Tampilkan postingan dengan label ilmu perewangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu perewangan. Tampilkan semua postingan

Kunci Mengisi Benda Menjadi Bertuah

Mengisi Benda Menjadi Bertuah tentunya suatu keilmuan yang harus didasari atau memiliki potensi energi spiritual yang memadai dan menguasai keilmuan gaib yang menunjang. Mengisi Benda Jadi Bertuah tidak sembarangan orang mampu tanpa perbekalan kaweruh dan bimbingan seorang guru yang mumpuni. Banyak program yang ditawarkan oleh paranormal atau guru spiritual yang membuka gemblengan di padepokan/ pesantren/ tempat prakteknya/ dsb, mereka memberi sub menu Mengisi Benda Jadi Bertuah untuk program guru atau program keilmuan yang ditawarkan yang di ikuti secara privat. Yang menjadi pertanyaan setelah mengikuti program tersebut bisakah anda mengisi benda menjadi bertuah atau memiliki khasiat bahkan di huni oleh kekuatan khodam? Pertanyaan ini silahkan anda jawab dalam hati anda sendiri.  (bla...blaa...blaaa...)
Mengisi Benda Menjadi Bertuah banyak metode dan tatacara secara ilmu hikmah dengan membaca wirid tertentu yang dilakukan beberapa waktu lamanya dan biasanya selama proses mengisi benda tersebut pelaku menjalankan puasa. Setelah benda yang diisi dengan energi spiritual melalui doa dan wirid tersebut dianggap sudah memadai perlu di cek kekuatannya dengan tenaga dalam. Hal ini banyak diajarkan oleh pak kyai/ustad/dsb. 

Mengisi Benda Menjadi Bertuah versi Ilmu Hikmah:
Siapkan benda yang hendak di isi baik rajah/wafaq/batu akik/keris/dsb.
Berwudhu-lah terlebih dahulu dan jalankan sholat hajat 2 rakat sebelum mulai mengisi benda menjadi bertuah.
Benda yang hendak anda isi taruh di atas piring porselin yang putih polos tidak bergambar.
Sebelum menaruh piring lebih baiknya di olesi parfum atau minyak wangi, mengenai minyak yang disarankan yaitu minyak yang beraroma bunga atau yang berkadar alam, seperti minyak melati,minyak kantil,minyak cendana atau sejenisnya.
Lakukanlah wirid dibawah disertai niat/sugesti yang kuat anda, terkait tujuan mengisi benda tersebut untuk keperluan apa selama wirid. Keperluan ini terserah tetapi harus fokus satu inti utamanya, jika pengasihan ya fokus untuk pengasihan terus selama wirid, jika kanuragan ya kanuragan, begitu setrusnya silahkan sesuaikan kehendak tujuan anda dan jangan roncah terpecah belah ini itu.
Doa Mengisi Benda Menjadi Bertuah versi Ilmu Hikmah/Karomah/Islami ;
Bismillahir rohmanir rohim, kun fayakun, malikinnas ya malikul quddus, kun fayakun, alfi alfi alfi lahaula wala quwata ila billah. 
Asholatu wassalamu alaika yaa sayyidi yaa rasulullahi khudz biyadi qollat hilati adrikni, Allahummaqdli hajati...(tujuan).
Lakukan riyadhoh rialat minimalnya 3 hari untuk meritual benda yang hendak di isi energi spiritual agar khasiatnya lebih tertanam.
 

Mengisi Benda Menjadi Bertuah versi Ilmu Kejawen:
Untuk versi ini dikhususkan bagi yang sudah senior dan mempunyai pengalaman yang memadai. Benda yang hendak di isi ditaruh diatas bunga telon atau setaman, dan diasapi dengan dupa gaharu atau dupa cendana sambil membaca mantra gugahan (pembangkit/pembuka alam gaib), mantra sambat sebut terkait prewangan (ilmu khodam) dan mantra kancingan (ilmu kuncian gaib). Cara kejawen ini tidak semua paranormal/praktisi supranatural mengetahui. Adapun mantra versi kejawen tidak kami lampirkan sebab menghindari hal yang tidak diinginkan.

Demikian uraian singkat terkait bagaimana mengisi benda menjadi bertuah atau mengisi khodam pada benda pusaka, keris, batu akik, mustika, azimat, dsb. Terima kasih kepada Mas langlang buana dari semarang yang telah menyumbangkan artikel ini untuk menjawab permintaan teman-teman di FB. Salam sukses dan semoga bermanfaat. Dan terima kasih pada teman-teman semua yang mendukung agar blog ini aktif dan eksis kembali. 

Kunci Ilmu Pedanyangan


Sering kita mendengar kalau dissetiap tempat dimuka bumi ini bersemayam makhluk yang tidak kelihatan oleh mata. tetapi bukan kuman atau virus!!! yang saya masud adalah makhluk gondoruwo, demit, tuyul, siluman dsb.
Meskipun anda sudah pernah melihat atau belum pernah melihat sejatinya makhluk makhluk itu memang benar ada, hanya sebutannya saja berbeda pada setiap etnis suku maupun bangsa. bahkan di china adfa sosok makhluk yang menakutkan disebut dengan Vampir dan negara lain ada yang menyebut drakula atau monster pengisap darah.

Saya pernah menerima ilmu dari seorang guru bagaimana agar kita dapat berkomunikasi dengan makhluk alam ghaib tanpa perlu memiliki keahlian penerawangan. Bahkan dapat minta bantuan apa saja keperluannya. Syaratnya kita harus percaya bahwa “Dia” itu ada dan keberadaannyadimana saja“. Sugesti ini akan memberi energi positif untuk keilmuanilmu perdanyangan“.

Inilah rupa ilmu yang saya maksud:
  • Komunikasi dengan makhluk ghaib yang ada di darat.
Ibu bumi smoro bumi
Ibu kowo bopo adam
Semi rupo danyang pranyangan
Gedi cilik, tuwo enom, lanang wadon,
Sing njogo kampung iki …(sebutkan nama desa atau kampung yang dimaksud)
aku njaluk bantuan…..(sebut permintaannya)
saksine bumi lan langit pengucapanku iki karo danyang pranyangan seng manggon nang …(sebutkan nama desa atau kampung yang dimaksud).
Aku menuwun bantuan, dalam perkenalanku iki aku membacakke Sholawat pitung kali lan Sahadat pitung kali
Ikilah perkenalanku.
Jenengku:….(sebutkan nama anda dan nama orang tua laki laki anda)”
Setelah membacaAllahumma sholli ala saidina muhammadsebanyak 7x
dan “Ashadu alla ilaha ilallah Wa ashadu anna muhammaddarrosulullohsebanyak 7x kemudian hembuslah tapak tangan kanan 3x lalu tepukkan tangan kanan tadi kebumi 3x.
maka apabila ada sesuatu yang membahayakan diri kita maka akan ada pertolongan dari alam ghaib melalui perantaraan manusia yang sudah disurupi makhluk lain atau makhluk itu sendiri yang menampakkan diri (penampakan) maupun hewan, alam sekitar dfan sebagainya.
  • Komunikasi dengan makhluk ghaib yang ada di air:
Salam Danyang kang mangku amartaning tirto,Ratu kang pinendem ono tengahe samudro,sunan wali mukmin kang jejogo kali lepen nyuwun berkah pangestu kabuko gerbang plawangan jagad pedanyangan,kinaryo aji amatek kersaning Gusti Allah ta'ala,gampil sarining gampil ciptaning nawaitu,rasaning niat,lailahailallah“
lailahailallah muhammaddarrosulullohtangan kanan dan tepukkan ke permukaan air 3x.
maka akan selamat dari kejahatan makhluk alam lain yang berada di air.

Menguak Misteri Genderuwo

Genderuwo adalah salah satu mahluk halus yang cukup terkenal dan hanya ada di Indonesia khususnya di pulau jawa. Hingga saat ini belum ada negara lain yang mengklaim genderuwo adalah khazanah kepunyaan negara selain Indonesia.

Genderuwo adalah sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Genderuwo terutama dikenal dalam masyarakat di Pulau Jawa (orang Sunda menyebutnya "gandaruwo" dan orang Jawa menyebutnya "gendruwo").

Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, pohon besar yang teduh atau sudut-sudut yang lembab sepi dan gelap. Pusat domisili makhluk ini dipercaya berada di Hutan Jati Donoloyo,kecamatan Sloghimo, sekitar 60 km di sebelah timur Wonogiri, dan di
wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo sekitar 60 km ke barat Yogyakarta dan kawasan hutan lainnya yang ada di jawa ini.

Legenda Genderuwo

Makhluk halus ini dipercaya dapat berkomunikasi dan melakukan kontak langsung dengan manusia. Berbagai legenda menyebutkan kalau genderuwo dapat mengubah penampakan dirinya mengikuti wujud fisik seseorang untuk menggoda manusia. Genderuwo dipercaya sebagai sosok makhluk yang iseng dan cabul, karena kegemarannya menggoda manusia terutama kaum perempuan dan anak-anak. Genderuwo kadang senang menepuk pantat
perempuan, mengelus tubuh perempuan ketika sedang tidur, bahkan sampai memindahkan pakaian dalam perempuan ke orang lain. Kadang genderuwo muncul dalam wujud makhluk kecil berbulu yang bisa tumbuh membesar dalam sekejap, genderuwo juga gemar melempari rumah orang dengan batu kelikir di malam hari, ada pula yang iseng mengencingi orang yang lewat di tempat gelap biasanya pas kebetulan lewat di bawah pohon.

Salah satu kegemaran genderuwo yang paling utama adalah menggoda istri-istri kesepian yang ditinggal suami atau para janda, bahkan kadang genderuwo bisa sampai melakukan hubungan seksual dengan mereka.Dipercaya bahwa benih daripada genderuwo dapat menyebabkan seorang wanita menjadi hamil dan memiliki keturunan dari genderuwo. Menurut legenda, genderuwo memiliki kemampuan gendam untuk menarik wanita agar mau bersetubuh dengannya. Permainan seks genderuwo juga diyakini amat luar biasa, sehingga wanita-wanita korban pencabulannya seringkali merasakan puas dan nikmat yang luar biasa apabila berhubungan badan dengan genderuwo.
Namun biasanya wanita korban yang disetubuhi oleh genderuwo tidak akan sadar sedang bersetubuh dengan genderuwo karena genderuwo akan menyamar sebagai suami atau kekasih korban dalam melakukan pencabulannya. Disebutkan pula kalau genderuwo memiliki libido dan gairah seksual yang besar dan jauh di atas manusia, sehingga ia amat mudah terangsang melihat kemolekan perempuan dan membuatnya menjadi makhluk yang senang menggoda perempuan.
Ada legenda menyatakan genderuwo kadang senang bersemayam di dalam rahim perempuan. Perempuan yang rahimnya disemayami oleh genderuwo akan memiliki gairah seks yang tinggi dan tak mampu menahan gairahnya. Si perempuan akan senang melakukan hubungan intim. Apabila pasangan si perempuan tak mampu mengimbangi gairahnya, maka si perempuan takkan segan mencari pasangan lain. Hal ini terjadi karena gairah si wanita dikendalikan oleh genderuwo, apabila si wanita melakukan hubungan intim, maka si genderuwo yang bersemayam di rahimnya juga akan merasakan nikmat dari hubungan intim yang dilakukan wanita tersebut.

Tidak semua genderuwo bersifat jahat, ada pula genderuwo yang bersifat baik. Genderuwo yang bersifat baik ini dipercaya biasanya menampakkan wujudnya sebagai seorang kakek tua berjubah putih yang kelihatan amat berwibawa. Genderuwo yang baik tidak bersifat cabul seperti saudara sebangsanya yang bersifat jahat, genderuwo yang baik seringkali
membantu manusia seperti menjaga tempat gaib atau rumah dari tangan jahil atau perampok. Pernah juga terdengar bahwa genderuwo yang bersifat baik terkadang membantu menyunat anak-anak dari keluarga tidak mampu yang sholeh beribadah.

Asal-Usul Gendruwo

Asal-usul genderuwo dikatakan berasal dari arwah orang yang meninggal secara tidak sempurna, bisa akibat bunuh diri, penguburannya tidak sempurna ataupun kecelakaan. Sehingga ia merasa penasaran dan belum mau naik ke akhirat. Genderuwo tidak dapat dilihat oleh orang biasa tapi pada saat tertentu dia dapat menampakkan dirinya bila merasa terganggu. Pada dasarnya tidak semua genderuwo jahat, ada genderuwo yang jahat ada pula yang baik. Semuanya tergantung bagaimana kita bersikap, mau berteman atau bermusuhan padanya.

Banyak kalangan mempercayai salah satu cara memanggil genderuwo adalah dengan membakar sate gagak. Diyakini, burung gagak adalah makanan kesukaan sekaligus binatang peliharaan genderuwo. Seperti halnya bangsa manusia yang memelihara ayam. Untuk melakukan ritual ini,
subyek yang ingin bertemu dengan makhluk gaib ini tidak boleh asal atau sembarangan ketika mulai membakar sate burung gagak.

Ada cara khusus untuk membuatnya. Caranya adalah sebagai berikut: setelah berhasil menangkap burung gagak, sembelihlah gagak tersebut dengan pisau yang sangat tajam. Alasannya, ketajaman mata pisau akan mempengaruhi lancar tidaknya darah yang mengalir keluar dari bekas luka yang ditimbulkan. Berikutnya adalah mencabuti bulu-bulu hitam
yang kasar itu hingga benar-benar bersih. Selanjutnya, daging yang sudah bersih itu ditelikung seperti halnya kalau membuat ingkung ayam.Baru kemudian, bisa dibakar di atas perapian. Hal terpenting dari ritual itu adalah mengucapkan rapalan mantra khusus agar si makhluk gaib itu mendengar selain mencium bau makanannya.
Mantra Memanggil Genderuwo"Hong ilaheng,heh..heh si komo wurung,dulurku lenang kang arane gandarwo,siro metuwo,iki aku ono pesto anyate gagak kang eco,gondhone arum wangi sing turu wae podho tangi,gage teko-o, gage pangano.enggal-enggal yen ora teko aku dewe kerso,hayo teko,hayo teko,hayo teko" Mantra dibaca berulang-ulang,sambil membakar gagak, sewaktu sampai hayo teko tangan / kaki gedruk-gudruk bumi 3x.
Mantra pemanggil genderuwo jangan asal di rapal/baca aja!butuh nyali untuk ritual ini.Tempat yang dianggap paling tepat untuk melakukan ritual ini adalah tempat yang terbuka. agar bau burung gagak yang dibakar bisa menyebar ke mana-mana dibawa oleh angin. Sehingga semerbak daging terbakar api itu bisa mengundang genderuwo mendatangi tempat tersebut. Belakangan, ritual mengundang genderuwo lengkap dengan segala sejajinya makin banyak dilakukan orang. Hal ini berkaitan erat dengan maraknya perjudian togel yang dulu amat dikenal dengan nomor buntut. Mereka meyakini, dengan mengundang genderuwo, keinginan untuk mendapat nomor jitu bisa terpenuhi. Dengan berbekal sedikit keberanian, keuntungan besar bakal gampang diperoleh. Namun yang perlu dipertimbangkan adalah resikonya,katanya kalo pas naas menemui Genderuwo yang jahil punya watak jahat,bisa-bisa merebut sate burung gagaknya lalu pergi,jika dipertahanin tentu harus dihadapi dengan perkelahian.
Wawancara Indo Ghaib dengan Juru Kunci Goa Susuh

Menurut budayawan/metafisikawan asal Salatiga, Mas Han yang juga sebagai juru kunci Goa Susuh Angin memberikan informasi pada Indo Ghaib bahwa soal pemanggilan Genderuwo ada 3 mantra yang pertama: Mantra Sate Gagak(yang telah beliau wedarkan ke kami/mantra di atas), ke dua Mantra Pesugihan Kumoro Kumandang dengan cara menyuruh Genderuwo mencuri uang,dan ke tiga Mantra Gendak-an yaitu memanggil Genderuwo untuk di ajak hubungan intim jelas pelakunya musti perempuan, layaknya pelacur tapi dapat upahnya lebih gedhe.Untuk mantra kedua dan ketiga beliau tidak mau memberikan dengan dalih, "jika mau menjalakan ritual dengan salah satu mantra yang tidak saya berikan itu,ya silahkan datang aja silahturahmi ke rumah. Jika cuma sekedar tau janganlah!itu bukan ritual main-main,beresiko tinggi! mengapa tidak saya kasih bukan masalah medit, itu perlu pemahaman jangan sampai salah jalan,jika salah bisa-bisa jadi wadal sendiri",tegas beliau. Inilah gambaran seklumit soal dunia ghaib mengenai khasanah menguak misteri Genderuwo.Semoga ini bisa menjadi wawasan yang berarti buat pembaca Indo Ghaib. Saran saya apapun Ilmu terlebih yang berbau ghaib hendaknya tanyakan/gurukan pada orang yang mengerti perihal dunia metafisika,jangan asal menjalani ritual!!!Salam Ghaib....

Kidung Pedayangan Tanah Jawa


Para Ratuning Dhedhemit Ing Nusa Jawi
Pupuh Sinom:
Apuranen sun angetang, lelembut ing nusa Jawi kang rumeksa
ing nagara, para ratuning dhedhemit, agung sawahe ugi yen
eling sadayanipun, pedah kinaya tulah, ginawe tunggu wong
sakit, kayu aeng lemah sangar dadi tawa.
Kang rumiyin ing bang wetan. Durganeluh Maospahit lawan Raja
Bohureksa iku ratuning dhedhemit Blambangan kang winarni
awasta Sang balabatu, aran Butalocaya, kang rumeksa ing
Kadhiri, Prabuyeksa kang rumeksa Giripura.
Sidagori ing Pacitan, Kaduwang si Klenthingmungil Endrayaksa
ing Magetan, Jenggala si Tujungputih, Prangmuka Surabanggi.
Pananggulang Abur-abur Sapujagad ing Jipang, Madiyun si
Kalasekti, pan si Koreb lelembut ing Pranaraga.
Singabarong Jagaraga, Majenang Trenggilingwesi, Macan guguh
Garobogan, Kalajangga Singasari, Sarengat Barukuping Balitar
si Kalakatung, Butakurda ing Rawa, Kalangbret si
Sekargambir, Carub-awor kang rumekso ing Lamongan.
Gurnita ing Puspalaya, si Lempur ing Pilangputih, si Lancuk
aneng Balora, Pagambiran Kalasekti, Kedhunggene Ni Jenggi,
Ki Bajangklewer puniku ngLangsem Kalabrahala Sdayu si
Cicingmurti, Ki Jalangkah ing Candi Kahyanganira.
Semarang Baratkatiga, Pakalongan Gunturgeni, Pecalang si
Sambangyuda, Sarwaka ing Sukawati ing Padhas Nyai Ragil,
Jayalelana ing Suruh Butatrenggiling Tegal, ing Tegal si
Guntinggeni, Kaliwungu Gutukapi kang rumeksa.
Magelang Ki Samaita, Dhadhungawuk Geseng nenggih,
Butasalewah ing Pajang, Manda-manda ing Matawis, Paleret
Rajekwesi, Kuthagede Nyai Panggung, Pragota Kartasura,
Cirebon Setankoberi, Jurutaman ingkang aneng Tegallayang.
Genawati ing Seluman, Ki Kemandhang Wringinputih, si Karetek
Pajajaran, Sapuregel ing Betawi, Ki Drusul ing Banawi,
ingkang aneng Gunung Agung, Ki Tlekah ngawang-awang Ki Tapa
ardi Marapi, Ni Taruki ingkang ana Tunjung Banag.
Setan kareteg ing Kendal, Pamasuhan Sapuangin, Kresnapada
ing Rangkudan, Ni Pandansari ing Srisig, kang aneng
Wanapeti, Palangkaarsa wastanipun, Ki Candung ing Sawahan,
Plabuhan Ki Dudukwarih, Batutukang kang aneng Palayangan.
Ni rara Aris ing Bawang, ing Tidar Ki Kalasekti, Ki
Padureksa Sundara Ki Jalela ardi Sumbing, Ngungrungan
Kesbumurti, Ki Krama ardi Rebabu, Nirbangsan ardi Kombang,
Prabu Jaka ardi Kelir, Ajidipa gunung Kendheng kang den
reksa.
Ing Pasisir Butakala, ing Tlacap si Kalasekti, Kalanadhah
ing Banyumas, Sigaluh aran Prenthil Banjaran Ki Wewasi Kyai
Korog ing Lowanu, gunung Duk Geniyara, Nyai Bureng
Parangtritis, Drembamoha ingkang aneng Prabalingga.
Ki Kerta Sangkalbolongan, Kedhungandhong Winongsari ing Jenu
Ki Karungkala, ing Pengging Banjaransari, ing Kedhu kang
nenggani, anamaa Ki Candralatu, Gunung Kendhalisada
Kethekputih kang nenggani, Butaglemboh ing Ayah
kahyanganira.
Ni Rara Dhenok ing Dewak, ing Tubin Nyai Bathithing ing Kuwu
Ki Juwalpayal, si Jungkit ing Guyanag nenggih, Trenggalek Ni
Daruni, Tunjungseta Cmarasewu, Kalawadung Kenthongan, Jepara
Ki Wanengtaji, Bagus Anom ing Kudus kahyanganiraa.
Magiri Ki Manglarmonga, ing Gading Ki Puspasari Ketanggung
Ki Klanthungwelah, Brengkalan si banaspati, Ni Kopek ing
Manolih, ing tengah si Sabukalu, Nglandhak Ki Mayangkara, si
Gori Kedhungcuwiri, Baruklinthing ingkang ana ing Bahrawa.
Sunan Lawu ing Argapura, ing Bayat si Puspakati,
Cucukdandang ing Kartikan, kulawarga Tasih Wedhi, kali Opak
winarni, Sanggabuwana ranipun, si Kecek Pajarakan,
Cingcinggoling Kaliwening, ing Dhahrama Ulawelang kang
rumeksa.
Kang aneng Kayulandheyan, Ki Daruna Ni Daruni, Bagus Karang
aneng RobanSungujaya Udanriris, Sidarangga Dalepih, si
Gadhung Kedhunggarunggung, kang neng Bajanegara, Citranaya
kang nenggani, Genapura kanaan aneng Majapura.
Ki Logenjang ing Juwana, ing Rembang si Bajulbali, Ki Lender
ing Wirasaba, Madura Ki Butagrigis, kang ngreksa ing Matesih
Jaranpanolih ranipun, Ki Londir Pacangakan, si Landhep ing
Jataisari, Ondar-andir ingkanag aneng Jatimalang.
Arya Tiron ing Lodhaya, Sarpabangsa aneng Pening,
Perangtandanag ing Kasanga, ing Crewek Ki Mandamandi setan
telagapasir, ingkang aran Ki Jalingkung, Kalanadhah ing
Tuntang, Bancuri Kalabancuri, kang rumekso sukune ardi
Baita,Retno Anjani rumekso Ardi Kuncen.
Ragadungik Randhulawang, ing Sendhang Retna Pengasih
Butakapaa ing Prambanan, Bok Sampurna ardi Wilis, Raden
Galinggangjati kang rumeksa Gajahmungkur, si Gendruk ing
Talpegat, Ngembet Raden Panjisari, Pagerwaja kang aran
Udakusuma.
Ki Penthul ing Pakacangan, Cangakan si Dhodhotkawit
kalangkung ing sektinira, titihane kudha putih, cakra
payungireki lar waja kekemulipun, pan sami rinajegan,
respati rajege wesi, camethine pat-upate ula lanang.
Sinabetaken mangetan, ana lara teka bali, tinulak bali
mengetan mangidul, panyaberneki, lara prapta ambalik,
tinulak bali mangidul ngulon banyabetira ana lara teka bali,
pan tinulak mangulon bali kang lara.
Mangalor panyabetira, ana lara teka bali, mangalor
balitinulak anulya nyabet manginggil, lara prapta ambalik
tinulak bali mandhuwur nulya nyaber mangandhap, ana lara
teka bali, pan tinulak larane bali mangandhap.
Dhemit kang aneng Jepara, lan dhemit kang aneng Pati
kalangkung kasektenira, Juweyawastanireki, Gus rema
Tambaksuli, Kudhapeksa ing Delanggung, Ki Klunthung
Ringinpethak, Ni Gambir ing Glagahwangi, si Kacubung
Kadilangu kang den reksa.
Ni Duleg ing Pamancingan, Guwa langse Nini Suntring, kang
rumeksa Parangwedang raden Arya Jayengwesti, kabeh urut
pasisir, kulawarga Nyai Rara Kidul, sampun pepak sadaya,
paraa ratuning dhedhemit, nusa Jawa pangeran kang rumeksa

Animated Pictures Myspace CommentsAnimated Pictures Myspace Comments