Tampilkan postingan dengan label meraga sukma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meraga sukma. Tampilkan semua postingan

Kunci Rahasia Meditasi


Konsep mengenai Ruh.
Manusia terdiri dari dua unsur, yaitu Ruh atau Jiwa dan Raga atau Badan tempat ruh itu berdiam. Tentunya ini disamping akal pikiran yang telah diberikan Allah kepada manusia.Ruh tidak mengenal kondisi fi sik seperti sakit, berdarah karena perlukaan dsb, sedangkan raga tidak mengenal kondisi ruh yang bersifaat kejiwaan. Tetapi kedua unsur ini saling berkaitan satu sama lainnya, yang menandakan kemanunggalan antara ruh dan raga dari simanusia itu sendiri. Seperti contohnya orang yang sakit-sakitan secara fi sik, maka jiwanya cenderung lebih perasa dsb.
Dalam kondisi normal, ruh dan jiwa mendapatkan bagian yang seimbang.Sehingga upaya untuk meningkatkan kondisi tertentu seperti unsur ruh yang dominan dalam diri manusia, akan memberikan dampak yang supra rasional,seperti menghilangnya sifat material dari raga kita. Sebagai contoh, orang yang telah berhasil meningkatkan unsur ruh yang ada dalam dirinya mendekati titik dominan, maka orang tersebut akan mendapatkan kekebalan dalam artian sifat-sifat raga seperti berdarah, sakit dsb. bisa diminimalisir sedemikian rupa, sehingga unsur raganya sesungguhnya telah tergantikan oleh unsur ruh yang ada pada manusia tersebut.
Ternyata, dengan pengolahan ruh yang sedemikian rupa dalam diri manusia tersebut, disamping meminimalisir gejala raga, juga meningkatkan kadar kepekaan bathin kita. Karena bathin, yang bersemayan dalam ruh manusia, dapat dengan leluasa memanfaatkan indera-indera yang ada dalam raga untuk dapat merasakan atau menangkap gejala-gejala alam secara lebih baik dan sempurna.
Untuk konkritnya mengenai hal ini mari kita lakukan latihan peningkatan unsur ruhani dalam diri manusia dengan metode-metode berikut:

Metode I, penguasaan Ruh dalam diri manusia.
Latihan I : Mencapai ekstase dengan teknik pernafasan dan dzikir.

Ekstase adalah suatu kondisi dimana, kesadaran manusia mulai lepas secara spiritual, dan mulai memasuki kondisi nonmaterialistik.

Cara melatih:
1.Aturlah tubuh pada posisi yang paling rileks dan memungkinkan kita untuk berlama-lama pada posisi tersebut tanpa mengakibatkan efek-efek yang dapat mengganggu jalannya latihan, seperti kesemutan, kram dsb.
2.Mulailah dengan membaca doa-doa perlindungan, untuk muslim dapat membaca Ayat Kursyi, atau membaca doa lainnya menurut yang dipercayai.
3.Mulailah berdzikir Allah... Allah... dengan cara sebagai berikut: Allah yang pertama tarik nafas, Allah yang kedua buang nafas sambil dihentak.
4.Untuk meningkatkan konsentrasi, maka mata dapat ditutup, sambil berdzikir secara lantang.
5.Lakukan selama 5 sampai 10 menit. Ini untuk memasuki tahap ekstase.

Penjelasan:
Teknik pernafasan dengan dzikir ini untuk memaksa raga agar cepat merespon kekondisi ekstase, agar latihan selanjutnya, yaitu memaksimalkan unsur ruh dalam diri kita dapat terlaksana dengan mudah.

Latihan II : memaksimalkan unsur Ruh dalam diri.
Mulai “merasakan” unsur ruh.

Latihan berikut dilakukan segera setelah metode I tadi selesai kita laksanakan.

1.Atur pernafasan agar kembali normal, dan tubuh kembali rileks.
2.Atur tangan kita ditengadahkan keatas seperti hendak berdoa dalam cara Is lam.
3.Tutup mata, sambil merasakan getaran yang sangat halus pada ujungujung jari tangan kita, dimana semakin dirasakan, getaran-getaran tersebut makin menguat seperti aliran setrum yang sangat kecil tetapi dapat kita rasakan. Getaran ini seperti denyut-denyut halus pada pembuluh darah ujung jari kita.
4.Mulailah menarik getaran tersebut kepangkal lengan, pundak, leher, kepala, kemudian jalarkan keseluruh tubuh.
5.Gejala awal yang umumnya terjadi adalah tubuh terasa kebas, baal, atau yang sejenisnya, dimana menandakan sifat raga yang materialistik tersebut mulai tergantikan.
6.Yakinkan dengan mencubit atau menusukkan dengan jarum, atau bahkan melakukan irisan dengan silet pada tubuh kita dimulai dari rambut dan kebagian tubuh lainnya. Bila kita masih merasakan sakit, atau terjadi perlukaan yang mengakibatkan terjadi pendarahan, maka latihan kita belum sempurna, maka ulangilah dari latihan I diatas.
7.Proses diatas bisa saja dihilangkan, bila keyakinan kita dengan menjalarkan getaran tersebut keseluruh tubuh kita anggap telah cukup.

Penjelasan:
Pada latihan ini, sesungguhnya kita sedang mengerjakan proses pemaksimalan unsur ruh yang ada dalam diri manusia. Getaran yang kita rasakan tersebut adalah gejala dimana unsur-unsur materialistik sedang berangsur berkurang, sehingga pada akhirnya unsur ruh menguasai seluruh diri kita.

Tujuan:
Tujuan latihan ini adalah membangkitkan unsur dominan ruh pada diri manusia sehingga tercapai kondisi nonmaterialistik, dimana sifat-sifat raga pada diri mulai tergantikan oleh nilai-nilai ruh. Dengan dapat merasakan unsur ruh, maka kepekaan kita akan meningkat pada titik maksimal, yang nantinya
akan kita pergunakan untuk latihan disesi berikutnya.

Konsep mengenai Aura

Banyak pemahaman mengenai aura ini, tetapi mari kita sederhanakan saja agar sesuai dengan maksud pelatihan kita. Aura bisa diartikan sebagai perbawa, yaitu sifat-sifat manusia yang memang merupakan bawaan sejak kita dilahirkan. Aura seseorang bisa saja dirasakan oleh orang lain tanpa disadari oleh orang tersebut. Sebagai contoh, orang yang sedang marah, maka hawa amarahnya dapat dirasakan oleh orang lain, walaupun orang yang sedang marah tersebut tidak menampakkan ekspresi marah, tetapi hawanya telah membuat orang disekitarnya merasa takut atau enggan. Begitupun orang yang memiliki aura menyejukkan, maka orang-orang yang ada disekitar orang yang
memiliki karakter aura tersebut akan merasa sejuk dan tenang, walaupun orang tersebut tidak berkata-kata atau mengeluarkan senyum sekalipun.

Aura pada kondisi normal, dimana orang tersebut sedang rileks dan tidak dalam suatu kondisi apapun akan dapat menampilkan sifat asli dari orang tersebut, yang memang sesungguhnya bawaan dari sejak lahir. Dengan kombinasi pemaksimalan ruh yang baik, maka kondisi bawaan aura
seseorang dapat dirubah sedemikian rupa hingga memancarkan sifat-sifatAl lah yang baik-baik, yang dapat dirasakan oleh orang lain disekitarnya.

Aura, tidak hanya dimiliki oleh manusia, tetapi semua ciptaan Allah memiliki aura. Entah itu benda mati, binatang atau apapun memiliki aura yang berbeda dan bersifat unik satu dengan yang lainnya. Karena keunikannya itulah kita dapat “menggambar” getaran aura yang dimiliki oleh manusia, benda atau makhluk lain bahkan suatu kejadian disuatu lokasi, dengan latihan yang benar tentunya.

Metode I, “merasakan” Aura.
Latihan I : Membaca aura orang lain.
Membaca aura orang lain dapat kita lakukan bilamana kita telah menguasai latihan pada sesi I secara sempurna. Konsepnya adalah dengan dapat merasakan diri sendiri, tentunya merasakan sesuatu diluar diri sendiri menjadi mudah. Merasakan getaran aura orang lain misalnya, dapat saja kita laksanakan bilamana pengaruh kepekaan diri kita telah berhasil kita tingkatkan. Sehingga sekecil apapun getaran yang terasa diluar diri kita dapat terdeteksi secara mudah.

Latihan berikut ini dapat kita pakai untuk dapat membaca sifat-sifat dominan dari orang lain yang memang merupakan sifat bawaan. Untuk memudahkan latihan kita, maka kita dapat menyamakan konsep kita mengenai sifat-sifat yang umumnya dimiliki oleh orang lain, yaitu :

1.Bijaksana - Mutmainah, kita lambangkan dengan warna Kuning, posisinya ada di Jari Jempol tangan dan daerah sekitar Paru-paru. Posisi ini maksudnya adalah ketika kita merasakan aura seseorang, maka getaran aura yang terbesar adalah dari daerah tersebut.
2.Pintar - Mulhimah - Hijau - Jantung atau diatas Perut.
3.Kaya - Aluamah - Hitam - Perut atau Jari Telunjuk Tangan.
4.Berkedudukan - Sufi yah - Putih - Ginjal atau Jari Manis Tangan.
5.Semangat/Ambisius - Amarah - Merah - Hati, telinga atau Jari Kelingking tangan.

Maksud dari menyamakan konsep kita mengenai warna dan aura ini sematamata agar terjadi persamaan pandangan mengenai arti masing-masing warna pada arti aura yang akan menjadi latihan kita nantinya, juga konsep warna itu kita pakai untuk latihan kita pada sesi-sesi selanjutnya.

Cara berlatih :

1.Kerjakan latihan pada Sesi I secara keseluruhan.
2.Kalau tadinya unsur ruh dominan pada seluruh tubuh, kali ini pusatkan getaran ruh kita tersebut hanya pada telapak tangan bagian dalam saja. Ciricirinya adalah telapak tangan kita terasa kebas, baal dsb. yang menandakan konsentrasi ruh kita terpusat pada telapak tangan tersebut, dan juga berarti menunjukkan lokasi kepekaan kita yang paling tinggi.
3.Arahkan telapak tangan kita keseluruh tubuh orang yang akan kita deteksi. Rasakan perbedaan rasa yang ada ditelapak tangan tersebut pada lokasilokasi yang disebutkan diatas.

Tujuan :
Dengan mengkonsentrasikan titik kepekaan ketempat yang terbatas, maka pusat kepekaan dapat kita tingkatkan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Latihan 2 : Merasakan aura makhluk gaib yang
ada dipusaka.
Pancaran aura makhluk gaib berbeda dengan aura yang ada dialam kita. Makhluk gaib hampir tidak dapat dirasakan dengan menggunakan kepekaan biasa, tetapi kita mulai mengerahkan seluruh kemampuan indera kita untuk dapat menangkap getaran makhluk gaib tersebut. Yang umumnya terjadi dan dapat kita lakukan untuk latihan kita adalah merasakan debaran jantung yang mengiringi rasa yang diterima oleh sensor kita, seperti telapak tangan contohnya. Debaran ini bahkan biasanya diikuti dengan terbangunnya bulu-bulu disekitar daerah sensor kita. Umpama bila kita menggunakan telapak tangan untuk mendeteksi keberadaannya, maka bulu-bulu disekitar tangan akan bangun/merinding, diikuti dengan debaran jantung yang meningkat secara tiba-tiba.

Cara latihan :

1.Lakukan latihan seperti pada sesi I & II.
2.Arahkan sensor kita, dalam hal ini telapak tangan, pada pusaka yang hendak kita deteksi.
3.Tutup mata, untuk meningkatkan kepekaan rasa kita, dan rasakan bagaimana getaran dan detak jantung yang tiba-tiba meningkat diikuti merinding/ bangunnya bulu-bulu disekitar tangan kita.
4.Bila kita merasakan sensasi atau fenomena tertentu segera buka mata kita.Untuk muslim segera membaca Istighfar, untuk non muslim bisa segera menahan nafas untuk beberapa saat.

Tujuan :
Pada latihan ini, kita belajar mendeteksi aura dari makhluk gaib dimana manfaat pusaka tersebut dapat kita ketahui berdasar arti/warna yang terdeteksi.

Meningkatkan kualitas kepekaan dengan dzikir atau cara lain.

Kualitas kepekaan dapat terus kita tingkatkan dengan berlatih secara rutin dan terus menerus, maupun dengan menggunakan cara-cara khusus. Cara-cara khusus yang dimaksud adalah suatu metode untuk meningkatkan kualitas kepekaan maupun kadar kemampuan bathin dalam mengolah getaran yang diterima.

Meningkatkan kualitas kepekaan, berarti akan memudahkan kita untuk mengikuti kelas pelatihan berikutnya, sehingga sesi ini dianggap penting untuk dapat dilaksanakan oleh seluruh peserta pelatihan.


Metode I : Meningkatkan kepekaan dengan
berdzikir.
Dzikir dipercaya dapat meningkatkan kualitas keimanan kita, orang yang suka berdzikir secara istiqomah, terus menerus dan rutin dikerjakan, dipercaya akan memperoleh hikmah dari Tuhan Yang Maha Esa berupa pengetahuan yang tersembunyi. Berdzikir tentunya harus dimulai dengan niat. Niat disini menentukan hikmah yang ingin kita dapatkan. Dzikir yang biasanya dibaca untuk meningkatkan kepekaan adalah membaca dzikir Hawqollah yaitu: La Hawla Walaa Quwwaata Illa Billaahil Aliyyul
Adzhiim.

Mengenai jumlahnya tidak ditentukan, selama mengikuti pelatihan ini, sekiranya dapat, maka bacalah dzikir ini diwaktu senggang, setelah sholat, atau memang meluangkan waktu khusus untuk membacanya, seperti setelah selesai sholat tengah malam, misalnya. Bacalah sebanyak yang kita mampu, jangan meneruskan bacaan bilamana hati kita sudah mulai berkurang keikhlasannya, dan selalu memulai dzikiran ini dengan niat. Niat yang dibaca disarankan sebagai berikut :

Ya Allah, dzikirku ini untuk meningkatkan iman dan taqwaku kepada Mu,
juga berikanlah aku hikmah berupa pengetahuan yang gaib.

Metode II : Mengerjakan latihan ditempat
terbuka.
Bagi yang biasa mengerjakan latihan-latihan pada sesi sebelumnya, tentunya kita mengerjakan ditempat tertutup atau dalam bangunan. Entah itu dikamar kita, dimasjid atau musholla, atau tempat lain yang memang tertutup, maka membiasakan mengerjakan latihan ditempat terbuka seperti dihalaman rumah, pegunungan, pantai, ditengah lautan atau tempat-tempat lain yang intinya ditempat atau alam terbuka. Kegiatan tirakatan yang biasa dikerjakan ditempat kami merupakan cara yang efektif untuk melatih peningkatan kualitas kepekaan kita. Karena kegiatan tirakatan tersebut biasanya diadakan ditempat/alam terbuka, dan dalam kondisi yang cukup ekstreem seperti dingin yang sangat atau panas yang cukup.

Tujuan :
Kegiatan latihan yang kita kerjakan diluar ruangan, khususnya di alam terbuka akan merangsang radar kepekaan kita ketingkat yang lebih tinggi. Alam terbuka mengandung jutaan getaran yang berbeda, dimana bathin kita secara otomatis akan terlatih untuk memisahkan getaran-getaran yang kita tangkap tersebut kebentuk pengetahuan yang berguna untuk kita.

Penutup
Melatih kepekaan rasa, merupakan dasar untuk meningkat ke pelatihanpelatihan kita selanjutnya. Dengan kepekaan rasa yang cukup, kita dapat mengetahui, menganalisa, dan memanfaatkan informasi yang kita dapat dari penginderaan/pendeteksian berdasar kepada kepekaan bathin yang kita miliki. Setelah pelatihan ini, para peserta pelatihan diharapkan dapat melakukan pendeteksian atas keberadaan benda-benda, keberadaan makhluk gaib, aura/ perbawa yang dominan pada seseorang, maupun mengetahui manfaat pusaka. Bahkan hal-hal lain yang tanpa kita sadari telah kita peroleh, yang semata-mata karena rahmat yang kita terima dari Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi perlu disadari, bahwa kemampuan yang kita miliki ini haruslah kita pergunakan untuk hal-hal yang baik, serta tidak bertentangan dengan kaidah agama, serta harus jauh dari kemungkinan untuk bersifat fi tnah, syirik apalagi murtad kepada agama yang kita anut. Semua ini harus disadari sebagai upaya kita untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pelatihan kepekaan rasa ini masih jauh dari selesai. Karena setelah rasa maka kita dapat meningkat kepelatihan kepekaan gerak, asa/hati, menyalurkan kehendak dst. sehingga apa yang kita harapkan dari pelatihan kepekaan ini dapat kita peroleh secara maksimal.

Sering-seringlah berdiskusi dengan pelatih, untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Juga, banyaklah berlatih secara konsisten dan terus menerus. Memperbanyak dzikir, secara signifi kan akan memberikan dampak yang luar biasa kepada kepekaan kita, disamping tentunya meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kunci Rahasia Meraga Sukma

Ternyata sejak jaman dahulu nenek moyang kita, khususnya orang jawa sangat gemar mempelajari dunia ilmu ghaib. Baik yang bersifat rahasia maupun yang terang-terangan. Mereka belajar ilmu ghaib dengan tujuan yang berbeda satu yang lain. Ada yang bertujuan agar sakti, kebal senjata, kebal api, kebal racun, dan ada yang pula bertujuan bisa mengobati orang sakit dan lain sebagainya. Untuk itu Indo Ghaib hadir di tengah-tengah anda yang haus dengan ilmu-ilmu spiritual & supranatural menampilkan Kunci Ilmu Ghaib buat anda!!!namun dalam mempelajari agar anda tidak ada kendala metafisik silahkan minta ijazah pada Dewan Guru kami,jangan Otodidak kecuali anda praktisi paranormal yang sudah memamami Dunia Ilmu Ghaib.
Khususnya mengenai Ilmu Meraga Sukma atau Ilmu Pelepasan itu juga termasuk ilmu ghaib,disebut ghaib karena tidak kasat mata alias dilihat dengan panca indra tubuh kasar, seakan-akan tidak masuk akal.Meraga Sukma adalah cara pelepasan sukma , dimana sukma keluar dari tubuhnya ( dari raganya ), sementara nyawanya masih berada didalam tubuhnya, bila nyawa ikut keluar, berarti ia mati beneran...!!!Tunggu dulu...Banyak orang, melalui berbagai referensi, menganggap nyawa sama dengan jiwa. Bahkan dipahami secara rancu dengan menyamakannya dengan roh atau sukma. Nyawa, jiwa, roh, sukma, diartikan sama. Tetapi manakala kita menyaksikan peristiwa meraga sukma, perjalanan astral, lantas timbul tanda tanya besar. Bukankah saat terjadi peristiwa kematian, sukma seseorang keluar dari jasadnya ?! Kenapa orang yang meraga sukma tidak mengalami kematian ?! Sejak lama saya bertanya-tanya dalam hati saya sendiri. Apa gerangan yang terjadi dan bagimana duduk persoalannya. Bagaimanakah sebenarnya rumus-rumus tuhan yang berlaku di dalamnya ?
Butuh waktu puluhan tahun hingga saya menemukan jawaban logis, paling tidak nalar saya bisa menerimanya. Nyawa ibarat “lem perekat” yang menghubungkan antara sukma dengan raga manusia. Pada peristiwa kematian seseorang, nyawa sebagai lem perekat tidak lagi berfungsi alias lenyap. Jika lem perekatnya sudah tak berfungsi lagi maka lepaslah sukma dari jasad. Lain halnya dengan meraga sukma, lem perekat masih berfungsi dengan baik, sehingga kemanapun sukma berkelana, jasadnya yang ditinggalkan tidak akan mati. Hanya saja lem perekat bernama nyawa ini sistem bekerjanya berbeda dengan lem perekat pada umunya yang benar-benar menyambung merekatkan antara dua benda padat. Nyawa merekatkan antara jasad dan sukma secara fleksibel, bagaikan dua peralatan yang dihubungkan oleh teknologi nir kabel. Namun demikian nyawa tentu saja jauh lebih canggih ketimbang teknologi bluetooth yang bisa menghubungkan dua peralatan dalam jarak dekat maupun jauh. Dalam khasanah spiritual Jawa, para leluhur di zaman dulu menemukan adanya keterkaitan masing-masing unsur gaib dan wadag manusia. Raga supaya hidup harus dihidupkan oleh sukma, sukma diikat oleh rasa. Ikatan rasa akan pudar dan lama-kelamaan akan habis apabila rasa tidak kuat lagi menahan penderitaan dan trauma yang dialami oleh raga. Bila seseorang tak kuat lagi menahan rasa sakit, kesadaran jasadnya akan hilang atau mengalami pingsan, dan bahkan kesadaran jasadnya akan sirna samasekali alias mengalami kematian. Di sini peristiwa kematian adalah padamnya “alat nirkabel” atau semacam “bluetooth” bikinan tuhan sehingga terputuslah hubungan antara jasad dan sukma. Lain halnya dengan aksi meraga sukma, sejauh manapun sukma berkelana ia tetap terhubung dengan raga melalui “teknologi” bluetooth bikinan tuhan bernama nyawa.
MERAGA SUKMA :SEBUAH PERJALANAN SPIRITUAL Dalam menjalankan Meraga Sukma "Dalam keadaan hening,tubuh terasa sangat ringan,indah dan sejuk dan hangat.mata saya tertutup namun saya mampu melihat seluruh keadaan di sekeliling ruangan…semua benda yang saya lihat mengeluarkan cahaya termasuk tubuh saya sendiri"
Ini pengalaman dalam mempraktekkan teknik Meraga Sukma.Diri manusia ini sebenarnya terhijab,terhijab dari segala sesuatu yang bersifat spiritual.hijab tersebut ada yang memang sudah menjadi ketentuan Allah seperti hijabnya dunia dengan akhirat,namun ada juga hijab yang manusia buat sendiri seperti hijabnya alam pikiran manusia.

Bagaimana alam pikiran manusia bisa menjadi hijab (tabir penutup)? Jawabanya sangat sederhana yaitu karena manusia selalu berpikir dengan panca indera dan segala sesuatu yang dilihat dengan panca indera menjadi sah dan ilmiah.segala sesuatu yang diluar panca indera disebut dengan mistik,takhayul dan non ilmiah.manusia merasa bahwa sesuatu yang bisa dilihat dengan panca indera maka bisa dilihat sebagai realita dan di terima akal pikiran

Apakah pendapat diatas salah?tidak sepenuhnya...jika kita hanya ingin mengalami perjalanan badani maka cara berpikir diatas tidaklah salah.tapi akan banyak misteri misteri kedahsyatan semesta yang tak mungkin bisa kita selesaikan dengan metode ilmiah.salah satu contohnya adalah tentang tongkat nabi musa.akan banyak orang berpikir bagaimana mungkin ada tongkat yang bisa membelah samudra?bagaimana mungkin sebuah tongkat bisa manampilkan kekuatan yang luar biasa.tentu jika nabi musa hidup dijaman ini ia akan banyak di undang untuk memberikan ceramah di universitas universitas dan tongkatnya akan dijadikan bahan penelitian yang pasti tidak akan pernah berakhir …
Kita tidak salah berpikir secara ilmiah dan rasional.masalahnya adalah sebagai manusia kita juga diberikan keinginan untuk melakukan perjalanan spiritual.ada kerinduan dalam diri kita untuk juga mengalami pengalaman spiritual menjelajah dimensi ruang dan waktu dan ternyata di situlah tempat tinggal kebahagiaan.

Alat untuk melakukan perjalanan spiritual tersebut adalah ilmu meraga sukma.ilmu ini adalah termasuk ilmu yang langka.dengan meraga sukma anda bisa melihat rumah anda saat bepergian,mendatangi sanak dan famili secara batin,mengelilingi tempat tempat indah di dunia dan bertemu dengan para guru batin yang shalih.

Segala sesuatu yang terlihat dalam alam badani pada hakekatnya adalah sebuah ilusi sedangkan yang terlihat dalam alam spiritual adalah alam realita.jika anda belum punya mobil anda ingin punya mobil maka ada ilusi dalam pikiran anda bahwa setelah anda punya mobil anda akan bahagia.sebelum anda punya rumah ada ilusi dalam pikiran anda bahwa setelah anda punya rumah nanti anda akan bahagia………tapi kenyataannya setelah anda punya rumah dan mobil ternyata anda tidak bahagia,anda lalu diberikan ilusi ilusi yang lain yang menyiksa anda jika perjalanan hidup anda hanya sekedar perjalanan badani.

Hasil lain akan anda dapati jika anda melakukan perjalanan spiritual.didalam dunia spiritual disitulah bersemayam kebahagiaan hakiki dan jauh dari ilusi yang memperbudak manusia.ada keteduhan ada kedamaian dan ada warna keabadian.

Pada saat anda meraga sukma anda tidak akan merasakan keinginan untuk makan dan minum.selera makan anda akan hilang walaupun anda seorang pemakan berat sekalipun.

kegalauan dan kegundahan hati anda akan hilang saat sudah berada dalam alam spiritual sebab kegundahan hanya ada dalam dunia badani.dalam enikmatan tersebut maka anda akan merasa sangat kagum akan kebesaran Allah Subhanahu wa taala yang memimpin semua makhluk dijagad raya ini

Pernahkah anda bercita cita untuk bisa jalan jalan keseluruh tempat indah didunia?anda bisa dalam sekejap berada di bunaken melihat keindahan taman laut kemudian sekejap berada di pantai sanur bali kemudian sekejap berada di China menyaksikan tembok besar atau mungkin anda ingin melihat keindahan gunung himalaya,atau anda ingin berkunjung ke tempat tempat yang paling indah diujung bumi sekalipun yang belum dijamah oleh manusia…anda tidak perlu pesawat terbang ,yang anda butuhkan hanyalah bilik kamar anda yang berfungsi sebagai bandara dan tubuh halus anda akan meluncur dan terbang laksana pesawat yang siap mengantar anda menjelajah dunia dengan alat berupa sebuah ilmu yang bernama Meraga Sukma…

Apa yang akan anda rasakan jika anda berada dilangit langit kamar dan melihat tubuh anda sendiri berbaring ditempat tidur?anda akan terkejut dan takut…tapi itulah memang pengalaman yang banyak di alami oleh para murid yang sedang belajar meraga sukma untuk pertama kali...

Badan halus anda akan keluar dari tubuh anda dan anda berenang diudara seperti para astronot yang berjalan dipermukaan bulan.anda bisa terbang melebihi kecepatan mobil balap sekalipun,membelah udara dan melaju bersama angin…

Untuk mampu melakukan meraga sukma anda mebutuhkan beberapa langkah dan bekal bekal berikut ini:

1.kekuatan benteng badan

Tubuh fisik anda harus dijaga dengan benteng baik dengan doa maupun asma asma khusus.jangan pernah coba coba melakukan meraga sukma tanpa benteng badan yang cukup sebab biar bagaimanapun tubuh fisik anda harus dijaga selama badan halus anda meninggalkan badan.bagi anda yang sudah pernah belajar ilmu Khodimul Ghaib/Rijalul Ghaib anda beruntung karena dalam ilmu tersebut sudah termasuk kunci benteng badan untuk meraga sukma

2.kepasrahan dan keberanian

Anda harus mampu melewati tahapan tahapan krusial saat akan melakukan meraga sukma.anda akan mengalami perasaan takut ketika tubuh halus anda melakukan perjalanan astral.apalagi jika anda berniat untuk melakukan perjalanan badan yang jauh seperti ke luar negeri dan sebagainya,maka dalam perjalanan anda ,anda akan bertemu dengan banyak orang yang meraga sukma,makhluk makhluk ghaib dan sebagainya.inilah yang membutuhkan mental anda sebab tidak semua makhluk berwujud seperti yang anda inginkan .

3.jika bertemu dengan Guru batin

Anda beruntung jika dalam meraga sukma anda bertemu dengan para guru batin yang shalih.mereka akan mengajari ilmu ilmu yang rahasia dan tidak pernah anda pikirkan sebelumnya.lewat mereka kita bisa belajar bagaimana menjalani kehidupan secara baik dan terbebasi godaan godaan.

Jika anda beruntung anda akan diberi benda kenang kenangan seperti cincin ,tasbih dan sebagainya yang tahu tahu sudah berada di tempat tidur anda ketika bangun

4.Mengatur frekwensi Meraga sukma

Waktu yang tepat untuk melakukan meraga sukma adalah malam hari,karena justru saat malam anda akan lebih terang ketika tubuh batin anda pergi keluar untuk berjalan jalan.frekwensi meraga sukma tidak boleh terlalu sering .biasanya 2 atau 3 hari sekali sudah cukup baik bagi perkembangan ilmu anda sehingga anda akan memiliki aura spiritual yang luar biasa

Jika anda sangat ingin menguasai ilmu yang luar biasa ini,saya sarankan milikilah "MUSTIKA WAFAK MERAGA SUKMA" sebagai piranti spiritual dan seringlah membaca ayat ayat(..rhs..) yang mampu membuat lathoif-lathoif dalam tubuh anda bersinar,jika lathoif dalam tubuh anda sudah mulai bersinar maka ruh anda akan menjadi lebih ringan dan mata hati anda akan lebih tajam.

Apakah Meraga Sukma hanya mampu dilakukan oleh orang berbakat? tidak..siapapun anda dan bagaimanapun keadaan spiritual ini anda memiliki kesempatan untuk mengalami perjalanan batin yang luar biasa ini,tentu dengan syarat anda harus rajin berlatih!!!dan perlunya adanya piranti/bekal dalam latihan serta adanya pembimbing spiritual yang bisa menuntun anda dalam mempelajari keilmuan/jangan Otodidak...Beresiko!!! Banyak orang di luaran sana belajar ngawur tanpa guru tanpa pembimbing,akibatnya stress!!! merasa dirinya Sekti Mandraguna bahkan suka pamer alias takabur!!! merasa diri punya ratusan bahkan ribuan puja mantra,tapi sayang sekali... hanya sekedar koleksibiar dianggap ampuh!!! Dengan orang seperti itu Saya Pribadi merasa Kasihan!!!

RAHASIA MERAGA SUKMA
Banyak orang yang ingin mengusai Ilmu Meraga Sukma. Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya? Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dengan meminta bantuan jin…?
Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.
Apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah SWT ini, “Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar Rahman:33).
Penjelasannya bahwa Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan.
Perlu diketahui, proses meraga sukma sesunggunya tidak melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.
Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.
Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.
Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi.
Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya.
Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU
Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya. Mengapa? Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi
Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.
Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain. Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.
Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.
Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.
Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.
Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunaskan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu.
Seorang teman Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan metoda Chikung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan pemula. Berikut caranya:
1. Anda berbaring di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit.
2. Anda lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas:
- Ambil nafas dan keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua.
- Ambil nafas dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
- Ambil nafas dan keluarkan nafas 1% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
- Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya.
- Ambil nafas dan keluarkan 30% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya.
- Ambil nafas dan keluarkan 20% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya.
3. Anda bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi.
4. Anda membuka mata dan niatkan untuk meraga sukma. Setelah itu biarkan tubuh Anda rilaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai Anda memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu Anda mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh Anda menjadi dua maka Anda tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan.
Teknik meraga sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif. Anda yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma hanya beberapa kali latihan saja. Apabila Anda ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata Anda.
Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Meraga Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu.
Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat yang biasanya meminta bantuan jin. Metoda bantuan jin ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah untuk berhubungan dengan jin (Baca QS. Al-Jin:9).
Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak kita, sehingga potensial bisa mengganggu sistem syaraf kita jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap.
Metoda teraman dan terefektik adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu.
Pada diri manusia ada yang disebut jiwa, ada yang disebut raga dan ada juga disebut nyawa. Ketiganya merupakan satu kesatuan pada diri manusia sehingga dapat hidup di alam ini.
Bagi orang yang mendalami ilmu kebathinan, mempercayai bahwa dalam kondisi tertentu jiwa pada dirinya dapat pergi dan kembali ibarat orang sedang keluar masuk rumah tanpa merusak rumah yang ditinggalkan dan didatangi.
Tentu saja bagi orang yang rajin dan menekuni ilmu kebathinan hal itu bukan suatu yang aneh. Melakukan hal muskil menurut nalar rasional tersebut tentu saja melalui tata cara dan ritual tertentu yang tidak mudah.
Berikut saya nukilkan suatu keilmuan langka yang dapat dijadikan sarana untuk melakukan raga jiwa atau raga sukma menurut dialeg bahasa jawa.
Disini saya mencontohkan salah satu ke ilmuan melepas jiwa menurut ilmu yang pernah diterima dari guru. Dan ilmu ini disebut ilmu meraga sukma:

"Bismillahhirrohmainrrohim
Sholollohu alihi wasallam
Allahumma qulhu Allah
Zat gumilang tanpa sangkan
Liyep cut prucut
sukmaningsun Metu soko rogo
Gampang sarining gampang sak niatku
Slamet soko kersaning Allah
Lailaha ilallah Muhammaddarrosululloh"
Bacalah mantra diatas sebanyak 3 kali ulang
Lalu ucapkan berulang ulang lafaz Asma Allah :
Yaa...Allaaah….(bergema dalam hati)
Catatan:Bagi saudara yang ingin mempelajari ilmu ini sebagai bekal perlindungan diri dan mempermudah penerapan ilmu serta mempercepat penguasaannya silahkan pesan piranti spiritual klik:"MUSTIKA WAFAK MERAGA SUKMA".
BELAJAR KEILMUAN APAPUN perlu ketekunan dan adanya JER BASUKI MOWO BEO!!! Meraih segala sesuatu perlu Adanya Pengorbanan!!! Baik: Tenaga,Pikiran,Waktu,Harta,dsb!!! Jadi tidak ADA istilah GRATIS yang benar-benar GRATIS!!! Apalagi mau Enaknya Sendiri!!! SECARA LOGIKA...tanpa adanya "Jer Basuki Mowo Beo" itu mustahil!!! benar tidak???

Meraga Sukma



Ini ilmu para leluhur Jawa yang sangat luar biasa. Dengan ilmu ini, diri kita bisa lepas bebas kemana yang kita inginkan. Kita bisa berjalan-jalan ke Mekkah untuk melaksanakan naik haji, kita bisa juga berjalan-jalan ke India untuk menyapa para yogi, atau berjalan-jalan ke Tibet untuk bertemu Dalai Lama.

Para leluhur orang Jawa sadar benar bahwa manusia memiliki potensi tersembunyi yang bila dioptimalkan akan mendatangkan manfaat bagi hidupnya. Mereka sadar, manusia sudah memiliki kelengkapan software untuk hidup dalam berbagai dimensi baik fisik maupun metafisik. Para leluhur dulu tidak hanya membaca “kitab garing” yang berbentuk kitab-kitab kuno yang ditulis di kertas atau yang dipahat di batu-batuan atau di daun-daun lontar.

Salah satu bukti kehebatan para leluhur ini adalah tersebarnya Candi-candi. Candi adalah bangunan dari batu kali yang dibuat dengan ketepatan ukuran geometri yang tiada banding jaman itu. Masing-masing batu disusun dengan presisi yang tinggi sehingga tidak ada yang penceng sambungannya. Selain kehebatan fisik, pada candi kita bisa belajar filsafat hidup yang dahsyat hasil olah rasa/olah batin yang gentur mencari ilmu sangkan paraning dumadi demi kesempurnaan hidup.

Tanpa ilmu matematika, ilmu fisika, ilmu arsitektur dan ilmu sastra, ilmu sejarah, ilmu kebatinan, mustahil mereka mampu membuat bangunan yang begitu tinggi nilai historisnya itu. Borobudur, Prambanan, Boko, Cetho, Panataran, Dieng, Gedong Songo dan masih banyak lagi candi yang tersebar di seantero nusantara. Mereka adalah bukti fisik yang tidak bisa dibantah.
Selain itu, banyaknya kitab-kitab kuno membuktikan bahwa tradisi berilmu pengetahuan juga tumbuh subur di Jawa. Serat Purwakanda, Serat Pulo Kencana, Serat Panji Asmara Bangun, Serat Nagri Ngurawan, Serat Tawang Gantungan, Serat Niti Praja, Serat Waskithaning Nala, Serat Paniti Sastra, Serat Pamrayoga Utama, Serat Nirata Praketa, Serat Kridhamaya, Serat Niti Sruti, Serat Arjuna Wiwaha, Serat Tripama, dan masih banyak lagi serat lain adalah bukti yang cetho welo-welo.

Dari sekian banyak bab di dalam khasanah ilmu kebatinan, ada satu ilmu yang sangat menarik dan menjadi bukti keunggulan olah rasa/batin dan olah spiritual tingkat tinggi para leluhur Jawa. Ilmu ini disebut dengan NGRAGA SUKMA. Entah siapa pencipta ilmu ini. Yang jelas, ilmu ini sudah umum dimiliki oleh para waskita dan winasis untuk berbagai kemanfaatan dalam mengarungi perjalanan hidup mencapai kesempurnaan yang penuh misteri ini.

NGRAGA SUKMA adalah ilmu yang mampu mengeluarkan sukma dari tubuh. Dengan NGRAGA SUKMA, seseorang yang sedang duduk di sebuah rumah di Jakarta, akan mampu menampakkan diri di sebuah tempat yang jauh sekalipun seperti Washington DC Amerika Serikat. Belakangan di era Modern, orang Barat menyebut fenomena ini dengan OUT OF BODY EXPERIENCE (OBE) atau pengalaman keluar tubuh fisik. Di Barat, fenomena OBE ini bahkan dijadikan latihan terbuka dan banyak orang yang akhirnya mampu sampai ke tahap OBE ini.

Seorang teman dekat saya sudah sangat terbiasa untuk mempraktikkan ilmu Ngraga Sukma ini hingga dia bisa berjalan-jalan ke tempat yang lain. Suatu hari, dia duduk di dekat saya sambil merem leyeh-leyeh dan saat terbangun dia pun mengatakan telah berkunjung ke Cina. Dia mampu menceriterakan seara detail apa yang baru saja dialaminya, termasuk bertemu dengan orang-orang dan kemudian kembali ke tempat kami semula. Inilah Ngraga Sukma.

Bagaimana ilmu Ngraga Sukma ini dijelaskan secara ilmiah? Mari kita bedah satu persatu wacana JIWA MANUSIA.

1. JIWA AMARAH

Dalam ilmu kebatinan Jawa, kita mengenal adanya nafas/nafs/ambekan. Nafas ini merupakan bagian inti dari Jiwa dan nafas terkait dengan batin kita. Semua mahluk hidup perlu respirasi atau bernafas yaitu menghiup oksigen dan diekspor ke paru-paru/insang. Oksigen dibutuhkan oleh setiap sel tubuh yang ingin hidup. Tanpa oksigen, sel tubuh akan lemas dan mati. Oksigen dibutuhkan untuk proses pembakaran, sehingga sel di dalam tubuh mendapat energi baru.

Pengendali jalannya nafas adalah JIWA AMARAH/NAFS AL AMARAH. (bukan marah dalam arti nesu, mangkel, atau marah..ini hanya nama). Jiwa Amarah bertugas untuk mengoperasikan jalannya nafas manusia mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Bila jiwa ini berhenti maka manusia akan mengalami kematian. Selama belum putus meskipun nafasnya sudaha berhenti maka manusia masih tetap hidup. Nah, ada satu lagi yang perlu kita ketahui saat membicarakan JIWA AMARAH ini adalaha yang kita kenal dengan PRANA/PREMANA yang berkaitan dengan DAYA HIDUP. PRANA ibarat ARUS LISTRIK sementara JIWA AMARAH ibarat kawat.

2. JIWA LAWWAMAH
Berada di dalam tubuh manusia yang lebih dalam dan halus dari JIWA AMARAH dan jiwa lawwamah ini berada di alam eterik. Jiwa lawwamah bisa keluar masuk tubuh baik saat sadar maupun saat tertidur tanpa ada hambatan apapun. Saat kita tidur, kita bermimpi bertemu dengan seseorang maka jiwa lawwamah kitalah yang tertemu dengan orang tersebut. Namun bila kita tiba-tiba terjaga, maka dengan cepat pula jiwa masuk lagi ke tubuh.

Kita sering bermimpi mengembara ke sebuah tempat yang belum pernah kita datangi sebelumnya, ini berarti jiwa kita berjalan-jalan mengembara ke tempat yang asing. Ya, jiwa kita tidak terikat ruang dimanapun dan kapanpun. Itu sebabnya, bila kita bermimpi bertemu dengan para Nabi, itu berarti kita memng sungguh-sungguh bertemu dengan para nabi pula. Bagaimana dengan waktu? Nah, jiwa kita tetap terikat waktu saat mimpi tersebut.
Sistem kerjanya jiwa Lawwamah adalah ibarat tape recorder yang merekam kejadian di depan kita secar otomatis dan digerakkan oleh alam bawah sadar (subconscious mind). Yang perlu diperhatikan adalah pada Jiwa inilah daerah operasi niat jahat manusia. Watak Iblis pada diri manusia juga tumbuh subur pada jiwa ini.

Bila kita berlatih untuk berkomunikasi dengan ruh orang meninggal dan saat itu kita bertemu dengan wujud fisik orang meninggal tersebut, maka kita sebenarnya sedang bertemu dengan jiwa Lawwamah-nya. Jiwa ini masih terikat dengan keberadaan fisik bumi kita. Bagaikan embun, jiwa ini melayang-layang di dekat permukaan tanah. Oleh karena itu bila orang meninggal, maka jiwa ini harus disempurnakan.
DALAM PROSESI KEMATIAN YANG SEMPURNA, SEMUA JIWA HARUS BISA MENEMBUS ALAM BARZAKH/ALAM KELANGGENGAN. ADANYA JIWA YANG MASIH MEMILIKI KEMELEKATAN DENGAN BUMI KARENA SUATU PERKARA, MAKA JIWA MANUSIA MASIH BERPUTAR-PUTAR DI BUMI. ORANG-ORANG MENYEBUTNYA HANTU, PADAHAL ITU ADALAH JIWA ORANG YANG MENINGGAL YANG BELUM SEMPURNA.
Nah, ilmu Ngraga Sukma bekerja di tingkat JIWA LAWWAMAH ini. Bagaimana membangkitkan kemampuan Ngraga Sukma hingga jiwa lawwamah mampu keluar dari tubuh? Caranya adalah latihan. Ada tiga tahap latihan:

LATIHAN PERTAMA : PERCOBAAN
Belajarlah untuk mengalami tidur dengan merencanakan mimpi apa yang sekiranya Anda pandang menarik. Banyak cara, salah satunya merekam banyak kejadian sebelum tidur dan mengucapkan NIAT UNTUK BERTEMU SI A, ATAU NIAT BERKELANA KE SEBUAH TEMPAT…
Latihan berulang-ulang hingga benar-benar mampu mengarahkan mimpi. Jiwa Lawwamah yang sudah terlatih bisa diajak kemanapun yang diinginkan. Rapalnya baca sebagai berikut:

"MELAYANG DAN KELUARLAH SUKMAKU DARI RAGAKU,KUMOHON PERLINDUNGAN KEPADAMU YAA ALLAH, KU NIYATKAN MENGEMBARA MENEMBUS DIMENSI RUANG DAN WAKTU, AKU INGIN PERGI KE ….. (sebutkan tempat yang ingin dituju) BERTEMU DENGAN ………. (sebutkan nama orang yang ingin ditemui) ATAS KUASA DAN KEHENDAKMU YAA ALLAH"

LATIHAN KEDUA: PENGUJIAN
Ujilah apa yang Anda alami. Bertanyalah via telpon terhadap mimpi apa yang sudah Anda alami kepada si A. Bila sudah terlatih, apa yang ada dalam mimpi akan persis sama dengan kenyataan.

LATIHAN KETIGA: PEMBUKTIAN
Ujilah berkali kali apa yang Anda alami. Bila sudah terlatih, Anda bisa menggunakan ketrampilan untuk melakukan Ngraga Sukma ini tidak hanya saat bermimpi namun saat Anda terjaga sesuai dengan kehendak hati. Tentu saja harus dibimbing dengan kebijaksanaan. Sebab kemampuan ini meskipun hasil latihan namun pasti merupakan kesempatan yang diberikan Tuhan Yang Satu.

3. JIWA MULHAMAH
Jiwa yang berada lebih dalam dan halus dari JIWA LAWWAMAH. Jiwa Mulhammah adalah alat sensor metafisik yang sangat bagus untuk menerima petunjuk-petunjuk dari Tuhan. Jiwa Mulhamah ada di alam astral, suatu lapisan alam yang lebih halus dari pada alam eterik. Pada saat tertidur, jiwa Lawwamah dan Mulhamah ini bisa keluar secara otomatis tersamaan dan akibatnya mimpi pun jadi campur aduk dan kacau. Sebab masing-masing ditangkap dengan pikiran sadar dalam bentuk kesan yang berbeda. Saat tertidur, mimpi yang kita alami kadang tiak nyambung dan berbeda tema/topik. Ini akibat bercampur aduknya dua jiwa.

BILA JIWA LAWWAMAH CENDERUNG KEPADA MASA KINI, MAKA JIWA MULHAMAH LEBIH CENDERUNG UNTUK MENGENANG MASA LALU.

Ini dikarenakan Jiwa Mulhamah merupaka gudang ingatan kita seluruh kejadian tanpa dibatasi waktu. Jiwa ini juga merupakan tempat yang subur bagi jiwa yang haus nilai-nilai spiritualitas. Pikiran sadar merupakan operasi jiwa ini dan jiwa ini adalah tempat pertimbangan baik buruk benar salah. Dalam hubungannya dengan dunia fisik, jiwa ini erat kaitannya dengan “Qalbu” dan erat kaitannya dengan pengendalian emosi.

DALAM PROSESI KEMATIAN YANG SEMPURNA, SEMUA JIWA HARUS BISA MENEMBUS ALAM BARZAKH/ALAM KELANGGENGAN. JIWA MULHAMAH YANG ADA DI ALAM ASTRAL PUN HARUS DISEMPURNAKAN KARENA JIKA BELUM DISEMPURNAKAN, MAKA DORONGAN UNTUK HADIR KEMBALI KE BUMI MASIH TINGGI.

4. JIWA MUTHMAINAH
Tenang seperti teratai adalah sifat JIWA MUTHMAINAH. Keberadaannya murni di alam mental, alam transisi antara dunia astral dan spiritual. Jiwa ini sudah terbebaskan dari ruang dan waktu. Mampu menembus langit manapun hingga bertemu dengan kebenaran tertinggi yang mampu dicapai oleh manusia. Jiwa ini mampu berkelana baik ke masa lalu dan ke masa depan. Bila menembus ke masa depan, maka orang bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Kemampuan ini disebut juga dengan CLAIRVOYANCE yaitu melihat obyek di luar jangkauan mata fisik dan juga mampu CLAIRAUDENCE yaitu mendengar suara di luar jangkauan telinga.

Kemampuan ini ada yang memang bakat sejak lahir dan ada pula yang optimal karena dilatih. Waktu bagi jiwa Muthmainah adalah kesatuan masa lalu, masa kini, dan masa depan dan mampu menembus berbagai alam gaib dimensi bumi bahkan hingga alam malakut. MESKIPUN JIWA INI BERADA DI ALAM KETENANGAN DAN KEDAMAIAN MEDITATIF NAMUN IA TETAP NAFS YANG MASIH PUNYA KEINGINAN SEHINGGA MASIH PUNYA CELAH UNTUK KEMBALI KE BUMI. SEHINGGA SAAT ORANG MENINGGAL PUN JIWA MUTHMAINAH INI HARUS SEMPURNA.
Bagi Anda yang ingin menguasai ILMU MERAGA SUKMA silahkan hubungi email: indoghaib@gmail.com/indoghaib@yahoo.com

Ajian Kesaktian Gaib


Ajian yang satu ini sangat ampuh untuk membangkitkan Kharisma Wibawa seseorang.
Siapa yang menguasai ilmu ini dengan sempurna akan memiliki kesaktian luar biasa.Dia bisa mendatangkan kekuatan,ditakuti mahkluk halus, mempertajam indera keenam,kepekaan batin, keselamatan dari segala macam bahaya,menambah kewibawaan,dsb.

Ilmu ini sangat cocok bagi Anda yang bekerja sebagai:guru,dosen,ulama,politikus dan tentunya kita semua sebagai manusia yang hidup saling berdampingan.Ilmu ini juga tidak berpengaruh jika Anda sudah memiliki ilmu lain, karena justru saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Bila kita telah sempurna dalam menguasai ilmu ini pengaruhnya sangat besar sekali, untuk itu bila Anda telah menguasai ilmu ini jangankan orang mau berbuat yang macam-macam, sewaktu berhadapan dengan Anda saja siapapun orang akan tunduk hormat segan karena pancaran aura kharisma wibawa dari diri Anda begitu kuat.Tak hanya itu, segala kata-kata Anda tentu akan didengarkan dengan baik untuk selanjutnya dipatuhi.
PERSYARATAN:
Untuk menguasai suatu ilmu kedigjayaan, selalu dibutuhkan persyaratan-persyaratan sebagai penajam, agar ilmu itu segera menyatu dengan diri si pengamalnya. Untuk ilmu Kesaktian Gaib ini syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah:
-Sebelum mengamalkannya Anda diharuskan mandi keramas untuk mensucikan diri dari segala najis besar maupun najis kecil.
-Akan lebih bagus bila Anda menghilangkan segala sifat buruk yang selama ini ada. Seperti iri, dengki, dan sifat jelek lainnya.
-Puasa mutih tujuh hari tujuh malam (maksudnya hanya diperbolehkan makan nasi dan minumnya air putih-Red), dan di akhiri dengan pati geni sehari semalam.
-Mantra di baca setiap malam sebanyak 300 kali. Dan setiap habis sholat fardhu sebanyak 21 kali (selama menjalankan puasa dan pati geni saja).
-Setelah semua puasanya selesai mantra cukup di baca tiga kali sehabis sholat fardhu.
Mantra yang harus di baca dan di hafalkan adalah :
"Bismillahirohmanirohim,ashadu tibaning rasa,ilaha jatining rasa,illa'llah patemuning rasa,muhammad kinarya wujud,pangeran sajatining urip,pangucap aku njaluk rasa,
pangambu aku njaluk kuwasa,paningal aku njaluk sekti,suara aku njaluk rosa,
Muhammad aku njaluk kuwasa,Rasull aku njaluk sekti".
Demikianlah sekilas tentang prosesi dan mantra ilmu Kesaktian Gaib.Jejak wakita jika ditilik pada zaman dahulu, ilmu jenis ini banyak di gunakan oleh nenek-moyang kita sebagai ilmu andalan yang sangat di rahasiakan.Namun seiring perkembangan zaman ilmu atau aji-aji yang dahulu sangat dirahasiakan kini dibeberkan dengan tujuan menyebarkan ilmu yang bermanfaat dan lebih-lebih kalau masih ada yang mau mengamalkannya,namun bila ternyata tidak ada yang sanggup setidak-tidaknya bisa menambah wawasan serta khasanah kita di bidang ilmu kedigdayaan dan ilmu-ilmu gaib. Karena dengan menggali ilmu-ilmu tersebut itu sama artinya bahwa kita bangga dengan banyaknya warisan nenek moyang kita akan budaya yang apabila kita telusuri lebih lanjut sangat penting sebagai bekal kehidupan di dunia.Bagi yang berminat menguasainya lebih jelasnya bisa konsultasi ke saya atau anda yang ingin mendapatkan inisiasi/pengisian ilmu tersebut secara insant silahkan hubungi email:Indoghaib@yahoo.com. Semoga hal ini bermanfaat bagi kita semua.

Khasanah Ilmu Ghaib


Kajian dalam sejarah menyebutkan bahwa sebelum agama-agama (Hindu, Budha, Islam,Kristen) masuk ke nusantara,masyarakat Jawa sudah sangat mengenal tradisi mistik (animisme&dinamisme) dan olah kebatinan yang tinggi.Kedatangan para wali di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. Melainkan justru memanfaatkannya sebagai sarana dakwah menyebarkan ajaran agama.Salah satu wali termasyur dalam khasanah kejawen adalah Sunan Kalijaga.
Dalam khasanah ilmu supanatural di tanah air, kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas rapalannya berbahasa Arab misalnya hizib/hijib/asma. Sedangkan Aliran Kejawen (sebetulnya sudah tidak murni Kejawen lagi, melainkan bercampur dengan tradisi arab) mantranya murni berbahasa Jawa. Namun sekarang mantra tersebut sudah diawali dengan membaca “Basmalah” kemudian dilanjutkan dengan mantra Jawa dan diakhiri dengan memohon ijin Tuhan (Soko Kersaning Allah)..
Baik Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen itu sudah diketahui oleh para penyebar agama. Awalnya aliran hikmah dan oleh Para Wali kemudian dikoreksi dan direvisi dengan menyusun amalan ilmu-ilmu supranatural dengan tatacara yang sesuai dengan akidah agama, misalnya dilakukan puasa, wirid dan rapal yang biasanya dicampur antara bahasa arab-jawa. Intinya adalah do’a dan permohonan agar diijinkan Tuhan memiliki amalan tertentu. Mungkin itu alasan para wali mengapa mantra kejawen tersebut tidak seluruhnya berbahasa Arab. Yaitu agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran yang baru mereka kenal.
Salah seorang wali yang terkenal dengan kemampuan mengolah amalan ilmu supranatural adalah Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga adalah tokoh yang pandai dan cerdas memanfaatkan berbagai media dan sarana untuk berdakwah. Misalnya melalu suluk, tembang, kidung. Suluk dan kidung yang dikarangnya mengandung ajaran falsafah ketuhanan dan ajaran kebatinan yang sangat berharga.
ENERGI DI ALAM ASTRAL
Setiap perilaku manusia akan menimbulkan sebuah bentuk fisik di alam astral. Apapun perilakunya, suatu ketika akan kembali ke pelakunya dan akan menimbulkan akibat yang bersifat metafisik. Amalan ilmu supranatural yang diniatkan untuk tujuan baik akan membangkitkan energi astral yang sangat dahsyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Amalan sebuah ilmu adalah olah batin sebagai syarat yang perlu dipenuhi untuk mendapatkan suatu ilmu supranatural.
Olah batin adalah mengisi energi batin yang gaib. Pengisian energi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Jadi syarat mendapatkan ilmu adalah mengamalkan bacaan wirid doa/mantra, menjauhi pantangan, berpuasa. Di Jawa kita mengenal puasa patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang mengamalkan sebuah ilmu.
APA KHODAM ITU???
Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam.Khodam bukanlah mahluk ghaib sejenis jin, namun khodam itu sebuah energi bentukan batin kita. Khodam adalah “roh” suatu ilmu.Khodam itu berada di alam astral dan akan tetap ada di badan orang yang sudah mengamalkan ilmu ghaib.Pada hakekatnya orang yang ingin mempelajari khadam dan mengetahuinya harus mensucikan diri dan jiwanya terlebih dahulu,kemudian menghiasinya dengan akhlak yang mulia.Dan dia wajib mengetahui hukum-hukum syariat dalam kaitannya dengan amalan-amalan keagamaan,guna memutuskan argumentasi orang yang memperdebatkannya.
RAGAM ILMU SUPRANATURAL:
Berdasarkan fungsinya ilmu supranatural digolongan menjadi sebagai berikut:
1. Ilmu Kanuragan dan Ilmu Keselamatan
Kanuragan berfungsi untuk bela diri secara metafisik.Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang balik dengan kekuatan yang luar biasa.Berbeda dengan Keselamatan yang berfungsi hanya untuk perlindungan diri dari segala marabahaya yang bisa datang sewaktu-waktu agar selamat.
2. Ilmu Kewibawaan dan; Ilmu Pengasihan
Fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kawibawaan dimanfaatkan untuk menambah daya tarik kepemimpinan dan menguatkan energi komunikasi atau kata-kata yang diucapkan, disegani masyarakat dan perintahnya dituruti. Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang membuat simpati dan rasa sayang orang lain. Membuat pujaan hati jatuh cinta. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding termasuk memulangkan orang yang pergi jauh. Termasuk dalam ilmu pengasihan ini adalah ilmu penglarisan untuk menggaet pembeli agar datang ke toko/usaha bisnis kita,dengan itu daya penglarisan orang bisa punya ketertarikan untuk membeli bahkan bisa menjadi pelanggan.
3. Ilmu Trawangan dan Meraga Sukma
Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Meraga Sukma adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu Meraga Sukma seseorang bisa melepaskan ruh untuk melakukan perjalanan astral kemana saja sesuai kemauaannya.Baik Ilmu Trawangan maupaun Meraga sukma adalah ilmu yang membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati.Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah memiliki ketenangan jiwa.
4. Ilmu untuk Demonstrasi/Atraktif
Hanya bisa digunakan untuk pertunjukan/tontonan yang bersifat hiburan.Ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas, air keras,dsb. namun sebenarnya ini bukan ilmu kanuragan melainkan permainan teknik atraksi yang hanya dipakai sebagai demontrasi saja.
5. Ilmu Pengobatan/Penyembuhan
Ilmu bidang kesehatan tubuh/ketabiban yang dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit baik yang fisik maupun yang metafisik. Misalnya ilmu yang dimiliki almarhumah mak erot yang specialis menangani agar kuat seks, dan praktisi lainnya dengan berbagai kemampuan ilmu alternatif yang digunakan untuk mengobati darah tinggi, diabetes,tumor,stroke dan lainnya.
Dalam olah kanuragan biasanya tidak hanya raganya saja yang dilatih untuk menguasai jurus-jurus, kuncian maupun kemahiran untuk menyerang dan bertahan. Namun juga kemampuan membangkitkan tenaga dalam. Tenaga dalam yang diganbung dengan amalan batin khusus (laku) kemudian menjadi ilmu dan ajian yang sangat banyak jenisnya. Ajian ini bersumber dari energi yang tidak nampak oleh kasat mata.
DARI MANA ASAL ILMU SUPRANATURAL???
Setidaknya, seseorang memiliki kemampuan atau mampu menguasai ilmu ajian berasal dari:
1. Warisan atau Trah Keturunan.
Seseorang bisa mendapatkan warisan ilmu supranatural dari kakek-buyut simbah-canggah, orang tua maupun orang lain yang yang tidak dikenalnya sama sekali. Mereka yang mendapatkan ajian ini secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya sudah memiliki ajian tertentu. Maka orang menyebut sebagai “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka sebelumnya.Ada pula yang menyebut"ilmu titisan"berarti ilmu yang datang dari kesaktian leluhurnya tanpa disadari oleh orang mendapatkannya,tiba-tiba memiliki kemampuan metafisik.
2. Menjalankan Laku Tirakat.
Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Tirakat tersebut bisa berupa amalan, mantra, pantangan, puasa atau gabungan dari unsur tersebut. Inilah yang disebut belajar ilmu supranatural. Berhasil atau tidaknya menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu, tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan/tuntunan.
3. Pengisian Ilmu Ghaib.
Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural, yaitu dengan cara pengisian(inisiasi/shaktivat). Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Pengisian ilmu hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi.Setelah mendapat Pengisian tentunya akan diajarkan Guru cara pengolahannya dengan itu tetap harus diasah bahkan di tingkatkan kemampuannya.
APA EFEK SAMPING-NYA???
Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan siksaan saat sakaratul maut menjelang kematian dan ini benar JIKA orang yang bersangkutan menanam NIAT BURUK dan MENGAMALKAN AJIAN tersebut untuk tujuan buruk. Maka hukum karma/sebab akibat harus ditanggungnya. Namun, apabila dia menanam NIAT BAIK dan MENGAMALKAN AJIAN tersebut untuk tujuan yang baik dan positif, misalnya untuk membela diri, membela kebenaran dan ajaran keyakinan yang dimiliki maka hukum sebab akibat juga akan diterimanya langsung dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ada sebuah mitos bila orang akan miskin bila memiliki ajian tertentu, maka hal ini tidak benar. Rejeki dan nasib kita ada di “tangan-Nya”. Bukan di tangan khodam ajian. Bila kebetulan orang yang memiliki ajian itu miskin, maka itu bukan disebabkan oleh ilmunya, melainkan karena malas bekerja, tidak memiliki kemampuan dan kompetensi tertentu dan sebagainya.
Yang perlu diperhatikan bahwa kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib maka dia biasanya menjadi SOMBONG. Perlu diketahui bahwa KESOMBONGAN inilah sebenarnya yang dilarang oleh Sang Hyang Maha Kuasa. RASA MEMILIKI yang berakibat KESOMBONGAN inilah yang tidak diperkenankan dan akan menjadi penghalang LAKU kita dalam menjalani SANGKAN PARANING DUMADI nya manusia. Jadi bukan ilmu supranaturalnya yang dilarang namun karena dampak sifat negatif yang ditimbulkannya yang berpengaruh. Apalagi bila pemilik ilmu supranatural ini malas bekerja dan hanya menunggu uluran tangan orang lain maka dia akan mendapat karma dari Tuhan. Akhirnya bisa disimpulkan bahwa negatif dan positifnya Ilmu Suptanartural tergantung pada NIAT DAN LAKU AMALAN dan PERBUATAN pemiliknya.

Animated Pictures Myspace CommentsAnimated Pictures Myspace Comments