Tampilkan postingan dengan label ajian kesaktian gaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ajian kesaktian gaib. Tampilkan semua postingan

Ajian Sabda Pamungkas Gajah Mada

Ajian Sabda Pamungkas Gajah Mada pada kesempatan kali ini di wedarkan untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya. Ajian Sabda Pamungkas Gajah Mada mengandung makna yang perlu kita contoh dalam mewujudkan impian menjadi kenyataan dan ditegaskan dalam sebuah sumpah. Ajian Sabda Pamungkas Gajah Mada terwujud dalam menyatukan nusantara ini dan bagaimana sabda yang terucap oleh maha patih majapahit dimasa kejayaan dan keemasan kerajaan terbesar di tanah jawa tersebut. Mari kita kupas sebagai wacana dalam menambah kaweruh.
Dalam Serat Pararaton yang memuat naskah Sumpah Palapa sebenarnya tak secara eksplisit menyebutkan teks itu sebagai sebuah sumpah dan tak ada satu pun kata dalam sarat tersebut yang mencantumkan kata sumpah atau sabda pamungkas di dalamnya, tapi bila dilihat dari makna teks yang terkandung di dalamnya jika dihubungkan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia tentang arti sumpah (halaman 973) yang berbunyi sumpah adalah :
1. pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan atau kepada sesuatu yang dianggap suci (untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhannya dsb.).
2. pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenarannya atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar.
3. janji atau ikrar yang teguh (akan menunaikan sesuatu), maka teks mengenai ucapan Gajah Mada yang terdapat dalam Serat Pararaton yang berbunyi :

Ajian Mustika Arjuna

Ajian Mustika Arjuna adalah ilmu-ilmu kesaktian yang dimiliki oleh Sang Arjuna. Siapa yang tidak tau dengan tokoh pewayangan yang satu ini! Arjuna yang dikenal bagus rupawan serta sakti mandraguna juga idaman kaum wanita, tak heran Sang Arjuna memiliki istri banyak. Arjuna memiliki 40 istri yang cantik, ini bukan suatu penggambaran dia seorang play boy namun sebagai pecinta wanita yang tidak pernah menolak cinta. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Ajian Mustika Arjuna yakni rahasia menguasai keilmuan yang dimiliki oleh Arjuna. Arjuna memiliki banyak sekali senjata dan ilmu kesaktian berupa ajian ampuh. Senjata-senjata Arjuna antara lain adalah Panah Gendewa dari Batara Agni setelah ia membantu Batara Agni melawan Batar Indra dengan membakar Hutan Kandawa, Panah Pasopati dari Kirata, seorang pemburu jelmaan Batara Guru, sebelum Arjuna membunuh Niwatakaca, Mahkota Emas dan berlian dari Batara Indra, setelah ia mengalahkan Prabu Niwatakaca dan menjadi Raja para bidadari selama tujuh hari, keris Pulanggeni, keris Kalanadah yang berasal dari taring Batara Kala, Panah Sarotama, Panah Ardadali, Panah Cundamanik, Panah Brahmasirah, Panah Angenyastra, dan Arya Sengkali, keempatnya dari Resi Drona, Minyak Jayangkaton dari Begawan Wilawuk, mertuanya, pusaka Mercujiwa, panah Brahmasirah, cambuk kyai Pamuk, panah Mergading dan banyak lagi.

Kunci Ilmu Asma’ Sirr

Asma’ Sirr dalam dunia spiritual dikenal sebagai amalan untuk mendapatkan karunia kesaktian dan keselamatan dari marabahaya baik di darat, laut dan udara. Karena cara pengamalannya cukup mudah, hanya cukup dibaca (diwirid) saja, tidak perlu tirakat puasa, dan bacaan asma’nya singkat, maka ilmu ini banyak diminati oleh para pelaku ilmu hikmah untuk dijadikan wirid harian.
Asma’ Sirr dikarang oleh Syekh Sulthan Muraahiddin Gusti Amat. Maka sebelum membacanya disarankan untuk membaca tawasulan terlebih dahulu.
Kandungan maknanya sangat mendalam, menembus alam ma’rifat, untuk meningkatkan kualitas spiritual pemiliknya. Khasiatnya pun sungguh sangat luar biasa. Saya pribadi sangat bersyukur telah mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat ini. Selain sebagai ilmu pagar diri dari segala marabahaya Asma’ Sirr dapat memunculkan berbagai daya linuwih yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan keparanormalan seperti trawangan alam gaib, mengisi energi gaib kedalam suatu benda, sabda jadi, puter mimpi dan lain-lain.

Bacaan dari Asma’ Sirr adalah sebagai berikut :
“Bismilahhirrohmanirrohim Sirrullaahi Dzaatullaahi Shifaatullaahi
Wujuudullaahi Af’alullaahi. Laailaaha illaallaah Muhammadur
rasuulullahi. Salaamuun qaulam mir rabbir rahiim, wamtaazul yauma
ayyuhal mujrimuun
”

Mengenai Kandungan Asma’ Sirr bisa di kategorikan amalan Kunci Ilmu Ghaib,adapun khasiatnya akan saya utarakan dibawah ini.

KHASIAT ASMA’ SIRR
Berikut ini berbagai macam khasiat yang pernah saya rasakan. Antara lain :

*MEMASUKI WILAYAH ALAM GHAIB
Caranya :
  • Duduk diam penuh kepasrahan.
  • Jangan membayangkan apapun tentang alam ghaib. Kalau bisa hilangkan semua imajinasi, gambaran, cerita, mitos dan segala sesuatu pengetahuan yang berkaitan dengan alam ghaib dan penghuninya. Ini agar kita tidak terjebak dalam alam khayali (imajinasi). Baca blog di “Kuliah ilmu ghaib”.
  • Kembalilah kepada kodrat anda yang sesungguhnya bahwa sebenarnya tidak ada satupun pengetahuan tentang alam ghaib yang anda ketahui karena memang belum pernah memasukinya.
  • Dengan sikap pasrah seperti itu, yakinlah bahwa anda akan mendapatkan pengetahuan tentang alam ghaib yang hakiki. Tidak ada manipulasi campur tangan bangsa JIN, dan bukan pula alam imajinasi.
  • Kemudian bacalah Asma’ SIRR, lanjutkan berdoa kepada Allah SWT memohon dibukakan pintu alam ghaib.
  • InsyaAllah berhasil. Lakukan beberapa kali bila belum juga berhasil. Jangan mudah menyerah.
Jika perlu iringi dengan puasa sunat, untuk menurunkan hawa nafsu, mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Karena sungguh, ini bisa terjadi semata-mata hanya bila ada rahmat dari Allah SWT.

*MEMPERMUDAH MENGUASAI SEGALA ILMU
Caranya: Cukup dibaca pagi dan sore (Sehabis Subuh dan Maghrib).
InsyaAllah apapun ilmu yang sedang kita pelajari akan dapat dikuasai dengan lebih mudah. Baik ilmu-ilmu keduniawian maupun ilmu-ilmu spiritual. Karena didalam kandungan Asma’ Sirr ini menyimpan berbagai macam Rahasia Tuhan (Sirrullah).

*MENAJAMKAN INTUISI DAN FIRASAT (Menguatkan Feeling)
Caranya sama seperti diatas, secara otomatis sejalan dengan perkembangan spiritual anda. Intuisi akan sangat tajam. Bahkan hingga bisa weruh sakdurunge winarah (tahu kejadian sebelum terjadi).

*BANGKITKAN KECERDASAN DAYA ROHANI / Spiritual : 
Indera Keenam, Kepekaan Rasa, Mudah Menangkap Sinyal / Pertanda Ghoib.
Cukup wirid setiap hari. Tanpa perlu ritual aneh-aneh. Semua akan berjalan alami tanpa harus melakukan cara-cara khusus untuk bisa menangkap gejala-gejala yang sifatnya ghoib. Dimulai dengan gejala perasaan menjadi lebih peka terhadap gejala alam sekitar. Pikiran menjadi lebih religius (spiritualis). Mendapatkan mimpi yang benar dan dapat merasakan hal-hal yang akan terjadi menimpa diri anda. Hal ini akan dapat dirasakan sesuai dengan tingkat kepekaan kita dalam menerima sinyal ghaib ini.

*MENCARI KABAR MELALUI MIMPI.
Cara ini biasanya saya gunakan untuk mencari tahu berbagai macam keterangan atau berita yang tidak bisa saya dapatkan melalui media alat elektronik. Misalnya :
  • Mencari tahu kabar sanak keluarga yang jauh, atau pergi entah kemana.
  • Mencari tahu berita masa depan, misalnya potensi bencana alam yang akan terjadi disuatu daerah.
  • Mencari tahu tentang keberadaan pusaka dalam suatu tempat.
  • Mencari tahu tentang jalan hidup diri pribadi di masa mendatang.
*MENGISI ENERGI GHAIB DALAM SUATU BENDA.
  • Siapkan benda yang akan diisi dengan energi ghaib.
  • Tetapkan niat dan tujuan dalam hati, mohonlah kekuatan ghaib hanya kepada Allah SWT.
  • Bacalah ASMA’ SIRR sebanyak 41 kali, setiap 1 kali bacaan tiupkan ke benda yang dimaksud.
  • Jika ingin energinya lebih berbobot, awali dengan berpuasa dan shalat hajat.
  • Dalam mengisi energi gaib, jangan utamakan besar kecilnya kekuatan tapi utamakanlah keberkahan bagi pemakainya. Istilah tradisionalnya “cocok” atau “selaras”.
*KESELAMATAN DI DARAT, LAUT DAN UDARA.
InsyaAllah bila diwirid secara tekun setiap hari sesuai petunjuk yang ada, selain dikarunia kesaktian juga selamat dari marabahaya dan segala kejahatan.
Bila dalam kondisi terdesak atau membahayakan, bacalah ASMA’ SIRR 3 kali atau cukup membaca : “Salaamamun qawlam mirrabbirrahiim” 3x. InsyaAllah tetap selamat.

*SABDA JADI/SI PAHIT LIDAH
Hati-hati dalam tataran tertentu, pemilik ASMA’ SIRR akan dikaruniai Sabda Jadi./Pahit Lidah Segala apa yang diucapkan bisa benar-benar terjadi. Maka selalu mawas diri dan sabar jangan sampai terlepas mengucapkan kata-kata sumpah serapah kepada orang lain. Dikhawatirkan orang tersebut akan celaka.
Gunakanlah hanya dalam kebaikan dan amal soleh. Misalnya: mendoakan yang baik-baik saja, Mengirim sugesti positif kepada orang lain, memberikan takwil dan tafsir mimpi yang baik saja, dan berbagai ucapan positif lainnya.

*MENDAPATKAN PUSAKA DARI ALAM GHAIB.
Khasiat Asma’ SIRR untuk menarik Pusaka. Merupakan lanjutan dari khasiat Asma’ Sirr “Mencari Kabar Melalui Mimpi” yaitu “Mencari tahu tentang keberadaan pusaka dalam suatu tempat” yang telah ditulis diatas.
Tatacaranya sebagai berikut:
  • Pertama, terawang dahulu tempat yang disinyalir terdapat benda pusaka. Caranya bisa dengan bermeditasi atau untuk pemula bisa dengan tidur (gambaran lewat mimpi).
  • Kemudian bila telah yakin adanya benda pusaka, datangi tempat tersebut.
  • Alangkah baiknya bila disertai dengan kesucian badan dan batin.
  • Kemudian mulailah membaca Asma’ SIRR sebanyak-banyaknya di lokasi tersebut.
  • InsyaAllah, bila memang ada, maka benda pusaka tersebut akan menampakan diri dan bisa diambil.
Demikian tambahan khasiat semoga bisa bermanfaat bagi saudara-saudara yang mengamalkan Asma Sirr ini.

DAN MASIH BANYAK KHASIAT-KHASIAT LAINNYA.
Dulu saat pertama kali belajar ilmu ghaib, saya termasuk orang yang merasa bodoh/tidak berbakat. Sudah berkali-kali menjalani ritual berbagai ilmu selalu gagal. Akhirnya saya amalkan ASMA’ SIRR ini. Mulai saat itu, saya tinggalkan semua rapalan-rapalan ilmu lainnya dan cukuplah ASMA’ SIRR yang terbaik bagi saya untuk bekal dalam kehidupan ini. Menurut saya lebih baik satu ilmu yang diamalkan dengan sungguh-sungguh dari pada seribu ilmu yang tidak diamalkan.
Yang dapat anda rasakan setelah mengamalkan ASMA’ SIRR ini. Semua semata-mata karena rahmat dari Allah SWT.
Demikian Ilmu Asma’ Sirr ini kami berikan semoga bermanfaat bagi diri kita dan keluarga. Untuk pengijasahan resmi silahkan kirim data diri lengkap via email:indoghaib@gmail.com.

Kunci Membuka Wadag Ilmu Ghaib

Di dunia ini, ada orang-orang diberi kelebihan oleh Tuhan hingga punya kemampaun supranatural meskipun dia tidak pernah belajar. Ada pula orang yang diberi kemudahan untuk mempelajari berbagai ilmu sehingga ia bisa punya banyak kemampuan dalam waktu singkat. Ada juga orang yang kesulitan dalam mempelajari ilmu, padahal dia sudah tekun berusaha. Jika Anda termasuk golongan yang terakhir, maka jangan pesimis dulu. Masih banyak jalan untuk membuka pintu keilmuan Anda.

Banyak orang belajar ilmu gaib selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada hasil yang memuaskan. Kegagalan itu bisa saja terjadi karena ilmu yang dipelajari sudah tidak asli tata-caranya atau mempelajari ilmu palsu. Banyaknya Ilmu palsu dan ilmu yang tidak asli tradisinya biasanya adalah ulah oknum paranormal yang tidak bertanggung jawab
Jangan mudah percaya kepada orang yang katanya bisa membuka aura, cakra atau hijab gaib sehingga orang bisa dengan cepat menguasai ilmu gaib dan bisa masuk alam gaib. Sesungguhnya hati Anda hanya bisa terbuka oleh usaha Anda sendiri. Orang lain hanya bisa membantu mengarahkan dan memberi tahu caranya.

Sebab kegagalan lainnya adalah ketidaktahuan akan hakekat ilmu yang dipelajarinya. Orang yang belajar ilmu gaib seharusnya tahu "dari mana sumber kekuatan ilmu gaib dan bagaimana proses atau cara kerja ilmu gaib", atau mungkin dia berguru pada pada paranormal palsu yang ilmunya pastinya palsu.

Oleh karena itu saya menyusun "Pembuka Ilmu Gaib" yang mengupas dua hal pokok yang seharusnya menjadi pengetahuan awal bagi Anda yang ingin belajar ilmu gaib. Pengetahuan ini akan sangat membantu dalam membuka pintu kekuatan gaib di tubuh.

Sumber Kemampuan Supranatural

Aliran hikmah dan kejawen sepakat bahwa sumber kekuatan ilmu gaib adalah khodam. Namun kedua aliran tersebut berbeda pendapat mengenai pengertian khodam. Aliran kejawen beranggapan bahwa khodam atau prewangan adalah jenis makhluk tertentu yang memang diciptakan Tuhan untuk membantu manusia. Menurut faham kejawen, khodam bukanlah jin dan bukanlah malaikat, melainkan makhluk gaib khusus yang berfungsi menimbulkan kekuatan supranatural pada manusia sakti atau benda bertuah.

Sedangkan aliran hikmah yakin bahwa "khodam" sebetulnya hanyalah julukan bagi Jin atau Malaikat yang membantu manusia. Pendapat ini setidaknya bedasarkan dua alasan sebagai berikut: Pertama, Khodam dalam bahasa Arab berarti pembantu, penjaga atau pengawal yang selalu mengikuti. Dalam bahasa arab pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun dan body guard juga bisa disebut sebagai khodam.

Kedua, Bukankah dalam Al-Quran sudah diterangkan bahwa Allah hanya menciptakan hambanya dalam tiga bentuk saja, yaitu: Malaikat, Manusia dan Jin. Kalaupun ada yang istilah "khodam", maka tidak lain hanyalah nama alias untuk ketiga jenis makhluk tersebut. Seperti halnya "setan", sebetulnya bukanlah jenis mahluk, melainkan hanya julukan bagi jin dan manusia yang suka berbuat kejahatan. Saya pribadi lebih meyakini pendapat aliran hikmah karena mempunyai alasan yang kuat.

Keajaiban yang ditimbulkan oleh ilmu gaib berbeda dengan mukzijat. Perbedaannya terletak pada prosesnya dan siapa yang menerimanya. Mukzijat hanya diterima oleh nabi/rasul dan prosesnya tanpa perantara, tidak ada perantara malaikat/jin yang menyebabkan nabi Musa bisa membelah lautan dan tongkatnya menjadi ular. Kejadian mukjizat langsung dari perintah Allah "kun fa yakun!". Mukjizat tidak bisa dipelajari atau diusahakan oleh manusia, termasuk nabi, nabi hanya menerima dan tidak berkuasa menolak kekuasaan Allah.

Sedangkan keajaiban yang ditimbulkan ilmu gaib sebenarnya adalah fungsi khodam yang sudah menyatu dengan pemilik ilmu gaib. Misalnya orang yang kulitnya kebal senjata tajam, sebetulnya kulitnya diselimuti enegi gaib oleh khodam sehingga senjata yang hendak menyentuh kulit terhalang dan tidak bisa menembus. Proses ini serupa dengan atmosfer bumi yang ketika ada meteor jauh maka akan mengalami gesekan hingga meteor terbakar dan habis, dengan begitu mahluk bumi menjadi aman dari meteor yang berjatuhan.

Ilmu Gaib bisa dipelajari atau diusahakan. Usaha untuk memperoleh ilmu gaib bisa dengan puasa, wirid mantra, meditasi, pengisian (bila ada guru) dan lain-lain. Khodam yang akan menjadi ruh ilmu gaib pun berbeda-beda tergantung jenis ilmu dan siapa yang mengamalkan ilmu tersebut. Untuk amalan yang murni bersumber dari Al-Quran, IsyaAllah, khodamnya adalah malaikat. Ilmu Kejawen, kebanyakan berkhodam Jin muslim atau jin non-muslim tergantung siapa yang mengamalkannya dan niat memiliki ilmu tersebut.

Sifat Khodam Ilmu Gaib

Saya yakin, sebagian dari Anda menjadi takut mempelajari ilmu gaib setelah tahu bahwa kekuatannya sebetulnya berasal dari makhluk gaib (khodam). Ketahuilah bahwa jin yang menjadi khodam suatu ilmu berbeda sifatnya dengan jin pengganggu. Khodam adalah jin yang bersifat pasif. Dia tidak bisa mempengaruhi pikiran Anda dan tidak bisa menampakan diri.

Meskipun khodam selalu mengikuti Anda, dia tidak akan berkomentar apapun tentang tindakan Anda. Khodam juga tidak bisa berkomunikasi dengan Anda, kecuali Anda menguasai ilmu untuk berkomunikasi dengan khodam. Jadi intinya, meskipun ratusan khodam mengikuti Anda, Anda tetaplah diri Anda yang merdeka, boleh melakukan apa saja sesuka hati. Anda tidak perlu takut dengan khodam karena khodam sepenuhnya hanya akan membantu Anda tanpa minta imblan dan tidak mengganggu.

Mengapa harus puasa dan baca mantra?

Hakekat puasa dalam ilmu gaib adalah untuk mempermudah penyatuan khodam dengan pemilik ilmu. Bukan berarti tanpa puasa ilmu tidak bisa dikuasai. Jika ada guru sakti yang bersedia mengisi Anda, maka Anda langsung bisa memiliki ilmu tanpa melelui proses puasa/ritual. Kekuatan hasil pengisian tergantung seberapa besar kesaktian guru yang mengisi Anda. Sedangkan jika Anda puasa/ritual sendiri, maka kekuatan yang dihasilkan tergantung penghayatan dan kesungguhan Anda dalam menjalani puasa/ritual.

Mantra adalah sarana untuk memanggil khodam. Saat Anda membaca mantra, beberapa khodam yang sifatnya sama dengan mantra yang Anda baca langsung datang mengitari Anda. Khodam-khodam itu tidak bisa lagsung bersatu dengan tubuh Anda karena berlainan materi penyusun tubuh. Jin terbuat dari api (panas) dan Anda terbuat dari tanah (netral), maka agar mempermudah penyatuan khodam dengan diri Anda anda harus mengosongkan perut hingga tubuh Anda lemah dan terasa panas.

Lemahnya tubuh Anda saat berpuasa juga mempermudah penyatuan khodam. Logikanya, tubuh lemah adalah karena kekurangan energi, maka ada kesempatan bagi khodam untuk mengisi kekurangan energi di tubuh Anda.

Ilmu yang sudah ada pada diri Anda bisa bertambah kuat dan juga bisa melemah tergantung kerajinan Anda dalam merawat ilmu tersebut. Merawat ilmu sama artinya dengan menjaga hubungan antara khodam dan Anda. Semakin kuat ikatan antara Anda dan khodam, kekuatan ilmu Anda semakin kuat. Cara merawat suatu ilmu adalah dengan membaca mantranya rutin pada waktu yang ditentukan. Semakin khusyuk dan banyak wirid mantra maka semakin besar pula kekuatan ilmu Anda.

Cara Membuka Pintu Ilmu Gaib

Jika Anda termasuk orang yang sering gagal dalam mempelajari ilmu gaib atau tidak menemukan guru sakti yang bersedia mengisikan ilmu ke tubuh Anda. Maka lakukanlah cara berikut ini. Semoga dengan cara yang saya berikan, Anda akan mudah menguasai ilmu gaib meskipun Anda hanya belajar dari buku. Jika anda tidak mengerti bahasa arab, maka gunakan cara yang kedua. Amalan membuka ilmu gaib, disebut juga amalan untuk untuk ketajaman mata hati.

Cara I, cocok bagi yang senang dengan aliran Hikmah

Selama 4o hari, setiap selesai salat, terutama magrib dan subuh atau ketika Anda selesai salat malam (tahajud), lakukanlah wirid berikut ini.

Membaca Surat Al-Fatihah x 7 ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW.

Membaca Surat Al-Fatihah x 7 ditujukan kepada Wali Ghauts hadzaz-zamani.

Membaca Ya Sayyidi Ya Rasulullah selama 30 menit dengan khusyuk.

Jika Anda punya waktu, maka Membaca kalimah toyyibah “la ilaha illallah” 3000 kali atau semampunya.

Dengan amalan ini, hati akan terang, pintu ilmu gaib akan terbuka, sehingga Anda akan mudah dalam menguasai bermacam-macam ilmu gaib.

Cara II, cocok bagi yang senang dengan aliran Kejawen

Agar hati selalu memancarkan nur atau cahaya yang mengantarkan manusia pada posisi yang baik dan selalu beruntung, dapat diupayakan dengan segala aktivitas yang bertujuan untuk membersihkan hati. Diantara cara itu adalah laku prihatin, semisal puasa dan melakukan ajaran para leluhur untuk menggugah (membangunkan) hati melalui mantra sebagai berikut

Bismillahir rahmaanir rahiim
Ati–ati siro tangi
Amoco layang puspo kati
Sanyang surya sanyang sasi
Byar padhang badan jasmani
Padang saking kersaning Allah
La ilaha illallah Muhammadur rasulullah.

Mantra ini dibaca pagi hari di depan rumah sembari menanti terbitnya matahari dan sore hari sambil menanti datangnya waktu mahrib. Dan orang-orang tua zaman dulu yang mengamalkan Doa Padhang Ati ini mengawalinya dengan puasa mutih selama 7 hari. Mutih adalah tidak makan makanan yang berasal dari mahluk bernyawa/binatang

Ajian Panglimuan


Aji Panglimunan adalah salah satu ilmu ghaib yang sangat terkenal ampuh,karena pemilik ilmu ini bisa menghilang bahkan menutup benda agar tidak tampak.Sayang anggapan orang secara umum,ilmu ini dianggap ilmu hitam lantaran banyak disalah gunakan untuk hal yang tidak perpuji seperti mencuri,dll Namun sebenarnya hanya sejenis ilmu panglimunan seperti welut putih,popok wewe,siluman yang bisa untuk berbuat hal demikian. 
Aji panglimunan pada dasarnya hanya bisa digunakan pada saat terdesak atau benar-benar diperlukan, mengenai bagaimana cara menguasai ajian ini,maka jalakan ritual sbb: Puasa mutih selama 21 hari dan pati geni sehari semalam. Tiap usai sholat wajib lima waktu mantra dan doanya dibaca 7x. Malam harinya jalankan sholat hajat khusus 2 rakaat,mantra dan doanya dibaca 7x, ditambah wirid asma'ul husna 7 putaran tasbih, jika sudah ditebus ritualnya jika mau gunakan cukup baca sekali.

Mantranya :
"Shalallohu ‘alaihi wasallam
Allohuma qulhu Allah
Dzat gumilang tanpa sangkan
Gumilang tanpa enggon
Liyep ilang salin raga
Inna fatohia lakofat kanmubilla
Sir Abubakar, sir Umar, sir Ali, sir Usman
Sir jabarail, sir malaikatul mukhorobin
Sir Alloh la illa haillaloh muhammadurrosulluloh
Sir wali, sir kuat berkat, sir teguh, sir luput, sir ora katon
Lungguhku imbar, mimang-mimong si wisakarma
Tengahing angin, apipit maya-maya ora katon apa-apa
Kang hima kakalangan peteng ndedet alimengan si ambar ngemuli aku
Wong sabuwana bloloken orang weruh aku ". 3x,
Doanya:
"La tudrikuhul abshor
Wa huwa, yudrikul abshor
Wa huwal lathiful khobir". 7x Wiridnya: "ya latif ya khobir" 700x. Demikian penjelasan ilmu ini,semoga bermafaat.

Ragam Puasa ala Kejawen

Macam-macam Puasa ala Kejawen :

1. Mutih
Dalam puasa mutih ini seseorang tidak boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya pun tidak boleh ditambah apa-apa lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul hanya nasi putih dan air putih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini :

“niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahir dipun ijabahi gusti allah.” (Saya berniat Mutih, mensucikan badan yang kotor, putih suci seperti bayi yang baru lahir atas perkenan Allah).

Dalam Kejawen ritual ini ada 2 jenis,

    MUTIH: boleh makan dan minum kapan saja, asal yang dimakan dan diminum nasi putih dan air putih tawar.
    PUASA MUTIH : Siang hari tidak boleh makan-minum, layaknya seperti puasa biasa, Buka dan sahur hanya dengan nasi putih dan air putih tawar.
    PUASA MUTIH NGEPEL : Sama seperti Puasa Mutih diatas, cuma banyaknya nasi untuk Buka dan Sahur cuma 1 kepal dan 1 gelas air putih tawar.

2. Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran atau buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur, terasi dan sebagainya.

3. Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahayapun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.

4. Pati geni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaannya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya). Ini adalah mantra puasa patigeni :

“niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Allah taala”. (Saya berniat Patigeni, memadamkan hawa panas (nafsu) di badan saya, matikan api (hawa) nafsu angkara murka, Karena Allah Yang Maha Esa).

5. Ngelowong
Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.

6. Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja! Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.

7. Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih, perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.

8. Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.

9. Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.

10. Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.

11. Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari Senin dan Kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama Islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.

12. Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.

13. Tapa Jejeg
Berdiri/Tidak duduk selama 12 jam

14. Lelono
Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).

15. Kungkum
Ritual berendam didalam air, seperti sungai, pertemuan 2 sungai, mata air, sendang, telaga dan sebagainya selama waktu tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan Tatacara Tapa Kungkum adalah sebagai beikut :

    Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu deras dan tidak terlalu banyak lumpur didasar sungai.
    Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada seorang manusiapun disana
    Sebelum melaksanakan Kungkum, disarankan untuk melakukan ritual pembersihan (mandi dulu). Ini dilakukan bila ritual kungkum untuk wejangan ilmu.
    Dilaksanakan pada malam hari, mulai jam 10, 12 malam atau jam 3 dini hari. Lama sesuai kebutuhan 30 menit, 1 jam sampai 3 jam.

    Pada saat akan masuk air baca mantra ini : “ Putih-putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng-ireng mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging mripatku Kanjeng Nabi Muhammad.”
    Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian selembarpun dengan posisi bersila (duduk) didalam air dengan kedalaman air setinggi leher atau pundak.
    Menghadap melawan arus air.
    Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan tangan disilangkan di dada.
    Mulai Meditasi, Nafas teratur, konsentrasi fikiran dan hayati.
    Tidak boleh tertidur selama Kungkum.
    Tidak boleh banyak bergerak yang tidak perlu.
    Kungkum dilakukan selama 3 atau 7 malam berturut-turut.

16. Ngalong

Tapa ini dilakukan dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.

17. Ngeluwang Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Setelah seseorang selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal yang mengerikan (seperti arwah gentayangan, jin dan lain sebagainya). Sebelum masuk kekubur, disarankan baca mantra ini :

“ Niat ingsun Ngeluwang, anutupi badan kang bolong siro mara siro mati, kang ganggu marang jiwa ingsun, lebur kaya dene banyu krana Allah Ta’ala.” (Saya berniat Ngeluwang, menutupi badan yang berlubang (9), siapapun yang datang, mati! yang mengganggu jiwaku akan melebur seperti Air! Karena Allah Yang Maha Esa).

18.Pendem

Tapa Pendem hampir sama dengan tapa Ngeluwang,namun tapa yang satu ini sangat berbahaya,butuh keberanian dan kesucian hati.Dalam tapa ini setelah menjalankan puasa terlebih dahulu 3 hari-7 hari,barulah pelaku menjalankan tapa dikubur hidup-hidup.Namun dikasih lobang agar dapat bernafas,biasanya dikasih tancapi bambu yang sudah dilobangi. Dalam tapa ini jika hati tidak bersih akibatnya bisa fatal karena godaannya sangat besar jika tidak kuat bisa-bisa gila.Hanya orang yang sudah mahir dan ahli tirakatlah yang mampu menjalani ritual tapa yang satu ini. Adapun niat sewaktu akan di pendam/dikubur wajib membaca mantra bumi:

"Niat ingsun tapa pendem amendem badaningsun jagad cilik supoyo nyawiji marang jagad gedhe,bapa akasa nurunake berkah,ibu bumi kang mijilake berkah,siti bumi lemah bumi asal muasale adam,cipto tunggal kinaryo gampang sarining gampang,rasa tunggal dadya karsaku wujud maujud,kun fayakun".

RAJAH KALA CAKRA

Rajah Kala Cakra merupakan ilmu yang banyak digunakan oleh para jawara tempo dulu di antaranya menawarkan ajian, menyerang balik kekuatan gaib musuh dan memiliki kekuatan menyerang makhluk halus hingga terluka parah. Rajah Kalacakra juga ampuh untuk mengusir makhluk halus jahat dengan cara memasangnya di tempat-tempat yang dicurigai ada makhluk halusnya.
Hong Ilaheng, Sang Hyang Kala Mercu Katup, Sun Umadep, Sun Umarep
Nir Hyang Kala Mercu Katup,
Nir Hyang Kala Mercu Katup,
Nir Hyang Kala Mercu Katup,

YOMOROJO..........JOROMOYO
siapa yang menyerang,berbalik menjadi berbelas kasihan

YOMORANI...........NIROMOYO
siapa datang bermaksud buruk, malah akan menjahui

YOSILOPO............POLOSIYO
siapa membuat lapar akan malah memberi makan

YOMIDORO..........RODOMIYO
siapa memaksa malah menjadi memberi keleluasaan/kebebasan

YOMIDOSO..........SODOMIYO
siapa membuat dosa, berbalik membuat jasa

YODOYUDO...........DOYUDOYO
siapa memerangi berbalik menjadi damai

YOSIYOCO..........COYOSIYO
siapa membuat celaka berbalik menjadi membuat sehat dan sejahtera

YOSIHOMO..........MOHOSIYO
siapa membuat rusak berbalik menjadi membangun dan sayang.

RAHAYU-RAHAYU-RAHAYU-SORAK HAYU.
Tulisan yang tergores di dada Batara Kala yang kemudian dapat dibaca oleh Batara Wisnu yang menyamar sebagai dalang Kandhabuwana. Munculnya Rajah Kalacakra itu pada upacara ruwatan dengan cerita Murwakala. Karena hal itu, Batara Kala kemudian mengikuti kehendak Batara Wisnu.
Rajah ini bukan hanya sebagai jimat penangkal ketika diadakan ruwatan, tetapi bagi yang percaya, rajah ini bisa pula dibawa kemana-mana sebagai pegangan rasa percaya diri. Rajah ini diantara dipercaya bisa untuk:
- menghilangkan sukerta. Setelah diruwat, dengan membaca rajah ini berulang-ulang, dalam diri sukerta terus terjadi pembersihan dari berbagai sukerta
- rajah ini ditulis dan ditempel di tempat terhormat, bukan sebagai jimat, tetapi untuk membantu menghafal bagi siapa saja.
- Dibaca pada waktu upacara selamatan untuk mengerjakan pekerjaan baru seperti membangun rumah atau jembatan dll.

AJIAN NUR ALAM PAMUNGKAS

Kali ini saya bahas salah satu ajian tingkat tinggi yang memiliki banyak manfaat untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan sebagai piandel untuk membentengi diri kita dari segala mara bahaya serta menetralisir dampak-dampak energi negatif. Mantranya sebagai berikut:

"YA ALIIMU YA HAKAMU, AS'ALUKA FALAA AS'ALU GHORIOKA, NUR ALAM,YA INGSUN, SUN CIPTAKE ALAM, YA ALLAH NURE ALAM, CIPTAAN ALAM MUASALE ALAM,KUN PAYAKUN, YA INGSUN KANG KUWASA …. (SEBUTKAN NIAT) SA' ALAM".

Nur Alam Pamungkas merupakan ajian yang dikembangkan berdasarkan tingkat setelah Cakra Alam dikuasai. Nur Alam merupakan peningkatan energi Cakra Alam yang bersumber dari “penyatuan dengan alam.” Ilmu ini baiknya di pelajari setelah memiliki Kawashakti. Nur Alam juga merupakan ilmu yang di ambil dari bahasa jin MARUTAMARUT yang mana merupakan raja jin Jawa yang letaknya di lautan.

Nur Alam dapat digunakan sebagai berikut : Kekebalan tubuh setelah menyatu jika kita inginkan kekebalan: kita berzikir YA MAANI'U Pengobatan: zikir YA NAAFI'U. Penyerangan: YA DAARRU jika lawan memiliki kekebalan. Manfaat yang terkandung sangat besar dapat dipastikan seluruh makhluk halus di bumi ini takluk.

Dan jika kita temukan kesulitan saat mengobati orang kerasukan dengan doa apapun tidak mampu, maka dengan Nur Alam Pamungkas insya ALLAH di pastikan makhluk tersebut akan keluar. Nur Alam sangat dahsyat kekuatannya dikarenakan menggunakan kekuatan seluruh alam jagat raya.

Syarat nya :
1. Sudah ada dasar Kawashakti
2. Izajah dari mpu yg memiliki Nur Alam
3. Zikir lafal sebayak 300 dalam 3 hari
4. Hindari 5 (Molimo).
5. Setelah semua sudah dikerjakan maka malam jumat nya adakan selametan dan bagikan 9 tetangga.

AJIAN CAKRAJAYA MAHKOTA RASUL

Akhirnya, saat yang dinanti datang juga. Setelah polling untuk mengetahui minat dan keinginan pembaca tentang tiga ajian unggulan, maka dengan ini kami memilihkan Ajian Cakrajaya Mahkota Rasul untuk dimiliki pembaca. Demikian semoga ada manfaatnya untuk kita sehari-hari.

Assalamualaikum wr wb

Mohon Maaf atas keterlambatan pengizahan ilmu di karena kan kesibukan kami dalam membantu sesama yang membutuhkan dan harus mendapat prioritas utama. setelah melakukan kontemplasi batin dengan guru dan pendamping kami di alam gaib dan berdasar polling yang telah di lakukan hampir 60% menghendaki ajian cakra jaya mahkota rasul. juga untuk menghindari polemik yang mungkin timbul karena pro kontra yang ada maka untuk saat ini hanya ilmu itu yang akan kami ijazahkan. tetapi bagi mereka yang masih membutuhkan ilmu lainnya bisa menghubungi kami di ini untuk pengijzahan secara pribadi,email:indoghaib@gmail.com

maka dengan melafalkan BISMILLAHIROHMANIRROHIM dan dengan mengharap ridho dan barokah Allah swt dengan ini kami ijazahkan kepada mereka yang berminat serius mengamalkan tidak hanya sekedar ilmu tapi juga ‘ngelmu’ nya sebuah amalan batin tingkat tinggi yang di namakan ‘AJIAN CAKRAJAYA MAHKOTA RASUL:

RASA RASUL RASANING ALLAH
WINENANG AKU ANUNGGALAKEN
SAKATAHING RASA RASUL PANDITA.
SABUMI RAT WENANG ASRAH
DUNYA ASRAH KAGUNGAN
SABUMI RAT WINENANG AMURBA WISESO
AGAWE SURGO NEROKO
HYANG DZATULLAH
INGKANG MURBENG JAGAD DUMADI
PARINGONO BERKAH DUNYO LAN AKHIRAT
MANDEG PREG ING NGAREPKU
LAILAHAILLAHU MUHAMMADARASULULLAH
URIP ING DEWEKIRA

Tata Cara Laku Ilmu:
1. Mandi Keramas dengan niat membersihkan diri dari segala unsur negatif yang ada dengan membaca niat:

NIAT INGSUN ADUS BANYU SUCI
RESIK JIWO LAN ROGO
SUMINGKIR DEDEKING ANGKORO
KAKANG KAWAH ADI ARI ARI
SING KROMATAN SING ORA KROMATAN
REWANGONO AKU GUAK SENGKOLO
ILANG SENGKOLAKING SAKING KERSANING ALLAH

2. Puasa sunnah 3 hari Yang di mulai pada hari Anggoro kasih atau sukra kasih (selasa kliwon atau kamis kliwon)

3. Lakukan Shalat sunah hajat dan taubah 2 rakaat

4. Tawasul Inti:

1. Kanjeng Nabi Muhammad SAW keluarga dan sahabat
2. Nabiyullah Khaidir As
3. Waliyullah Syech Abdul Qadir Jailany
4. Mbah kuwu sangkan cakra buana
5. Syech dzatul kahfi
6. eyang arya brajamusthi

5. Selesai shalat duduk bersila dan tata batin anda lalu ucapkan shalawat di bawah ini dengan perlahan dan penuh penghayatan ‘SHALALLAHU ALA MUHAMMAD’ 77x. Pada saat anda membaca shalawat ini biasanya anda akan merinding hebat pada sekujur tubuh, itu reaksi normal dan teruskan sampai 77x.

6. Baca Mantra di atas sebanyak 33x.

7. Semua amalan tersebut anda baca selama menjhalankan puasa sunah selama 3 hari.

8. Setelah semua di lakukan anda bisa mengetes apakah energi
keilmuan atau energi khodam nya telah menyatu dengan anda
dengan cara sebagai berikut:

a. Duduk bersila kedua tangan terbuka mengahadap ke atas
b. Baca Doa kontak energi dibawah ini 11 x ‘ALLAHU YA RAHMAN YA LATIFUL KHABIRU YA BATHINU YA
BASHIR’
c. gosokan kedua tangan anda sampai terasa panas lalu anda dekat dan jauhkan kedua tangan anda di depan dada. jikalau energi sudah masuk maka akan seperti ada daya tarik dan tolak pada kedua tangan anda saat di dekat kan dan di jauhkan.

Manfaat Keilmuan AJI CAKRA JAYA:
1. Menangkal segala unsur negatif yang akan menyerang anda
2. Meningkatkan kharisma wibawa dan pahit lidah/sabda jadi
3. Meningkatkan Kepercayaan diri dalam pergaulan
4. Ketenangan batin dalam mengahadapi masalah yang timbul
5. Jika terdesak bisa sebagai pukulan kontak jarak jauh dengan cara Tahan nafas lalu tarik kedua tangan kebelakang dan hentakan ke depan dengan penuh keyakinan sambil dua kaki anda jejakkan ke tanah.
6. Untuk penyembuhan medis dan non medis dengan media air atau sentuhan tenaga khodam
7. Asma kurung Pamungkas untuk pemagaran rumah, toko, kendaraan
8. Dan masih banyak lagi yang lainnya sesuai niat.

Bersama ini pula saya ijazahkan 3 khodam pendamping Keilmuan Ajian Cakra Jaya Mahkota Rasul yang memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda yang berasal dari daratan,perairan dan angkasa, 3 khodam tersebut yaitu:

1. KYAI ABDUL JABBAR
Beliau adalah khodam yang berasal dari daratan dan beliau bisa anda wasilah kan untuk membantu penyembuhan penyakit medis dan non medis melalui kekuatan Aji Cakra Jaya.

2. EYANG RONGGO JOYO NAGA PAKSI
Beliau adalah kodam dari perairan yang bisa anda wasilahkan untuk kedigdayaan dan pasukan gaib. bisa diwasilahkan untuk menyerang dan memporak porandakan musuh yang dzolim, akan tetapi tidak kami perkenankan anda melakukan hal itu

3. SYECH ABU QOSIM
Beliau adalah khodam yang berasal dari angkasa yang bisa anda wasilahkan untuk perbawa diri atau kewibawaan dan juga bisa anda mintakan saran jika sedang dalam masalah (tetapi anda harus memiliki kepekaan batin) jika anda belum memiliki kepekaan batin anda lakukan wirid ‘YA BATHINU YA BASHIRU’ 313x selesai shalat.Demikian ijazah inti Aji Cakra Jaya Mahkota Rasul, semoga bisa memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi sesama yang membutuhkan amin ya robbal alamin teriring salam rahayu,rahayu.rahayu.. dari padepokan. bagi mereka yang menghendaki ijazah kunci ilmu gaib atau ingin belajar secara privat ingin menjadi praktisi paranormal silahkan menghubungi kami pada email tersebut diatas. insya allah lain waktu dengan ijin dan ridho allah akan saya paparkan salah satu ilmu yang cukup langka yang saya dapatkan langsung dari hawatif ‘EYANG PRABU ANGLING DHARMA’ yaitu Aji Gineng Maulaya Bumi yang diantara kegunaanya untuk mendengar pembicaraan di alam jin dan jeritan kubur.

4.EYANG SABDO KALAMULLAH
Beliau adalah khodam yang berasal dari angin/udara yang bisa anda wasilahkan untuk memandikan pangucap-apa yang kita ucapkan jadi bertuah dan berbobot bahkan bisa menjadi kenyataan,maka hendaknya harap berhati-hati dalam berbicara!!jangan sembarangan ngomong yang tidak baik!! ini bisa dipanggil dengan wirid 'YA MUQIIT YA MUJIIB' 555x sewaktu mewirid lidah ditekuk ditempelkan ke langit-langit. bagi yang ingin mengethui rahasianya lebih lanjut,silahkan hubungi email kami,dengan kunci daya ghaib ini mampu menaklukkan berbagai raja jin/pedanyangan. Demikian semoga manfaat bagi teman-teman praktisi paranormal atau sekedar wawasan bagi anda yang suka dengan dunia metafisika. wassalamualaikum wr wb.

Jamus Kalimo Sodo


Papat kalima pancer merupakan sebuah wacana yang perlu terus kita gali dan kita renungkan plus bertukar fikiran dengan orang-orang tua kita yang sudah mumpuni baik dari ilmu tahid dan ilmu rasanya. Menurut petunjuknya papat kalima pancer itu pusatnya ada di PANCER (yaitu lubuk hati yang paling dalam) dan PAPAT-nya adalah unsur-unsur ilahi yang kita sendiri hak untuk mendapatkannya. Karena dengan menggunakan PAPAT itu kita bisa selalu ingat kepada Allah Subhanahu wata’ala sebagai penguasa alam semesta ini.

Papat yang pertama adalah nur-nya Allah (Nurullah=Cahaya dari Allah) bias dari asma-asma Allah dan sifat-sifat Allah, tanda dari PANCER-nya yaitu dalam segala sesuatu/ gerak gerik selalu BERSERAH DIRI kepada Allah dan pengakuan kita sebagai mahluknya merasa tiada daya secara ruhani dan tiada kekuatan secara jasmani kecuali hanya Allah yang memberikan gerah hidup dan kehidupan, dan berupaya untuk selalu meng-ibadahkan segala sesuatu untuk BERIBADAH kepada Allah memohon Ridho Allah, Rahmat Allah.

Papat yang kedua adalah NUR MUHAMMAD (cahaya syafa’at yang Allah cipta untuk Hambanya (Rasulullah) yang Allah mulyakan. setelah kita berserah diri kepada Allah lewat PANCER (lubuk hati yang paling dalam) ada sebuah kelembutan sebagai sebuah rahmat yang Allah berikan kepada mahluknya agar kita tunduk dan lemah lembut kepada Allah, selalu merasa sayang kepada apapun dan siapapun sebagaimana Rasulullah mempunyai perangai yang lembut dan berahlak mulia bagi semua mahluk.

PAPAT yang ketiga yaitu MALAIKAT sebagai kendaraan untuk membawa NURULLAH dan NUR MUHAMMAD tadi kedalam diri kita pada waktu kita berserah diri kepada Allah dan mengibadahkan segala sesuatu hanya untuk Allah dan fungsi malaikat ini untuk membantu memintakan permohonan ampun mendoakan kepada kita sebagai mahluk yang lemah, banyak berbuat dosa (karena manusia tempat salah dan lupa) dan nominal mereka tidak sedikit mendukung kita dalam beribadah kepada Allah.

PAPAT yang ke empat adalah KAROMAH yaitu berisi doa-doa dari para orang sholeh terdahulu (doa dari para Rasul-rasul, Nabi-nabi, dan para Auliya serta Sholihin yang telah mendahului kita) yang oleh allah diberikan kesempatan untuk membantu mendoakan segala hajat hidup kita dalam mengarungi kehidupan didunia sebagai bekal ibadah nanti kita setelah meninggal (akhirat).

Semoga Allah mengampuni kedua orang tua kita, keluarga kita, mengampuni kita, dan orang-orang yang mempunyai hak dan kewajiban atas kita yang seiman serta mengampuni sesepuh-sesepuh kita. Semoga Allah memberikan Taufiq dan hidayah kepada kita dan mereka dan semoga kita dan mereka semua dijadikan golongan dari hamba-hamba Allah yang sholeh.

ADA BEBERAPA VERSI yang menginterpretasikan JAMUS KALIMOSODO.

1. ada yang menginterpretasikan 2 kalimah syahada
2. ada yang menginterpretasikan lahirnya pancasil
3. ada yang menginterpretasikan tokoh pewayangan pandawa lima, apakah semua nya salah? tentu tidak…karena cara pandang setiap orang tidaklah sama.

Hal yang terpenting adalah jangan sampai kita kehilangan ISI/makna dari Jamus Kalimosodo sebagai orang yang berpengertian jawa yang mendapatkan warisan dari leluhur Jawa, pengertian jamus kalimusodo secara singkat adalah:

Istilah jamus kalimosodo terdapat dalam kisah pewayangan baratayudha, suatu jamus/surat yang ada tulisannnya tentang pengertian/kawruh. “barang siapa mendapat kawruh ini ia akan menjadi raja/mempunyai kekuasaan yang besa. kitab ini dimiliki oleh prabu yudistira(samiaji) yang selalu menang dalam peperangan dan akhirnya masuk surga tanpa kematian…memiliki dalam hal ini adalah bukan saling berebut tetapi saling berebut memiliki makna.

Arti Kalimasada terdiri dari beberapa bagian:

Ka= huruf/pengejaan Ka, Lima=angka 5, Sada= lidi/tulang rusuk daun kelapa yang diartikan Selalu, Jadi kelima ini haruslah utuh(selalu 5), Kelima unsur kalimasada teridiri dari:

1. KaDonyan(Keduniawian).
ojo ngoyo dateng dunyo yang arti singkatnya adalah jangan mengutamakan hal-hal yang bersifat duniawi, kebutuhan duniawi kita kejar tapi jangan diutamakan.

2. Ka Hewanan ( sifat binatang).
ojo tumindak kaya dene hewan, cotoh:asusila. amoral, tidak beretika dll.

3. KaRobanan.
Ojo ngumbar hawa nafsu yang arti singkatnya jangan memelihra hawa nafsu…nafsu itu harus dikendalikan.

4. Kasetanan.
Ojo tumindak sing duduk samestine yang arti singkatnya jangan bertindak yang tidak semestinya alias gengsi, sombong( ingin seperti Gusti), menyesatkan, berbuat licik dll.

5. KaTuhanan.
artinya kosong
Gusti Allah iku tan keno kinoyo ngopo nanging ono yang artinya Gusti Allah tidak dapat diceritakan secara apapun tapi toh ada. Gantharwa adalah salah satunya yang diberikan “pusaka” mewarisi warisan dari leluhur Jawa. Pengertian Asli dari jamus kalimosodo diatas adalah isi murni dari pengertian sebenarnya..setiap orang boleh membungkusnya dengan bungkus apapun tetapi jangan sampai kehilangan makna aslinya, karena pengertian diatas adalah pengertian sebenarnya dari jamus kalimusodo.

Nawaitu Bin Niyat Madep Mantep Islam Sejati


“ Innama A’malu bin Niat “
Begitulah sebuah kalimat yang menjadi basic dan landasan bagi salah satu golongan/kelompok Agama yang ada di dalam negeri ini. Rasanya gak berlebihan jika saya mencontek salah satu Hadis yang sangat POPULER bagi kalangan awam.

“ Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada NIATNYA “ begitu kata sebuah Hadis atau maaaf klu saya harus mengatakan dengan istilah “ Pendapat “. Yah… sebuah pendapat yang berkembang di daerah Timur Tengah dan telah dianggap sebagai pendapat yang TULEN dan telah mendapatkan LEGALITAS dari para penyusunnya ( perawi ) yang kesohor dengan sebutan Hadis yang “ Shokheh “. Saya pribadi gak ambil pusing dengan Hadis tersebut dalam batasan mau disebut Sokheh atau Da’if halah..halah…sok ke Arab-araban…

Pedahal jujur saja saya gak mudheng dengan bahasa yang satu ini, walau sedari kecil selalu membaca yang TERSURAT loh.

Yah..niat memang merupakan dorongan untuk melakukan atau mengerjakan sesuatu. Karena itu, niat bukanlah merupakan “ Bahasa atau Suara “, niat bukanlah sebatas ucapan, baik itu ucapan dalam hati ataupun melalui mulut. Jika niat hanya berupa ucapan ( bersuara maupun dalam Hati ) itu sama saja antara mengucapkan niat untuk melakukan Sembahyang ( shalat ) maupun hendak melakukan Perampokan. Karena niat yang demikian, jelas tidak lebih UTAMA daripada PEBUATAN.

Sebuah Niat akan menjadi lebih penting daripada AMALAN yang banyak, bila niat itu merupakan KEHENDAK untuk melakukan segala sesuatu yang telah DIGAGAS dalam pikiran, niat yang sudah DIRENCANAKAN dan DIMANTAPKAN dalam pikiran dan Hati. Niat semacam inilah yang membedakan antara perbuatan KEBAJIKAN dan perbuatan KEJAHATAN.

Heks..heks…
Mungkin ada yang mau berseloroh neh…” klu begitu yah lebih baik ber NIAT saja, tidak perlu beramal atau bertindak “. Halah..halah…anggapan dan pikiran semacam ini jelas-jelas kurang memahami makna tentang NIAT yang tersurat dalam hadis Impor tadi.

Apa yang dimaksud dengan NIAT itu lebih baik daripada AMALNYA…??.

Begini nih…contoh yang paling sederhana, untuk membuktikan bahwa NIAT bisa dikategorikan lebih BAIK daripada AMALANNYA.
Ada 2 orang yang satu kaya dan satunya orang biasa ( pas-pasan ), mereka sama-sama berNIAT menolong dan membantu orang miskin. Mereka sama-sama memberikan uang kepada si miskin. Si kaya memberikan lima ratus ribu dan orang yang biasa tadi memberikan limapuluh ribu rupiah. Jika kita melihat dari segi banyaknya uang, tentu saja AMALAN si orang kaya tadi akan lebih besar NILAINYA dari pada si orang biasa ya nggak…ya nggak…!! Tetapi bagaimana jika dilihat dari segi NIAT..?? boleh jadi nilai yang diperoleh orang biasa jauh lebih besar ketimbang si orang kaya. Loh…kok bisa…?? Mengapa…?? Karena si orang biasa tadi memberikan bantuan berdasarkan uang SISA yang ada pada dirinya…wong namanya saja pas-pasan….he..he… Sedangkan uang si kaya yang diberikan kepada orang miskin tadi hanya sekian PROSEN dari KELEBIHAN uang yang dimilikinya.

Artinya NIAT si orang biasa ialah menolong dengan SEGENAP DAYA yang dimilikinya, sedangkan NIAT si kaya hanyalah menolong dari SEBAGIAN KECIL yang telah dimilikinya.

Nah dengan MEMAHAMI kenyataan demikian ini, kita akan bisa memahami bahwa ternyata memang NIAT itu LEBIH UTAMA daripada AMALAN atau PERBUATANNYA.

Sekarang mari kita perhatikan isi pesan dalam petikan Suluk Wujil yang merupakan Prinsipi hidup telah ada mengakar kuat di negeri Nuswantoro ini telah diulas begitu mendalamnya seakan telah ” Mbalung Sumsum ” dalam diri setiap Kawulo terutama poro sesepuh dalam kehidupan bermasyarakat yang Santun, Lembut, penuh Tepo Sliro dan Tenggang Rasa dalam bersosialisasi terhadap sesama manusia. Dan, inilah AJARAN hidup asli Anak Negeri Nuswantoro sebelum AJARAN produk luar ini masuk di bumi Nuswantoro embuh siapa yang membawanya. Berkut petikan Pitutur Orang/Ulama BIJAK versi suluk Wujil :

Heh Wujil, niyat iku luwih saking amale ponang akathah,
Nora boso utowo swara rek,
Niyating pingil iku kang gumelar nyanane reki,
Sejatine kang niyat nora niyatipun,
Niyating pingil gumelar,
Niyating Sembahyang nora bedaneki lan niyat ambe Begal.

Terjemahannya kira-kira demikian :

Hai Wujil, Niat itu LEBIH UTAMA dari amalan yang banyak, Niat itu BUKAN Bahasa ataupun suara Niat itu untuk melakukan TINDAKAN yang ada di dalam pikiran, Sesungguhnya yang disebut Niat itu bukan pada Niatnya, Tetapi Niat untuk melakukan tindakan yang TERUNGKAP, Kalau hanya Niat, maka niat Sembahyang ( Shalat ) yang tiada bedanya dengan niat Merampok.

Yah…yah…ternyata adanya Hadis seputar Niat yang bergulir dan berasal di Negeri seberang sono, telah ada di Negeri Nuswantoro ini. Lalu Apa bedanya yah…antara

Niat dalam Suluk Wujil versi dan Produk Bumi Nuswantoro dengan Niat versi dan Produknya negeri seberang..??. Adakah…adakah…???

Santri Gundhul ini mencoba merenunginya sambil NGISEP kretek 234…buull…buulll…asapnya ngepul bulet-bulet membumbung..melambung entah kemana tujuannya…hilang..lenyap…dalam KETAIDAAN….

Lantas,…. Terlintas dalam benak ini masihkah di HATI ini tetap memiliki NIAT untuk NGURI-URI Kabudayan Nuswantoro yang kenyataannya lebih PAS dengan CITA RASA lidah kita…??. Daripada harus merasa GEMAGAH ( superior ) dengan menelan mentah-mentah Produk luar yang ternyata baru dipahami sebatas Kulit Luarnya saja sambil “ MENGKLAIM bahwa Produk Ajaran dari luar lebih BENAR dan SHOKHEH “ ketimbang Ajaran HIDUP asli dan telah ada “ MENGAKAR kuat “ di Bumi Nuswantoro ini yang sempat dihembus-hembuskan sebagai Ajaran KLENIK, TAHAYUL, BID’AH dan KHUROFAT…??

Halah…halah…apa lagi ini Bid’ah, Khurofat…wis embuh aku ra mudheng…Mungkin ada baiknya kita sama-sama merenungkan sebuah Petuah si Mbah ini.

Pokoknya sekarang aku NIAT mau Ndlosor…..sambil kemulan sarung….terus sambil berbisik kupanjatkan sebuah NIAT juga, Duh..Gusti Kang Akaryo Jagad…Pejah Gesang hananiro kulo Haturaken dumateng Panjenengan.

Ingsun Teteken Muhammad, Suro suco ludiro Joyodiningrat lebur dening Pangastutiningsun.
ISLAM

Satemene Rukun Iman iku wis ono sajerone Rukun Islam, dadi satemene kang kudu di Imani iku Rukun Islam netepi anane Rukun. Iman, iman marang Alloh, Kitab-e, Rosul-e, Malaikat-e, Dino Wekasan (Kiamat), Qodlo lan Qodar ( Takdir lan Nasib ), kudu biso kawedar ono sajerone lakune Urip anggone .mapakake anane Syahadat-e, Sholat-e, Poso-ne, Zakat-e lan Haji-ne, dadi Rukun Iman iku dadi dasar anane Rukun Islam.

1. Iman marang Alloh SWT.

Iman marang anane Alloh ora amung sadermo nurut anane tembung jare, kudu biso ngudi dewe dununge Alloh, soko anane Syahadate, yen ngucap anane saksi kudu ngerti ope kang dadi wajib dedege manungso kang diangkat dadi Saksi, weruh dewe ope kang disakseni.

2. Iman marang Kitab-kitab Alloh.

Iman marang Kitab, ora sadermo biso moco lan ngerti terjemahane , kudu biso mawas kang tersurat utowo kang tersirat lan biso mapakake ono Uripe sarto , ngerteni opo kang dimaksud Pangeran nganti ngudunake / jarwakake tuntunan mau, koyo anane blegere Manungso Urip ono Jagad Royo iki, sabab opo kang dadi isine Kitab Al Qur’an Nul Karim mau yo anane isine Jagad Royo iki, sarine dadi Surat Al Fatikah yo anane wujud Manungso sarine Jagad Royo, dadi yen ngaku dedegi Umat Islam tuntunan soko Kanjeng Nabi Muhammad saw, yo kudu gelem ngakoni anane umat liyane kang isih netepi Urip sake anane laku Kitab kang luwih awal, koyo to yen isih ono Umat kang laku uripe netepi Tatanan Slamet sadurunge Kanjeng Nabi Daud as, utowo umate Kanjeng Nabi Daud as, mowo Kitab Jabur, umate Kanjeng Nabi Musa as, mowo Kitab Taurot, umate Kanjeng Nabi Isa as, mowo Kitab Injil, kabeh umat ing ngarsane Pangeran nyuwun anane ke-Slametan-e Urip yo anane Islam, Koyo anane umate Kanjeng Nabi Muhammad saw, Kang ke- Islam-anne wus kasampurnakake dene Pangeran, dadi kang kasebut Islam mau anane Umat anggone madep marang Pangerane nyuwun keslametan Uripe, biso kaperang netepi anane Ibadah, Sembahyang tan Sholat katerangake koyo ing ngisor iki :

a. Ibadah, anane Umat madep marang Pangeran sako anane Perilaku kang katindakake saben dinane, koyo wektu Umate Kanjeng Nabi Adam as, nganti satekane Umaate Kanjeng Nabi Daud as, koyo ucape para sesepuh biyen ” Ojo mlaku saliyane tindak kang becik ” , yoiku anane Ibadah.

b. Sembahyang, anane Umat madep marang Pangeran soko anane Perilaku lan Ucapan (omongan) kang katindakake saben dinane, koyo wektu Umate Kanjeng Nabi Daud as, nganti satekane Umate Kanjeng Nabi Muhammad saw, koyo ucape sesepuh biyen ” Ojo among – ngucap saliyane tembung kang apik ” , yo iku anane sembanyang.

c. Sholat, anane Umat madep marang Pangeran soko anane Perilaku, Ucapan lan Angen-angen kang katindakake saben dinane nyuwun anane keslametan Dunyo Akhirate, koyo ucape sesepuh biyen ” Ojo duwe angen – angen saliyane angen¬-angen kang becik ” , yoiku anane Sholat.

Dadi anane Umat madep marang Pangeran netepi Agomone kabagi anane soko tindak laku saben dinane ono 3 (telu) perkoro koyo ing ngisor iki :

1. Ibadah, yo Tingkahlaku dadi dasar Sembahyang ;
2. Sembahyang, yo anane Ucapan (omongan) dadi dasar Sholat;
3. Sholat, yo anane Angen-angen, jejege sake anane Sembahyang lan Ibadah.

Iman marang Kitabe Pangeran iku ono:

a. Kitab kang tinulis yo anane Kitab Garing, koyo to Kitab Jabur, Kitab Taurot, Kitab Injil, Kitab AI Qur’an Nul Karim lan sapanunggalane.

b. Kitab kang tersirat yo anane Kitab Teles, wujud sake maknane Badan saujud kite.

3. Iman marang Rosul.

Iman marang Rosul ing kono koyo iman marang Kitab :

a. Kang Garing, yo anane Kitab-kitab kang tinulis netepi ope anane lumrahe Urip, koyo kang wis kacaritakake ono sajerone Kitabe.

b. Kang Teles, ngerti anane Rosul iku sajatine Roso, sake anane Roso Rasane Urip Pangeran kang katitipake ,marang Umate, kanggo ngudi Jati Diri yo anane dedeg piadege Manungso manunggal marang Roso Urip, yo anane Roso soko Pangeran lan Umate, mengko ono beberane dewe.

4. Iman marang Malaikat.

Iman marang Malaikat, satemene kudu mangerteni yen Urip ing Jagad Royo iki ora dewe, ning akeh kang podo melu urip koyo bangsane lelembut kang pancen nyoto ono, bebarengan anane Pangeran anggone mujudake manungso, kanggo nguji imane manungso dewe-dewe, yen nganti kaliru bakal melu ono uripe lelembut mau, urip ono sajerone Alam Penasaran.

5. Iman marang Jaman Akhir.

Iman marang Dino Akhir yo Dino Pesti, yo anane Dino Wekasan, nyoto yen Manungso iku Urip ono Jagad Royo iki amung sadermo mampir ngombe disilihi Sandangan / Pangganggo, kudu ngerti ope kang dadi Wajibe Urip, Sunahe Urip, Makruhe Urip lan Larangan/Pantangan kanggo njejegi anane Urip kang Sampurno, iki wus ono sajerone Rukun Islam.

6. Iman marang Qodlo laD Qodar

Iman marang Qodlo lan Qodar, kudu mangerteni yen Uripe Manungso iku katulisake ono sajerone Kitab kang nyoto, Qodlo iku katulis ono sajerone Takdir Urip yo anane Tuntunane Urip ono Jagad Royo, sapo kang biso netepi anane Takdir Uripe bakal nemu Mulyo Dunyo – Akhirate, Qodar iku katulis ono sajerone Nasib Urip, jarwane opo kang dialami ono sajerone Uripe, iku wujud soko tindak – laku kang katindakake wus adoh soko anane Tuntunane Urip kang samestine, nyatane yen arep ono opo-opo Pangeran mesti maringi tondo luwih disik, dadi sing Eling biso netepi Takdire, yen Lali yo ono sajerone Nasibe.

Maknane Syahadat, yen karasakake ono sajerone netepi Wajibe Urip kang kudu dilakoni krona Alloh, ono sajerone urip ing Alam Dunyo, yen biso kabeberake iku kiro¬kiro koyo ing ngisor iki :

a. Urip iku umpamane 100% (satus persen) kuwajiban soko Alloh;
b. Syahadat amung ono 95% soko Urip;
c. Sholat amung ono 5% ( limang persen ) soko Urip;
d. Poso amung ono seperapate soko Sholat;
e. Zakat amung ono sapertelone poso;
f. Haji amung ono separohne Zakat.

Ing ngisor iki ono pituture leluhur menowo dedeg wajibe lan larangan kang dumunung ono Rukun Islam kang kudu di Imani kacaritakake koyo ing ngisor iki :

a. Syahadat : Anane Mahayu Hayuning Bawono cilike Keluarga, larangane Madon ;

b. Sholat : Anetepi angen angen kang becik,’ ndedegi Pamikiran kang Agung netepi anane Sastro Jendro Hayuningrat kanggo ngudi laku kang becik, larangane Madat ;

c. Poso : Kuoso nota Rasane Urip, maknane ngerti manowo Urip amung sadermo nglakoni, yen wistiti wancine ora nggowo opo-opo, kabeh anane soko panyuwunan kanggo nyukupi kebutuhan keluargane kang wujud soko ngunggulake Drajat Urip keluargane, larangane Mabuk ;

d. Zakat : Madep mantep marang kuasane Gusti anggone njogo Kanugrahaan lan Rakhmat Pangeran marang barang Pribadi, anane ngluhurake Asmo larangane Main;

e. Haji : Tegen anggone mapakake Roso yo anane kumpule Urip Roso Pribadi marang Kuasane Urip Pangerane, kuoso njogo arum gandane asmo ono sajerone Urip, larangane Maling.

Yen gelem ngudi kaluhurane Urip ing Alam Dunyo tumekane Alam Akhir koyo unine ayat ”Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanataw wafil aakhiroti hasanataw wa qinaa adzaaban naar” , kanti sabenere Manungso kudu mangerteni, lan mapakake opo sabenere Kalimat Syahadat iku, yen ora kaliru koyo kagambarake ing ngisor iki :

” Laa ilaaha illallahu Muhammadur Rasuulullah” ketemu anane :

1. HU mujudake anane Nur Illahi ;
2. Nur Illahi mujudake anane: a. Nur Muhammad,
b. Asma Alloh ono 99 Asmo lan Sifat Alloh ono 20 Sifat;

3. Nur Muhammad, Asmo lan Sifat Alloh mujudake anane Alam Dunyo saisine, yo anane Kitab AI Qur’an Nul Karim bebere wujud dadi Jagad Royo, sarine Kitab Al Qur’an Nul Karim bebere wujud anane Surat Al Fatikah, Surat Al Fatikah wujude makna dadi Badan Jasmani kito yo anane Jagad Dumadi, kang samestine isine Jagad Royo iku podo lan memper karo isine Jagad Dumadi yo anane Badan Jasad yo Badan Jasmani kito.

Ing kono Manungso bakal nemahi anane Urip lan Pati, mangerteni sejatine sopo kang Urip lan sopo kang Mati, biso kaematake koyo fig ngisor iki :

U r i p :

a. Arahe nunggal nyawiji, anane Tauhit, wujude urip Ikhlas – Sabar, koyo anane napas kito, gegambarane nafas wektu ono sajabane irung iku anane HU, yen wis ono sajerone irung nganti tekan gulu iku anane Allah, bareng ono sajerone dodo lan sateruse iku anane Urip kito soko Kanugrahane Pangeran yo biso kasebut wenange Pangeran wus kanugrahake dadi wenange Umat;

b. Sampurnane margo soko ngabekti marang Kaluargane, ngerteni yen Manungso ora biso wujud tanpo anane Bopo-Biyung kang kasebut Pangeran Katon, wujude toto – tentrem kasembadan kabutuhane.

c. Mulyane margo wus ketekan kekarepane, wujude biso nunggal marang Jatine Urip soko netepi Pangangen – angene nunggal marang panyuwunan ketemu keluhurane yo mapan ono sajerone Baitullah.

PAKUBUMI TANAH JOWO.

Ono sawijine tetenger soko Pinisepuh kang ono Gunung Tidar, wujud Tenger Pal pratelon mowo Sandi aksoro Jowo So kang kapendem saduwure Puncak kasebut Paku Bumi Tanah Jowo, mowo aran Nyi Ratu Roro Mangli, aksoro Jowo So mau ono 3 (te1u). aksara, yen ora keliru mowo maksud koyo ing ngisor iki :

a. Kang sapisan aksoro SO-l mowo maksud Sastro, kang wujud ono sajerone bebere Ponang Jabang Bayi kang isih ono sajerone kandutan si Biyung iku anane Sastro, yo kasebut Garis Panguripane si Jabang Bayi, anane Sastro sajabane Garis Takdir lan Nasib.

b. Kang kapindo aksoro SO-2 mowo maksud Sugih, kang mujudake anane dedege Ratu Rumah Tangga yo Ibu Rumah Tangga unine Sugih, Sugih iku titi wancine Panyuwunane si Biyung wektu ndedege isi kang kasebut Purborangrang kanggo Anak Bojo lan Putune, biso nyukupi kabutuhane kaluargane.

c. Kang kaping telu aksoro SO-3 mowo maksud Sandi, kang wujud ono sajerone lambe barange wong wadon, anarik rasane si kakung (lanang) kasebut Sandi yo anane Wadi, asline wujud sake buah Quldi, awal anane Roso kang biso mujudake anunggale Rasane Pangeran. Sandi yo Wadi iku Rasane Pangeran kang dumunung ono Manungso, kudu biso nunggal misah Roso Rasane Manungso kalawan Roso kang kasinungan Rasane Pangeran yo anane Roso Rasane urip Manungso Sejati, njejegi anane Kawulo marang Gustine.

Tetengeran mau kasebut aran Nyi Ratu Mangli, aran mau anane tembung sanepan kang mowo maksud kurang luwih Ojo Pangling utowo Lali, manowo Urip sajatine wis ono kang nota lan ngersakake, Manungso among sadermo anglakoni.

Sake tatanan mau kite bakal mangerteni awal anane Pangeran anggone mujudake Manungso, netepi :

A. Tatanan aksoro SO-1. koyo ing ngisor iki :

1. Wektu Wiji sake Bopo lan Biyung ketemu ing keno Pangeran ngudunake Wahyu Nungkat Gaib, yo anane Wiji Kang Samar, kang wujud sake Roso Rasane Pangeran, wujude Wahyu Gaib mujudakake anane ROSO KANG AWAL sake anane Manungso;

2. Wiji mau banjur wujud setetes Getih yo anane Rah, ing keno Pangeran ngudunake ROH, yen satemene yo ing wektu iku Pangeran nyiptakake anane Bongso JIN, setetes Getih mau banjur wujud dadi segumpal Getih, ing wektu iku anane Alame SETAN – IBLIS ;

3. Soko segumpal Getih banjur wujud dadi Segumpal Daging, ing kono Pangeran ngudunake NYOWO bebarengan mapakake anane Wahyu Doyo Gaib, kang satemene Pangeran nyiptakake anane Bongso MALAIKAT ;

4. Sabanjure segumpal Daging wujud gegambaran Bayi soko anane Pangeran mujudakake “Sungging Purbangkoro” kang satemene soko anane Neptu Gaib mujudake anane SASTRO, yen ing Kuno biso kasebut ” Sastro Jendro Hayuningrat; Mahayu Hayu ning Bawono ” , yo anane Dino Pesti ;

5. Gegambaran Bayi banjur wujud anane Bayi kang sampurno, ing kono Pangeran mapakake anane ATMO yo anane Alame ASMO, Asmo kang wujud soko anane LELUHURE ;

6. Bayi lahir Sampurno, ing kono soko anane Wahyu Panguasane Gaib, yo mudune Kanugrahaane Pangeran kang wujud Sukmo, yo anane Uripe si Bayi, bayi banjur ngekarake derijine nuduhake yen Wahyu Neptu Gaib wus nunggal nyawiji, ing kono asline Pangeran ngudunake Wahyu Nungkat Gaib wus nunggal wujud ono sajerone badan saujude si jabang bayi, satemene Wahyu Nungkat Gaib mau wujud soko anane Nur Muhammad, kang bakal wujud dadi Nurcahyo yo Drajat Urip si Bayi.

Yen nurut gegambaran soko Surat Al Fatikah :

1. Ayat 1, ayat 2 lan ayat 3 ing kono anane Sukmo-yo Urip nguripi Umate ; soko Pujine Jagad Royo marang Pangeran kerso ngudunake Umate ing Alam Dunyo, krona Welas – Asih kanggo netepi Kratonan Jagad Royo, Manungso Kawenangake dadi kalifah ing Alam Dunyo, manowo sampurno Syahadate, bab iki kang wenang amung Pangeran.

2. Ayat 4 fig kono satemene anane Jiwo, soko wujud nunggal nyawiji anane :
a. Atmo yo alame Asmo netepi leluhure wektu Urip.
b. Nyowo yo alame Tetanduran mujudake Rojo Kayon mapane Bebalungan.
c. Roh yo alame Kekewanan, mapan ono Rah – Getih, banjur sumrambah ono Badan Jasmani saujud mowo tandane Urip.

Nuduhake manowo soko Kersane Pangeran Manungso iku wewujudan soko nunggale :
a. Rah yo alame Kekewanan dadi Rajane Kekewanan.
b. Roh yo alame Jin-setan dadi Rajane Jin – Setan.
c. Nyowo alame Tetanduran dadi Rajane Rojo Kayon yo anane alame Malaikat.
d. Atmo yo alarne LeIuhur, wenang nyarnpumake; patine LeIuhure. Bab iki anane wenange Pangeran kawenangake dadi wenange Umate.

3. Ayat 5, ayat 6, ayat 7 ing kono anane Roso kang awal yo Roso Rasane Pangeran, kanggo mujudake Roso Rasane Manungso, yen antuk Makrifate Al Fatikah bakal mujudake anane Roso Rasane Urip Manungso Sejati, margo soko UIah-Laku Umat anggone netepi Urip ono ing Alam Dunyo, lan biso mangerteni anane ke Dholiman ora nunggal marang Uripe, dadi wenange Umat, kang satemene bebering Roso iku biso kapilah ono:

a. Roso kang awal yo Roso Rasane Pangeran, kang nuntun sawemane Roso.
b. Roso kang soko anane Alarn yo anane Roso Sejati – Sejatine Roso.
c. Roso kang soko anane Poncodriyo, yo anane Roso soko babahan Howo Songo.
d. Roso Kang soko anane Sifat Aluarnah, Mutmainah, Amarah, Supiyah.
e. Roso soko Alam, Poncodriyo Ian Sifat yen kakumpulake banjur biso wujud dadi Roso Rumongso.
f. Kabeh Roso mau yen biso katunggalake nyawiji banjur wujud dadi Roso Rasane Urip Manungso Sejati.
B. Tatanan Aksoro SO-2 koyo ing ngisor iki :

Kang dimaksud Sugih, ing kene netepi anane Uripe Manungso kang wis biso mapakake Janjine Pangeran yo anane Urip Jejodohan, Sarnpumo mapakake Rasane Urip yo mekare ( makrifat ) Syahadate, bakal nemahi Kamulyane Urip yo anane soko bekti marang Wongtuwo sakloron, Morotuwo sakloron wujud dadi anane Pepuden ing lumrahe kasebut Punden Kang samestine ing wektu iku anane Pangeran mujudake dedeg piadege Wahyu Purbojati, Wahyu Purborangrang, Wahyu Purbosari.

a. Wahyu Purbojati anane wektu si kakung mujudake dedeg piadeg dadi Kepala KeIuarga.
b. Wahyu Purborangrang anane wektu si isteri mujudake dedeg piadeg dadi Ratu Rumah Tangga.
c. Wahyu Purbosari wujud soko panyuwunan si Kakung lan isteri marang Pangerane mujudake anane anak lan dunyo brono, kang satemene ono mudune Wahyu Jodoh, Wahyu Drajat, Wahyu Rejeki kang kasebut anane Wahyu Dorodasih.

C. Tatanan aksoro SO-3 koyo ing ngisor iki :

Kang dimaksud Sandi utowo Wadi iku satemene dedeg piadege ROSO netepi ono Rasane Pangeran, anane Wiji Kang Samar yo Wahyu Nungkat Gaib, mapane ono sajerone Lambe Barange Wong Wadon krona anane buah Quldi, awal anane kedholirnan, kamongko sapo bae yen netepi Among Nunggal Roso ( Senggomo ) yen ora kaawali sake anane Syahadat ing keno iku kalebu laku DHOLIM, kadadeyane bakal anane rusake Jagad Royo, yen kabeh podo ora ngerti maknane Syahadat (isine Jodoh) ono Uripe bakal anane Kiamat.

Satemene Sandi lan Wadi mau ono soko Lakune Pangeran, kang Nglakoni Umate, ning ora kabeh laku Among Nunggal Roso kedunungan Sandi lan Wadi, yen kajarwakake mowo maksud Among Nunggal Roso iku satemene laku ono sajerone Sifat Dholim kang samar.

I. DINO LAN PASARAN

Iki tatanan kang nuduhake arahe Urip kang kawoco sake anane Dino lan Pasaran, kang kawoco soko anane tatanan Neptu Go’ib ono ing Dino :

1. Jum’at Wage = Jowo,
2. Ahad Lagi = Allah,
3. Seloso Pen = Sapo, koyo kasebut ing ngisor iki:

I. Jum’at Wage= Jumat : huruf awal Jo =- neptune = 6
Neptu = 10 = Wage : hurul awal Wo - neptune = 4

Yen huruf awal kajumbuhake muni Jowo, kang mowo maksud hakekate Urip, yo maknane Urip, dadi kang dimaksud Jowo iku yo manungso kang ngerteni Sejatine Urip ing Alam Dunyo, ngerti anane Islam yo Slamete Urip ono ing Alam Dunyo yen ora kaliru ngerti bebere Kitab Layang Kalimosodo yo anane Syahadat kang turun ono Tanah Jowo dadi tuntunan anane serat Sastro Jendro Hayuningrat, Mahayu Hayuning Bawono, yo tuntunan Urip marang Perilaku kang nuduhake anane Hak lan Wajibe Urip, dadi kang kamaksud Jowo ing kene dudu Pawongan Kang lahir ono ing tanah Jowo utowo Suku Jowo.

Jumat Wage, Ahad Legi, Seloso Pen kabeh Neptune yen kagunggung ono neptu 10 anuduhake anane kabeh kang wis Kaciptakake dene Pangeran ing Alam Dunyo iki yen kagunggung nurut kasatuanne yo among ono 10 macem koyo kasebut ing ngisor iki :

1. Lemah / tanah 6. Tetanduran
2. Banyu 7. Kekewanan
3. Geni 8. Jin, Setan, Iblis, lelembut
4. Angin 9. Malaikat
5. Watu/Bebatuan ( Wesi, emas, 10. Pawongan (Wong, Tiyang, Manungso)

Yen Jum’at neptu 6 ing kono anane soko rukun Iman, yo biso kasebut soko anane wadah, dadi Dino iku mujudake wadah, lan yen Wage neptu 4 ing kono anane sedulur 4, yo anane isi, dadi Pasaran mujudake isi. Kaumpakake Wadah iku Jasad, isi iku Rogo, ing kono iku ketemu :

- Wadah = Jasad anane Badan Kasar - Jagad Royo – Kitab AI Qur’an
- Isi = Rogo anane Badan Alus - Jagad Dumadi – AI Fatikah.

Manowo kawoco soko gebyar lan gumelare Jagad salumrahe, ing kono ketemu anane dedeg piadege Wahyune Kaluarga kang dadi isine wujud Wahyu Purbo Jati, Wahyu Purbo Rangrang mujudake anane Wahyu Purbo Sari, kang nyoto wujud soko isine Neptu 6 ono ing Dino Jum’at wujud dadi :

1. Kemanten sakloron = 2
2. Wongtuo sakloron = 2
3. Morotuo sakloron = 2, yen kagunggung kabeh ono 6.

yen ing Pasaran Wage wujud soko anane
1. Sandang – pangan.
2. Papan – Pomahan.
3. Anak, Dunyobrono.
4. Luhure Kaluarga, yo isine Keluarga Sakinah “ma Warda wa Rohma yo anane Drajat Dunyo – Akhirat.

Yo ing isine dino Jum’at Wage iki awal bebere Kalimah Syahadat awal dedeg ¬adage Islam ono sajroning Ati – Nurani Manlingso.

Yen Jum’at neptu 6 ing kono anane rukun Iman, lan yen Wage neptu 4 ing kono ugo biso kagambarake cagak 4 utowo awal anane anasir 4 perkoro yo anane Bumi, Banyu, Geni lan Angin, anane Manungso manembah marang Pangerane soko Percoyo – Yakin – Iman marang Rukun Iman :

1. Allah, ono anane, kabeh wujud soko Kekarepan – Kehendak kang Nyoto Tulisane.
2. Kitab, a. ganng : a. Kitab Jabur - Nabi Daud as.
b. Kitab Taurot - Nabi Musa as.
c. Kitab Injil - Nabi Isa as.
d. Kitab Alqur’an - Nabi Muhammad saw.
b. teles : a. Garis Takdir, katulis among sepisan ora kaambalan maneh.
b. Garis Nasib katuIis soko Tindak Laku, Pakaryan lan obah – musike Kekarepan Urip Manungso.

3. Nabi Lan Rasul
4. MaIaikat, Jin – setan
5. Kiamat, Hari Akhir
6. Qodlo – Qadar, anane Takdir -Nasib wujude hukum Sebab – Akibat.

Cagak 4 wujud soko Anasir awaI, yoiku Lemah/Tanah, Banyu, Geni lan Angin kang nuwuhake anane :
a. LemahjTanah netepi Sifat Aluamah, anane Sabar – Narimo, wujud uripe soko kagowo Serakah
b. Banyu netepi Sifat Mutmainah, anane Adil, timbang Pamikirane, wujud uripe soko kagowo Iri – Drengki.
c. Geni netepi Sifat Amarah, anane Perkoso, anduweni Doyo – kekuatan, wujud uripe soko kagowo Murko – Nesu.
d. Angin netepi Sifat Supiyah, anane Adek Pribadi – Mandiri, wujud uripe soko kagowo Sombong – Angkuh.

Kaumpamakake Iman iku Kusir, Cagak 4 (papat) iku Jaran 4 (papat), kang playune nurut kekarepane dewe-dewe, sing kelir ireng playune ngalor tok, sing kelir putih playune ngetan tok, sing kelir abang playune ngidul tok, sing kelir kuning playune ngulon tok, Bendi-ne wujud soko anane Badan, Playune wujud soko Ragane tujuane netepi anane kekarepan.

Dino Jum’at dadi dino kekeran poro Nabi – WaIi, nyoto soko anane Sholat sunat Jum’at, ing kono margo soko Kanugrahane Pangeran Kang Moho Agung, kanggo Umate supoyo gelem Eling marang anane Tatanan Urip Bebrayan ing Alam Dunyo.

II. Ahad Legi : Ahad : huruf awal A - Neptune = 5
Neptu 10 : Legi : huruf awal LA - Neptune = 5

Yen huruf awal kajumbuhake muni Allah yo anane Pangeran, manungso wajib ngawruhi sopo sejatine Pangerane, ing dino Ahad Legi iki anane awal mbukak kawruh kang wis kasebut ono sajrone wawasan Ahad Legi.

Ahad neptu 5 gegambaran soko sedulur Papat ke Limo Pancer, wujud nunggal dadi Badan Kasar, kasebut njobo.

Legi Neptu 5, ono anane njero yo Badan Alus wujud soko anane :

1. Roso : soko Sifat Aluamah, Mutmainah, Arnarah, Supiyah, lsp.
2. Roh : soko manunggale Uripe Kekewanan.
3. Nyowo : soko manunggale Uripe Kekayonan yo Tetanduran.
4. Atmo : soko Gondo Arum Asmane ( sampurnane Budi – Luhur / Ahlak yang terpuji Umat ) alame Asmo Leluhure.
5. Sukmo : soko Kanugrahane Pangeran.

Ing ngisor iki satemene anane tatanan Roso kang dumunung ono sajrorie Badan saujude Manungso :

A. Roso : 1. Rasana Pangerane.
2. Roso Sejati yo Sejatine Roso, Roso kang wujud soko manunggale Roso Rasane Jagad Dumadi marang Roso Rasane Jagad Royo koyo to:
a. Uyah iku asin, asin durung mesti anane uyah,
b. Gulo iku legi, Legi durung mesti anane gulo,
c. Asem iku kecut, kecut durung mesti anane asem.

3. Roso Poncodriyo
a. Pangroso /Pangucap,
b. Panggondo,
c. Pandulu, d. Pangrungu,
e. Pangrobo.
4. Roso kang wujud soko anane manunggale Roso Sifat Aluamah, Mutmainah, Amarah, Supiyah.
5. Rasane Umat yo anane Roso Rumongso kang wujud soko kemampuane Umat anggone nunggalake Roso Rasane Pangeran, Roso Poncodriyo, Roso Sejati – Sejatine Roso, Roso soko anane Sifat Aluamah, Mutmainah, Amarah, Supiyah wujud nunggal ono ing anane Laku yo anane Tingkah Laku Budi Howo saben dinane kang bakal mujudake anane Akhlak kang minulyo.
6. Roso Rasane Urip Manungso Sejati, wujud soko nunggal nyawiji anane sakabehe Roso kang kasebut ing duwur mau.

Soko kawruh kang wis kabeber ing duwur, kito biso anglakoni nunggalake Rasane Umat wujud nunggal marang Rasane Pangeran sake wujud jumbuhe angen-angen lan nunggale kekarepan.

A. Roh : Roh iku Uripe Kekewanan kang nunggal marang Badan saujude Manungso, ananne Kanugrahan soko Pangeran kanggo netepi Serat Sastro Jendro Hayuningrat, Mahayu Hayu Ning Bawono.
B. Nyowo : Nyowo anane Uripe Tetukulan / Tetanduran kang nunggal marang Badan saujude Manungso, anane Kanugrahan sake Pangeran kanggo netepi wajib mapakake Serat Sastro Jendro Hayu Ningrat, Mahayu Hayu ning Bawono.
C. Atmo : Atmo iku Alame Asmo, wujud nunggal marang Manungso sake Dino kalahirane lan tetengeran yo Jeneng yo Aran kang sinebut sake Wongtuwane, kang kudu rinekso Manungsane supoyo biso anggondo Arum.
D. Sukmo : Sukmo yo anane tetengeran soko Pangerane kanggo papan nunggale Kawulo Gustine.

Soko katerangan ing duwur mall manungso biso njupuk Hak sake Pangeran yen manungso mau wis biso nglakoni kang dadi wajibe, yo soko wis biso anglakoni anane Mahayu Hayuning Bawono.

Roh iku Uripe Kekewanan kang nunggal marang Badan saujude Manungso, anane Kanugrahan sake Pangeran kanggo netepi wajib mapakake Serat Sastro Jendro Hayu Ningrat, Mahayu Hayu ning Bawono.

Ahad Legi yo biso kawoco A iku anane Ho lan Le iku anane La koyo kasebut ing ngisor iki :

1. A – Aku : Aku anane Pangeran, kang mengku anane Kitab Serat Layang Kalimosodo,
2. La – Laku : Laku, lakune Manungso ono sajrone bebering Kitab Serat Layang Kalimosodo,

Pangeran kang mengku Karep nunggal marang Kekarepanne Manungso mujudake gegayuhan kang kinarepake manungsane.

Kang biso nunggalake lan ngerteni wektu Badan Kasar nunggal marang Badan Alus kudu biso netepi anane Wahyu Trias Wiji yoiku sake :
a. Tekun, anane nota nafase,
b. Temen, anane tingkah lakune,
c. Teliti, marang satindak – laku lan obah musike kahanan,
d. Awas, marang anane Gudo – Cuba – Pengaruh – Gangguan,
e. Sabar, marang sepapadane Urip.

Bakal biso ketemu marang Alam Kelanggengane yo Mulyane Urip ing tembe.

III. Seloso Pon : Seloso : huruf awal So - Neptune = 3
Neptu 10 : Pon : huruf awal Po - Neptune = 7

Yen huruf awal kajumbuhake unine Sapo, ing kene mowo maksud Manungso wajib ngawruhi sapo Sejatine Pangerane lan sapo Sejatine Manungso, opo kekarepanane Pangeran kanti sake Kanugrahane Manungso mudun Urip ing Alam Dunyo, opo kang dadi Hak-e Manungso ing Alam Dunyo lan opo kang dadi Kewajibane Urip ing Alam Dunyo.

Sejatine Pangeran lan Sejatine Manungso yen ora kaliru kasebut koyo ing ngisor iki:

1. Dzat-e Hu ayang-ayangane wujud dadi Dzat-e Alloh yo kasebut Dzat-e Pangeran.
2. Dzat-e Alloh yo kasebut Dzat-e Pangeran, ayang-ayangane wujud dadi Nur Muhamnlad yo kasebut Wahyu I Sukmane Jagad Royo.
3. Nur Muhammad yo kasebut Wahyu / Sukmane Jagad Royo, ayang-ayangane wujud nunggal dadi Jasad, sake Kanugrahane Pangeran dadi Badan saujud-e Manungso.

Koyo wektu Pangeran nyipto anane Kanjeng Nabi Adam as., sake ruwet ¬krenteg-e Urip, Pangeran nyipto anane Ibu Howo kanggo netepi Sampumane Urip Manungso, sake Sampurnane Urip Manungso kanggo netepi Gumelare Urip, Kanjeng Nabi Adam as. lan Ibu Howo kaudunake ono ing Alam Padang yo anane Alam Dunyo soko Kanugrahane Pangeran.

Soko kaweruh ing duwur, ing keno ono anane sarine Gumelare Drip kang awal koyo ing ngisor iki :

1. Hu netepi anane Alloh, banjur Nur Muhammad netepi isine Jagad Royo, banjur anane Manungso. Ing keno ketemu anane ongko 3, kang dadi Neptune Dino Seloso, yo anane Wadah Panyuwunan.
2. Netepi anane Gumelare Urip ing Alam Dunyo turun remuntun ketemu anane, Cukul – Ngendok – Manak, ing kene ketemu ugo anane ongko 3, kang dadi Neptune Dino Seloso.

Satemene Pangeran ora anduweni Karep opo – opo sake anane Manungso, amung ing keno ono anane Geter-e Urip, kang katuntun sake anane Serat Layang Kalimosodo, Kanugrahane Pangeran kanggo adeg – dedeg Urip Bebrayan ing Alam Dunyo, netepi Gumelare Urip Manungso.

Soko Geter-e Urip lan anane Serat Layang Kalimosodo, ing keno wis wujud anane Hak kang ono anane soko lakune Urip Manungso, katuntunake sake Kanugrahane Pangeran ono ing :

1. Serat Al Fatikah, satemene wujud Pasemon sake Lakune Urip Manungso, “kanggo netepi Urip Bebrayan ing Alam Dunyo, netepi Wajib-e Urip koyo ing Serat Sastro Jendro Hayu Ninggrat, Mahayu Hayu ning Bawovo, kang utomo Tapak Laku yo obah – mosike Budi – Howo ono ayat ” Ihdinash shirothol mustaqim ” lan ” Ghairil magdhuubi ‘alaihim wa ladhdhaalliin “, ing Serat Al Fatikah iki ketemu anane ongko 7, soko anane ayat Serat Al Fatikah kang dadi Neptune Pasaran Pon yo ono ongko 7, netepi wujud isine Urip yo Drajat-e Urip ing ngarsane Pangerane.

2. Do’a Sapu Jagad ” Robbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhiroti hasanataw wa qinaa ‘adzaaban naar ” ing kene soko isine maksud dadi arahe Urip Manungso ing ngarsane Pangeran, Slamet Dunyo – Slamet Akhirat, soko anane Slamet Akhirat ono ongko 7 kang nyebutake anane Swargo lapis 7 Neroko lapis 7. ongko 7 dadi isine neptu Pasaran Pon, yo anane arahe isine Urip.

Soko anane kawruh ing duwur, kang nerangake anane Urip lan Pati, nerangake anane Tatanan Slamet yo anane Tatanan Islam.

M a t i
a. Papane Ikhlas, ketemu Lego – legowo.
b. Sampurnane ono 5 perkoro :
1. Sing mati Poncodriyo.
2. Kang teko Pesti.
3. Kang lunggo Sukmo.
4. Kang bali Jasad/Badan/Dzat.
5. Kang ditinggal Asmo.

c. Sesebutane iku ono 4 perkoro :
1. Mati manyasar.
2. Mati manyusup.
3. Mati manitis.
4. Mati manatas.

Anane gegambaran mau biso kawoco manowo Pangeran anggone nyipto Manungso ora sadermo ” Kun fayakun “, mbutuhake wektu yo anane Neptu kang jlimet koyo Kersane, amarga Manungso kadadekake Kholifah / Pemimpin ing Alam Dunyo, sapo kang kliru anggone nemtokake anane Urip yo ketemu ke1iru anggone mbalik marang asale.

Koyo salah sijine carito kang keno kaematake ono ing ngisor iki :
Wektu Kanjeng Nabi Muhammad saw ono sajroning Mi’raj, Pangeran ngandikan soko walike Tirai / tabir,. Tirai / tabir iku anane soko asta / tangan sak kloron, sak temene kang kasebut Tirai / tabir iku sajatine yo anane Kalimah Syahadat yo Kitab Layang Kalimosodo, dunung ono epek-epek tangan kiwo lan tengen, nulis pakaryane, sarto epek-epek suku / sikil kiwo- tengen kanggo nulis tingkah-laku kang katindakake saben dino, supoyo kito Urip ono sajeroning Alam Dunyo iki biso tansah waspodo tan ngati-ati, koyo kang kasebut ing ngisor iki :

1. Ati-ati ojo gumampang ndedegi urip ing Alam Dunyo ( Marcopodo – ono tengah), amarga anane urip ing clam dunyo kudu biso njejegi sifat adil, kuwoso ngatur urip pribadi soko bebering Kalimah Syahadat yo Kitab Layang Kalimosodo, supoyo ora gampang keblidru marang samubarang kang durung mesti anane, amarga Kalimah Syahadat yo Kitab Layang Kalimosodo iku sejatine Tulisan Takdir kito kang wus dikersakake netepi Kamulyane Drip, yen Tulisan Nasib amarga soko kito mburu Nepsu lan keblidru marang samubarang kang durung mesti anane amarga kurang Imane.

2. Kang katoto ono tengah sajatine dedeg bebering Kitab Layang Kalimosodo, yo anane Kahanan Drip kito Pribadi ono lakune Urip, lakune Urip nunggalake anane Jagat Royo marang Jagat Dumadi sampurno wujud sajerone ono anane Alam Kelanggengan .

3. Amargo anane Urip iku kudu mangerteni Dedeg Urip Pridadi marang Dedeg Uripe Kaluargo kaembanake marang Wujud Gumebyar gelar Cahyone Urip, yo anane Kawibawan kito Pribadi

4. Urip Pribadi mangerteni sapo sing njaluk mangan-ngombe, ono kadedayan ope sajrone mangan lan ngombe, sarto wujud ngrungkepi rage dapi ope ?

a. Sing njaluk mangan lan ngombe iku anane Aluamah sifate Bumi, kudu biso rumekso Uripe, anane wujud kuoso nyukulake wiji kekarepan lan biso nyukupiopo kang dadi isine pangangen – angen sarto mujudake ono anane Gumelare Urip, mapake anane Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Jalal, yo dedege Gusti Kang Moho Agung, kuoso ngayomi Urip Pribadi, Urip Kaluargane.

b. Sing mangan lan ngombe iku anane Mutmainah sifate Banyu, kudu biso ndedegi kuwasane Gusti Kang Moho Adil, ora gampang kasemsem marang ka¬indahane Jagat Royo, ora melik marang barang kang durung mesti Hak anane, mapakake Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Jamal, mumpuni gawe ka-¬Elokane Jagat, kuoso note anane wujud sarine pangangen – angen biso gumebyar sanaliko, netepi sampurnane Rogo Sejati kanggo nyukupi kabutuhan Kaluargane.

c. Sajroning mangan lan ngombe ono kadadeyan sake anane Amarah sifate Geni, sajrone urip kudu biso mapakake Santosane Urip, ora ambeg siyo marang liyan, biso dadi panunggule bebrayan, yo anane Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Kahar, mumpuni ing gawe mujudake ka-Wisesane Gelare Urip Pribadi kito marang ka-Santosane Urip Kaluargo.

d. Sajroning mangan lan ngombe ono wewujudan sake anane Supiyah sifate Angin, sajroning urip kudu biso mapakake dedeg urip pribadi kito kang unggul ing drajat, ora gampang keno owah gingsir ono sajrone gelare urip yo obah ¬musike jaman, yo anane Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Kamal, biso dadi Pepujine Urip ing Jagat Royo soko anggone biso Sampurno note Urip Kaluargane lan Urip Pribadi kito ono ing bebere Kitab Layang Kalimosodo.

e. Kumpule ope kang dipangan lan diombe mapakake anane Gondo, sumrambah ono sajrone Rogo nguripi anane Doyo – Roso, mujudake anane nungale niyat ono sajrone angen – angen ngrungkepi mantepe karep, biso wujud gumelar keturutan kang dadi panyuwunane, unggul drajat uripe. Ojo nganti keliru utowo kasemsem marang gumebyare ka-Elokane kekarepan, ben biso Mulyo Urip ing Dunyo Akhirate.

Ojo nganti kasemsem marang ka-Indahane wewujudan kang Elo,k asal soko Aluamah, Mutmainah, Amarah tan Supiyah ben ora keduwung ing tembe mburi. Sajatine mangan lan ngombe iku wewujudan awal nunggalake anane Jagat Royo marang Jagad Dumadi supoyo biso karoso Panguasane Jagad Royo ono sajrone Rogo, menowo teller kudu kalarasake marang Nafas netepi anane Geter, Gerak, Pangucap, lan Pangawasane Urip Pribadi kito nunggal nyawiji ono sajrone Urip Sejati.

A. Nafas ono ing (tanpo eling)

1. Wadug : Uripe Bumi, nguripi Aluamah anane Serakah.
2. Ginjel : Uripe Banyu, nguripi mutmainah anane Iri drengki.
3. Paru paru : Uripe Angin, nguripi Supiyah anane Sombong jumawa.
4. Jantung : Uripe Geni nguripi Amarah anane Sereng murko.
5. Ati : Uripe Watu, nguripi kang ngaku Jati Diri anane Pengkuh kaku .

B. Nafas lungguh mapan ing ( eling )

1. Wadug : Netepi eneng- ening mujudake sifat Dermo Sabar.
2. Ginjel : Netepi eneng-ening mujudake sifat Samudono sembarang gawe biso.
3. Paru paru : Netepi eneng-ening mujudake sifat Mengku Drip, Ngayomi.
4. Jantung : Netepi eneng-ening mujudake sifat Wiseso, Santoso Uripe.
5. Ati : Netepi eneng-ening mujudake sifat Kuoso, Sampurno nota Uripe.

Animated Pictures Myspace CommentsAnimated Pictures Myspace Comments