Tampilkan postingan dengan label kunci mantra gaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kunci mantra gaib. Tampilkan semua postingan

Kunci Rapal Mantra


Hakekat Mantra
Sebenarnya mantra tidak punya kekuatan apa-apa. Terbukti bila mantra dibaca oleh orang awam yang tidak mengerti ilmu mantra, maka tidak akan berefek apapun kepada dirinya. Cobalah meminta seorang anak kecil menggenggam gembok lalu suruh membaca mantera Pembuka Gembok tanpa kunci, apakah dijamin bisa terbuka seketika? Atau cobalah baca mantra kebal, kemudian iriskan sebilah pisau ditubuh anda, apakah menjamin badan anda akan kebal? Tentu saja tidak menjamin berhasil! Karena sesungguhnya mantra juga merupakan sebuah doa permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Adapun bila setelah membaca doa atau mantra lalu terjadi kejadian diluar nalar, irasional, kemampuan luar biasa, tentunya semua itu terjadi atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
Semua buku doa dan zikir pasti memuat mantra. Setiap orang Islam meyakini bahwa ayat suci Al-Quran memang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang beriman (Q.S. Al-Isra:82). Banyak hadist yang menceritakan tentang ayat suci Al-Quran yang berkhasiat sebagai sarana penyembuhan. Misalnya surat Al-Fatihah yang oleh seorang sahabat Nabi, bisa digunakan untuk menyembuhkan orang yang terkena racun ular. Bahkan Ibnul Qayyim, seorang ulama besar, senantiasa menggunakan surat Al-Fatihah untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Meskipun tak satupun orang muslim yang meragukan Al-Fatihah, tapi kenyataannya tidak semua orang bisa mengobati dengan surat Al-Fatihah. Hanya orang yang mengetahui rahasianya, memenuhi syarat dan mendapat pertolongan dari Allah-lah yang bisa mengobati dengan Al-Fatihah.
Walaupun belum bisa menggunakan Al-Fatihah sebagai obat segala penyakit, tapi tak satupun dari umat muslim yang berani meremehkan Al-Fatihah, apalagi mengatakan bahwa Al-Fatihah tidak manjur. Justru mereka menyalahkan diri sendiri karena memang dirinya belum ahli mengobati dengan Al-Fatihah.
Mantra tidaklah sepadan jika disandingkan dengan Al-Fatihah, tapi hendaknya seperti inilah kita menyikapi mantra yang hakikatnya hanya perantara untuk memohon pertolongan Tuhan.

Mantra yang sah
Dipandang dari tujuan permohonan, mantra ada 2 jenis. Pertama, mantra yang sebetulnya adalah doa permohonan kepada Tuhan. Kedua, mantra yang berupa kalimat-kalimat untuk menghadirkan atau meminta bantuan kepada arwah leluhur atau makhluk halus (Jin). Tentu saja mantra jenis kedua ini sebaiknya tidak digunakan karena haram menurut hukum semua agama. Merupakan perbuatan menyekutukan Tuhan (syirik).
Memang tidak dipungkiri bahwa banyak juga lafal mantra yang mengandung kesyirikan, permohonan kepada makhluk halus atau menyekutukan Tuhan. Namun tidak semua mantra seperti itu. Banyak juga mantra yang menyandarkan kekuatan kepada Tuhan. Jelas kalimat dan maknanya. Adapula yang mengandung metafora atau perumpamaan, namun bila mau belajar maka akan dimengerti juga maknanya.
Mensikapi hal ini maka harus bijaksana. Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri sangat bijaksana dalam hal ini. Di dalam sebuah hadist Abu Dawud diriwayatkan bahwa ada seorang yang datang kepada Nabi Muhammad saw, dan bertanya: “Pada masa jahiliyah dahulu kami memakai mantra, bagaimanakah itu ya Rasul Allah?” Jawab Nabi: “Bawa kemari mantera kamu itu, kalau tidak ada perkara-perkara syirik didalamnya, maka tidak mengapalah.”
Ini artinya sebelum mengatakan halal-haram, ada baiknya ditelaah terlebih dahulu. Jangan asal “pukul rata”.

Laku Tirakat
Berbagai bentuk laku tirakat dalam Mantra seperti puasa mutih dan lain sebagainya memang tidak ditemukan dalam hadis. Karena ini caranya orang daerah berpuasa. Misalnya di daerah Jawa dikenal puasa Mutih, Patigeni, Ngrowot, Ngasrep dan lain-lain. Mensikapi hal ini juga perlu dikaji dengan bijaksana. Mana yang diperbolehkan mana yang diharamkan.
Perlu diketahui bahwa setiap amal perbuatan yang tidak menyalahi hukum syarak, tidak berlawanan dengan nash (kitab Allah dan Sunnah Rasul), dan tidak mendatangkan akibat buruk, tidaklah termasuk bid’ah. Jadi selama perbuatan tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri, dan bahkan mendatangkan manfaat dalam kehidupan ini, maka ia bukan bid’ah.Mantra tak ubahnya seperti doa-doa khusus. Contoh dalam islam, ada doa-doa yang diajarkan para nabi dan ulama untuk keperluan-keperluan khusus seperti kerezekian, menyembuhkan, menangkal wabah, mengusir jin pengganggu dan sebagainya. Bedanya, mantra yang diajarkan oleh para leluhur lebih mudah dipahami karena menggunakan bahasa daerah setempat dan sedikit bahasa arab. Sedangkan isi dari tujuan mantra tetap memohon kepada Tuhan Mantra itu bekerja. Hitam atau putih, sama saja.
Memiliki perwatakan dan tugas tertentu di dunia.
Tidak pernah mengingkari, selama tinggal di jiwa yang mengakui.
Ia bersumber dari sebentuk zat yang tidak pernah dapat dimengerti dan mustahil untuk dijelajahi.
Diwariskan turun temurun, awalnya secara lisan kemudian dituliskan.
Dari sebuah zaman, ketika manusia masih menghormati dan bersekutu dengan alam sekitarnya.
Terlahir dari rasa ingin tahu tentang misteri hidup dan asal muasal kehidupan.
Bermula dari sebuah pencarian tentang hakekat ingsun sejati, sedulur sejati, dan sukma sejati.
Diturunkan oleh wahyu sejati dan dititahkan melalui sabda sejati. Ia abadi.
(Ki Agung Pranoto).
Hampir setiap Ilmu Spiritual dan ilmu kedigdayaan pasti memiliki Mantra. Bahkan semua doa pasti memuat mantra. Karena Mantra adalah suatu bentuk permohonan. Sebagai sarana permohonan kepada Yang Maha Kuasa untuk bermacam-macam tujuan tertentu dari sang pembacanya.
Mantra berasal dari bahasa Sanskerta yaitu MAN yang artinya PIKIRAN, dan TRA yang berarti PEMBEBASAN. Jadi Mantra adalah kegiatan membebaskan pikiran. Ketika seseorang sedang membaca mantra maka disaat itu juga selain sedang menjalin komunikasi dan permohonan kepada Yang Kuasa, mantra dengan kata yang ber-rima memungkinkan orang yang membaca mantra semakin rileks dan masuk pada keadaan hening, suwung atau trance.
Dari kehendak Yang Maha Kuasa dan keadaan suwung itulah akan terjadi keajaiban-keajaiban suatu mantra.
Jadi Mantra adalah susunan kata yang berunsur puisi (rima dan irama) yang diyakini dapat menghasilkan energi ghaib jika diucapkan oleh orang yang menguasai ilmu mantra. Biasanya diucapkan oleh dukun, pawang, spiritualis, atau orang yang telah mengetahui tatacara dan syarat untuk menggunakan mantra tersebut.
Asal mula mantra umumnya diperoleh dari ilham atau diciptakan oleh seorang dukun atau guru spiritual yang mumpuni. Terlahir dari rasa ingin tahu tentang misteri hidup dan pencarian tentang hakekat kesejatian. Berawal dari keyakinan adanya Yang Maha Kuasa maka lahirlah rapal Mantra sebagai suatu bentuk sarana permohonan.
Ada bermacam-macam bentuk mantra, yaitu mantra suara, mantra gambar (rajah, wafaq dll), Mantra yang dimasukan dalam benda (keris dll), ada mantra yang dirupakan dengan gerak dan ada pula mantra dalam bentuk upacara tertentu.
Istilah Mantra lebih dikenal dalam tradisi Hindu dan Budha disebut Mantra Galib, di Arab disebut Doa atau Ru’yah. DiJawa disebut Donga, Rapal atau Aji-aji. Sebenarnya semua sebutan tersebut memiliki kesamaan makna.
Mantra memang memiliki keunikan dan ciri khas dibanding dengan lafal Doa pada umumnya. Kalimat mantra kaya dengan metafora dengan gaya bahasa yang hiperbola. Sebagian mantra ada yang menggunakan bahasa yang sulit untuk dipahami. Bahkan adakalanya, sang perapal sendiri tidak memahami arti sebenarnya mantra yang dibacanya. Dia hanya memahami kapan dan bagaimana mantra tersebut dibaca dan untuk apa tujuannya. Hanya orang yang ahli mantra (para pinisepuh mantra) saja yang bisa mengerti bahasa mantra secara sejati.
Sebagian penggunaan mantra juga sangat sakral dan mistis. Mantra tidak boleh diucapkan sembarangan, karena bacaannya dianggap keramat. Misalnya pada Mantra Pengusir Makhluk Halus, para guru melarang untuk membacanya didekat anak kecil dan ibu yang sedang hamil. Karena bisa mempengaruhi kesehatan janin yang sedang dikandungnya.
Mantra bukan hanya sekedar ilmu Sugesti. Atraksi-atraksi supranatural yang sering kita lihat seperti debus, ilmu kekebalan, atau ilmu gendam dan pelet, diakui atau tidak, sungguh-sungguh efek yang dihasilkan dari kekuatan ghaib dari pembacaan mantra. Sugesti hanya bisa mempengaruhi pikiran dan kondisi perasaan, tapi tidak bisa mengubah metabolisme tubuh. Contoh, sugestikan diri anda bahwa api tidak panas dan tidak menghanguskan, kemudian jilatlah dengan lidah sebuah lempengan besi membara dari seorang pande besi. Apa yang terjadi?!
Mantra hanya akan bekerja di tangan orang yang telah menjalani penempaan batin melalui berpuasa, semedhi atau tirakat lainnya. Tanpa dasar itu, alaunan mantra hanya seirama dengan sebuah bacaan sastra. Seolah tidak mengandung apa-apa.
Dari generasi ke generasi mantra diwariskan. Tetap sama baik format maupun bahasanya. Mencari orang yang berniat membaca dan menerapkannya. Menunggu dengan penuh kesabaran dibalik pintu dan jendela. Beredar tanpa kasak kusuk. Dan suatu saat kembali dianut seseorang. Mantra akan selalu abadi.

Kidung Pedayangan Tanah Jawa


Para Ratuning Dhedhemit Ing Nusa Jawi
Pupuh Sinom:
Apuranen sun angetang, lelembut ing nusa Jawi kang rumeksa
ing nagara, para ratuning dhedhemit, agung sawahe ugi yen
eling sadayanipun, pedah kinaya tulah, ginawe tunggu wong
sakit, kayu aeng lemah sangar dadi tawa.
Kang rumiyin ing bang wetan. Durganeluh Maospahit lawan Raja
Bohureksa iku ratuning dhedhemit Blambangan kang winarni
awasta Sang balabatu, aran Butalocaya, kang rumeksa ing
Kadhiri, Prabuyeksa kang rumeksa Giripura.
Sidagori ing Pacitan, Kaduwang si Klenthingmungil Endrayaksa
ing Magetan, Jenggala si Tujungputih, Prangmuka Surabanggi.
Pananggulang Abur-abur Sapujagad ing Jipang, Madiyun si
Kalasekti, pan si Koreb lelembut ing Pranaraga.
Singabarong Jagaraga, Majenang Trenggilingwesi, Macan guguh
Garobogan, Kalajangga Singasari, Sarengat Barukuping Balitar
si Kalakatung, Butakurda ing Rawa, Kalangbret si
Sekargambir, Carub-awor kang rumekso ing Lamongan.
Gurnita ing Puspalaya, si Lempur ing Pilangputih, si Lancuk
aneng Balora, Pagambiran Kalasekti, Kedhunggene Ni Jenggi,
Ki Bajangklewer puniku ngLangsem Kalabrahala Sdayu si
Cicingmurti, Ki Jalangkah ing Candi Kahyanganira.
Semarang Baratkatiga, Pakalongan Gunturgeni, Pecalang si
Sambangyuda, Sarwaka ing Sukawati ing Padhas Nyai Ragil,
Jayalelana ing Suruh Butatrenggiling Tegal, ing Tegal si
Guntinggeni, Kaliwungu Gutukapi kang rumeksa.
Magelang Ki Samaita, Dhadhungawuk Geseng nenggih,
Butasalewah ing Pajang, Manda-manda ing Matawis, Paleret
Rajekwesi, Kuthagede Nyai Panggung, Pragota Kartasura,
Cirebon Setankoberi, Jurutaman ingkang aneng Tegallayang.
Genawati ing Seluman, Ki Kemandhang Wringinputih, si Karetek
Pajajaran, Sapuregel ing Betawi, Ki Drusul ing Banawi,
ingkang aneng Gunung Agung, Ki Tlekah ngawang-awang Ki Tapa
ardi Marapi, Ni Taruki ingkang ana Tunjung Banag.
Setan kareteg ing Kendal, Pamasuhan Sapuangin, Kresnapada
ing Rangkudan, Ni Pandansari ing Srisig, kang aneng
Wanapeti, Palangkaarsa wastanipun, Ki Candung ing Sawahan,
Plabuhan Ki Dudukwarih, Batutukang kang aneng Palayangan.
Ni rara Aris ing Bawang, ing Tidar Ki Kalasekti, Ki
Padureksa Sundara Ki Jalela ardi Sumbing, Ngungrungan
Kesbumurti, Ki Krama ardi Rebabu, Nirbangsan ardi Kombang,
Prabu Jaka ardi Kelir, Ajidipa gunung Kendheng kang den
reksa.
Ing Pasisir Butakala, ing Tlacap si Kalasekti, Kalanadhah
ing Banyumas, Sigaluh aran Prenthil Banjaran Ki Wewasi Kyai
Korog ing Lowanu, gunung Duk Geniyara, Nyai Bureng
Parangtritis, Drembamoha ingkang aneng Prabalingga.
Ki Kerta Sangkalbolongan, Kedhungandhong Winongsari ing Jenu
Ki Karungkala, ing Pengging Banjaransari, ing Kedhu kang
nenggani, anamaa Ki Candralatu, Gunung Kendhalisada
Kethekputih kang nenggani, Butaglemboh ing Ayah
kahyanganira.
Ni Rara Dhenok ing Dewak, ing Tubin Nyai Bathithing ing Kuwu
Ki Juwalpayal, si Jungkit ing Guyanag nenggih, Trenggalek Ni
Daruni, Tunjungseta Cmarasewu, Kalawadung Kenthongan, Jepara
Ki Wanengtaji, Bagus Anom ing Kudus kahyanganiraa.
Magiri Ki Manglarmonga, ing Gading Ki Puspasari Ketanggung
Ki Klanthungwelah, Brengkalan si banaspati, Ni Kopek ing
Manolih, ing tengah si Sabukalu, Nglandhak Ki Mayangkara, si
Gori Kedhungcuwiri, Baruklinthing ingkang ana ing Bahrawa.
Sunan Lawu ing Argapura, ing Bayat si Puspakati,
Cucukdandang ing Kartikan, kulawarga Tasih Wedhi, kali Opak
winarni, Sanggabuwana ranipun, si Kecek Pajarakan,
Cingcinggoling Kaliwening, ing Dhahrama Ulawelang kang
rumeksa.
Kang aneng Kayulandheyan, Ki Daruna Ni Daruni, Bagus Karang
aneng RobanSungujaya Udanriris, Sidarangga Dalepih, si
Gadhung Kedhunggarunggung, kang neng Bajanegara, Citranaya
kang nenggani, Genapura kanaan aneng Majapura.
Ki Logenjang ing Juwana, ing Rembang si Bajulbali, Ki Lender
ing Wirasaba, Madura Ki Butagrigis, kang ngreksa ing Matesih
Jaranpanolih ranipun, Ki Londir Pacangakan, si Landhep ing
Jataisari, Ondar-andir ingkanag aneng Jatimalang.
Arya Tiron ing Lodhaya, Sarpabangsa aneng Pening,
Perangtandanag ing Kasanga, ing Crewek Ki Mandamandi setan
telagapasir, ingkang aran Ki Jalingkung, Kalanadhah ing
Tuntang, Bancuri Kalabancuri, kang rumekso sukune ardi
Baita,Retno Anjani rumekso Ardi Kuncen.
Ragadungik Randhulawang, ing Sendhang Retna Pengasih
Butakapaa ing Prambanan, Bok Sampurna ardi Wilis, Raden
Galinggangjati kang rumeksa Gajahmungkur, si Gendruk ing
Talpegat, Ngembet Raden Panjisari, Pagerwaja kang aran
Udakusuma.
Ki Penthul ing Pakacangan, Cangakan si Dhodhotkawit
kalangkung ing sektinira, titihane kudha putih, cakra
payungireki lar waja kekemulipun, pan sami rinajegan,
respati rajege wesi, camethine pat-upate ula lanang.
Sinabetaken mangetan, ana lara teka bali, tinulak bali
mengetan mangidul, panyaberneki, lara prapta ambalik,
tinulak bali mangidul ngulon banyabetira ana lara teka bali,
pan tinulak mangulon bali kang lara.
Mangalor panyabetira, ana lara teka bali, mangalor
balitinulak anulya nyabet manginggil, lara prapta ambalik
tinulak bali mandhuwur nulya nyaber mangandhap, ana lara
teka bali, pan tinulak larane bali mangandhap.
Dhemit kang aneng Jepara, lan dhemit kang aneng Pati
kalangkung kasektenira, Juweyawastanireki, Gus rema
Tambaksuli, Kudhapeksa ing Delanggung, Ki Klunthung
Ringinpethak, Ni Gambir ing Glagahwangi, si Kacubung
Kadilangu kang den reksa.
Ni Duleg ing Pamancingan, Guwa langse Nini Suntring, kang
rumeksa Parangwedang raden Arya Jayengwesti, kabeh urut
pasisir, kulawarga Nyai Rara Kidul, sampun pepak sadaya,
paraa ratuning dhedhemit, nusa Jawa pangeran kang rumeksa

AJIAN NUR ALAM PAMUNGKAS

Kali ini saya bahas salah satu ajian tingkat tinggi yang memiliki banyak manfaat untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan sebagai piandel untuk membentengi diri kita dari segala mara bahaya serta menetralisir dampak-dampak energi negatif. Mantranya sebagai berikut:

"YA ALIIMU YA HAKAMU, AS'ALUKA FALAA AS'ALU GHORIOKA, NUR ALAM,YA INGSUN, SUN CIPTAKE ALAM, YA ALLAH NURE ALAM, CIPTAAN ALAM MUASALE ALAM,KUN PAYAKUN, YA INGSUN KANG KUWASA …. (SEBUTKAN NIAT) SA' ALAM".

Nur Alam Pamungkas merupakan ajian yang dikembangkan berdasarkan tingkat setelah Cakra Alam dikuasai. Nur Alam merupakan peningkatan energi Cakra Alam yang bersumber dari “penyatuan dengan alam.” Ilmu ini baiknya di pelajari setelah memiliki Kawashakti. Nur Alam juga merupakan ilmu yang di ambil dari bahasa jin MARUTAMARUT yang mana merupakan raja jin Jawa yang letaknya di lautan.

Nur Alam dapat digunakan sebagai berikut : Kekebalan tubuh setelah menyatu jika kita inginkan kekebalan: kita berzikir YA MAANI'U Pengobatan: zikir YA NAAFI'U. Penyerangan: YA DAARRU jika lawan memiliki kekebalan. Manfaat yang terkandung sangat besar dapat dipastikan seluruh makhluk halus di bumi ini takluk.

Dan jika kita temukan kesulitan saat mengobati orang kerasukan dengan doa apapun tidak mampu, maka dengan Nur Alam Pamungkas insya ALLAH di pastikan makhluk tersebut akan keluar. Nur Alam sangat dahsyat kekuatannya dikarenakan menggunakan kekuatan seluruh alam jagat raya.

Syarat nya :
1. Sudah ada dasar Kawashakti
2. Izajah dari mpu yg memiliki Nur Alam
3. Zikir lafal sebayak 300 dalam 3 hari
4. Hindari 5 (Molimo).
5. Setelah semua sudah dikerjakan maka malam jumat nya adakan selametan dan bagikan 9 tetangga.

AJIAN CAKRAJAYA MAHKOTA RASUL

Akhirnya, saat yang dinanti datang juga. Setelah polling untuk mengetahui minat dan keinginan pembaca tentang tiga ajian unggulan, maka dengan ini kami memilihkan Ajian Cakrajaya Mahkota Rasul untuk dimiliki pembaca. Demikian semoga ada manfaatnya untuk kita sehari-hari.

Assalamualaikum wr wb

Mohon Maaf atas keterlambatan pengizahan ilmu di karena kan kesibukan kami dalam membantu sesama yang membutuhkan dan harus mendapat prioritas utama. setelah melakukan kontemplasi batin dengan guru dan pendamping kami di alam gaib dan berdasar polling yang telah di lakukan hampir 60% menghendaki ajian cakra jaya mahkota rasul. juga untuk menghindari polemik yang mungkin timbul karena pro kontra yang ada maka untuk saat ini hanya ilmu itu yang akan kami ijazahkan. tetapi bagi mereka yang masih membutuhkan ilmu lainnya bisa menghubungi kami di ini untuk pengijzahan secara pribadi,email:indoghaib@gmail.com

maka dengan melafalkan BISMILLAHIROHMANIRROHIM dan dengan mengharap ridho dan barokah Allah swt dengan ini kami ijazahkan kepada mereka yang berminat serius mengamalkan tidak hanya sekedar ilmu tapi juga ‘ngelmu’ nya sebuah amalan batin tingkat tinggi yang di namakan ‘AJIAN CAKRAJAYA MAHKOTA RASUL:

RASA RASUL RASANING ALLAH
WINENANG AKU ANUNGGALAKEN
SAKATAHING RASA RASUL PANDITA.
SABUMI RAT WENANG ASRAH
DUNYA ASRAH KAGUNGAN
SABUMI RAT WINENANG AMURBA WISESO
AGAWE SURGO NEROKO
HYANG DZATULLAH
INGKANG MURBENG JAGAD DUMADI
PARINGONO BERKAH DUNYO LAN AKHIRAT
MANDEG PREG ING NGAREPKU
LAILAHAILLAHU MUHAMMADARASULULLAH
URIP ING DEWEKIRA

Tata Cara Laku Ilmu:
1. Mandi Keramas dengan niat membersihkan diri dari segala unsur negatif yang ada dengan membaca niat:

NIAT INGSUN ADUS BANYU SUCI
RESIK JIWO LAN ROGO
SUMINGKIR DEDEKING ANGKORO
KAKANG KAWAH ADI ARI ARI
SING KROMATAN SING ORA KROMATAN
REWANGONO AKU GUAK SENGKOLO
ILANG SENGKOLAKING SAKING KERSANING ALLAH

2. Puasa sunnah 3 hari Yang di mulai pada hari Anggoro kasih atau sukra kasih (selasa kliwon atau kamis kliwon)

3. Lakukan Shalat sunah hajat dan taubah 2 rakaat

4. Tawasul Inti:

1. Kanjeng Nabi Muhammad SAW keluarga dan sahabat
2. Nabiyullah Khaidir As
3. Waliyullah Syech Abdul Qadir Jailany
4. Mbah kuwu sangkan cakra buana
5. Syech dzatul kahfi
6. eyang arya brajamusthi

5. Selesai shalat duduk bersila dan tata batin anda lalu ucapkan shalawat di bawah ini dengan perlahan dan penuh penghayatan ‘SHALALLAHU ALA MUHAMMAD’ 77x. Pada saat anda membaca shalawat ini biasanya anda akan merinding hebat pada sekujur tubuh, itu reaksi normal dan teruskan sampai 77x.

6. Baca Mantra di atas sebanyak 33x.

7. Semua amalan tersebut anda baca selama menjhalankan puasa sunah selama 3 hari.

8. Setelah semua di lakukan anda bisa mengetes apakah energi
keilmuan atau energi khodam nya telah menyatu dengan anda
dengan cara sebagai berikut:

a. Duduk bersila kedua tangan terbuka mengahadap ke atas
b. Baca Doa kontak energi dibawah ini 11 x ‘ALLAHU YA RAHMAN YA LATIFUL KHABIRU YA BATHINU YA
BASHIR’
c. gosokan kedua tangan anda sampai terasa panas lalu anda dekat dan jauhkan kedua tangan anda di depan dada. jikalau energi sudah masuk maka akan seperti ada daya tarik dan tolak pada kedua tangan anda saat di dekat kan dan di jauhkan.

Manfaat Keilmuan AJI CAKRA JAYA:
1. Menangkal segala unsur negatif yang akan menyerang anda
2. Meningkatkan kharisma wibawa dan pahit lidah/sabda jadi
3. Meningkatkan Kepercayaan diri dalam pergaulan
4. Ketenangan batin dalam mengahadapi masalah yang timbul
5. Jika terdesak bisa sebagai pukulan kontak jarak jauh dengan cara Tahan nafas lalu tarik kedua tangan kebelakang dan hentakan ke depan dengan penuh keyakinan sambil dua kaki anda jejakkan ke tanah.
6. Untuk penyembuhan medis dan non medis dengan media air atau sentuhan tenaga khodam
7. Asma kurung Pamungkas untuk pemagaran rumah, toko, kendaraan
8. Dan masih banyak lagi yang lainnya sesuai niat.

Bersama ini pula saya ijazahkan 3 khodam pendamping Keilmuan Ajian Cakra Jaya Mahkota Rasul yang memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda yang berasal dari daratan,perairan dan angkasa, 3 khodam tersebut yaitu:

1. KYAI ABDUL JABBAR
Beliau adalah khodam yang berasal dari daratan dan beliau bisa anda wasilah kan untuk membantu penyembuhan penyakit medis dan non medis melalui kekuatan Aji Cakra Jaya.

2. EYANG RONGGO JOYO NAGA PAKSI
Beliau adalah kodam dari perairan yang bisa anda wasilahkan untuk kedigdayaan dan pasukan gaib. bisa diwasilahkan untuk menyerang dan memporak porandakan musuh yang dzolim, akan tetapi tidak kami perkenankan anda melakukan hal itu

3. SYECH ABU QOSIM
Beliau adalah khodam yang berasal dari angkasa yang bisa anda wasilahkan untuk perbawa diri atau kewibawaan dan juga bisa anda mintakan saran jika sedang dalam masalah (tetapi anda harus memiliki kepekaan batin) jika anda belum memiliki kepekaan batin anda lakukan wirid ‘YA BATHINU YA BASHIRU’ 313x selesai shalat.Demikian ijazah inti Aji Cakra Jaya Mahkota Rasul, semoga bisa memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi sesama yang membutuhkan amin ya robbal alamin teriring salam rahayu,rahayu.rahayu.. dari padepokan. bagi mereka yang menghendaki ijazah kunci ilmu gaib atau ingin belajar secara privat ingin menjadi praktisi paranormal silahkan menghubungi kami pada email tersebut diatas. insya allah lain waktu dengan ijin dan ridho allah akan saya paparkan salah satu ilmu yang cukup langka yang saya dapatkan langsung dari hawatif ‘EYANG PRABU ANGLING DHARMA’ yaitu Aji Gineng Maulaya Bumi yang diantara kegunaanya untuk mendengar pembicaraan di alam jin dan jeritan kubur.

4.EYANG SABDO KALAMULLAH
Beliau adalah khodam yang berasal dari angin/udara yang bisa anda wasilahkan untuk memandikan pangucap-apa yang kita ucapkan jadi bertuah dan berbobot bahkan bisa menjadi kenyataan,maka hendaknya harap berhati-hati dalam berbicara!!jangan sembarangan ngomong yang tidak baik!! ini bisa dipanggil dengan wirid 'YA MUQIIT YA MUJIIB' 555x sewaktu mewirid lidah ditekuk ditempelkan ke langit-langit. bagi yang ingin mengethui rahasianya lebih lanjut,silahkan hubungi email kami,dengan kunci daya ghaib ini mampu menaklukkan berbagai raja jin/pedanyangan. Demikian semoga manfaat bagi teman-teman praktisi paranormal atau sekedar wawasan bagi anda yang suka dengan dunia metafisika. wassalamualaikum wr wb.

Kunci Sukses Belajar Ilmu Ghoib


PAHAMI 4 PERKARA

Agar suatu kegiatan itu dapat berjalan dengan baik & lancar dan berhasil dengan sukses maka dibutuhkan suatu rencana atau persiapan yang matang. Begitu pula dalam mempelajari ilmu-ilmu hikmah / ilmu keghoiban (Jawa: Ngelmu). Seseorang yang hendak belajar ngelmu tidak boleh tergesa-gesa, supaya tidak terjadi kesimpang siuran (menyimpang/sesat) dan kacau balau (gila). Upaya pertama yang harus dilakukan oleh calon murid adalah kesiapan batin. Dalam hal ini ada baiknya diawali dengan berkonsultasi dengan orang yang telah ahli dalam ilmu gaib dan juga kepada ahli ilmu agama yang diyakininya.

Dalam mempelajari ngelmu dibutuhkan suatu persiapan supaya tahu terapan ilmu batin tersebut. Dengan jalan, memperhatikan dan memahami maknanya. Duduk dengan tenang, penuh kesadaran, pahami apa yang sedang dilakukan. Tentu saja sedang mempersiapkan diri untuk mempelajari suatu ngelmu. Persiapan yang penting untuk belajar ngelmu adalah tahu betul bahwa dirinya telah siap untuk belajar.

Kemudian berkonsentrasi fikiran barulah menelaah fatwa-fatwa ajaran yang tersirat dari ngelmu tersebut. Kalau tidak dapat berkonsentrasi maka akan kacau balaulah akibatnya dan gagallah yang akan didapat. Setelah dapat berkonsentrasi, barulah memulai dengan petunjuk yang utama terdiri dari empat perkara.

Jadi jika disimpulkan syarat keberhasilan bagi yang akan memperdalam suatu ilmu hikmah atau ngelmu adalah sebagai berikut:

* Sadar, bahwa dirinya akan mempelajari ngelmu mistik (gaib).
* Konsentrasi fikiran, jangan tumpangsuh fikirannya.
* Faham arti empat perkara, yaitu:

1. Mantep, artinya mantap dengan penuh keyakinan untuk mempelajari ilmu tersebut.
2. Temen, artinya tekun atau bersungguh-sungguh
3. Gelem nglakoni, artinya mau menjalani, walau apapun yang terjadi tetap menghayati ngelmu tersebut.
4. Ojo gumunan, artinya jangan mudah heran atau terpukau, terpesona, terhadap keajaiban yang ditimbulkan oleh ngelmu.

Karena bila rasa heran itu timbul / muncul, maka proses ngelmu itupun akan berhenti. Dampak dari gumun (heran) itu adalah hancurnya konsentrasi.

Bila terapan ilmu batiniah itu telah dipahami benar maka sudah saatnya untuk memulai. Dengan bermodalkan ketekunan dan sabar maka ngelmu itu akan berhasil dipelajari.

Renungkan dengan kesungguhan hati, untuk merenungi tuntunan ngelmu ini. Pada titik jenuh, maka akan terbukalah keberadaan.



Wejangan : Alm. Ki Hudoyo Doyodipuro
Spiritualis & Ahli Horoskop Jawa

Nyampurnakake Roh Manungso



PENYEMPURAAN ARWAH (ROH)

Banyak sekali terdapat tata cara penyempurnaan arwah. Masing-masing daerah, wilayah, budaya, ajaran, memiliki tradisi masing-masing. Penyempurnaan arwah bukan berarti sepenuhnya “nasib” tergantung dari orang yang menyempurnakan. Namun demikian, penyempurnaan sebagai wujud aklamasi, yang melibatkan kedua belah pihak, yakni pihak roh dan orang yang masih hidup.
Aklamasi berisi ungkapan rasa perpisahan tanpa ada ganjalan lagi. Masing-masing, baik yang meninggalkan maupun yang ditinggal merasa ikhlas dan rela. Dan masing-masing menyadari bahwa sudah berbeda alam dan berlainan urusannya. Bagi keluarga yang ditinggalkan sudah merasa ikhlas dan memberikan doa restu bagi arwah untuk melanjutkan “perjalanan” ke alam baka, alam kelanggengan tempat di mana kehidupan yang sejati berada. Bagi arwah sendiri, telah rela melepaskan segala urusan keduniawian, dan menetapkan dalam satu tujuan yakni menghadap kepada Sang Pencipta alam semesta. Sehingga bagi arwah sudah tiada lagi urusan duniawi yang mengganjal atau yang masih membuat penasaran (arwah penasaran). Semua urusan duniawi telah diikrarkan untuk dilanjutkan dan dituntaskan oleh segenap keluarga yang ditinggalkan.

Tatacara yang sejauh ini saya ketahui, misalnya dalam tradisi Nasrani dikenal dengan Missa Arwah. Dalam tradisi Islam dikenal dengan tradisi selamatan doa Tahlil Yaa-Sin (Yasinan),baca doa Al-Mulk dsb. Dalam tradisi Hindu dan Budha juga Kong Hucu,dsb. tentu saja dikenal tradisi penyempurnaan arwah yang berbeda-beda. Pun demikian pula setiap suku dan budaya memiliki tradisinya masing-masing. Berikut ini saya kemukakan menurut tradisi Jawa(Kejawen)

Tradisi Leluhur dengan Tumpeng Pungkur

Dalam upacara penyempurnaan arwah menurut tradisi Jawa dikenal dengan uborampe tumpeng pungkur. Dilakukan pada saat kematian seseorang, bisa pula pada hari ke 3, ke 7, ke 40, ke 100, ke setahun, atau hari ke 1000-nya. Adapun uborampe yang diperlukan adalah sbb :

1. Sayur 7 macam, mislanya : kangkung, kacang panjang, bayem, kubis, kecambah, wortel, buncis dsb.
2. Daun pisang.
3. Nasi untuk membuat tumpeng.
4. Telor ayam 1 butir direbus.
5. Bumbu gudangan tidak pedas seperti bumbu bancakan weton/selapanan bayi.
6. Kembang setaman.
7. Saringan santan kelapa dari bambu atau kalo.
8. Cobek tanah terbuat dari liat.

Kalo dan cobek harus yang baru atau belum pernah digunakan sebelumnya (tidak boleh bekas pakai).

Cara membuat :

Pertama-tama alasi kalo dengan daun pisang. Kemudian cetaklah nasi dalam bentuk tumpeng dengan ukuran sedang atau kecil. Diameter tumpeng pada bagian bawahnya kira-kira cukup antara 10-20 cm saja. Tumpeng dicetak tepat di tengah-tengah kalo yang diletakkan di atas cobek. Setelah tumpeng tercetak, kemudian dibelah dengan menggunakan pisau menjadi dua, tepat dari ujung hingga pangkal tumpeng, masing-masing bagian diusahakan seimbang tidak besar kecil. Setelah tumpeng terbelah menjadi dua bagian, masing-masing bagian diputar 180 derajat menjadi saling berungkuran atau saling membelakangi(lihat gambar).

Seluruh sayuran dan telor ayam direbus. Kangkung dan kacang panjang harus dipotong-potong. Selanjutnya ketujuh macam sayur diletakkan di dalam kalo melingkar mengelilingi tumpeng nasi. Letakkan bumbu gudangan di antara tatanan sayur tersebut. Telor ayam yang sudah direbus lalu dikupas, kemudian dibelah menjadi dua pula. Masing-masing bagian ditempelkan secara terbalik ke punggung tumpeng (lihat gambar).

Siapkan kembang setaman di dalam mangkuk isi air, boleh juga di dalam piring dialasi daun pisang.

Setelah semua uborampe siap, kemudian bagi yang muslim bacakan doa al fatikah, al ikhlas lalu al mulk. Bila kebetulan agama Kristen, bisa dilakukan doa-doa biasa digunakan dalam missa arwah. Namun dalam tradisi Jawa berikut ini doa pengkabulannya :

Niat ingsung nyampurnaake arwah jabang bayine … (sebutkan namanya). Sedaya ngamal kabecikane dipun tampi wonten ing ngarsaning Gusti Ingkang Murbeng Dumadi, punapa sedaya kalepatan dipun paringi pangapura. “Aja parang tumuleh, terusna lakumu, lepaso parane jembaro kubure”.

Setelah itu tumpeng pungkur dan kembang setaman diletakkan di dalam rumah saja selama satu malam. Keesokan harinya tumpeng pungkur dan bunga setaman bisa dibuang. Namun lebih baik dilarung/dihanyutkan saja di sungai yang airnya mengalir.Namun apabila ada hal yang kurang jelas silahkan hubungi email:indoghaib@yahoo.com

Animated Pictures Myspace CommentsAnimated Pictures Myspace Comments