Kahanan Tunggal = Bahasa Jawa), yang menciptakan dan yang diciptakan, bahasa Ilmu (Wirid) Chaliq dan Makhluk, artinya lebih kurang Chaliq tidak ada dan Makhluk tidak ada. Sebaliknya kalau Manusia tidak ada, maka Manusia dan Chaliq tidak ada yang menyebut. Dibagian keterangan kepercayaan Wihdatul Wujud banyak para Ulama yang tidak sepakat pendapatnya atau sama tidak percaya pendapat tadi karena keadaan tunggal itu pecahan para Pertapa, Sufi, Filsuf. Ada pendapat yang simpang siur, yang satu mengatakan Chaliq dan Makhluk itu Dua, artinya Allah disamakan berada disuatu tempat dan makhluk ada tempatnya masing-masing. Di Jawa menurut surat Wirid dan sejarah-sejarah ada seorang Wali mempunyai pendapat bahwa Wihdatul Wujud itu namanya Syeh Siti Jenar, ditanah Jawa dulu ada Wali 9 (Songo=Jawa) didemak, para Wali menurut sejarah mereka tidak suka kepada Syeh Siti Jenar, karena tidak sepaham dengan para Wali, lalu dimusuhi dan ilmunya sampai sekarang diketahui.
Ditahun 858 Masehi di Persia ada pujangga namanya Al Hallaj, dia terkenal didunia barat dan timur dengan bukunya dan buku-buku tersebut ditulis dengan bahasa masing-masing negara/daerah, pendapatnya mengakui Wihdatul Wujud (Yang Kuasa) adalah Tuhan Esa, dan Al Hallaj tadi dihukum oleh pemerintahan dizamannya, karena khawatir pengetahuan tadi berbahaya bagi masyarakat awam/umum.

Kepercayaan Wihdatul Wujud disebut keadaan satu. Menurut pendapat Sarjana, Filsufi; Plato, Aristoteles, Al Hallaj, Syeh Siti Jenar dan menurut keterangan itu menebak bila Manusia sebenarnya penyempurnaan Dat Allah, keterangannya umpama Manusia dan Makhluk itu seperti Air yang jernih yang berada dibak air dan Allah di ibaratkan seperti Surya diatas langit yang memancarkan cahaya ke 1000 bak air tadi, dan isi 1000 bak air tadi jika dilihat masing-masing terdapat matahari/surya yang memancarkan sinarnya dari langit tetapi sebenarnya matahari tadi hanya satu.
Leluasa artinya benda, manusia, besar, kecil bergerak karena memiliki Dat Allah, seperti Bak Air tadi ada Mataharinya, dan bergerak menurut keadaannya (kodratnya). Ada lagi kepercayaan yang berpendapat Chaliq dan Makhluk itu ada dua. Keterangannya kalau Makhluk-makhluk dilihat dari Chaliq (melihat matahari) keadaannya tetap satu, kalau dilihat dari makhluk (bak air tadi) matahari lebih dari satu, yaitu Makhluk (bak air) satu, Chaliq (tuhan) dua, artinya Matahari ada 1 (satu) dibak dan 1 (satu) dilangit.
Al-Qur’an surat An-Najm : 43-44 ;
43. “dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,”
44. “dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,”
Yang menyebabkan tertawa dan menangis itu Allah, artinya Manusia sudah memiliki sifat Qodrat / Irodatnya sifat 20, lalu yang memberi sifat tadi mengikuti tertawa, menangis, jadi pendapat tadi berpedoman kepada ayat-ayat suci Al-Qur’an, sebenarnya Allah itu meliputi kita semua (manusia);
1. Dat Allah; tidak nampak, layu Kayafu, Nukat Gaib, orang tidak bisa melihat tetapi bisa menguasai, bisa menghidupi, bisa mematikan, bisa menangiskan dan bisa mentertawakan.
2. Arti keterangan diatas mengatakan tidak diragukan lagi karena Hakikatnya DAT (sifat 20) tadi, karena umat manusia tidak berhak mengatakan bahwa manusia sama dengan Allah, walaupun memiliki DAT (sifat 20) yang lengkap, karena manusia tidak mempunyai kekuasaan (Wenang – Jawa).
Oleh karena itu lalu ada pendapat bila Allah dan Umat itu dua (Allah,Umat), ada yang mengatakan Allah dan Umat itu satu (Esa); Datnya sama, geraknya sama, Hakikatnya sama, karena semua sama-sama yang menguasai dan yang dikuasai, lalu diartiikan satu Dat Allah. umpama Siti itu bisa merubah diri apa saja, Dat Siti sama geraknya dengan Siti, tetapi Siti sulit untuk menyebut badannya sendiri, seolah-olah bertanya kepada diri sendiri “dari mana asalnya ini?”. Jadi keterangan kepercayaan Wihdatul Wujud asal dari satu DAT bisa menjelma apa saja.
Mempelajari Pelajaran (Wedaran Wirid – Jawanya) Bab Sifat 20 itu memang sulit, karena yang diterangkan tentanng mengenai Allah (Tuhan), jadi memang sebenarnya para leluhur dizaman dahulu memikirkan tentang yang sangat sulit, karena memikirkan kalau salah menerima bisa membahayakan hidupnya sendiri dan masyarakat umum.
Almarhum Mahatma Gandhi (India) sangat memuji kepada kepribadian Nabi Muhammad SAW, karena satu tujuan yaitu menyembah kepada Satu Allah, kalau dilihat kepercayaannya, Mahatma Gandhi itu pujangga Budha, dan Nabu Muhammad penyebar Agama Islam. Kalau difikir tujuan Mahatma Gandhi tentang Tuhan (Allah) adalah satu, hanya beda nama tetapi tujuan sama.
Pujangga Islam Syeh M. Abdul pernah berteman dengan pujangga Kristen Graaf leo Tolstoy, dan berpendapat Nabi Muhammad SAW tidak beda dengan Mahatma Gandhi. Menurut surat-surat M. Abdul dan Tolstoy sama-sama mempercayai agamanya masing-masing. Adanya hubungan tadi hanya menyatukan tekat yang dikatakan MONOTHISME, artinya menentukan Allah itu Satu utuh (Esa). dari contoh-contoh itu lalu jelas Kitab Allah itu bahwa walaupun beda namanya tetapi sama tujuannya, yaitu menetapkan Allah itu satu (Monothisme).
Beda keterangan yang terdapat pada kitab-kitab tadi yaitu :
• Agama Islam; Allah – Sifat 20;
• Agama Kristen; Trimurti – Tuhan Rama;
• Agama Budha; Tuhan Trimurti sang Budha.
Semua itu hanya sebagai pedoman, artinya untuk contoh jalannya ilmu pengetahuan, lalu ada pendapat yang berbeda-beda, itu dapat dari turun temurun, Allah mengutus para Nabi, penganutnya sama-sama meyakini ajaran Nabi Musa pada zaman itu, dan sampai sekarang tetap tidak setuju dengan pendapat lain, karena dihati yakin terhadap ajaran Nabi Musa yang dianggap benar;
• Ajaran Nabi musa yang utuh terdapat 10 (sepuluh) ajaran, dan pada zaman dahulu masyarakat belum seperti sekarang kemajuannya, turun temurun penganutnya sama-sama membenarkan ajaran Nabi Musa, dan sampai sekarang tidak setuju pada agama lain, karena ajaran Nabi Musa dinggap paling benar.
• Ajaran Nabi Isa itu menjadi ukuran masyarakat zaman dahulu sampai sekarang, turun temurun tetap menjadi kepercayaan (dianut).
• Ajaran Nabi Muhammad SAW, begitu juga membenarkan pada ajaran-ajaran Nabi-nabi, walaupun beda-beda tempat dan kemajuan cara berfikir, ajaran-ajaran tetap bertekad membenarkan Allah itu satu (Esa).
Bila demikian adanya keterangan 3 macam bisa disimpullkan dengan menurunkan kitab-kitab perantaraan Nabi-nabi Allah, menilai keadaan masyarakat bahwa Al-Qur’an itu kitab yang diturunkan untuk menutup segala kitab-kitab yang diturunkan, dengan isinya yang lengkap dan meliputi politik, ekonomi, bermasyarakat, pernikahan, hukum tata negara dan lain-lain, dan semua yang terpenting Al-Qur’an itu sifatnya Allah.
Seketika ada pertanyaan begini; “jika semua agama-agama itu kemauan Allah, kenapa baru sekarang menyatunya agama. Jawaban dari pertanyaan itu benar atau salah dinyatakan di Surat Al-hajj : 67 ;
“Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan Syari’at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus.”
Keterangan dari ayat diatas begini; Agama contoh peraturan yang dikehendaki oleh Tuhan (Allah), intisarinya menuju yang benar, walupum agama tadi harus ditaati, walaupun lebih tua (lebih dahulu mencul) atau lebih tebal kitabnya, semua perintah menurut orang zaman dahulu tetap benar (lurus), yang membenarkan adalah orang yang sudah maju, menurut pendapat pasti benar untuk orang dizaman dahulu, walupun dikotak-katik (diubah-ubah) tetap benar (lurus), walupun yang membenarkan itu orang dizaman sekarang, Allah mengatakan “hati-hati, segala urusan agama itu jangan dibuat perdebatan”, sebab yang penting agama-agama itu merupakan perkataan-perkataan Allah (Firman Allah). Allah itu pujaanmu (Sembahanmu), Allah itu ada. Bila diteliti dari agama Budha, Kristen, Islam, Majusi, Sinta, Hindu, Tao, Zorowaster; semua itu seperti sungai yang mengalir deras, panjang, lebar dan mengalir pelan; semua mengalir kearah laut (samudra). Ada pertanyaan begini; “apakah agama tadi bisa bersatu dengan upacara !!”, ada yang mempunyai tekad menyatukan agama-agama itu, ia seorang Cendikiawan Sufi dari Persia yang terkenal, namanya Al-Hallaj, sebelum Cendikiawan tadi wafat, ia mempunyai tekad satu, yaitu peraturan Allah untuk Allah, umpamanya tercapai dan bisa menyatukan bangsa berjuta-juta.
Tekadnya Anaxagoras tentang Hakikatnya Roh, itu umpama diteliti belok dari tujuannya yang berwujud benda, barang dll, itu sampai sekarang belum ada satu manusiapun yang membuktikannya, umpama ada orang yang cerita bisa melihat Roh, sebenarnya hanya bisa menjerumuskan, dan firman Allah surat Al-Isra : 85 ;
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”
Kata sedikit itu tidak berarti barangnya, hanya sepengetahuan, buktinya orang bisa memilih hidup itu apa.. walaupun nanti pikiran manusia sudah maju, mengenai Esa itu belum ada Nabi, Wali, Mukmin, Sarjana, Profesor, Doktor dan lain-lain yang bisa memegang Roh, walaupun Roh semut, yaitu yang dinamakan Gaibnya Allah.
Didunia modern sangat membingungkan tentang Allah, lalu ada paham Athisme yang membantah ada Allah.

Menurut Paham tadi Allah tidak ada, hanya ciptaan manusia. Penafsiran ketuhanan itu tidak bisa untuk landasan mencari hukum kejadian dan sebabnya. Francis Bacon mengatakan dizaman kemajuan ilmu, zaman makmur semakin banyak orang yang tidak percaya kepada Allah, kenapa waktu miskin, gembel, perut lapar, sakit lalu manusia mencari pegangan (kepercayaan) kepada Allah.
Bacovan Ferulame berkata demikian; sorang Athist itu orang-orang yang hatinya palsu, tidak jujur. Untuk penutup tentang Ikhtikat macam-macam untuk ketuhanan, disini perlu tambahan pendapat tentang ajaran Sidarta Gaotama, yaitu Sri Budha Gaotama, begini; menurut berabad-abad kebudhaan itu bukan agama, tetapi suatu pendapat bahwa sebenarnya kebudhaan agama Tuhan, sebab yang menyiarkan adalah seorang ahli tapa, dan kata dari Tuhan melalui sang petapa Sri Budha Gaotama, bedanya apa?, Nabi Muhammad bertapa di Gua Hira di tanah Arab, sang Gaotama bertapa di pohon Budhi dan dua-duanya mendapat kitab.
Ajaran kebudhaan menghilangkan (melepaskan diri) dari kesengsaraan (kesusahan) menggunakan kekuatan diri sendiri, dan Maha Budha hanya memberi hidayah, taufik dan berkah, maksudnya pusat azas abadi atau pusatnya sumber yang ada (Jagat Raya).
Pelajaran itu ternyata merupakan kebutuhannya manusia dan membenarkan bahwa kesengsaraan (penderitaan) itu sumbernya adalah Nafsu, maka nafsu itu harus dikendalikan, jalannya harus konsentrasi, meditasi, yaitu Dhiyana atau Semedi (At’tauhid bahasa arabnya) menurut keyakinan menuju kebudi (Qalbu bahasa arabnya) dan bersama melalui tata tertib susila, sesudah bisa mengendalikan Nafsu, baru bisa menerima pelajaran bila Budi (kesadaran diri) pribadi itu tiak ada, jadi hidup merasa sendiri (individu) itu salah, sebenarnya harus merasa hidup menyatu, berdiri tidak sendiri-sendiri (universalisme) dicocokan dengan sifat Afhngalnya Allah.
Selanjutnya bila sudah bisa menyatu dengan keabadian tidak terikat dengan suatu sebab dan akibatnya (Karma) yang berubah-ubah, karena dengan perbuatan sendiri menyebabkan penderitaan, dengan tujuan yang baku (utama) menuju ke alam Nirwana, alam yang tidak terjamah oleh apapun.
Budisme (agama Budha) itu tidak mengakui adanya roh (jiwa) pribadi, manusia itu hanya membuktikan paduan dari kumpulan zat yang hanya selalu bergerak berubah-ubah tidak kekal, karena perbuatan sendiri, dan perbuatan orang lain, keterangannya lebih kurang sebagai berikut :
• Masuk Agama Budha;
• Mengerjakan perintah yang Suji;
• Menjalankan Puja (menyembah).
Artinya ;
a. Darma itu undang-undang Tarikat yang untuk ke Budhaan (agama Budha)
b. Jalannya untuk menuju kebebasan kecuali semedi harus memenuhi syarat-syarat; berbicara harus yang benar, tekad yang benar, pikirang yang benar, pekerjaan, hidupnya sederhana, watak yang benar, jujur dan Suji (Ikhlas).

Keyakinan (kepercayaan) Hindu, yang disebut Trimurti atau bentuk sifatnya Allah itu :
1. Brahmana sifat yanng menciptakan Jagat Raya dan umat;
2. Whisnu sifat yang menggerakkan semua yang tercipta;
3. Shiwa, sifat yangn merusak semua yang tercipta, yaitu kalau diteliti sifat Allah yang Irodat dan Qodrat yang dimilliki manusia terdapat keadaan hidup, berkeluarga dan matinya.
Jadi Trimurti tadi untuk tanda saksi, kekuasaan Dat yang wajib tadi untuk kehidupan manusia, hewann tumbuh-tumbuhan, bakteri, Jin; tidak kekal (tidak abadi) tetapi Dat yang berkuasa tadi kekal (abadi).

Ajaran Budha tentang Nyuiji terhadap Allah azas abadi itu umpama diteliti dengan ajaran Islam tepat sekali; tidak salah, yaitu bahasa Arab bahasa Tauhid (ketuhanan Theologi) keterangan seperti ini; kata Tauhid dari kata hitungan Wahid (satu), lalu menjadi At’tauhid menjadi ilmu Tauhid. Wahid bahasa jawa, kalau Sunda Ngawahid, bahasa Indonesia mewahid, karena bahasa Arab menjadi menjadi Tauhid, artinya menyatukan (menyatu dengan Dat tadi). Begitupun ajaran Sariah Islam menyatukan dengan Allah, bukan menduakan Tuhan (Syirik) dan At’tauhid ilmu yang menyatakan tentang ketuhanan, ilmu tentang mengupas sifat-sifat Allah yang lengkap.
Keterangan dalam Wirid, kata menyatu (menghusyukkan – Arabnya) menyatu dengan yang satu (unversalisme – Budha) menghilangkan perasaan lebih dari satu (husyuk – Arabnya) itu hilang dari perasaan. Jadi ilmu Tauhid itu suatu ilmu menyatu dengan Dat Allah wajib adanya atau ilmu yang mengatur cara-cara menghilangkan perasaan, pikiran yang bekerja sendiri-sendiri (individual) supaya merasa dirinya sendiri (universal – Budha). Begitu pula yang penting, ilmu yang menerangkan cara untuk menyucikan diri dengan Dat yang maha kuasa dengan cara membuktikan dengan rasa menyatunya umat-umatnya dan Tuhannya (Chaliq dan Umatnya). Lalu tidak hanya pengetahuan (cara berfikir) pasti harus membuktikan dengan Meditasi, Yoga (Semedi). Umpama saya yakin betul dengan Dat Allah tidak pisah dengan kita (manusia) itu termasuk masih dalam pengertian (pengetahuan) harus kita buktikan dengan jalan atau ilmu; semedi, Tafakur, Yoga, Meditasi, yang penting menuju ketuhannya.
Tuhan itu tidak bisa dijangkau, Dat yang tidak bisa dijangkau itu disebut Tarikat, keterangannya sebagai berikut :
Kita harus berguru, membaca buku tentang ketuhanan, maksudnya pengetahuan yang menggunakan pikiran, akal bisa dikatakan ahli kitab. Ahli-ahli kitab itu Tarikat, walaupun berhenti dipengetahuan, jadi kalau disuruh membuktikan tidak bisa, lalu Tarikat tadi harus menjalani dulu sebelum Ma’rifat, sebab Tarikat disebut kaya pengetahuan, menuju cerdasnya pikiran (perasaan) umpama nanti bisa mencapai Ma’rifat tidak bisa ditipu. Hidup bergerak-gerak kalau sudah bisa menyingkirkan perasaan yang bermacam-macam menjadi aku (ingsun-Jawa) yang satu sebenarnya, baru nama tingkatan yang kita lalui belum ada apa-apa, masih jauh. Bila memakai perasaan sendiri atau aku satu itu tadi masih merasakan. Sempurnanya tujuan harus melalui Ma’rifat.

Ajian Kesaktian Gaib


Ajian yang satu ini sangat ampuh untuk membangkitkan Kharisma Wibawa seseorang.
Siapa yang menguasai ilmu ini dengan sempurna akan memiliki kesaktian luar biasa.Dia bisa mendatangkan kekuatan,ditakuti mahkluk halus, mempertajam indera keenam,kepekaan batin, keselamatan dari segala macam bahaya,menambah kewibawaan,dsb.

Ilmu ini sangat cocok bagi Anda yang bekerja sebagai:guru,dosen,ulama,politikus dan tentunya kita semua sebagai manusia yang hidup saling berdampingan.Ilmu ini juga tidak berpengaruh jika Anda sudah memiliki ilmu lain, karena justru saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Bila kita telah sempurna dalam menguasai ilmu ini pengaruhnya sangat besar sekali, untuk itu bila Anda telah menguasai ilmu ini jangankan orang mau berbuat yang macam-macam, sewaktu berhadapan dengan Anda saja siapapun orang akan tunduk hormat segan karena pancaran aura kharisma wibawa dari diri Anda begitu kuat.Tak hanya itu, segala kata-kata Anda tentu akan didengarkan dengan baik untuk selanjutnya dipatuhi.
PERSYARATAN:
Untuk menguasai suatu ilmu kedigjayaan, selalu dibutuhkan persyaratan-persyaratan sebagai penajam, agar ilmu itu segera menyatu dengan diri si pengamalnya. Untuk ilmu Kesaktian Gaib ini syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah:
-Sebelum mengamalkannya Anda diharuskan mandi keramas untuk mensucikan diri dari segala najis besar maupun najis kecil.
-Akan lebih bagus bila Anda menghilangkan segala sifat buruk yang selama ini ada. Seperti iri, dengki, dan sifat jelek lainnya.
-Puasa mutih tujuh hari tujuh malam (maksudnya hanya diperbolehkan makan nasi dan minumnya air putih-Red), dan di akhiri dengan pati geni sehari semalam.
-Mantra di baca setiap malam sebanyak 300 kali. Dan setiap habis sholat fardhu sebanyak 21 kali (selama menjalankan puasa dan pati geni saja).
-Setelah semua puasanya selesai mantra cukup di baca tiga kali sehabis sholat fardhu.
Mantra yang harus di baca dan di hafalkan adalah :
"Bismillahirohmanirohim,ashadu tibaning rasa,ilaha jatining rasa,illa'llah patemuning rasa,muhammad kinarya wujud,pangeran sajatining urip,pangucap aku njaluk rasa,
pangambu aku njaluk kuwasa,paningal aku njaluk sekti,suara aku njaluk rosa,
Muhammad aku njaluk kuwasa,Rasull aku njaluk sekti".
Demikianlah sekilas tentang prosesi dan mantra ilmu Kesaktian Gaib.Jejak wakita jika ditilik pada zaman dahulu, ilmu jenis ini banyak di gunakan oleh nenek-moyang kita sebagai ilmu andalan yang sangat di rahasiakan.Namun seiring perkembangan zaman ilmu atau aji-aji yang dahulu sangat dirahasiakan kini dibeberkan dengan tujuan menyebarkan ilmu yang bermanfaat dan lebih-lebih kalau masih ada yang mau mengamalkannya,namun bila ternyata tidak ada yang sanggup setidak-tidaknya bisa menambah wawasan serta khasanah kita di bidang ilmu kedigdayaan dan ilmu-ilmu gaib. Karena dengan menggali ilmu-ilmu tersebut itu sama artinya bahwa kita bangga dengan banyaknya warisan nenek moyang kita akan budaya yang apabila kita telusuri lebih lanjut sangat penting sebagai bekal kehidupan di dunia.Bagi yang berminat menguasainya lebih jelasnya bisa konsultasi ke saya atau anda yang ingin mendapatkan inisiasi/pengisian ilmu tersebut secara insant silahkan hubungi email:Indoghaib@yahoo.com. Semoga hal ini bermanfaat bagi kita semua.

Patrap Meditasi

Wewarah Meditasi
Dalam olah batin, meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. Tentu hal tersebut ada sebabnya, sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. Tulisan ini didasari oleh pengalaman pribadi dan pengalaman temen-temen penulis yang melakukan laku olah batin serta berbagai literatur mengenai meditasi.
Tulisan ini merupakan usaha melengkapi artikel buku yang berjudul “ Pengembangan Kwalitas Pribadi di Bidang Kebatinan, suatu Proses Meningkatkan Kreatifitas dan Pengetahuan Dunia Gaib “
Apakah Meditasi ?
Mengusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah, yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi, berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti :
1. Melihat ke dalam diri sendiri
2. Mengamati, refleksi kesadaran diri sendiri
3. Melepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah, membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli.
Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi, karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera ( termasuk pikiran dan perasaan ) terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli.
Perlu segera dicatat, bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain, karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen, watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi.
Secara gebyah uyah ( pada umumnya ) orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika cara-cara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. Cara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa, banyak menghasilkan kemiripan-kemiripan yang hampir-hampir sama, tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. Oleh karena itu kita
dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi, justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya, umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana, lebih merasa dekat dengan Tuhan, merasa kesabarannya bertambah, mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya.
Keadaan hasil yang demikian, sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh orang-orang ( masyarakat ) di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapan-ucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya, mencerminkan hasil meditasinya.
**Cara-cara dan akibat bermeditasi:
Cara bermeditasi banyak sekali.
Adapun yang memulai dengan tubuh, arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening. Lakuknya adalah dengan mempergunakan pernafasan, untuk mencapai keheningan, kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan teratur. Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok / rileks, bisa duduk tegak, bisa berbaring dengan lurus dan rata. Bantuan untuk lebih khusuk jika anada perlukan, pergunakan wangi-wangian dan atau mantra, musik yang cocok dengan selera anda, harus ada keyakinan dalam diri anda, bahwa alam semesta ini terdiri dari energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya. Keyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan nafas secara teratur. Ketika menarik nafas sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda, tarik nafas tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. Ketika mengelurkan nafas dengan teratur juga, tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur, manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang.
Bermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta, yang dilakukan terus menerus secara teratur, akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa, karena perasaan-perasaan negatif seperti rasa kuatir atau takut, keinginan yang keras duniawi, benci dan sejenisnya akan sangat berkurang, bahkan dapat hilang sama sekali, yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. Meditasi ini harus juga dilakukan dengan pernafasan yang teratur.
Kesulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah “ mengendalikan pikiran dengan pikiran “ artinya anda berusaha “ mengelola “ pikiran-pikiran anda, sampai mencapai keadaan “ Pikiran tidak ada “ dan anda tidak berpikir lagi, salah satu cara adalah “ mengososngkan pikiran “ dengan cara menfokuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita, umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain, cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. Cita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara, cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber fokus ketika hendak memasuki meditasi. Secara fisik ada yang berusaha “ mengosongkan pikiran
“ dengan memfokuskan kepada “ bunyi nafas diri sendiri “ ketika awal meditasi, atau ada juga yang menfokuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri.
Jika proses meditasi yang saya lukiskan tersebit diatas dapat anda lakukan dengan tepat, maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam pengertian spiritual, yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri, mungkin juga bermanfaat untuk manusia lain
Sesuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi, karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi, bukan tujuan meditasi.
Jika dalm proses tersebut pikiran anda belum dapat anda “ kuasai atau hilangkan “ janganlah putus asa atau berhenti, tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut, anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya, karena berciri sangat pribadi.
Untuk dapt berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam, sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. Jika menemui sesuatu, apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran, jangan berhenti, teruskan meditasi anda. Pengalaman sesudah keadaan demikian, hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya, karena tiada kata kalimat dalam semua bahas bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. Dalam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar, mengantuk bahkan tidak mengatahui apa-apa lagi, kecuali anda tersadar kembali. Biasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu, dan mungkin pula memperoleh “ pengetahuan “ tentang alam semesta atau lainnya.
Di dalam serat Wulang Reh, karya “kasusastran” Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Kanjeng Sunan Paku Buono IV, terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik, dengan mana usaha menuju kasampurnaning urip
Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya, orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. termasuk ajaran tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur).
*SAMADI
Samadi berasal dari kata : Sam artinya besar dan Adi artinya bagus atau indah. Seseorang yang melakukan samadi adalah seseorang yang mengambil posisi-patrap untuk meraih budi yang besar, indah dan suci.
Budi suci adalah budi yang diam tanpa nafsu, tanpa keinginan dan pamrih apapun. Inilah kondisi suwung ( kosong ) tetapi sebenarnya ada aktifitasdari getaran hidup murni murni sebagai sifat-sifat hidup dari Tuhan.
Budi suci terlihat seperti cahaya atau sinar yang disebut Nur, Nur itu adalah hati dari budi. Kesatuan dari budi dan nur secara mistis disebut curigo manjing warongko atau bersatunya kawula dan Gusti atau juga biasa digambarkan Bima manunggal dengan Dewa Ruci.
Istilah lainnya ialah Pangrucatan atau Kamukswan, pangrucatan itu arinya dilepas, apa yang dilepas ? pengaruh dari nafsu . mukswa artinya dihapus, apa yang dihapus ? pengaruh dari nafsu, oleh karena itu samadi adalah satu proses dari penyucian budi, budi menjadi nur. Di dalam nur ini, kawula bisa berkomunikasi dengan Gusti untuk menerima tuntunan sesuai dengan kedudukannya sebagai kawula.
Praktek Samadi:
Waktu bersamadi orang bisa mengambil posisi duduk atau tidur telentang diatas tempat tidur. Pilihlah tempat yang bersih, tenang dan aman, bernafaslah dengan santai, pada posisi tidur kaki diluruskan, kedua tangan diletakkan didada. Dengarkanlah dengan penuh perhatian suara nafas dengan tenang, menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. Ini akan membuat pikiran menjadi tidak aktif. Nikmatilah suara nafas dengan jalan menutup mata, ini sama seperti kalau memusatkan pandangan kepada pucuk hidung. Dengan melakukan ini, pikiran dinetralisir demikian juga angan-angan dan pengaruh panca indera. Sesudah itu nafsu dinetralisir didalam indera ke enam. Bila berhasil orang akan berada dalam suwung dan nur mendapatkan tuntunan mistis yang simbolis.
Manusia.
Manusia dicaptakan oleh Tuhan, manusia adalah makluk yangmempunyai :
1. Badan jasmani – badan kasar.
2. Badan jiwa – badan alus.
3. Badan cahaya – nur atau suksma
Dengan susunan seperti tersebut diatas, diharapkan akan mampu mengetahui “ Sangkan Paraning Dumadi “ ( makna perjalanan kehidupan )
Memahami Jagad Raya.
Sebelum adanya jagad raya, tidak ada apa-apa kecuali kekosongan dan suwung. Didalam suwung terdapat sifat-sifat hidup dari Tuhan, jagad raya adalah suatu Causa prima. Sifat-sifat hidup Tuhan terasa seperti getaran dan getaran ini terus menerus. Ada tiga elemen yang terdiri dari :
1. Elemen merah dengan sinar merah, ini panas
2. Elemen biru dengan sinar biru, ini dingin
3. Elemen kuning dengan sinar kuning, ini menakjubkan.
Elemen-elemen ini selalu bergetar. Sebagai hasil dari perpaduan ketiga elemen tersebut, elemen ke empat lahir dengan warna putih atau putih keperak-perakan dan inilah yang disebut nur. Nur itu adalah sari dari jagad raya, ada yang menjadi calon planet, ada yang menjadi badan budi atau jiwa yaitu badan jiwa dari manusia, ketika nur menjadi sari dari badan jasmani manusia. Itu artinya didalam jagad raya dan galaksi akan selalu dilahirkan planet-planet dan bintang-bintang baru. Kondisi dari planet-planet yang baru dilahirkan bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain, karena tergantung kepada pengaruh dari tiga elemen tersebut, ada planet yang bisa dihuni dan yang tidak bisa dihuni.
Miyos saking renteging hawa
ambedah anggit prayitnaing pikir
sesumeh bayu ayuning asih
njembari pajar latuning titah
ilang lunganing ngawang
nemoni asrep reseping wening
Ono sanepa kagem pepiling
Wong kang ambudi daya kalawan anglakoni tapa utawa semedi kudu kanthi kapracayan kang nyukupi apa dene serenging lan kamempengan anggone nindhakake. Atine kudu santosa temenan supaya wong kang nindhakake sedyane mau ora nganti kadadeyan entek pengarep-arepe yen kagawa saka kuciwa dening kahanane badane, wong mau kudu nindakake pambudi dayane luwih saka wewangening wektu saka katamtuwaning laku kang dikantekake marang sawiji-wijining mantram lan ajaran ilmu gaib awit gede gedening kagelan iku ora kaya wong kang gagal enggone nindakake lakune rasa kuciwa kang mangkono iku nuwuhake prihatin lan getun, nganti andadekake ciliking ati lan enteking pangarep-arep. Sawise wong mau entek pangarep arepe lumrahe banjur trima bali bae marang panguripan adat sakene mung dadi wong lumrah maneh.
Kawruhana wong kang lagi miwiti ngyakinake ilmu gaib sok sok dheweke iku mesthi nemoni kagagalan kagagalan kang nuwuhake rasa kuciwa. Sawijining wewarah kang luwih becik tumrap wong kang lagi nglakoni kasutapan iya iku ati kang teguh santosa aja kesusu-susu lan aja bosenan ngemungake wong kang anduweni katetepan ati lan santosaning sedya sumedya ambanjurake ancase iya iku wong kang bakal kasembadan sedyane. Wong ngyakinake prabawa gaib iku anduweni kekarepan supaya dadi wong lanang temenan kang diendahake dening wong akeh, iya anaa ing ngendi wae enggone nyugulake dirine, Amarehe diwedeni ing wong
akeh panguwuhe gawe kekesing wong yen anyentak dadi panggugupake lan gawe gemeter dirine, ditrisnani ing wong akeh pitembungane digatekake lan pakartine diluhurake ing wong akeh, iya pancen nyata wong liyane mesthi tunduk marang sawijining wong kang ahli ilmu.
Wong ahli kasutapan tansah yakin enggone ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem dhirine. Ana paedahe kang migunani banget manawa wong nindakake pambudi daya kalawan misah dheweke ana ing papan kang sepi karana tinimune kekuwatan gaib iku sok-sok tinemu dhewekan ana ing sepen. Wong ahli kasutapan kudu budidaya bisane nglawan marang nepsune kekarepan umum (kekarepan wong akeh kang campur bawur ngumandang ana ing swasana), kalawan tumindak mangkono wong ahli kasutapan mau dadi nduweni pikiran-pikiran kang mardhika, iya pikiran-pikiran kang mangkono iku kang bisa nekakake kasekten gaib.
Sangsaya akeh kehing kang kena tinides, uga sangsaya gedhe tumandhoning kekuwatan gaib kang kinumpulake. Kekuwatan gaib iku tansah makarti tanpa kendhat enggone mujudake sedya lan nganakake kekarepan. Wong ahli kasutapan kudu anduweni ati kang tetep lan kekarepan kan dereng, kalawan ora maelu marang anane pakewuh pakewuhe lan kagagalan-kagagalaning. Kasekten iku kaperang ana rong warna, iya iku kasekten putih (Witte magie/white magic) utawa kasekten ireng (Zwarte magie/Black Magic). Awit saka anane perangan mau banjur dadi kanyatan yen perangan kang sawiji iku becik, dene perangan liyane ala.
Kasekten putih iku satemene ilmu Allah Kang Maha Luhur wis mesthi bae kapigunakake mligi kanggo kaslametane wong akeh. Dene kasekten ireng iku ilmu kaprajuritan kang kapigunakake luwih-luwih kanggo nelukake kalayan paripaksa, sarta bakal anjalari kacilakaning wong liya. Ananing sakaro karone saka sumber ilmu Allah sarta sakaro karane iku padha dipigunakake kalawan atas asma Allah. Tinemune ilmu-ilmu kasekten iki saranane kalawan kekuwataning pikiran pikiran iku manawa kagolongake meleng sawiji bisa nuwuhake kekuwatan kaya panggendeng kang rosa banget tumrap marang apa bae kang dipikir lan disedya.
Wong kang nglakonitapa kalawan nindakake laku-laku kang tinemtokake wis mesthi bae gumolonging pikirane bebarengan padha kumpul dadi siji sarta katujokake marang apa kang disedya kalawan mangkono iku kekuwatan daya anarik migunakake sarosaning kekuwatane banjur anarik apa kang dikarepake. Swasana kang katone kaya dene kothong bae iku satemene ana drate rupa-rupa kayata : geni murub emas kayu lemah waja, electrieiteit zunrstof koolzunr sarpaning Zunr lan isih akeh liya-liyane maneh.
Samengko umpamane ban ana sawijining wong kang lagi tapa kalawan duwe sedya supaya andarbeni daya prabawa kang luwih gedhe sarta anindakake sakehing kekuwatan pikiran kalawan ditujokake marang sedyane mau nganti nuwuhake daya prabawa. Kekuwataning daya anarik saka pikiran iku banjur anarik dzat ing swasana kang pinuju salaras karo daya prabawa mau kalawan saka sathithik sarta sareh dzat daya prabawa kang ing swasana iku katarik mlebu ing dalem badane wong kang lagi tapa mau. Kalawan mangkono dzat “prabawa” iku dadi kumpul ing
dalem badane wong narik dzat iku nganti tumeka wusanane badane wong ahli tapa, iku bisa metokake daya prabawa kang gedhe daya karosane.
Wong kang andarbeni ilmu kang mangoko iku dadi sawijining wong kang sakti mandraguna. Tumrap wong-wong kang nglakoni tapa ditetepake pralambang telu : Diyan, Jubah lan Teken. Diyan minangka pralambanging pepadhang, tumrap kahanan kang umpetan utawa gaib. Jubah minangka dadi pralambange katentremaning ati kang sampurna, dene teken minangka dadi pralambanging kekuwatan gaib.
Ing dalem sasuwene wong nglakoni tapa iku prelu banget kudu migateake marang sirikane, kayata : wedi, nepsu, sengit, semang-semang lan drengki. Rasa wedi iku sawijining pangrasa kang luwih saka angel penyegahe. Menawa isih kadunungan rasa wedi ing dalem atine wong ora bakal bisa kasambadan apa kang disedyaak. Kalawan “rasa wedi” iku atining wong dadi ora bisa anduweni budi daya apa-apa.
Sajrone nglakoni tapa utawa salagine ngumpulake kekuwatan gaib, atining wong iku mesthi kudu tetep tentrem lan ayem sanadyan ana kadadeyan apa wae. Manawa atine wong iku nganti gugur, kasutapan iya uga dadi gugur lan kudu lekas wiwit maneh. Gegeman kalawan wadi sakehing ilmu gaib lkang lagi pinarsudi, luwih becik murih nyataning kasekten tinimbang karo susumbar kalawan kuwentos kayakenthos.
“Nepsu” iku andadekake tanpa dayane kekuwataning batin. “Semang-semang” iku andadekake ati kang peteng ora padhang terang. “Sengit utawa drengki” iku uga dadi mungsuhing kekuwatan gaib. Wong kang lagi nindakake katamtuwan ing dalem kasutapan kudu kalawan ati kang sabar anteng lan tetep. Patrapebadan kang kaku lan kagugupan kudu didohake .
Aja sok singsot
Aja duwe lageyan sok nethek nethek kalawan driji tangan marang meja kursi utawa papan liyane.
Aja ngentrok-entrokake sikil munggah mudhun.
Aja sok anggigit kukuning dariji tangan.
Aja mencap-mencepake lambe.
Aja molahake lidhah lan andhilati lambe.
Aja narithilake kedheping mata.
Ngedohake sakehing saradan utawa bendana kang ora becik, kayata glegak-glegek molah-molahake sirah, kukur-kukur sirah, ngangkat pundhak lan liya-liyane sabangsane saradan kabeh.
Satemene perlu banget nyirnakake kekarepan “drengki” luk wit ngrasaning karep drengki iku banget nindhih marang diri pribadi. Ana maneh “drengki” iku kaya anggawa sawijining pikulan abot kang tansah nindhes marang dhiri lan sarupa ana barang atos medhokol kang angganjel pulung ati. “Drengki lan meri” iku mung anggawa karugiyan bae tumrap kita, ora ana gunane sathithik -thithika. Salawase wong isih anduweni pangrasan karep “drengki lan meri” iku ora bakal bisa tumeka kamajuwane tumrap dunya prabawaning gaib.
Ora mung tumindak bae tumrap sawijining wong bae bisa maluyakake wong liya kalawan kekuwatan gaib nanging uga tumindak tumrap sawijining wong maluyakake dhiri pribadi kalawan kekuwatan iku. Bisane maluyakake larane wong liya, mesthine kudu ngirima kekuwatan waluya marang sajroning badane wong kang lara. Manawa wong gelem naliti yen wong iku bisa ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem badane dhewe lan ngetokake sabageyan kekuwatan gaib kawenehake marang wong liyane mestheni uwong bisa ngreti yen arep migunakake kekuwatan iku nganggo paedahe dhiri dhewe uga luwih gampang.
Supaya bisa nindhakake pamaluya marang dhirine dhewe kalawan sampurna wong ngesthi kudu mahamake cara-carane maluyakake panyakit. Iya iku cara-cara kang katindakake kanggo maluyakake wong liya lan wusanane ambudidaya supaya bisa migunakake obah-obahan iku marang awake dhewe.
Kawitane wong kudu nindakake patrape mangreh napas, kanggo negahake asabat. Dene carane ngatur napas iku kaprathelakake kalayan ringkes kaya ing ngisor iki :
Madika panggonan kang sepi.
Lungguha ing sawijining palinggihan kang endhek lan kepenak, sikil karo pisan tumapak ing lemah.
Badan kajejegake lan janggute diajokake.
Benik-beniking klambi kang kemancing padha kauculan, sabuk uga diuculi supaya sandangan dadi longgar lan kepenak kanggo tumindhak ing napas.
Pikiran katarik mlebu, supaya luwar saka sakehing geteran pikiran kaya saka ing jaba.
Sakehing urat-urat kakendokake.
Banjur narika napas kalawan alon lan nganti jero banget tahanen napas iku sawatara sekon/detik (kira-kira 6 detik) lan wusanane wetokna napas iku kalawan sareh.
Anujokna gumolonging pikiran kalawan ngetut marang napas kang mlebu metu iku kalawan giliran. Cara nindakake napas kaya ing ngisor iki :
Narik napas kalawan alon lan nganti jero ing sabisane, nganti dhadha mekar lan weteng dadi nglempet.
Nahan napas iku kira-kira nem saat utawa luwih suwe ing dalem paru-paru dhadhane cikben lestari mekare, lan wetenge cikben lestaringlempetake kalawan mangkono iku gurung dalaning napas tansah tetep menga.
Ambuangna napas kalawan alon nganti entek babar pisan nganti dhadha dadi kempes, lan weteng dadi mekar.
Banjurna marambah-rambah matrapake mangkono iku suwene kira-kira saka lima tumeka limolas menit utawa luwih suwe nganti bisa nemoni pangrasa anteng lan tentrem ing sajroning badan.
Carane matrapake kasebut ing dhuwur iku sawijining cara kanggo napakake napas, iki kena lan kudu ditindakake saben dina telung rambahan, dening sapa bae kang nglakoni tapa supaya oleh ilmu gaib. Daya kang luwih bagus iya iku miwiti makarti miturut pituduhan. Aja weya nindakake patrap kanggo napakake napas iku.
Cara matrapake tumindaking napas iku kena uga ditindakake kalayan leyeh-leyeh mlumah : ngendokake sakabehing urat-urat nyelehake tangan karo pisan sadhuwuring weteng lan nindakake lakuning napas miturut aturan. Daya ngisekake Prana Ngadeg kalawan jejeg sikil karo pisan kapepetake dadi siji lan driji -drijining tangan karo pisan dirangkep dadi siji kalawan longgar.
Banjur matrapa lakuning napas sawatara rambahan miturut aturan.Gawe segering utek lungguha kalawan jejeg lan nyelehna tangan karo pisan ing sandhuwuring pupu kiwa tengen: mripat mandheng marang arah ing ngarep kalawan tetep: sikil karo pisan tumadak ing lemah. Kalawan jempol tangan tengen anutup lenging grana sisih tengen lan anarika napas liwat lenging grana sisih kiwa, wusana nglepasake jempol iku banjur ambuwang napas lan nutupa lenging grana kiwa kalawan driji narika napas liwat lenging grana tengen, lepasna driji panutup iku lan ambuwanga napas. Mangkono sabanjure kalawan genti-genten kiwa lan tengen.
Banyak “orang pintar” yang mengklaim dirinya sebagai penemu metode meditasi ini dan itu.Tetapi sepanjang pengetahuan saya,metode meditasi memamang beragam tergantung pada bagai mana kita mengembangkan teknik meditasi.Seperti halnya tehnik meditasi yang menggunakan metode dekonsentrasi. Dalam arti, Anda tidak perlu memusatkan pikiran ke suatu titik atau obyek tertentu ketika bermeditasi. Hanya saja, pikiran Anda tidak boleh dibiarkan menerawang atau mengembara ke berbagai tempat dan waktu, tetapi harus dialihkan secara bersangsur-angsur ke tempat dan waktu Anda bermeditasi.Meditasi ini yang merupakan meditasi yang paling sederhana tata-caranya. Anda tidak perlu duduk bersila dengan melipat kedua kaki Anda ketika bermeditasi. Anda juga tidak perlu menyilangkan tangan di dada dengan posisi tubuh yang tegak dan punggung lurus. Anda cukup duduk di kursi dengan posisi sesantai mungkin.Karena “terminal terakhir” dari perjalanan meditasi yang diajarkan ini,adalah Alam Hening. Bila Anda bermeditasi dalam posisi duduk di kursi atau sofa, pertama kalinya Anda melepaskan segala beban pikiran, dan tidak membiarkan pikiran melanglangbuana. Seluruh pikiran harus dihadirkan di tempat mana sang pelaku meditasi berada. Tetapi tak perlu berkonsentrasi pada satu titik tertentu. Seluruh pendengaran harus tetap dibuka, sambil memelihara sikap waspada. Bila Anda sudah merasa relaks,Anda mulai untuk menutup mata perlahan. Otot-otot yang tegang diseluruh bagian tubuh secara berangsur harus dikendorkan.Nafas tidak perlu diatur,biarkan berjalan secara natural. Lalu imajinasikan diri Anda sedang mengalirkan segala beban pikiran atau stres dari kepala menuju dada. Simpan sejenak, lalu alirkan lagi secara perlahan menuju ujung kaki, seolah sedang membuang semua energi negatif melalui telapak kaki.Sekali lagi, jangan biarkan pikiran Anda melalangbuana. Bila merasa kesulitan mengendalikan pikiran, resapi dan dengarkan saja nafas Anda yang keluar masuk tubuh Anda, sampai pada tahap nafas itu terasa semakin halus dan tidak terdengar lagi desahnya. Lalu rasakan dan dengarkan degup jantung Anda, hingga mencapai tahap Anda tidak lagi mendengar detak jantung. “Lepaskan semua.. “Jangan berpikir tentang masa lalu dan jangan pikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pikiran Anda hanya berada pada detik ini. Sadari detik demi detik. Batin dan pikiran hanya diisi dengan rasa terima kasih, rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan berbagai kenikmatan, seraya berserah diri secara total kepadaNya. Maturnuwun, Gusti. Sumonggo Kerso. Terima kasih, Tuhan. Apapun yang Kau berikan padaku, kuterima dengan ikhlas seikhlas-ikhlasnya.”
Jika Anda telah berada dalam kondisi penuh rasa terima kasih dan berserah diri secara total kepada Sang Pencipta, serta tidak terdengar lagi alunan nafas dan detak jantung, berarti Anda telah sampai di gelombang alpha. Pak Harintha yang telah sangat terlatih bermeditasi itu bisa mendeteksi, apakah muridnya sudah sampai pada gelombang alpha, atau justeru ke gelombang lainnya seperti beta, tetha, atau delta,setidaknya bisa menandai sendiri, sudah sampaikah anda ke alpha atau belum?
Bila dalam meditasi itu Anda sudah tidak merasakan lagi kegelisahan, kekhawatiran, sakit hati, iri dan dengki, dan batin hanya dipenuhi dengan rasa terima kasih dan kepasrahan total kepada Tuhan, berarti Anda sudah sampai di gelombang alpha. Bila kondisi ini dapat Anda pelihara secara konstan, hanya dalam beberapa detik lagi Anda bisa sampai di alam hening, atau alam suwung.
Sulit menggambarkan seperti apa itu alam suwung atau alam hening, karena kondisi alamnya tak berbentuk, tak berwarna, tak berupa. Hanya saja bisa ditandai dengan rasa sejuk yang luar biasa mengaliri seluruh tubuh. Rasa sejuk itu sendiri berasal dari dalam tubuh. Dan, pada saat itu, si pelaku meditasi benar-benar berada dalam kondisi “tidak mempunyai keinginan apapun”.
Biasanya hanya beberapa detik saja si pelaku berada di alam suwung. Si pelaku hendaknya untuk menandai kondisi tersebut, dan membuka mata secara perlahan. Kembali pada kondisi pra-meditasi. Tetapi keheningan yang sudah berhasil diraih dalam meditasi, harus terus dipelihara.
Tidak semua pelaku meditasi berhasil dengan cepat berpijak di alam suwung, ataupun sampai ke gelombang alpha. Ada yang berbulan-bulan bahkan tak sampai-sampai ke alpha. Tetapi ada juga yang dengan segera menemukan hening. Tahap-tahap keberhasilan meditasi ini sangat bergantung pada pribadi setiap orang. Kuncinya, sekali lagi, adalah kepasrahan total kepada Sang Pencipta, dan rasa syukur yang tak pernah henti, atas sekecil apapun karunia (baik berupa anugrah maupun musibah) yang diberikan Tuhan,dengan mengingat tentang nikmat-nikmat Tuhan yang diberikan pada manusia.kita bisa mengendalikan berbagai keinginan, dan mengeliminasi rasa iri dan dengki. Mengusir segala kekhawatiran dan membangkitkan optimisme.
Yang ingin dicapai dalam tataran Meditasi kehening-nya, bukan meditasinya itu sendiri. Meditasi hanyalah alat untuk melatih pengendalian diri. Bila Anda sudah trampil bermeditasi dengan mata tertutup, pada hari-hari berikutnya beliau akan mengajak Anda bermeditasi dengan mata terbuka. Bermeditasi sambil berbincang-bincang mengenai makna kehidupan, dan tentang berbagai tugas yang kita emban sebagai manusia di atas bumi.
Tahap-tahap yang berhasil dicapai dan dirasakan dalam praktek meditasi, baik dalam kondisi mata tertutup maupun terbuka, sebaiknya dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dalam keseharian kita dilanda kegelisahan, usir segera kegelisahan itu dan menggantinya dengan kepasrahan. Tetapi bukan pasrah tanpa usaha. Melainkan pasrah dalam arti berserah diri kepadaNya. Pasrah pada apapun (bencana maupun keberuntungan) yang sedang kita alami detik demi detik, sambil berusaha dan berdo’a meminta kekuatanNya.
Jika dalam keseharian kita bisa menghilangkan rasa iri dan dengki ataupun kekhawatiran dan rasa sakit hati, maka perjalanan hidup pun bisa dinikmati dengan tenang. Apalagi bila kita mampu mengendalikan berbagai keinginan alias nafsu yang mengganggu.
Ajaran metode meditasi ini tidak ada bedanya dengan ajaran Tasawuf dalam Islam ataupun ajaran Teosofi di kalangan Kristiani. Pun, sejalan dengan ajaran Buddhisme. Dan, seperti meditasi pada umumnya, Meditasi ini merupakan ritual lintas-agama. Beberapa praktisi spiritual yang kebetulan beragama Islam dan pernah berlatih meditasi ini, sempat mengaku, sholat mereka menjadi semakin khusyu setelah berlatih Meditasi ini.

Animated Pictures Myspace CommentsAnimated Pictures Myspace Comments