Tampilkan postingan dengan label ilmu supranatural. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu supranatural. Tampilkan semua postingan

Ajian Panglimuan


Aji Panglimunan adalah salah satu ilmu ghaib yang sangat terkenal ampuh,karena pemilik ilmu ini bisa menghilang bahkan menutup benda agar tidak tampak.Sayang anggapan orang secara umum,ilmu ini dianggap ilmu hitam lantaran banyak disalah gunakan untuk hal yang tidak perpuji seperti mencuri,dll Namun sebenarnya hanya sejenis ilmu panglimunan seperti welut putih,popok wewe,siluman yang bisa untuk berbuat hal demikian. 
Aji panglimunan pada dasarnya hanya bisa digunakan pada saat terdesak atau benar-benar diperlukan, mengenai bagaimana cara menguasai ajian ini,maka jalakan ritual sbb: Puasa mutih selama 21 hari dan pati geni sehari semalam. Tiap usai sholat wajib lima waktu mantra dan doanya dibaca 7x. Malam harinya jalankan sholat hajat khusus 2 rakaat,mantra dan doanya dibaca 7x, ditambah wirid asma'ul husna 7 putaran tasbih, jika sudah ditebus ritualnya jika mau gunakan cukup baca sekali.

Mantranya :
"Shalallohu ‘alaihi wasallam
Allohuma qulhu Allah
Dzat gumilang tanpa sangkan
Gumilang tanpa enggon
Liyep ilang salin raga
Inna fatohia lakofat kanmubilla
Sir Abubakar, sir Umar, sir Ali, sir Usman
Sir jabarail, sir malaikatul mukhorobin
Sir Alloh la illa haillaloh muhammadurrosulluloh
Sir wali, sir kuat berkat, sir teguh, sir luput, sir ora katon
Lungguhku imbar, mimang-mimong si wisakarma
Tengahing angin, apipit maya-maya ora katon apa-apa
Kang hima kakalangan peteng ndedet alimengan si ambar ngemuli aku
Wong sabuwana bloloken orang weruh aku ". 3x,
Doanya:
"La tudrikuhul abshor
Wa huwa, yudrikul abshor
Wa huwal lathiful khobir". 7x Wiridnya: "ya latif ya khobir" 700x. Demikian penjelasan ilmu ini,semoga bermafaat.

Kunci Doa Belajar Ghaib

Perkembangan jaman menuntut manusia untuk semakin berpikir dan berkembang biak secara individu maupun kelompok. Tidaklah salah jika diri manusia akan lebih idealis dalam menyikapi bahkan menghadapi kenyataan hidup yang ada.
Semua tidaklah lepas dari Kodrat manusia di mana manusia terlahir dengan fitrahnya. Terang dan gelap kehidupan justru menjadi bumerang akan hakikat hidup sesungguhnya, bila manusia tidak sadar dan menyadari akan dirinya. Kontrol diri semakin diabaikan dan kepuasan diri justru semakin dikedepankan dengan tanpa batas.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengakses fokus pengembangan diri dari yang berbasis pikiran menuju proses pengembangan diri yang berbasis intelejen hati. Ini adalah sebuah proses pengembangan diri yang menggabungkan kekuatan saint dan motivasi ketuhanan (spiritual). Tidaklah jarang semakin sukses seseorang semakin jauh rasanya dengan kebahagiaan yang dicarinya.
Ego manusia telah banyak menciptakan berbagai kenyaman hidup dan hanya berhasil sedikit dalam memberi sumbangan untuk kebahagiaan hidup. Sebab kemudahan hidup tidak dapat dipahami, hanya lewat rasio pikiran yang cenderung rumit, melainkan harus melalui hati dengan kelembutan logikanya sendiri. Kondisi ini memungkinkan kita untuk semakin mantap dan tahu betul apa arti doa kita sesungguhnya....
Kesuksesan hidup tidaklah cukup dengan hanya bekerja keras dalam mewujudkan yang abstrak menjadi nyata. Untuk mencapai tujuan itu, kita memerlukan dorongan DOA (Sentuhan Hati) yang ikhlas, maksudnya keterampilan (SKILL) penyerahan diri yang TOTAL kepada Tuhan Sang Pencipta untuk meraih puncak sukses dan kebahagiaan. Hal ini merupakan suatu proses mengukur, melatih, dan meningkatkan tingkat keikhlasan dari dasar hati untuk mengakses kekuatan dasyat hati nurani yang natural menuju kesuksesan yang seimbang.
Jika digunakan dengan tepat, doa yang ikhlas ini akan mempercepat peningkatan kesadaran dan membuat proses pengembangan diri serta perjalanan spiritual (Ketuhanan) seseorang menjadi lebih mudah dan rasional yang akan membawa kesuksesan karir, bisnis, kesehatan, kebahagiaan, ketenangan, ketentraman jiwa, keselamatan dunia wal akhirat.
Bagi pembaca INDO GHAIB grup jangan asal comot mengamalkan informasi keilmuan, mintalah ijazah dan kata kunci keilmuannya, karena dalam artikel ini ada hal penting yang tentunya tidak dicantumkan. Dengan kehadiran Indo Ghaib Blog's ini diharapkan masyarakat lebih mengetahui seputar informasi lika liku dunia metafisika/ilmu ghaib/hikmah/dsb, serta masyarakat dapat menerima pembelajaran keilmuan yang termaktub dengan digurukan agar tidak ada dampak negatif,dengan itu apa yang anda amalkan dapat bermanfaat dalam kehidupan ini.Wallahu a'lam.

Kunci-Kunci Ilmu Ghaib

Belakangan ini sering kita jumpai di berbagai media adanya orang-orang yang mengaku mengetahui ilmu gaib. Di antara mereka ada yang mengatakan sanggup untuk mengetahui bagaimana karir, rezeki, asmara dan lain sebagainya selama beberapa waktu dengan melihat tanggal lahirnya, bahkan ada di antara orang-orang yang mengklaim bahwa mereka dan beberapa gelintir pengikutnya mengetahui kapan terjadinya hari kiamat dan alhamdulillah kedustaan seperti ini telah terbongkar dengan sendirinya ketika tidak terjadi hari kiamat di hari yang telah mereka ramalkan tersebut. Kaum muslimin rahimakumullah, sebenarnya bagaimanakah hal ini dalam Islam, apakah manusia mengetahui ilmu-ilmu gaib tersebut? Pembahasan kali ini insya Allah sedikit mengupas tentang kunci-kunci ilmu gaib yang hanya diketahui oleh Allah semata. 
Kunci-Kunci Ilmu Gaib di Tangan Allah
Kaum muslimin rahimakumullah, Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan hanya di sisi-Nya lah kunci-kunci ilmu gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia” (QS Al An’aam: 59). Apakah yang dimaksud kunci-kunci ilmu gaib tersebut? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam -manusia yang paling memahami Al Quran- menafsirkan bahwa kunci-kunci ilmu gaib tersebut ada lima macam. Beliau bersabda yang artinya, ”Kunci-kunci ilmu gaib ada lima, hanya Allah yang mengetahuinya: tidak ada yang tahu apa yang terjadi esok hari kecuali Allah, tidak ada yang tahu apa yang dikandung oleh rahim kecuali Allah, tidak ada yang tahu kapan turun hujan kecuali Allah, tidak ada seorang pun yang tahu di bumi mana dia akan meninggal, dan tidak ada yang tahu kapan terjadi hari kiamat kecuali Allah.” (HR Bukhori)
Allah ta’ala juga berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok . Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Luqman: 34). Para ulama menyebutkan bahwa kelima hal ini disebut dengan kunci ilmu gaib karena kelima hal ini merupakan awal dan pintu gerbang dari hal-hal lain yang mengikutinya.
Adapun nabi, rasul, dan para malaikat, maka terkadang Allah memberitahukan kepada mereka beberapa perkara yang gaib seperti tanda-tanda kiamat yang banyak disampaikan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan lain sebagainya. Namun demikian, ilmu gaib yang Allah sampaikan pada utusan-Nya tersebut hanyalah sebatas yang Allah beri tahukan sehingga tidak mencakup seluruh ilmu gaib yang ada. Allah berfirman yang artinya, “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS Jin: 26,27)

Kunci Ilmu Gaib Pertama: Hari Kiamat
Kaum muslimin rahimakumullah, inilah kunci ilmu gaib pertama yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala yaitu ilmu tentang hari kiamat. Hari kiamat adalah awal mula dimulainya alam akhirat. Tidak ada seorang makhluk pun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat. Bahkan ketika Jibril -malaikat yang paling mulia- bertanya kepada Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam -manusia yang paling mulia- tentang kapan terjadinya hari kiamat, Rasulullah hanya menjawab, “Yang ditanya tidaklah lebih tahu dibandingkan yang bertanya” (HR Muslim). Ini menunjukkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan Jibril ‘alaihis salam keduanya tidaklah mengetahui kapan terjadinya hari kiamat. Oleh karena itu, janganlah kita mudah terbawa arus jika ada yang menyebutkan bahwa hari kiamat akan terjadi pada tanggal sekian atau sekian dan perlu diketahui bahwa klaim seperti itu tidak lebih dari kedustaan yang dihembuskan syaitan dan bala tentaranya untuk memalingkan manusia dari jalan Allah, wal ‘iyadzu billah.
Kunci Ilmu Gaib Kedua: Turunnya Hujan
Kaum muslimin rahimakumullah, kunci ilmu gaib yang kedua adalah ilmu tentang waktu turunnya hujan yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala. Turunnya hujan adalah awal tumbuhnya tanaman di permukaan bumi. Allah yang menurunkan hujan dan Dia pula yang tahu kapan hujan akan turun. Namun jika ada orang yang mengatakan, “Bagaimana dengan ramalan hujan yang bisa diprediksi oleh alat canggih di zaman sekarang?” Maka hal ini tidaklah bertentangan sama sekali karena alat secanggih apapun yang dibuat oleh manusia sekarang ini, hanya sebatas memprediksikan dan bukan memastikan. Seringkali prediksi alat tersebut meleset. Maka tidak ada satu orang pun atau sebuah alat secanggih apa pun yang tahu dengan pasti kapan hujan akan turun.

Kunci Ilmu Gaib Ketiga: Apa Yang Dikandung Oleh Rahim
Kaum muslimin rahimakumullah, kunci ilmu gaib ketiga adalah pengetahuan tentang janin yang dikandung dalam rahim seorang ibu. Allah lah yang menciptakan janin tersebut dan hanya Allah lah yang mengetahui seluruh hal yang akan terjadi pada janin tersebut. Kehidupan dalam rahim adalah awal mula kehidupan dunia. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya” (QS Ar Ra’d: 8 )
Kemudian, jika ada yang menanyakan, “Bagaimana dengan USG di zaman sekarang yang bisa mengetahui jenis kelamin janin tersebut?” Maka hal ini tidaklah bertentangan. Karena alat yang dikenal dengan USG tersebut hanya bisa mengetahui jenis kelamin janin, itu pun setelah janin terbentuk selama beberapa waktu dan juga berapa banyak prediksi USG tersebut yang keliru dan berbeda dengan kenyataan setelah janin tersebut lahir. Dan tidak ada satu alat pun yang bisa mengetahui bagaimana nasib janin tersebut di dunia dan akhirat, apakah dia akan menjadi hamba yang soleh atau seorang yang banyak berbuat dosa. Apakah janin tersebut akan berumur singkat atau akan hidup di dunia dalam jangka waktu yang lama? Dan masih banyak lagi hal-hal lain tentang janin tersebut yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala saja.
Kunci Ilmu Gaib Keempat: Apa Yang Dilakukan Esok Hari
Kaum muslimin rahimakumullah, kunci ilmu gaib yang keempat adalah pengetahuan tentang apa yang akan dilakukan oleh seseorang esok hari. Jika seseorang tidak tahu apa yang akan dilakukan dirinya sendiri esok hari, maka lebih tidak mungkin lagi untuk mengetahui apa yang akan dilakukan oleh orang lain esok hari. Oleh karena itu jelaslah kedustaan dukun, tukang ramal dan manusia yang setipe dengan mereka yang mengklaim bahwa mereka tahu tentang apa yang terjadi di masa yang akan datang. Jika ada yang mengatakan, “Saya tahu apa akan saya lakukan esok hari, bahkan saya telah menyusun jadwal kegiatan saya esok hari”. Maka hal ini tidaklah bertentangan dengan dalil Al Quran. Karena jadwal yang telah disusun tersebut barulah sebatas rencana yang belum tentu terlaksana. Siapa tahu keesokan harinya ada hal yang menghalangi kita sehingga kita tidak bisa melaksanakan jadwal tersebut, karena sakit misalnya. Atau boleh jadi di malam hari kematian menjemput kita sehingga jadwal tersebut tidaklah lagi berguna bagi kita. Maka hal ini sebagaimana yang sering disebutkan oleh orang, “Manusia boleh berencana tapi Allah jualah yang menentukan.”

Kunci Ilmu Gaib Kelima: Tentang Kematian
Kaum muslimin rahimakumullah, kunci ilmu gaib yang terakhir yang hanya diketahui oleh Allah semata adalah tentang kematian seseorang. Kapan dan di mana dia mati? Bagaimana akhir kehidupannya? Apakah dia akan mati di atas kebaikan atau keburukan? Maka hal ini hanya Allah sajalah yang tahu. Kematian ini merupakan awal mula bagi seseorang untuk memasuki alam akhirat. Jika ada yang mengatakan, “Bagaimana dengan orang yang dihukum mati? Bukankah dia telah tahu kapan dia akan mati dan tempat kematiannya?” Maka kembali kami tegaskan bahwa hal ini tidaklah bertentangan. Karena boleh jadi justru dia mati lebih awal sebelum waktu eksekusi dilakukan, atau bisa jadi tiba-tiba dia mendapatkan pengampunan sehingga tidak jadi dieksekusi. Demikian pula dengan tempat kematiannya, bisa jadi dia mati lebih dahulu di tempat yang tidak dia sangka-sangka sebelumnya. Oleh karena itu janganlah seseorang menunda untuk bertaubat walaupun dia telah divonis dengan hukuman mati karena bisa jadi kematian datang lebih cepat dan dia belum sempat untuk bertaubat, na’udzubillah

Kaum muslimin rahimakumullah, demikianlah sekelumit penjelasan tentang kunci-kunci ilmu gaib yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala semata. Barang siapa yang mengaku-ngaku bahwa ia tahu tentang salah satu di antara lima hal ini atau orang yang membenarkan pengakuan tersebut, maka orang tersebut telah kafir jika syarat-syaratnya telah terpenuhi dan tidak ada penghalang untuk memberikan vonis kafir. Oleh karena itu, hendaknya kita berhati-hati terutama dengan maraknya fenomena perdukunan dan dunia ramal belakangan ini. Jangan sampai kita menggadaikan dan menjual agama kita demi mendapatkan informasi yang belum jelas kebenarannya dari dukun dan tukang ramal tersebut. Semoga Allah menjauhkan kita dari dosa kesyirikan baik yang nampak maupun yang tersembunyi, yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui. Amiin ya mujibbassaailiin. [Amrullah Akadhinta]

Kajian Ilmu Ghaib


MISTERI DUNIA SUPRANATURAL
Ketertarikan seseorang akan sesuatu yang berbau supranatural (ghaib) biasanya dikarenakan ghaib merupakan sesuatu yang menakjubkan, misterius, bikin penasaran, bisa melakukan ini-itu dengan mudah dan lain sebagainya. Sehingga banyak orang yang ingin mengetahui apa itu ghaib hingga mempelajari cara untuk mendayagunakan tenaga ghaib tersebut. Apapun tujuan anda mempelajarinya, kami tidak akan mencampurinya.
Semoga saja mempunyai niat yang mulia. Amiin.
Nah, cara untuk mempelajari sesuatu yang ghaib tersebut diistilahkan sebagai Ngelmu. Jadi istilah ngelmu dan ilmu berbeda. Istilah Ilmu digunakan untuk menjelaskan pengetahuan yang bersifat rasional, diterima akal seperti ilmu-ilmu yang dipelajari bangku sekolah. Sedangkan istilah Nglemu dipakai untuk menjelaskan pengetahuan supranatural dan keghaiban. Dengan kata lain mendalami ngelmu akan syarat dengan nuansa ghaib.
Berdasarkan pengalaman, yang bisa melihat dan menikmati daya kekuatan ghaib itu hanya orang-orang yang mengheningkan cipta (tapa). Menekan hawa nafsu dengan sarana olah batin, bertapa, meditasi, tafakur, olah napas, mengucap mantera, doa, wirid, lelaku, sesirih, puasa dll. Seperti halnya para pendekar, orang sakti dan paranormal bahkan nabi dan rasul. Hanya cara lelaku mereka berbeda-beda.
Dunia supranatural keghaiban tidak bisa ditelusuri hanya dengan bekal membaca atau sekedar mengetahui, namun harus dijalani atau dipraktekan. Orang Jawa mengistilahkan: “Ngelmu iku kelakon kanthi laku“. Artinya keajaiban ilmu supranatural itu dapat terlaksana dengan didasari lelaku (tirakat).
Karena cara mempelajarinya berbeda dengan mempelajari ilmu rasional, tidak berdasarkan kekuatan otot dan otak (olah nalar) namun menggunakan rasa (olah rasa). Maka dunia supranatural sulit ditemukan kebenaran yang sejati. Segalanya masih terselubung misteri. Bersifat ghaib.

Dan akan semakin misterius lagi dengan ulah segolongan orang (paranormal) yang sengaja mengelola isu-isu dan memperalat tahayul-tahayul dan mitos, agar dunia supranatural tetap dalam kondisi misterius dan seolah mengandung keajaiban-keajaiban. Sehingga terkesan anggapan hanya dengan ilmu-ilmu ghaiblah, hanya dukun atau paranormallah, akhir dari segala solusi problematika kehidupan. Semakin banyak orang yang percaya dengan pernak-pernik Rata Tengahmitos dan tahayul itu, berarti semakin leluasa mereka membius para kliennya. Akhirnya semakin banyak keuntungan materi yang mereka dapat.

Sudah menjadi kewajiban bagi orang yang sudah mengerti untuk membimbing orang yang belum mengerti. Bukan malah ditutup-tutupi, direkayasa dan akhirnya dunia supranatural dikomersilkan, jadi komoditas dagang. Membuat dunia supranatural menjadi semakin gelap dan misterius saja.

Maka dari itu, semoga tulisan kami dalam blog ini bisa memperkaya pemahaman anda tentang supranatural dan sebagai bahan acuan untuk membongkar misteri dunia supranatural.

Hakekat Ilmu Besi Kursani

Hakekat Besi Kursani dan Induk Besi mengingat banyaknya pembaca yang bertanya dan meminta agar Indo Ghaib memberikan infomasi ilmu ghaib,terlebih-lebih yang antusias minta pengijazahan keilmuan. Pada kesempatan kali ini saya bahas mengenai Ilmu Besi Kursani atau ada yang mengenalnya dengan Ilmu Hakekat Induk Besi. Saya akan mencoba memberikan penjelasan sesuai dengan kapasitas yang boleh dipublikasikan secara bebas, dan selebihnya tentu dengan proses pembelajaran di Indo Ghaib.Besi Kersani adalah istilah yang sering digunakan di dalam mantra pendekar silat dan penganut ilmu batin di kawasan Nusantara (Indonesia dan Malaysia) terutama di dalam budaya Melayu. Di dalam bahasa Minangkabau besi kersani disebut sebagai basi karasani. Istilah besi kersani ini juga tertulis di dalam Alkitab di Kitab Yeremia 15:12 versi Terjemahan Lama, yang berbunyi: "Adakah besi yang dapat memecahkan besi dari utara, yaitu besi kersani?". Istilah kuraisani (bahasa Melayu lama untuk kersani) ini juga terdapat di dalam Naskah Melayu tua yang ditemukan di Tanjung Tanah, Kabupaten Kerinci yang berisi tentang undang-undang dari Raja Aditiawarman untuk daerah tersebut.Dalam Al Quran mengenal hakekat induk ilmu besi yang termaktub dalam surat Al Hadiid.

Asal Usul Besi Kursani

Jika melihat dari bahasanya, besi kersani ( besi kursani, qursani, khurasani , khursani) mungkin berasal dari kata khurasan atau khorasan, suatu kawasan yang meliputi bagian dari Iran, Afganistan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan. Di kawasan ini dahulunya dihasilkan pedang dengan kualitas besi yang sangat bagus dan kuat. Kekuatan besi inilah yang kemudian diibaratkan menjadi kekuatan batin di dalam tubuh oleh pengamal ilmu batin.

Besi kersani di daerah Khurasan ini terkenal karena keras dan kuat, oleh sebab itu di dalam mantera perlu membayangkan bangkitnya kekuatan itu untuk kuat melawan musuh. Di dalam kajian ilmu batin di Minangkabau, besi kersani ini terkandung di dalam tubuh dan perlu dibangkitkan jika ingin menghadapi musuh. Besi kersani ini bangkit ditandai dengan mendenging di telinga. Di masa dahulunya, para pandeka (pendekar) di Minangkabau dan juga di daerah lain di Nusantara umumnya memiliki amalan ini untuk menghadapi musuh dalam medan laga/pertempuran.
Besi Kersani dalam Kajian Mistik
Kisah Besi Kersani

Kisah besi kersani di dalam tubuh manusia menurut kajian ilmu batin di Minangkabau adalah sebagai berikut:
Pada awalnya manusia (Adam) dibuat dari unsur api, angin (udara), air dan tanah. Unsur api menjadi darah, unsur angin menjadi urat, unsur air menjadi tulang dan tanah menjadi daging. Kemudian unsur tersebut dicampur dan dibentuk sebuah patung dan diberi ruh, maka hiduplah patung tersebut dan memiliki nyawa. Lalu untuk membuat Adam kokoh dan kuat, diambillah sedikit tiang arasy yang bernama basi karasani yang ditancapkan dari ubun-ubun sampai ke tulang ekor. Basi kursani ini menyatu bersama tulang punggung pada manusia. Ketika basi karasani ini ditancapkan kepada manusia, Adam berkeringat dan keringat inilah yang berubah menjadi sekalian jenis besi di muka bumi. Jadi dapat dikatakan bahwa besi yang ada di bumi takluk kepada basi karasani. Besi yang ada di muka bumi bisa menjadi lunak, jika kekuatan basi karasani itu dibangkitkan oleh pengamalnya

Kisah besi kersani mungkin memiliki bermacam versi, tergantung siapa guru dan daerahnya di kawasan Nusantara lainnya.
Mantera Besi Kersani dari berbagai bahasa seperti:

* Versi Minangkabau, diamalkan oleh pandeka atau pengguna ilmu batin

"Terdiri Basi Karasani dalam batang tubuah aku
aku mengatahui laa hawla walla quwwata illa billahil 'aliyyil adzhim
Bangkik sagalo tali nan ditampuah angin,
aso kepado ambun jati.....''

* Versi Malaysia yang diamalkan oleh Mat Kilau, pahlawan daerah Pahang
"Hai Besi Putih Besi Khursani
Besi Pelilit di pinggangku
Kuat aku seperti Saidina Ali
Gagah aku seperti Saidina Hamzah
Alhamdu, Alhamdu, Alhamdu ......"

* Versi Nusa Tenggara Timur
"nabi kursani palapisini
batang kalungku...
nabi adam ri tubuhku
nabi muhhammad ri bulungku
ALLAH taala ri nyawaku
berkat kun fayakun ....." *Versi Jawa“Salam alikum salam, wesi aji manjing marang badanku, angisep sarining wesi,
Karangkijang, Pulasani, Mengangkang, Walulin, Katub, Kamboja, Walangi, Ambal, Tumpang, Windudadi, Werani, Tarate, Malela Ruyung, Balitung, Kenur, Malela Kendaga, Tumbuk, kabeh manjing marang awaku lan ujung rambut sampe ujung sikil, Ya hu Allah’ (3x), la hawla wala quwwata illa billah” (41x).

Dilakukan selama 41 hari, dibaca tiap malam 41x, siang nya laku puasa mutih, mulai tujuh hari terahir ngebleng, dan hari ke 41 tambah dengan pati geni.

Baik pengkajian ilmu unsur besi dasar (Ilmu Besi kursani, besi jantan dan betina, besi bulan/Qomarullah, besi salamah, nur besi, dll) maupun pengkajian ilmu unsur besi puncak yaitu Ilmu Hakekat Induk Besi, pada hakekatnya mempunyai hubungan dasar ilmu yang sama dan adalah merupakan ilmu-ilmu tua yang dikuasai oleh para jawara muslim tempo dulu di wilayah Jawa-Sumatra. Saat ini, kebanyakan generasi asli penerus ilmu-ilmu ini bersifat tersembunyi dan tidak sembarangan dalam menurunkan ilmu ini kecuali kepada anak ataupun murid spiritual mereka yang dapat dipercaya. Bahkan di antara generasi asli penerus ilmu ini masih bersifat tradisional dan tidak mengenal dunia iklan baik media internet maupun media massa (majalah, tabloid, internet dan sejenisnya).

Kenapa sekarang ilmu ini banyak beredar? Sudah saatnya anda sekalian mengetahui ada apa dengan...Ilmu Besi Kursani, banyak artikel tentang besi kursani, besi qomarullah, nur besi, besi jantan betina, besi putih maha raja, pengucap zat besi, dan ilmu hakekat induk besi serta do`a-do`a khodam (yang dapat membangkitkan kebal menyerupai beragam ilmu pengkajian besi dasar dan induk besi). Sekaligus berperan serta memperkenalkan dan mempopulerkan ilmu-ilmu ini melalui Blog Indo Ghaib, dan sekaligus pula memberikan pengajaran dan pengijazahan tentang Ilmu Hakekat Besi Kursani.

Sebagai salah satu di antara sekian banyak ilmu keselamatan tingkat tinggi, Ilmu Hakikat Cupu Tubuh Besi Kursani sudah jarang diwariskan oleh guru-guru sepuh masa lalu, saat ini jarang sekali ada guru yang memiliki ilmu ini.

Rahasia penguasaan Imu ini tidak banyak orang yang mengetahuinya disebabkan generasi guru pewaris ilmu ini hanya menurunkan pada orang-orang tertentu saja yang mereka inginkan, bahkan tidak jarang hanya diturunkan pada keturunan atau anggota keluarga mereka saja. Ilmu Hakikat Cupu Tubuh adalah ilmu kategori Haq atau Ilmu yang memberdayakan kekuatan atau potensi yang ada dalam diri kita sendiri, yang merupakan pemberian Sang Illahi kepada manusia. Pada hakikatnya setiap orang tanpa membedakan agama, ras, suka dan bangsa memiliki sebuah potensi yang tersembunyi dan kekuatan tiada batas dalam dirinya, tetapi jarang sekali ada orang yang bisa memanfaatkannya secara maksimal.

Pembangkitan Ilmu Hakikat Cupu Tubuh, tidak mengunakan daya kekuatan setan atau ilmu hitam lainnya, tetapi melalui doa dan kekuatan keyakinan pada Sang Illahi dan tentu saja harus dibangkitkan oleh seorang guru sejati Ilmu Hakikat Zat Tubuh. Pembangkitan Ilmu Hakikat Cupu Tubuh, mengaktifkan tiga sumber energi yang terdapat dalam tubuh eterik kita.

Cupu adalah wadah berbentuk bulat telur yang terletak di telapak kaki kanan dan kiri, serta di tengah-tengah kepala atau dibelakang ajna. Cupu ini adalah wadah yang berisi energi hakikat tubuh dan merupakan generator energi dalam tubuh kita, ini adalah pusat energi. Cupu-cupu ini secara garis besar terdapat dalam ketiga lokasi tersebut diatas, dan disebut sebagai Cupu Besi Kursani, Cupu Besi Kursani Bulan dan Cupu Serat Kalam. Masing-masing cupu mempunyai kekuatan dan fungsinya yang spesifik. Cupu Besi Kursani, merupakan generator energi tubuh yang mengandung unsur besi.

Cupu ini terletak di telapak kaki kanan, didalam tubuh eterik energi manusia. Besi Kursani mempunyai fungsi daya keselamatan diri termasuk kekebalan tubuh terhadap segala serangan senjata tajam. Setelah terbangkitkan maka Besi Kursani akan terhimpun di cakra solar plexus.

Cupu Besi Kursani Bulan, merupakan pembangkit energi tubuh yang mengandung inti zat besi metafisik yang ada di tubuh eterik manusia. Inti besi ini terletak di telapak kaki manusia bagian kiri. Inti zat besi metafisik ini berbeda dengan zat besi fisik yg terkandung dalam darah, namun demikian masih memilik karakter seperti besi walau terletak dalam tubuh energi manusia dan mempunyai sifat pesona daya tarik sinar bulan purnama. Inti Besi Kursani Bulan terletak dalam wadah atau cupu sebesar telur puyuh di telapak kaki kiri di tubuh eterik. Setelah dibangkitkan akan terhimpun di cakra ajna.

Cupu Serat Kalam, ini merupakan pembangkit terkuat dan menghimpun kekuatan kedua Cupu diatas. Cupu Serat Kalam terletak di tengah-tengah kepala atau dibelakang ajna. Setelah dibangkitkan energi dari cupu ini akan tersebar keseluruh tubuh dan terhimpun di cakra ajna dan cakra anahata.

Pembangkitan Ilmu Hakikat Cupu Tubuh, membangkitkan kekuatan ketiga Cupu diatas, sehingga terbentuklah sebuah kekuatan rahasia yang luar biasa, tubuh diselimuti oleh energi rahasia yang berfungsi baik bagi kekuatan batin, radar gaib dan perlindungan. Cupu-cupu itu tidak akan habis energinya selagi manusia masih hidup, dia akan terus berproses dan terhimpun. Inilah anugrah Sang Empunya Maha yang selayaknya kita berdayakan
Besi Kursani

Di Masyarakat Melayu, Ilmu Hakekat Besi disebut Besi Kursani, yang merupakan saripati dari unsur besi yang terkadung dalam tanah pertama penciptaan Adam dan masih melekat pada generasi keturunannya. Karenanya, manusia yang memahami rahasia hakekat besi dalam tubuh, Insya Allah akan diselamatkan Sang Maha Kuat untuk dimakan oleh sekalian yang bernama besi dan sekalian yang bernama Bisa-racun.

Ilmu Besi Kursani ini, sudah teramat jarang yang menguasainya, dikarenakan guru-guru terdahulu sangat memilih-milih untuk menurunkannya.

Ilmu Besi Kursani ini biasanya diperuntukkan untuk keselamatan dimana saja dan kapan saja waktu dalam perjalanan darat, laut, udara maupun hanya dirumah saja, untuk kesehatan, secara alamiah dan ilahiah dijauhkan dari pengeroposan tulang serta penyakit kronis dalam waktu yang lama, untuk mengaktifkan daya kebal tubuh, untuk membungkam musuh, untuk pemagaran benda berharga dari kejahatan atau pencurian, untuk meningkatkan daya pukulan, untuk meradar bahaya dan racun dalam tempat dan makanan, dan untuk menembus kekebalan orang lain yang berperilaku sombong.

Untuk pengisian ilmu Besi Kursani ini selayaknya dilakukan oleh guru secara langsung. Ada beberapa versi mantera besi kursani dikalangan keilmuan melayu menurut tingkat muasalnya. Berikut ini adalah doa besi kursani :

“Hai Besi Putih Besi Kursani
Besi Pelilit di pinggangku
Kuat aku seperti Saidina Ali
Gagah aku seperti Saidina Hamzah
Alhamdu, Alhamdu, Alhamdu
Jangan engkau makan hati yang putih
Engkau makan darah dan daging
Jikalau engkau makan hati yang putih
Durhaka engkau kepada Allah,
Hai Kaddam Kuddim
Keluarlah engkau daripada tempat yang jahat
Ke tujuh petala langit dan ke tujuh petala bumi
Keluarlah engkau daripada tempatnya
Berkat doa Lailaha Illallah Muhammad rasulullah”

Serta sebuah lagi mantera melayu tentang besi kursani yaitu:

“ Bissmillahirrahmanirrahim
Terdirilah besi kursani
Didalam batang tubuhku,
Dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Yahun kanda dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Fillah amri saina nan bangkit
Dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Sandalmanzud Rasulullahi salallahu alaihi wassalam
Qullahu ‘adzim. Alfatihah”..
bila sampai yg berbunyi haq seluruh anggota badan harus dikeraskan.

Ada versi lain pembangkitan Ilmu besi Kursani secara pribadi dengan melafalkan doa sbb:

"sir kursy sir kursani sir siro sir sulbi naik ke atas arsy dengan berkat baginda ali" dan "sir kun sirku kersani,sir sun sir besi dalam tulang sulbi,bangkitlah merasuk hakikat induk besi,berkat kuasa ayat serat besi...berkah kerhendak Al Muhyii" mengenai tatacara tiap versi berbeda-beda, dalam artikel ini sengaja tidak kami urutkan dan mengenai versi Indo Ghaib keilmuan Besi Kursani ini ada 7 tingkat pemahaman dan pembangkitannya (bumi sap 7 -tubuh dan langit sap 7-aura ilahiyah), pemilik kunci induk besi kursani dari Gus Hanif -salatiga,untuk para murid punya pantangan memakan pisang biji.Sedang dari Pak Cik-selangor,murid berpantang minum air limau. Berikut ini tatacara versi lain: -mengucap 1x
-al fatihah 1x
-al ikhlas 1x
Baru dibaca ayat kursani dibawah

satu baris senafas klu boleh baca ayat dari mula hingga akhir senafas. dibuat seperti amalan zikir nafas, bagi yg biasa mengamalkan zikir nafas pastinya faham.
bila sampai yg berbunyi haq seluruh anggota badan harus dikeraskan.

AYAT KURSANI
"Bismillahirrahmanirrahim,
Allah berdiri Muhammad terlindung,
Aku berdiri serta Allah,
Zat kepada Allah, Sifat kepada Tuhan,
Assalamualaikum ya besi kursani saudaraku yg bongsu,
Rosak kepada engkau baru rosak kepada aku,
Binasa kepada engkau baru binasa kepada aku dari dunia sampai akhirat,
Janganlah engkau rosak binasa kepadaku,
Engkau menderhaka kepada Allah,
Kunciku kunci Allah, Baginda Rasulullah,
Adam mengunci pintu Muhammad.
Haqqullah, Pati Patikullah."

-La illahaq illallah muhamadarasulullah.

Sesudah habis di baca tutup dgn
-al fatihah 3x
-al ikhlas 3x
-solawat 3x

usap muka dari dagu bawa ke tengkuk kita. dan ucapkan alhamdulillah iya robbi.

boleh dibaca berkali2 ikut kemampuan tapi biar 7x ke atas, maksudnya dibaca dalam bilangan ganjil,api masa ngamalnya duduk bersila. mengadap kiblat. tenang2kan fikiran sebelum mengamalkannya. tatacaranya seperti yg udah dieditkan.seelok2nya diamalkan setiap mlm. jadinya diamalkan setiap mlm.gabungan zikir nafas dan zikir badan. saya berikan seikhlasnya buat teman2 semua. al fatihah,diamanahkan utk mengamalkannya. jadinya saya amalkan dengan yakin sabar dan tawakal pada allah. tetapi harus diamalkan pada setiap mlm selama 44 hari atau seelok2nya setahun, akan terasa kelainan pada tubuh badan jika udah sebati. dulunya saya baca 7x , 9x aja dilakukan pada setiap malam.

*Catatan saya adalah tentang besi kursani, ini fungsinya untuk kekebalan sejati…berikut catatan saya doa ttg besi kursani (sedikit bahasa melayu) :

"Audzubillahhi minasyaiton nirojim…
Besi kelang besi kursani
Besi terlilit di sekeliling pinggangku
Wujud aku adanya Allah
Wujud Muhammad, dialah Rosulullah
Ya Kursani, kawalkanlah aku
Janganlah dijejaskan sebarang senjata di tubuhku zahir batin
Aku minta berkatnya Mutubahku, Tumuniku, Huriku (beliau menerangkan bahwa ini sama seperti saudara kembar kita), masuk permohonan… (apa yang kita inginkan),
Berkat doa Laa ilaha Illallah…
ditutup dengan Alfatekhah (sambil tarik nafas).besi kursani terletak tepat pd tulang kemaluan (dubur) atau d sebut tulang sulbi… teknik pembangkitan d bagi menjadi dua bagian yaitu dgn inisiasi (pembangkitan) oleh guru, dan melalui afirmasi.. bs jg dengan napas namun agak lama, tp yg paling cepat adalah pembangkitan oleh guru.. manfaat besi kursani yaitu agar kt tdk mudah skit, mempunyai kekebalan tubuh.. jika sudah mencapai tingkat sempurna, maka akan seperti batara karang.. mayatnya tdk dapat hancur.
INTI BESI KURSANI

Besi Kursani adalah inti dzat besi metafisik yang ada di tubuh eterik manusia. Inti besi ini terletak di telapak kaki manusia. Inti dzat besi metafisik ini berbeda dengan dzat besi fisik yg terkandung dalam darah, namun demikian masih memilik sifat2 seperti besi walau terletak dalam tubuh eterik / tubuh energi manusia. Inti besi kursani terletak dalam wadah atau cupu sebesar telur puyuh di telapak kaki kanan di tubuh eterik. Bagi orang yg belum terbangkitkan inti besi kursani masih tersimpan dalam cupunya dengan baik. Jika cupu dibuka oleh guru yg inti besi kursaninya telah bangkit dengan sempurna, maka murid akan merasakan dzat inti besi kursani mengalir dari telapak kaki menyebar ke seluruh tubuh, meresap ke kulit daging, darah, sumsum dan tulang.

Setelah meresap di seluruh tubuh maka sebagian dzat besi kursani yg tersisa akan tersimpan di terminal akhirnya di cakra solar plexus (ulu hati). Namun demikian inti besi yg ada dalam cupu tidak lah habis, akan terus menerus memproduksi dan mengalirkan Inti besi Kursani ke seluruh tubuh dan menyimpan di terminal cakra solar plexus untuk siap dipakai. Di bawah ini adalah salah satu metode membangkitkan besi kursani dengan do’a atau afirmasi, namun demikian pembangkitan Inti besi Kursani yg paling efektif dan powerful adalah dengan gabungan antara metode pemecahan cupu (oleh Guru) dan penguatan dg do’a/ afirmasi dan latihan napas.

Salah satu versi do’a penguatan Ilmu Besi Kursani :

HAI BESI PUTIH BESI KHURSANI BESI PELILIT DI PINGGANGKU KUAT AKU SEPERTI SAIDINA ALI GAGAH AKU SEPERTI SAIDINA HAMZAH ALHAMDU, ALHAMDU, ALHAMDU JANGAN ENGKAU MAKAN HATI YANG PUTIH ENGKAU MAKAN DARAH DAN DAGING JIKALAU ENGKAU MAKAN HATI YANG PUTIH DERHAKA ENGKAU KEPADA ALLAH, HAI KADDAM KUDDIM KELUARLAH ENGKAU DARIPADA TEMPAT YANG JAHAT KE TUJUH PETALA LANGIT DAN KE TUJUH PETALA BUMI KELUARLAH ENGKAU DARIPADA TEMPATNYA BERKAT DOA LAILAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH
Manfaat Inti Besi Kurosani

Meningkatkan kepercayaan diri sehingga potensi-potensi positif yang terpendam dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik.
Mendapatkan ketenteraman jiwa, mampu mengendalikan energi-energi negatif dalam diri, mampu mengoptimalisasikan energi-energi positif dalam diri, serta mendorong perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan pekerjaan, rumah-tangga, maupun di lingkungan masyarakat.
Meningkatkan kualitas sistem metabolisme tubuh.
Meningkatkan kualitas sistem ketahanan tubuh.
Meningkatkan kualitas sistem regenerasi organ tubuh.
Meningkatkan kualitas susunan syaraf pusat.
Meningkatkan kesegaran tubuh sehingga tubuh tidak mudah merasa lelah.
Menghindarkan diri dari serangan jantung dan stroke.
Memperlambat proses penuaan kulit.
Mempertahankan keindahan tubuh, muka, perut, dan buah dada.
Meningkatkan pertumbuhan dan kecerdasan.
Meningkatkan libido sex.
Kemampuan membuat pagaran metafisik (pagaran energi meta) untuk diri pribadi dan orang lain sehingga terhindar dari tindak kejahatan berupa perampokan, penodongan, penculikan, ataupun pembunuhan.
Kemampuan membuat pagaran metafisik (pagaran energi meta) untuk diri pribadi dan orang lain sehingga terhindar dari serangan energi negatif (energi hitam) yang dikirimkan seseorang atau ruh halus yang berkekuatan hitam (Jin Kafir), baik itu berupa teluh, tenung, sihir, guna-guna.
Kemampuan membuat pagaran metafisik (pagaran energi meta) untuk diri pribadi dan orang lain sehingga terhindar dari serangan hipnotis, maghnetis, gendam, dan telepati negatif yang dikirimkan orang lain kepada kita.
Kemampuan membuat pagaran metafisik (pagaran energi meta) pada rumah, kantor, kebun, kenderaan bermotor, mobil, dan benda-benda berharga lainnya sehingga terhindar dari tindakan pencurian, perampokan, dan penodongan yang banyak terjadi di masyarakat.
Kemampuan membantu proses penyembuhan pada penderita yang terserang energi negatif dan pengaruh hipnotis, gendam, dan maghnetis negatif, sehingga pulih dan normal kembali.
Kemampuan melakukan terapi penyembuhan pada penderita yang tersurupi roh halus/jin berkekuatan hitam sehingga pulih dan sadar kembali.
Kemampuan membantu penyembuhan bagi penderita insomnia (gangguan sulit tidur) sehingga normal kembali, baik pada anak-anak ataupun orang dewasa.
Keselamatan tubuh yang lebih prima dari serangan senjata tajam baik bacokan, tusukan, tebasan senjata tajam :pedang, golok, samurai, badik, dll.
Keselamatan dari serangan senjata api.
Keselamatan dari ledakan bom, pecahan mortir, dan pecahan granat tangan yang kerap terjadi di masyarakat.
Keselamatan dalam perjalanan darat, laut, udara, maupun pendakian gunung, serta keselamatan dari bahaya hutan.
Menambah bobot pukulan tangan sehingga mampu meningkatkan kualitas pertahanan dari serangan kejahatan lawan.

Membangkitkan Ilmu Besi Kursani
Pembangkitan Ilmu Besi Kursani konon langsung tanpa puasa ,mantra atau tirakatbila dibantu dengan bantuan Guru. Jika tidak ingin menggunakan do’a /afirmasi, bisa dengan latihan napas.
Perbedaannya Seperti dijelaskan sebelumnya, pengkajian tentang ilmu unsur besi dasar (besi kursani, nur besi, besi jantan betina, besi qomarullah, dan nama-nama lainnya) dan pengkajian ilmu besi puncak yaitu Ilmu Hakekat Induk Besi adalah bersumber dari dasar ilmu yang sama. perbedaannya hanya pada level tingkatan. Pada masa lalu, seorang murid pendekar belum boleh mempelajari ilmu hakekat Induk Besi sebelum lebih dahulu mempelajari ilmu ilmu besi dasar (besi kursani, besi jantan-betina, besi bulan, nur besi, dll). Artinya, seorang murid harus mengikuti tahap proses pengkajian ilmu ilmu besi dasar seperti besi kursani, dll setelah itu baru diperbolehkan mempelajari ilmu hakekat induk besi (besi sofy atau besi sufy atau dalam istilah lain besi muharrim) sebagai level puncak dari pengkajian ilmu besi.

Namun saat ini, setelah melakukan ritual kontemplasi spiritual, menemukan pemberitahuan secara khusus dari sir qalbu bagaimana dapat membangkitkan (menurunkan) Ilmu Hakekat Induk Besi tanpa perlu melewati proses pembangkitan ilmu kaji besi dasar. (Besi kursani, jantan betina, qomarullah, dll).
Proses pembangkitan, baik pengkajian ilmu unsur besi dasar (besi kursani, nur besi, zat besi, besi salamah, besi qomarullah, besi putih, pulosani, besi berani, dll) maupun pengkajian ilmu besi puncak (yaitu: Ilmu Hakekat Induk Besi), jika mengikuti tradisi para jawara muslim tempo dulunya, tidak ada hubungannya sedikitpun dengan olah nafas, buka cupu, cakra, olah jurus, olah rasa/kepekaan, olah energi, dan sejenisnya seperti banyak yang diiklankan di website lainnya atau oleh mereka yang ingin mengajarkan ilmu kebal jenis lain (versi olah nafas, olah jurus, versi khodam, versi azimat, versi merajah tubuh, dan sejenisnya) namun mengiklankan ilmunya dengan menggunakan keterangan ilmu besi kursani maupun ilmu kaji besi. namun sebagai kekuatan energinya, mereka mengajarkan ilmu hakekat induk besi. mencoba memadukan rahasia tentang besi dengan keilmuan lain,sehingga terciptalah beragam rumusan baru letak besi dalam tubuh dengan beragam istilah buka titik besi tubuh, buka serat besi tubuh, cakra inti besi, dll. yang sebenarnya sudah jauh berbeda dengan metode pembangkitan tradisi ilmu besi pada masa lalunya dan inilah mungkin yang disebut dengan perkembangan ilmu batin dalam dunia supranatural. Proses pembangkitan ilmu unsur besi ini terutama ilmu besi pada tataran puncaknya yaitu Ilmu Hakekat Induk Besi, lebih menekankan pada pendalaman pemahaman hakekat bagaimana Allah mengharamkan tubuh manusia dimakan atau terkena semua jenis besi dan selain besi termasuk bisa racun hingga sampai pada hakekat pendalaman Ilmul Yakin menuju Haqqul Yakin (ilmu haq) dan biasanya melalui pendalaman pengucap ilmu yang dimaksud. Mengenai Ilmul Yakin dan Haqqul Yakin. Secara umum baik level besi kursani, besi jantan betina, dan ilmu pengkajian besi level puncak yaitu Ilmu Hakekat Induk Besi mempunyai kelebihan dan manfaat yang sama baik dalam hal perlindungan diri maupun penyembuhan penyakit.
Sebenarnya mengenai versi maupun level menurut Gus Hanif tidak perlu diperdebatkan, bagi praktisi pahami dan terapkan dulu ilmu Yakin, Ainul Yakin dan Haqqul Yakin yaitu tingkat kepercayaan/keyakinan diri:Ilmu -Yaqin: keyakinan yang didapat dari pengertian teori pelajaran.
Ainul-yaqin :keyakinan yang didapat dari fakta kenyataan lahir setelah terungkap/terbuka.
Haqqul-yaqin: keyakinan yang benar-benar langsung dari Allah dan tidak dapat diragukan sedikutpun,yaitu keyakinan yang mutlak.Bila mau mengamalkan ilmu apapun semua ada dalam Al Quran, sedang khusus Ilmu Besi induknya ada di Surat Al Hadiid.Untuk pengijazahan versi asli bisa hub.Ustd.Wahid dan Ustd.Ali di Indo Ghaib,mahar seikhlasnya.Semoga ini bisa menjadi wawasan berharga buat anda sekalian.

RAHASIA ZIKIR MAKRIFAT

Bagaimana cara berdzikir kepada Allah SWT sehingga kita siap untuk bertemu dengan-NYA?
Dzikir adalah sebuah aktivitas yang kaya akan aspek esoteris. Ia adalah bagian laku yang harus ada dalam sebuah perjalanan suluk menempuh jalan ruhani untuk mendekatkan diri dengan Tuhan Semesta Alam. Dalam prakteknya, berdzikir harus mengikuti aturan-aturan dan adab tertentu sesuai dengan cara yang dituntunkan oleh para guru spiritual sepanjang masa.
Pada kesempatan kali ini, akan dipaparkan adab berzikir dan tata cara zikir dengan harapan agar kita mendapatkan pengetahuan bagaimana berdzikir yang khusyuk agar kita bisa bertemu Allah SWT.
1. Membaca lafaz LA ILAHA ILLA ALLAH. Artinya: Tiada Tuhan selain Allah. Zikir ini disebut zikir NAFI ISBAT. Paling tidak dibaca 100 kali setiap hari terutama dibaca setelah sholat fardhu. Khususnya setelah Maghrib, Isya dan setelah sholat subuh. Lafaz ILLA ALLAH ini disebut Isbat yang artinya pengecualian atas segala sesembahan kecuali hanya Allah SWT.
2. Membaca lafaz ALLAHU. Zikir ini disebut ISMU AL-ASMA, dibaca sebanyak 33 kali sehabis sholat fardhu, terutama setelah sholat Isya.
3. Membaca lafaz zikir HUWA ALLAH. Zikir inilah yang disebut sebagai zikir GHAIB AL ISMI. Zikir ini dibaca setiap hari sebanyak 33 kali, setelah sholat fardhu, terutama setelah sholat Isya.
4. Membaca zikir HUWA, HUWA. Zikir ini disebut sebagai zikir GHAIB AL GHAIB. Zikir ini dibaca sebanyak 34 kali setelah sholat fardhu, sehingga jumlahnya (total item 2,3,4) sebanyak 100 kali.
Adapun gerakan dalam melafazkan zikir NAFI ISBAT tersebut haruslah mengikuti aturan sebagai berikut:
1. Ketika membaca lafaz LA, maka dengan gerakan kepala, lafaz LA tersebut dimulai dari bahu kiri menuju ke bawah ke arah perut, kemudian diputarkan mengelilingi tali pusat lalu diteruskan ke arah atas menuju bahu kanan;
2. Pada waktu berada di bahu kanan itulah lafaz ILAHA diucapan sambil kepalanya dimiringkan ke arah belikat kanannya;
3. Sambil kepala ditekan ke arah hati sanubarinya, lafaz ILA ALLAH diucapkan dengan penekanan pada sudut kiri bawah dada.
TIGA TAHAP BERDZIKIR
Ada tiga tahap adab berdzikir. Pertama, ada lima perkara sebelum berdzikir. Kedua, dua belas perkara pada saat mengerjakan zikir dan ketiga, ada tiga perkara setelah berdzikir.
Lima perkara yang harus dilakukan sebelum berdzikir adalah sebagai berikut:
1. Bertaubat kepada Allah SWT
2. Mandi atau mengambil air wudhu
3. Diam sambil mengkonsentrasikan diri pada zikir dengan mengikhlaskan hati sebelum berdzikir
4. Hatinya meminta tolong kepada para wali-wali Allah
5. Hatinya meminta tolong kepada Nabi Muhammad SAW
Sedangkan dua belas perkara saat berzikir adalah sebagaoi berikut:
1. Duduk bersila di tempat yang suci
2. Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha
3. Membuat bau harum di tempat zikir
4. Memakai pakaian yang halal dan pakai wangi-wangian
5. Pilih tempat yang tenang dan sunyi
6. Pejamkan mata
7. Bayangkan wajah wali Allah di antara kedua mata agak maju ke depan
8. Tetap istiqomah baik dalam keadaan ada orang maupun sepi
9. Tulus ikhlas hatinya saat berdzikir
10. Dzikir utama adalah LA ILAHA ILLA ALLAH
11. Berusaha menghadirkan ALLAH SWT dalam setiap mengucapkan dzikir LA ILAHA ILLA ALLAH
12. Meniadakan wujud lain selain Allah.
Sedangkan tiga macam adab lainnya setelah selesai berdzikir adalah:
1. Diam sejenak sesaat setelah usai melakukan dzikir dan tetap diam di tempat
2. Mengatur dan mengembalikan nafas seperti semula
3. Menahan diri untuk minum air
Sangat dianjurkan untuk melakukan pemutihan diri dari semua amalan negatif sebelum menjalankan ritual dzikir. Caranya adalah menjalankan PUASA selama 7 hari. Usai menjalankan puasa baru kemudian menjalankan amalan zikir rutin. Bagi para pejalan spiritual yang ingin lebih mendalami laku suluknya, maka disarankan untuk melakukan dzikir dengan cara:
1. BERTAPA (Uzlah). Ini adalah syarat agar laku suluk kita semakin bagus. Uzlah adalah mengasingkan diri untuk sementara waktu dari keramaian dan dari pergaulan sehari-hari. Ini biasa dilakukan oleh murid-murid tarekat di masa silam. Bila anda berkesempatan untuk uzlah, silahkan pergi ke gunung atau hutan dan carilah sebuah gua. Siapkan bekal makan dan minum yang cukup untuk sekian lama Anda inginkan. Pedoman selesainya uzlah adalah KEMANTAPAN HATI setelah bertemu dengan apa yang dicari. Namun kini, uzlah dianggap terlalu berat sehingga sebagai penggantinya adalah menjauhkan diri dari segala bentuk perbuatan maksiyat dan terlarang syariat.
2. NGAWULO (Mengabdi). Mengabdi pada “sang guru” selama berbulan-bulan atau mungkin juga hingga bertahun-tahun. Dalam konteks sekarang, cukup kita mengabdi kepada instruksi-instruksi yang diyakini benar dan tawadhu’ (merendahkan diri) untuk tidak mengaku dirinya paling benar dibanding diri yang lain.
3. AMAL SHOLDAQOH. Mengadakan amal shodaqoh dan infaq sesuai dengan kemampuan. Ini sebuah bentuk pengorbanan dan kerelaan melepaskan apa yang dimiliki karena sesungguhnya kita hakekatnya tidak memiliki apa-apa. Hanya DIA yang Maha Memiliki.
Dalam keadaan bersih lahir batin dan untuk sementara mengosongkan diri dari pengaruh duniawi itulah kita menghadap Sang Khalik Yang Maha Suci. Saat bersuluk ini, kita diharapkan untuk selalu menjauhi pikiran kotor dan suci dari batin yang penuh prasangka negatif (suudzon) dan menggantinya dengan prasangka baik (husnudzan) kepada Allah dan kita yakin bahwa hanya DIA-lah sebaik-baiknya tempat bergantung. HASBUNA ALLAH WA NI’MAL WAKIL, NI’MAL MAULA WA NI’MA N-NASIR (Cukuplah Allah sebagai tempat bersandar bagi kami dan Dialah tempat memohon pertolongan manusia).
Apa yang akan terjadi bila kita sudah melengkapi laku suluk mulai Dzikir dan Uzlah secara lengkap? Silahkan ditunggu kejadian-kejadian gaib luar biasa yang akan merubah hidup Anda selamanya. Wa salam.

Nawaitu Bin Niyat Madep Mantep Islam Sejati


“ Innama A’malu bin Niat “
Begitulah sebuah kalimat yang menjadi basic dan landasan bagi salah satu golongan/kelompok Agama yang ada di dalam negeri ini. Rasanya gak berlebihan jika saya mencontek salah satu Hadis yang sangat POPULER bagi kalangan awam.

“ Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada NIATNYA “ begitu kata sebuah Hadis atau maaaf klu saya harus mengatakan dengan istilah “ Pendapat “. Yah… sebuah pendapat yang berkembang di daerah Timur Tengah dan telah dianggap sebagai pendapat yang TULEN dan telah mendapatkan LEGALITAS dari para penyusunnya ( perawi ) yang kesohor dengan sebutan Hadis yang “ Shokheh “. Saya pribadi gak ambil pusing dengan Hadis tersebut dalam batasan mau disebut Sokheh atau Da’if halah..halah…sok ke Arab-araban…

Pedahal jujur saja saya gak mudheng dengan bahasa yang satu ini, walau sedari kecil selalu membaca yang TERSURAT loh.

Yah..niat memang merupakan dorongan untuk melakukan atau mengerjakan sesuatu. Karena itu, niat bukanlah merupakan “ Bahasa atau Suara “, niat bukanlah sebatas ucapan, baik itu ucapan dalam hati ataupun melalui mulut. Jika niat hanya berupa ucapan ( bersuara maupun dalam Hati ) itu sama saja antara mengucapkan niat untuk melakukan Sembahyang ( shalat ) maupun hendak melakukan Perampokan. Karena niat yang demikian, jelas tidak lebih UTAMA daripada PEBUATAN.

Sebuah Niat akan menjadi lebih penting daripada AMALAN yang banyak, bila niat itu merupakan KEHENDAK untuk melakukan segala sesuatu yang telah DIGAGAS dalam pikiran, niat yang sudah DIRENCANAKAN dan DIMANTAPKAN dalam pikiran dan Hati. Niat semacam inilah yang membedakan antara perbuatan KEBAJIKAN dan perbuatan KEJAHATAN.

Heks..heks…
Mungkin ada yang mau berseloroh neh…” klu begitu yah lebih baik ber NIAT saja, tidak perlu beramal atau bertindak “. Halah..halah…anggapan dan pikiran semacam ini jelas-jelas kurang memahami makna tentang NIAT yang tersurat dalam hadis Impor tadi.

Apa yang dimaksud dengan NIAT itu lebih baik daripada AMALNYA…??.

Begini nih…contoh yang paling sederhana, untuk membuktikan bahwa NIAT bisa dikategorikan lebih BAIK daripada AMALANNYA.
Ada 2 orang yang satu kaya dan satunya orang biasa ( pas-pasan ), mereka sama-sama berNIAT menolong dan membantu orang miskin. Mereka sama-sama memberikan uang kepada si miskin. Si kaya memberikan lima ratus ribu dan orang yang biasa tadi memberikan limapuluh ribu rupiah. Jika kita melihat dari segi banyaknya uang, tentu saja AMALAN si orang kaya tadi akan lebih besar NILAINYA dari pada si orang biasa ya nggak…ya nggak…!! Tetapi bagaimana jika dilihat dari segi NIAT..?? boleh jadi nilai yang diperoleh orang biasa jauh lebih besar ketimbang si orang kaya. Loh…kok bisa…?? Mengapa…?? Karena si orang biasa tadi memberikan bantuan berdasarkan uang SISA yang ada pada dirinya…wong namanya saja pas-pasan….he..he… Sedangkan uang si kaya yang diberikan kepada orang miskin tadi hanya sekian PROSEN dari KELEBIHAN uang yang dimilikinya.

Artinya NIAT si orang biasa ialah menolong dengan SEGENAP DAYA yang dimilikinya, sedangkan NIAT si kaya hanyalah menolong dari SEBAGIAN KECIL yang telah dimilikinya.

Nah dengan MEMAHAMI kenyataan demikian ini, kita akan bisa memahami bahwa ternyata memang NIAT itu LEBIH UTAMA daripada AMALAN atau PERBUATANNYA.

Sekarang mari kita perhatikan isi pesan dalam petikan Suluk Wujil yang merupakan Prinsipi hidup telah ada mengakar kuat di negeri Nuswantoro ini telah diulas begitu mendalamnya seakan telah ” Mbalung Sumsum ” dalam diri setiap Kawulo terutama poro sesepuh dalam kehidupan bermasyarakat yang Santun, Lembut, penuh Tepo Sliro dan Tenggang Rasa dalam bersosialisasi terhadap sesama manusia. Dan, inilah AJARAN hidup asli Anak Negeri Nuswantoro sebelum AJARAN produk luar ini masuk di bumi Nuswantoro embuh siapa yang membawanya. Berkut petikan Pitutur Orang/Ulama BIJAK versi suluk Wujil :

Heh Wujil, niyat iku luwih saking amale ponang akathah,
Nora boso utowo swara rek,
Niyating pingil iku kang gumelar nyanane reki,
Sejatine kang niyat nora niyatipun,
Niyating pingil gumelar,
Niyating Sembahyang nora bedaneki lan niyat ambe Begal.

Terjemahannya kira-kira demikian :

Hai Wujil, Niat itu LEBIH UTAMA dari amalan yang banyak, Niat itu BUKAN Bahasa ataupun suara Niat itu untuk melakukan TINDAKAN yang ada di dalam pikiran, Sesungguhnya yang disebut Niat itu bukan pada Niatnya, Tetapi Niat untuk melakukan tindakan yang TERUNGKAP, Kalau hanya Niat, maka niat Sembahyang ( Shalat ) yang tiada bedanya dengan niat Merampok.

Yah…yah…ternyata adanya Hadis seputar Niat yang bergulir dan berasal di Negeri seberang sono, telah ada di Negeri Nuswantoro ini. Lalu Apa bedanya yah…antara

Niat dalam Suluk Wujil versi dan Produk Bumi Nuswantoro dengan Niat versi dan Produknya negeri seberang..??. Adakah…adakah…???

Santri Gundhul ini mencoba merenunginya sambil NGISEP kretek 234…buull…buulll…asapnya ngepul bulet-bulet membumbung..melambung entah kemana tujuannya…hilang..lenyap…dalam KETAIDAAN….

Lantas,…. Terlintas dalam benak ini masihkah di HATI ini tetap memiliki NIAT untuk NGURI-URI Kabudayan Nuswantoro yang kenyataannya lebih PAS dengan CITA RASA lidah kita…??. Daripada harus merasa GEMAGAH ( superior ) dengan menelan mentah-mentah Produk luar yang ternyata baru dipahami sebatas Kulit Luarnya saja sambil “ MENGKLAIM bahwa Produk Ajaran dari luar lebih BENAR dan SHOKHEH “ ketimbang Ajaran HIDUP asli dan telah ada “ MENGAKAR kuat “ di Bumi Nuswantoro ini yang sempat dihembus-hembuskan sebagai Ajaran KLENIK, TAHAYUL, BID’AH dan KHUROFAT…??

Halah…halah…apa lagi ini Bid’ah, Khurofat…wis embuh aku ra mudheng…Mungkin ada baiknya kita sama-sama merenungkan sebuah Petuah si Mbah ini.

Pokoknya sekarang aku NIAT mau Ndlosor…..sambil kemulan sarung….terus sambil berbisik kupanjatkan sebuah NIAT juga, Duh..Gusti Kang Akaryo Jagad…Pejah Gesang hananiro kulo Haturaken dumateng Panjenengan.

Ingsun Teteken Muhammad, Suro suco ludiro Joyodiningrat lebur dening Pangastutiningsun.
ISLAM

Satemene Rukun Iman iku wis ono sajerone Rukun Islam, dadi satemene kang kudu di Imani iku Rukun Islam netepi anane Rukun. Iman, iman marang Alloh, Kitab-e, Rosul-e, Malaikat-e, Dino Wekasan (Kiamat), Qodlo lan Qodar ( Takdir lan Nasib ), kudu biso kawedar ono sajerone lakune Urip anggone .mapakake anane Syahadat-e, Sholat-e, Poso-ne, Zakat-e lan Haji-ne, dadi Rukun Iman iku dadi dasar anane Rukun Islam.

1. Iman marang Alloh SWT.

Iman marang anane Alloh ora amung sadermo nurut anane tembung jare, kudu biso ngudi dewe dununge Alloh, soko anane Syahadate, yen ngucap anane saksi kudu ngerti ope kang dadi wajib dedege manungso kang diangkat dadi Saksi, weruh dewe ope kang disakseni.

2. Iman marang Kitab-kitab Alloh.

Iman marang Kitab, ora sadermo biso moco lan ngerti terjemahane , kudu biso mawas kang tersurat utowo kang tersirat lan biso mapakake ono Uripe sarto , ngerteni opo kang dimaksud Pangeran nganti ngudunake / jarwakake tuntunan mau, koyo anane blegere Manungso Urip ono Jagad Royo iki, sabab opo kang dadi isine Kitab Al Qur’an Nul Karim mau yo anane isine Jagad Royo iki, sarine dadi Surat Al Fatikah yo anane wujud Manungso sarine Jagad Royo, dadi yen ngaku dedegi Umat Islam tuntunan soko Kanjeng Nabi Muhammad saw, yo kudu gelem ngakoni anane umat liyane kang isih netepi Urip sake anane laku Kitab kang luwih awal, koyo to yen isih ono Umat kang laku uripe netepi Tatanan Slamet sadurunge Kanjeng Nabi Daud as, utowo umate Kanjeng Nabi Daud as, mowo Kitab Jabur, umate Kanjeng Nabi Musa as, mowo Kitab Taurot, umate Kanjeng Nabi Isa as, mowo Kitab Injil, kabeh umat ing ngarsane Pangeran nyuwun anane ke-Slametan-e Urip yo anane Islam, Koyo anane umate Kanjeng Nabi Muhammad saw, Kang ke- Islam-anne wus kasampurnakake dene Pangeran, dadi kang kasebut Islam mau anane Umat anggone madep marang Pangerane nyuwun keslametan Uripe, biso kaperang netepi anane Ibadah, Sembahyang tan Sholat katerangake koyo ing ngisor iki :

a. Ibadah, anane Umat madep marang Pangeran sako anane Perilaku kang katindakake saben dinane, koyo wektu Umate Kanjeng Nabi Adam as, nganti satekane Umaate Kanjeng Nabi Daud as, koyo ucape para sesepuh biyen ” Ojo mlaku saliyane tindak kang becik ” , yoiku anane Ibadah.

b. Sembahyang, anane Umat madep marang Pangeran soko anane Perilaku lan Ucapan (omongan) kang katindakake saben dinane, koyo wektu Umate Kanjeng Nabi Daud as, nganti satekane Umate Kanjeng Nabi Muhammad saw, koyo ucape sesepuh biyen ” Ojo among – ngucap saliyane tembung kang apik ” , yo iku anane sembanyang.

c. Sholat, anane Umat madep marang Pangeran soko anane Perilaku, Ucapan lan Angen-angen kang katindakake saben dinane nyuwun anane keslametan Dunyo Akhirate, koyo ucape sesepuh biyen ” Ojo duwe angen – angen saliyane angen¬-angen kang becik ” , yoiku anane Sholat.

Dadi anane Umat madep marang Pangeran netepi Agomone kabagi anane soko tindak laku saben dinane ono 3 (telu) perkoro koyo ing ngisor iki :

1. Ibadah, yo Tingkahlaku dadi dasar Sembahyang ;
2. Sembahyang, yo anane Ucapan (omongan) dadi dasar Sholat;
3. Sholat, yo anane Angen-angen, jejege sake anane Sembahyang lan Ibadah.

Iman marang Kitabe Pangeran iku ono:

a. Kitab kang tinulis yo anane Kitab Garing, koyo to Kitab Jabur, Kitab Taurot, Kitab Injil, Kitab AI Qur’an Nul Karim lan sapanunggalane.

b. Kitab kang tersirat yo anane Kitab Teles, wujud sake maknane Badan saujud kite.

3. Iman marang Rosul.

Iman marang Rosul ing kono koyo iman marang Kitab :

a. Kang Garing, yo anane Kitab-kitab kang tinulis netepi ope anane lumrahe Urip, koyo kang wis kacaritakake ono sajerone Kitabe.

b. Kang Teles, ngerti anane Rosul iku sajatine Roso, sake anane Roso Rasane Urip Pangeran kang katitipake ,marang Umate, kanggo ngudi Jati Diri yo anane dedeg piadege Manungso manunggal marang Roso Urip, yo anane Roso soko Pangeran lan Umate, mengko ono beberane dewe.

4. Iman marang Malaikat.

Iman marang Malaikat, satemene kudu mangerteni yen Urip ing Jagad Royo iki ora dewe, ning akeh kang podo melu urip koyo bangsane lelembut kang pancen nyoto ono, bebarengan anane Pangeran anggone mujudake manungso, kanggo nguji imane manungso dewe-dewe, yen nganti kaliru bakal melu ono uripe lelembut mau, urip ono sajerone Alam Penasaran.

5. Iman marang Jaman Akhir.

Iman marang Dino Akhir yo Dino Pesti, yo anane Dino Wekasan, nyoto yen Manungso iku Urip ono Jagad Royo iki amung sadermo mampir ngombe disilihi Sandangan / Pangganggo, kudu ngerti ope kang dadi Wajibe Urip, Sunahe Urip, Makruhe Urip lan Larangan/Pantangan kanggo njejegi anane Urip kang Sampurno, iki wus ono sajerone Rukun Islam.

6. Iman marang Qodlo laD Qodar

Iman marang Qodlo lan Qodar, kudu mangerteni yen Uripe Manungso iku katulisake ono sajerone Kitab kang nyoto, Qodlo iku katulis ono sajerone Takdir Urip yo anane Tuntunane Urip ono Jagad Royo, sapo kang biso netepi anane Takdir Uripe bakal nemu Mulyo Dunyo – Akhirate, Qodar iku katulis ono sajerone Nasib Urip, jarwane opo kang dialami ono sajerone Uripe, iku wujud soko tindak – laku kang katindakake wus adoh soko anane Tuntunane Urip kang samestine, nyatane yen arep ono opo-opo Pangeran mesti maringi tondo luwih disik, dadi sing Eling biso netepi Takdire, yen Lali yo ono sajerone Nasibe.

Maknane Syahadat, yen karasakake ono sajerone netepi Wajibe Urip kang kudu dilakoni krona Alloh, ono sajerone urip ing Alam Dunyo, yen biso kabeberake iku kiro¬kiro koyo ing ngisor iki :

a. Urip iku umpamane 100% (satus persen) kuwajiban soko Alloh;
b. Syahadat amung ono 95% soko Urip;
c. Sholat amung ono 5% ( limang persen ) soko Urip;
d. Poso amung ono seperapate soko Sholat;
e. Zakat amung ono sapertelone poso;
f. Haji amung ono separohne Zakat.

Ing ngisor iki ono pituture leluhur menowo dedeg wajibe lan larangan kang dumunung ono Rukun Islam kang kudu di Imani kacaritakake koyo ing ngisor iki :

a. Syahadat : Anane Mahayu Hayuning Bawono cilike Keluarga, larangane Madon ;

b. Sholat : Anetepi angen angen kang becik,’ ndedegi Pamikiran kang Agung netepi anane Sastro Jendro Hayuningrat kanggo ngudi laku kang becik, larangane Madat ;

c. Poso : Kuoso nota Rasane Urip, maknane ngerti manowo Urip amung sadermo nglakoni, yen wistiti wancine ora nggowo opo-opo, kabeh anane soko panyuwunan kanggo nyukupi kebutuhan keluargane kang wujud soko ngunggulake Drajat Urip keluargane, larangane Mabuk ;

d. Zakat : Madep mantep marang kuasane Gusti anggone njogo Kanugrahaan lan Rakhmat Pangeran marang barang Pribadi, anane ngluhurake Asmo larangane Main;

e. Haji : Tegen anggone mapakake Roso yo anane kumpule Urip Roso Pribadi marang Kuasane Urip Pangerane, kuoso njogo arum gandane asmo ono sajerone Urip, larangane Maling.

Yen gelem ngudi kaluhurane Urip ing Alam Dunyo tumekane Alam Akhir koyo unine ayat ”Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanataw wafil aakhiroti hasanataw wa qinaa adzaaban naar” , kanti sabenere Manungso kudu mangerteni, lan mapakake opo sabenere Kalimat Syahadat iku, yen ora kaliru koyo kagambarake ing ngisor iki :

” Laa ilaaha illallahu Muhammadur Rasuulullah” ketemu anane :

1. HU mujudake anane Nur Illahi ;
2. Nur Illahi mujudake anane: a. Nur Muhammad,
b. Asma Alloh ono 99 Asmo lan Sifat Alloh ono 20 Sifat;

3. Nur Muhammad, Asmo lan Sifat Alloh mujudake anane Alam Dunyo saisine, yo anane Kitab AI Qur’an Nul Karim bebere wujud dadi Jagad Royo, sarine Kitab Al Qur’an Nul Karim bebere wujud anane Surat Al Fatikah, Surat Al Fatikah wujude makna dadi Badan Jasmani kito yo anane Jagad Dumadi, kang samestine isine Jagad Royo iku podo lan memper karo isine Jagad Dumadi yo anane Badan Jasad yo Badan Jasmani kito.

Ing kono Manungso bakal nemahi anane Urip lan Pati, mangerteni sejatine sopo kang Urip lan sopo kang Mati, biso kaematake koyo fig ngisor iki :

U r i p :

a. Arahe nunggal nyawiji, anane Tauhit, wujude urip Ikhlas – Sabar, koyo anane napas kito, gegambarane nafas wektu ono sajabane irung iku anane HU, yen wis ono sajerone irung nganti tekan gulu iku anane Allah, bareng ono sajerone dodo lan sateruse iku anane Urip kito soko Kanugrahane Pangeran yo biso kasebut wenange Pangeran wus kanugrahake dadi wenange Umat;

b. Sampurnane margo soko ngabekti marang Kaluargane, ngerteni yen Manungso ora biso wujud tanpo anane Bopo-Biyung kang kasebut Pangeran Katon, wujude toto – tentrem kasembadan kabutuhane.

c. Mulyane margo wus ketekan kekarepane, wujude biso nunggal marang Jatine Urip soko netepi Pangangen – angene nunggal marang panyuwunan ketemu keluhurane yo mapan ono sajerone Baitullah.

PAKUBUMI TANAH JOWO.

Ono sawijine tetenger soko Pinisepuh kang ono Gunung Tidar, wujud Tenger Pal pratelon mowo Sandi aksoro Jowo So kang kapendem saduwure Puncak kasebut Paku Bumi Tanah Jowo, mowo aran Nyi Ratu Roro Mangli, aksoro Jowo So mau ono 3 (te1u). aksara, yen ora keliru mowo maksud koyo ing ngisor iki :

a. Kang sapisan aksoro SO-l mowo maksud Sastro, kang wujud ono sajerone bebere Ponang Jabang Bayi kang isih ono sajerone kandutan si Biyung iku anane Sastro, yo kasebut Garis Panguripane si Jabang Bayi, anane Sastro sajabane Garis Takdir lan Nasib.

b. Kang kapindo aksoro SO-2 mowo maksud Sugih, kang mujudake anane dedege Ratu Rumah Tangga yo Ibu Rumah Tangga unine Sugih, Sugih iku titi wancine Panyuwunane si Biyung wektu ndedege isi kang kasebut Purborangrang kanggo Anak Bojo lan Putune, biso nyukupi kabutuhane kaluargane.

c. Kang kaping telu aksoro SO-3 mowo maksud Sandi, kang wujud ono sajerone lambe barange wong wadon, anarik rasane si kakung (lanang) kasebut Sandi yo anane Wadi, asline wujud sake buah Quldi, awal anane Roso kang biso mujudake anunggale Rasane Pangeran. Sandi yo Wadi iku Rasane Pangeran kang dumunung ono Manungso, kudu biso nunggal misah Roso Rasane Manungso kalawan Roso kang kasinungan Rasane Pangeran yo anane Roso Rasane urip Manungso Sejati, njejegi anane Kawulo marang Gustine.

Tetengeran mau kasebut aran Nyi Ratu Mangli, aran mau anane tembung sanepan kang mowo maksud kurang luwih Ojo Pangling utowo Lali, manowo Urip sajatine wis ono kang nota lan ngersakake, Manungso among sadermo anglakoni.

Sake tatanan mau kite bakal mangerteni awal anane Pangeran anggone mujudake Manungso, netepi :

A. Tatanan aksoro SO-1. koyo ing ngisor iki :

1. Wektu Wiji sake Bopo lan Biyung ketemu ing keno Pangeran ngudunake Wahyu Nungkat Gaib, yo anane Wiji Kang Samar, kang wujud sake Roso Rasane Pangeran, wujude Wahyu Gaib mujudakake anane ROSO KANG AWAL sake anane Manungso;

2. Wiji mau banjur wujud setetes Getih yo anane Rah, ing keno Pangeran ngudunake ROH, yen satemene yo ing wektu iku Pangeran nyiptakake anane Bongso JIN, setetes Getih mau banjur wujud dadi segumpal Getih, ing wektu iku anane Alame SETAN – IBLIS ;

3. Soko segumpal Getih banjur wujud dadi Segumpal Daging, ing kono Pangeran ngudunake NYOWO bebarengan mapakake anane Wahyu Doyo Gaib, kang satemene Pangeran nyiptakake anane Bongso MALAIKAT ;

4. Sabanjure segumpal Daging wujud gegambaran Bayi soko anane Pangeran mujudakake “Sungging Purbangkoro” kang satemene soko anane Neptu Gaib mujudake anane SASTRO, yen ing Kuno biso kasebut ” Sastro Jendro Hayuningrat; Mahayu Hayu ning Bawono ” , yo anane Dino Pesti ;

5. Gegambaran Bayi banjur wujud anane Bayi kang sampurno, ing kono Pangeran mapakake anane ATMO yo anane Alame ASMO, Asmo kang wujud soko anane LELUHURE ;

6. Bayi lahir Sampurno, ing kono soko anane Wahyu Panguasane Gaib, yo mudune Kanugrahaane Pangeran kang wujud Sukmo, yo anane Uripe si Bayi, bayi banjur ngekarake derijine nuduhake yen Wahyu Neptu Gaib wus nunggal nyawiji, ing kono asline Pangeran ngudunake Wahyu Nungkat Gaib wus nunggal wujud ono sajerone badan saujude si jabang bayi, satemene Wahyu Nungkat Gaib mau wujud soko anane Nur Muhammad, kang bakal wujud dadi Nurcahyo yo Drajat Urip si Bayi.

Yen nurut gegambaran soko Surat Al Fatikah :

1. Ayat 1, ayat 2 lan ayat 3 ing kono anane Sukmo-yo Urip nguripi Umate ; soko Pujine Jagad Royo marang Pangeran kerso ngudunake Umate ing Alam Dunyo, krona Welas – Asih kanggo netepi Kratonan Jagad Royo, Manungso Kawenangake dadi kalifah ing Alam Dunyo, manowo sampurno Syahadate, bab iki kang wenang amung Pangeran.

2. Ayat 4 fig kono satemene anane Jiwo, soko wujud nunggal nyawiji anane :
a. Atmo yo alame Asmo netepi leluhure wektu Urip.
b. Nyowo yo alame Tetanduran mujudake Rojo Kayon mapane Bebalungan.
c. Roh yo alame Kekewanan, mapan ono Rah – Getih, banjur sumrambah ono Badan Jasmani saujud mowo tandane Urip.

Nuduhake manowo soko Kersane Pangeran Manungso iku wewujudan soko nunggale :
a. Rah yo alame Kekewanan dadi Rajane Kekewanan.
b. Roh yo alame Jin-setan dadi Rajane Jin – Setan.
c. Nyowo alame Tetanduran dadi Rajane Rojo Kayon yo anane alame Malaikat.
d. Atmo yo alarne LeIuhur, wenang nyarnpumake; patine LeIuhure. Bab iki anane wenange Pangeran kawenangake dadi wenange Umate.

3. Ayat 5, ayat 6, ayat 7 ing kono anane Roso kang awal yo Roso Rasane Pangeran, kanggo mujudake Roso Rasane Manungso, yen antuk Makrifate Al Fatikah bakal mujudake anane Roso Rasane Urip Manungso Sejati, margo soko UIah-Laku Umat anggone netepi Urip ono ing Alam Dunyo, lan biso mangerteni anane ke Dholiman ora nunggal marang Uripe, dadi wenange Umat, kang satemene bebering Roso iku biso kapilah ono:

a. Roso kang awal yo Roso Rasane Pangeran, kang nuntun sawemane Roso.
b. Roso kang soko anane Alarn yo anane Roso Sejati – Sejatine Roso.
c. Roso kang soko anane Poncodriyo, yo anane Roso soko babahan Howo Songo.
d. Roso Kang soko anane Sifat Aluarnah, Mutmainah, Amarah, Supiyah.
e. Roso soko Alam, Poncodriyo Ian Sifat yen kakumpulake banjur biso wujud dadi Roso Rumongso.
f. Kabeh Roso mau yen biso katunggalake nyawiji banjur wujud dadi Roso Rasane Urip Manungso Sejati.
B. Tatanan Aksoro SO-2 koyo ing ngisor iki :

Kang dimaksud Sugih, ing kene netepi anane Uripe Manungso kang wis biso mapakake Janjine Pangeran yo anane Urip Jejodohan, Sarnpumo mapakake Rasane Urip yo mekare ( makrifat ) Syahadate, bakal nemahi Kamulyane Urip yo anane soko bekti marang Wongtuwo sakloron, Morotuwo sakloron wujud dadi anane Pepuden ing lumrahe kasebut Punden Kang samestine ing wektu iku anane Pangeran mujudake dedeg piadege Wahyu Purbojati, Wahyu Purborangrang, Wahyu Purbosari.

a. Wahyu Purbojati anane wektu si kakung mujudake dedeg piadeg dadi Kepala KeIuarga.
b. Wahyu Purborangrang anane wektu si isteri mujudake dedeg piadeg dadi Ratu Rumah Tangga.
c. Wahyu Purbosari wujud soko panyuwunan si Kakung lan isteri marang Pangerane mujudake anane anak lan dunyo brono, kang satemene ono mudune Wahyu Jodoh, Wahyu Drajat, Wahyu Rejeki kang kasebut anane Wahyu Dorodasih.

C. Tatanan aksoro SO-3 koyo ing ngisor iki :

Kang dimaksud Sandi utowo Wadi iku satemene dedeg piadege ROSO netepi ono Rasane Pangeran, anane Wiji Kang Samar yo Wahyu Nungkat Gaib, mapane ono sajerone Lambe Barange Wong Wadon krona anane buah Quldi, awal anane kedholirnan, kamongko sapo bae yen netepi Among Nunggal Roso ( Senggomo ) yen ora kaawali sake anane Syahadat ing keno iku kalebu laku DHOLIM, kadadeyane bakal anane rusake Jagad Royo, yen kabeh podo ora ngerti maknane Syahadat (isine Jodoh) ono Uripe bakal anane Kiamat.

Satemene Sandi lan Wadi mau ono soko Lakune Pangeran, kang Nglakoni Umate, ning ora kabeh laku Among Nunggal Roso kedunungan Sandi lan Wadi, yen kajarwakake mowo maksud Among Nunggal Roso iku satemene laku ono sajerone Sifat Dholim kang samar.

I. DINO LAN PASARAN

Iki tatanan kang nuduhake arahe Urip kang kawoco sake anane Dino lan Pasaran, kang kawoco soko anane tatanan Neptu Go’ib ono ing Dino :

1. Jum’at Wage = Jowo,
2. Ahad Lagi = Allah,
3. Seloso Pen = Sapo, koyo kasebut ing ngisor iki:

I. Jum’at Wage= Jumat : huruf awal Jo =- neptune = 6
Neptu = 10 = Wage : hurul awal Wo - neptune = 4

Yen huruf awal kajumbuhake muni Jowo, kang mowo maksud hakekate Urip, yo maknane Urip, dadi kang dimaksud Jowo iku yo manungso kang ngerteni Sejatine Urip ing Alam Dunyo, ngerti anane Islam yo Slamete Urip ono ing Alam Dunyo yen ora kaliru ngerti bebere Kitab Layang Kalimosodo yo anane Syahadat kang turun ono Tanah Jowo dadi tuntunan anane serat Sastro Jendro Hayuningrat, Mahayu Hayuning Bawono, yo tuntunan Urip marang Perilaku kang nuduhake anane Hak lan Wajibe Urip, dadi kang kamaksud Jowo ing kene dudu Pawongan Kang lahir ono ing tanah Jowo utowo Suku Jowo.

Jumat Wage, Ahad Legi, Seloso Pen kabeh Neptune yen kagunggung ono neptu 10 anuduhake anane kabeh kang wis Kaciptakake dene Pangeran ing Alam Dunyo iki yen kagunggung nurut kasatuanne yo among ono 10 macem koyo kasebut ing ngisor iki :

1. Lemah / tanah 6. Tetanduran
2. Banyu 7. Kekewanan
3. Geni 8. Jin, Setan, Iblis, lelembut
4. Angin 9. Malaikat
5. Watu/Bebatuan ( Wesi, emas, 10. Pawongan (Wong, Tiyang, Manungso)

Yen Jum’at neptu 6 ing kono anane soko rukun Iman, yo biso kasebut soko anane wadah, dadi Dino iku mujudake wadah, lan yen Wage neptu 4 ing kono anane sedulur 4, yo anane isi, dadi Pasaran mujudake isi. Kaumpakake Wadah iku Jasad, isi iku Rogo, ing kono iku ketemu :

- Wadah = Jasad anane Badan Kasar - Jagad Royo – Kitab AI Qur’an
- Isi = Rogo anane Badan Alus - Jagad Dumadi – AI Fatikah.

Manowo kawoco soko gebyar lan gumelare Jagad salumrahe, ing kono ketemu anane dedeg piadege Wahyune Kaluarga kang dadi isine wujud Wahyu Purbo Jati, Wahyu Purbo Rangrang mujudake anane Wahyu Purbo Sari, kang nyoto wujud soko isine Neptu 6 ono ing Dino Jum’at wujud dadi :

1. Kemanten sakloron = 2
2. Wongtuo sakloron = 2
3. Morotuo sakloron = 2, yen kagunggung kabeh ono 6.

yen ing Pasaran Wage wujud soko anane
1. Sandang – pangan.
2. Papan – Pomahan.
3. Anak, Dunyobrono.
4. Luhure Kaluarga, yo isine Keluarga Sakinah “ma Warda wa Rohma yo anane Drajat Dunyo – Akhirat.

Yo ing isine dino Jum’at Wage iki awal bebere Kalimah Syahadat awal dedeg ¬adage Islam ono sajroning Ati – Nurani Manlingso.

Yen Jum’at neptu 6 ing kono anane rukun Iman, lan yen Wage neptu 4 ing kono ugo biso kagambarake cagak 4 utowo awal anane anasir 4 perkoro yo anane Bumi, Banyu, Geni lan Angin, anane Manungso manembah marang Pangerane soko Percoyo – Yakin – Iman marang Rukun Iman :

1. Allah, ono anane, kabeh wujud soko Kekarepan – Kehendak kang Nyoto Tulisane.
2. Kitab, a. ganng : a. Kitab Jabur - Nabi Daud as.
b. Kitab Taurot - Nabi Musa as.
c. Kitab Injil - Nabi Isa as.
d. Kitab Alqur’an - Nabi Muhammad saw.
b. teles : a. Garis Takdir, katulis among sepisan ora kaambalan maneh.
b. Garis Nasib katuIis soko Tindak Laku, Pakaryan lan obah – musike Kekarepan Urip Manungso.

3. Nabi Lan Rasul
4. MaIaikat, Jin – setan
5. Kiamat, Hari Akhir
6. Qodlo – Qadar, anane Takdir -Nasib wujude hukum Sebab – Akibat.

Cagak 4 wujud soko Anasir awaI, yoiku Lemah/Tanah, Banyu, Geni lan Angin kang nuwuhake anane :
a. LemahjTanah netepi Sifat Aluamah, anane Sabar – Narimo, wujud uripe soko kagowo Serakah
b. Banyu netepi Sifat Mutmainah, anane Adil, timbang Pamikirane, wujud uripe soko kagowo Iri – Drengki.
c. Geni netepi Sifat Amarah, anane Perkoso, anduweni Doyo – kekuatan, wujud uripe soko kagowo Murko – Nesu.
d. Angin netepi Sifat Supiyah, anane Adek Pribadi – Mandiri, wujud uripe soko kagowo Sombong – Angkuh.

Kaumpamakake Iman iku Kusir, Cagak 4 (papat) iku Jaran 4 (papat), kang playune nurut kekarepane dewe-dewe, sing kelir ireng playune ngalor tok, sing kelir putih playune ngetan tok, sing kelir abang playune ngidul tok, sing kelir kuning playune ngulon tok, Bendi-ne wujud soko anane Badan, Playune wujud soko Ragane tujuane netepi anane kekarepan.

Dino Jum’at dadi dino kekeran poro Nabi – WaIi, nyoto soko anane Sholat sunat Jum’at, ing kono margo soko Kanugrahane Pangeran Kang Moho Agung, kanggo Umate supoyo gelem Eling marang anane Tatanan Urip Bebrayan ing Alam Dunyo.

II. Ahad Legi : Ahad : huruf awal A - Neptune = 5
Neptu 10 : Legi : huruf awal LA - Neptune = 5

Yen huruf awal kajumbuhake muni Allah yo anane Pangeran, manungso wajib ngawruhi sopo sejatine Pangerane, ing dino Ahad Legi iki anane awal mbukak kawruh kang wis kasebut ono sajrone wawasan Ahad Legi.

Ahad neptu 5 gegambaran soko sedulur Papat ke Limo Pancer, wujud nunggal dadi Badan Kasar, kasebut njobo.

Legi Neptu 5, ono anane njero yo Badan Alus wujud soko anane :

1. Roso : soko Sifat Aluamah, Mutmainah, Arnarah, Supiyah, lsp.
2. Roh : soko manunggale Uripe Kekewanan.
3. Nyowo : soko manunggale Uripe Kekayonan yo Tetanduran.
4. Atmo : soko Gondo Arum Asmane ( sampurnane Budi – Luhur / Ahlak yang terpuji Umat ) alame Asmo Leluhure.
5. Sukmo : soko Kanugrahane Pangeran.

Ing ngisor iki satemene anane tatanan Roso kang dumunung ono sajrorie Badan saujude Manungso :

A. Roso : 1. Rasana Pangerane.
2. Roso Sejati yo Sejatine Roso, Roso kang wujud soko manunggale Roso Rasane Jagad Dumadi marang Roso Rasane Jagad Royo koyo to:
a. Uyah iku asin, asin durung mesti anane uyah,
b. Gulo iku legi, Legi durung mesti anane gulo,
c. Asem iku kecut, kecut durung mesti anane asem.

3. Roso Poncodriyo
a. Pangroso /Pangucap,
b. Panggondo,
c. Pandulu, d. Pangrungu,
e. Pangrobo.
4. Roso kang wujud soko anane manunggale Roso Sifat Aluamah, Mutmainah, Amarah, Supiyah.
5. Rasane Umat yo anane Roso Rumongso kang wujud soko kemampuane Umat anggone nunggalake Roso Rasane Pangeran, Roso Poncodriyo, Roso Sejati – Sejatine Roso, Roso soko anane Sifat Aluamah, Mutmainah, Amarah, Supiyah wujud nunggal ono ing anane Laku yo anane Tingkah Laku Budi Howo saben dinane kang bakal mujudake anane Akhlak kang minulyo.
6. Roso Rasane Urip Manungso Sejati, wujud soko nunggal nyawiji anane sakabehe Roso kang kasebut ing duwur mau.

Soko kawruh kang wis kabeber ing duwur, kito biso anglakoni nunggalake Rasane Umat wujud nunggal marang Rasane Pangeran sake wujud jumbuhe angen-angen lan nunggale kekarepan.

A. Roh : Roh iku Uripe Kekewanan kang nunggal marang Badan saujude Manungso, ananne Kanugrahan soko Pangeran kanggo netepi Serat Sastro Jendro Hayuningrat, Mahayu Hayu Ning Bawono.
B. Nyowo : Nyowo anane Uripe Tetukulan / Tetanduran kang nunggal marang Badan saujude Manungso, anane Kanugrahan sake Pangeran kanggo netepi wajib mapakake Serat Sastro Jendro Hayu Ningrat, Mahayu Hayu ning Bawono.
C. Atmo : Atmo iku Alame Asmo, wujud nunggal marang Manungso sake Dino kalahirane lan tetengeran yo Jeneng yo Aran kang sinebut sake Wongtuwane, kang kudu rinekso Manungsane supoyo biso anggondo Arum.
D. Sukmo : Sukmo yo anane tetengeran soko Pangerane kanggo papan nunggale Kawulo Gustine.

Soko katerangan ing duwur mall manungso biso njupuk Hak sake Pangeran yen manungso mau wis biso nglakoni kang dadi wajibe, yo soko wis biso anglakoni anane Mahayu Hayuning Bawono.

Roh iku Uripe Kekewanan kang nunggal marang Badan saujude Manungso, anane Kanugrahan sake Pangeran kanggo netepi wajib mapakake Serat Sastro Jendro Hayu Ningrat, Mahayu Hayu ning Bawono.

Ahad Legi yo biso kawoco A iku anane Ho lan Le iku anane La koyo kasebut ing ngisor iki :

1. A – Aku : Aku anane Pangeran, kang mengku anane Kitab Serat Layang Kalimosodo,
2. La – Laku : Laku, lakune Manungso ono sajrone bebering Kitab Serat Layang Kalimosodo,

Pangeran kang mengku Karep nunggal marang Kekarepanne Manungso mujudake gegayuhan kang kinarepake manungsane.

Kang biso nunggalake lan ngerteni wektu Badan Kasar nunggal marang Badan Alus kudu biso netepi anane Wahyu Trias Wiji yoiku sake :
a. Tekun, anane nota nafase,
b. Temen, anane tingkah lakune,
c. Teliti, marang satindak – laku lan obah musike kahanan,
d. Awas, marang anane Gudo – Cuba – Pengaruh – Gangguan,
e. Sabar, marang sepapadane Urip.

Bakal biso ketemu marang Alam Kelanggengane yo Mulyane Urip ing tembe.

III. Seloso Pon : Seloso : huruf awal So - Neptune = 3
Neptu 10 : Pon : huruf awal Po - Neptune = 7

Yen huruf awal kajumbuhake unine Sapo, ing kene mowo maksud Manungso wajib ngawruhi sapo Sejatine Pangerane lan sapo Sejatine Manungso, opo kekarepanane Pangeran kanti sake Kanugrahane Manungso mudun Urip ing Alam Dunyo, opo kang dadi Hak-e Manungso ing Alam Dunyo lan opo kang dadi Kewajibane Urip ing Alam Dunyo.

Sejatine Pangeran lan Sejatine Manungso yen ora kaliru kasebut koyo ing ngisor iki:

1. Dzat-e Hu ayang-ayangane wujud dadi Dzat-e Alloh yo kasebut Dzat-e Pangeran.
2. Dzat-e Alloh yo kasebut Dzat-e Pangeran, ayang-ayangane wujud dadi Nur Muhamnlad yo kasebut Wahyu I Sukmane Jagad Royo.
3. Nur Muhammad yo kasebut Wahyu / Sukmane Jagad Royo, ayang-ayangane wujud nunggal dadi Jasad, sake Kanugrahane Pangeran dadi Badan saujud-e Manungso.

Koyo wektu Pangeran nyipto anane Kanjeng Nabi Adam as., sake ruwet ¬krenteg-e Urip, Pangeran nyipto anane Ibu Howo kanggo netepi Sampumane Urip Manungso, sake Sampurnane Urip Manungso kanggo netepi Gumelare Urip, Kanjeng Nabi Adam as. lan Ibu Howo kaudunake ono ing Alam Padang yo anane Alam Dunyo soko Kanugrahane Pangeran.

Soko kaweruh ing duwur, ing keno ono anane sarine Gumelare Drip kang awal koyo ing ngisor iki :

1. Hu netepi anane Alloh, banjur Nur Muhammad netepi isine Jagad Royo, banjur anane Manungso. Ing keno ketemu anane ongko 3, kang dadi Neptune Dino Seloso, yo anane Wadah Panyuwunan.
2. Netepi anane Gumelare Urip ing Alam Dunyo turun remuntun ketemu anane, Cukul – Ngendok – Manak, ing kene ketemu ugo anane ongko 3, kang dadi Neptune Dino Seloso.

Satemene Pangeran ora anduweni Karep opo – opo sake anane Manungso, amung ing keno ono anane Geter-e Urip, kang katuntun sake anane Serat Layang Kalimosodo, Kanugrahane Pangeran kanggo adeg – dedeg Urip Bebrayan ing Alam Dunyo, netepi Gumelare Urip Manungso.

Soko Geter-e Urip lan anane Serat Layang Kalimosodo, ing keno wis wujud anane Hak kang ono anane soko lakune Urip Manungso, katuntunake sake Kanugrahane Pangeran ono ing :

1. Serat Al Fatikah, satemene wujud Pasemon sake Lakune Urip Manungso, “kanggo netepi Urip Bebrayan ing Alam Dunyo, netepi Wajib-e Urip koyo ing Serat Sastro Jendro Hayu Ninggrat, Mahayu Hayu ning Bawovo, kang utomo Tapak Laku yo obah – mosike Budi – Howo ono ayat ” Ihdinash shirothol mustaqim ” lan ” Ghairil magdhuubi ‘alaihim wa ladhdhaalliin “, ing Serat Al Fatikah iki ketemu anane ongko 7, soko anane ayat Serat Al Fatikah kang dadi Neptune Pasaran Pon yo ono ongko 7, netepi wujud isine Urip yo Drajat-e Urip ing ngarsane Pangerane.

2. Do’a Sapu Jagad ” Robbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhiroti hasanataw wa qinaa ‘adzaaban naar ” ing kene soko isine maksud dadi arahe Urip Manungso ing ngarsane Pangeran, Slamet Dunyo – Slamet Akhirat, soko anane Slamet Akhirat ono ongko 7 kang nyebutake anane Swargo lapis 7 Neroko lapis 7. ongko 7 dadi isine neptu Pasaran Pon, yo anane arahe isine Urip.

Soko anane kawruh ing duwur, kang nerangake anane Urip lan Pati, nerangake anane Tatanan Slamet yo anane Tatanan Islam.

M a t i
a. Papane Ikhlas, ketemu Lego – legowo.
b. Sampurnane ono 5 perkoro :
1. Sing mati Poncodriyo.
2. Kang teko Pesti.
3. Kang lunggo Sukmo.
4. Kang bali Jasad/Badan/Dzat.
5. Kang ditinggal Asmo.

c. Sesebutane iku ono 4 perkoro :
1. Mati manyasar.
2. Mati manyusup.
3. Mati manitis.
4. Mati manatas.

Anane gegambaran mau biso kawoco manowo Pangeran anggone nyipto Manungso ora sadermo ” Kun fayakun “, mbutuhake wektu yo anane Neptu kang jlimet koyo Kersane, amarga Manungso kadadekake Kholifah / Pemimpin ing Alam Dunyo, sapo kang kliru anggone nemtokake anane Urip yo ketemu ke1iru anggone mbalik marang asale.

Koyo salah sijine carito kang keno kaematake ono ing ngisor iki :
Wektu Kanjeng Nabi Muhammad saw ono sajroning Mi’raj, Pangeran ngandikan soko walike Tirai / tabir,. Tirai / tabir iku anane soko asta / tangan sak kloron, sak temene kang kasebut Tirai / tabir iku sajatine yo anane Kalimah Syahadat yo Kitab Layang Kalimosodo, dunung ono epek-epek tangan kiwo lan tengen, nulis pakaryane, sarto epek-epek suku / sikil kiwo- tengen kanggo nulis tingkah-laku kang katindakake saben dino, supoyo kito Urip ono sajeroning Alam Dunyo iki biso tansah waspodo tan ngati-ati, koyo kang kasebut ing ngisor iki :

1. Ati-ati ojo gumampang ndedegi urip ing Alam Dunyo ( Marcopodo – ono tengah), amarga anane urip ing clam dunyo kudu biso njejegi sifat adil, kuwoso ngatur urip pribadi soko bebering Kalimah Syahadat yo Kitab Layang Kalimosodo, supoyo ora gampang keblidru marang samubarang kang durung mesti anane, amarga Kalimah Syahadat yo Kitab Layang Kalimosodo iku sejatine Tulisan Takdir kito kang wus dikersakake netepi Kamulyane Drip, yen Tulisan Nasib amarga soko kito mburu Nepsu lan keblidru marang samubarang kang durung mesti anane amarga kurang Imane.

2. Kang katoto ono tengah sajatine dedeg bebering Kitab Layang Kalimosodo, yo anane Kahanan Drip kito Pribadi ono lakune Urip, lakune Urip nunggalake anane Jagat Royo marang Jagat Dumadi sampurno wujud sajerone ono anane Alam Kelanggengan .

3. Amargo anane Urip iku kudu mangerteni Dedeg Urip Pridadi marang Dedeg Uripe Kaluargo kaembanake marang Wujud Gumebyar gelar Cahyone Urip, yo anane Kawibawan kito Pribadi

4. Urip Pribadi mangerteni sapo sing njaluk mangan-ngombe, ono kadedayan ope sajrone mangan lan ngombe, sarto wujud ngrungkepi rage dapi ope ?

a. Sing njaluk mangan lan ngombe iku anane Aluamah sifate Bumi, kudu biso rumekso Uripe, anane wujud kuoso nyukulake wiji kekarepan lan biso nyukupiopo kang dadi isine pangangen – angen sarto mujudake ono anane Gumelare Urip, mapake anane Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Jalal, yo dedege Gusti Kang Moho Agung, kuoso ngayomi Urip Pribadi, Urip Kaluargane.

b. Sing mangan lan ngombe iku anane Mutmainah sifate Banyu, kudu biso ndedegi kuwasane Gusti Kang Moho Adil, ora gampang kasemsem marang ka¬indahane Jagat Royo, ora melik marang barang kang durung mesti Hak anane, mapakake Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Jamal, mumpuni gawe ka-¬Elokane Jagat, kuoso note anane wujud sarine pangangen – angen biso gumebyar sanaliko, netepi sampurnane Rogo Sejati kanggo nyukupi kabutuhan Kaluargane.

c. Sajroning mangan lan ngombe ono kadadeyan sake anane Amarah sifate Geni, sajrone urip kudu biso mapakake Santosane Urip, ora ambeg siyo marang liyan, biso dadi panunggule bebrayan, yo anane Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Kahar, mumpuni ing gawe mujudake ka-Wisesane Gelare Urip Pribadi kito marang ka-Santosane Urip Kaluargo.

d. Sajroning mangan lan ngombe ono wewujudan sake anane Supiyah sifate Angin, sajroning urip kudu biso mapakake dedeg urip pribadi kito kang unggul ing drajat, ora gampang keno owah gingsir ono sajrone gelare urip yo obah ¬musike jaman, yo anane Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Kamal, biso dadi Pepujine Urip ing Jagat Royo soko anggone biso Sampurno note Urip Kaluargane lan Urip Pribadi kito ono ing bebere Kitab Layang Kalimosodo.

e. Kumpule ope kang dipangan lan diombe mapakake anane Gondo, sumrambah ono sajrone Rogo nguripi anane Doyo – Roso, mujudake anane nungale niyat ono sajrone angen – angen ngrungkepi mantepe karep, biso wujud gumelar keturutan kang dadi panyuwunane, unggul drajat uripe. Ojo nganti keliru utowo kasemsem marang gumebyare ka-Elokane kekarepan, ben biso Mulyo Urip ing Dunyo Akhirate.

Ojo nganti kasemsem marang ka-Indahane wewujudan kang Elo,k asal soko Aluamah, Mutmainah, Amarah tan Supiyah ben ora keduwung ing tembe mburi. Sajatine mangan lan ngombe iku wewujudan awal nunggalake anane Jagat Royo marang Jagad Dumadi supoyo biso karoso Panguasane Jagad Royo ono sajrone Rogo, menowo teller kudu kalarasake marang Nafas netepi anane Geter, Gerak, Pangucap, lan Pangawasane Urip Pribadi kito nunggal nyawiji ono sajrone Urip Sejati.

A. Nafas ono ing (tanpo eling)

1. Wadug : Uripe Bumi, nguripi Aluamah anane Serakah.
2. Ginjel : Uripe Banyu, nguripi mutmainah anane Iri drengki.
3. Paru paru : Uripe Angin, nguripi Supiyah anane Sombong jumawa.
4. Jantung : Uripe Geni nguripi Amarah anane Sereng murko.
5. Ati : Uripe Watu, nguripi kang ngaku Jati Diri anane Pengkuh kaku .

B. Nafas lungguh mapan ing ( eling )

1. Wadug : Netepi eneng- ening mujudake sifat Dermo Sabar.
2. Ginjel : Netepi eneng-ening mujudake sifat Samudono sembarang gawe biso.
3. Paru paru : Netepi eneng-ening mujudake sifat Mengku Drip, Ngayomi.
4. Jantung : Netepi eneng-ening mujudake sifat Wiseso, Santoso Uripe.
5. Ati : Netepi eneng-ening mujudake sifat Kuoso, Sampurno nota Uripe.

Animated Pictures Myspace CommentsAnimated Pictures Myspace Comments