Tampilkan postingan dengan label ilmu rajah kala cakra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu rajah kala cakra. Tampilkan semua postingan

Ajian Cakra Sudarsana

Dalam kitab Purana menjelaskan Cakra Sudarsana adalah senjata penghancur yang tak terelakkan. Cakra Sudarsana adalah senjata berputar yang dahsyat berbentuk cakram (roda) dengan gerigi tajam di tepinya. Senjata ini dimiliki oleh Dewa Wisnu.
Dewa Wisnu yang bertugas sebagai penjaga dan pemelihara alam semesta. Jika ada makhluk jahat yang ingin menghancurkan alam semesta dan mengubah tatanan dunia, maka Dialah yang akan menghancurkannya dengan berwujud sebagai reinkarnasinya. Oleh karena tugas yang diembannya, maka dapat dikatakan bahwa kelahiran Dewa Wisnu merupakan tanda akan adanya bahaya kekacauan dunia yang disebabkan oleh perilaku makhluk-makhluk jahat. Ketika negara Mandura dalam ancaman bahaya, Prabu Basudewa menitipkan Krishna kepada Demang Antagopa dan Nyai Sagopi di Widarakandang. Dalam pengasingan itulah diam-diam Krishna berguru kepada Resi Padmanaba.

RAJAH KALA CAKRA

Rajah Kala Cakra merupakan ilmu yang banyak digunakan oleh para jawara tempo dulu di antaranya menawarkan ajian, menyerang balik kekuatan gaib musuh dan memiliki kekuatan menyerang makhluk halus hingga terluka parah. Rajah Kalacakra juga ampuh untuk mengusir makhluk halus jahat dengan cara memasangnya di tempat-tempat yang dicurigai ada makhluk halusnya.
Hong Ilaheng, Sang Hyang Kala Mercu Katup, Sun Umadep, Sun Umarep
Nir Hyang Kala Mercu Katup,
Nir Hyang Kala Mercu Katup,
Nir Hyang Kala Mercu Katup,

YOMOROJO..........JOROMOYO
siapa yang menyerang,berbalik menjadi berbelas kasihan

YOMORANI...........NIROMOYO
siapa datang bermaksud buruk, malah akan menjahui

YOSILOPO............POLOSIYO
siapa membuat lapar akan malah memberi makan

YOMIDORO..........RODOMIYO
siapa memaksa malah menjadi memberi keleluasaan/kebebasan

YOMIDOSO..........SODOMIYO
siapa membuat dosa, berbalik membuat jasa

YODOYUDO...........DOYUDOYO
siapa memerangi berbalik menjadi damai

YOSIYOCO..........COYOSIYO
siapa membuat celaka berbalik menjadi membuat sehat dan sejahtera

YOSIHOMO..........MOHOSIYO
siapa membuat rusak berbalik menjadi membangun dan sayang.

RAHAYU-RAHAYU-RAHAYU-SORAK HAYU.
Tulisan yang tergores di dada Batara Kala yang kemudian dapat dibaca oleh Batara Wisnu yang menyamar sebagai dalang Kandhabuwana. Munculnya Rajah Kalacakra itu pada upacara ruwatan dengan cerita Murwakala. Karena hal itu, Batara Kala kemudian mengikuti kehendak Batara Wisnu.
Rajah ini bukan hanya sebagai jimat penangkal ketika diadakan ruwatan, tetapi bagi yang percaya, rajah ini bisa pula dibawa kemana-mana sebagai pegangan rasa percaya diri. Rajah ini diantara dipercaya bisa untuk:
- menghilangkan sukerta. Setelah diruwat, dengan membaca rajah ini berulang-ulang, dalam diri sukerta terus terjadi pembersihan dari berbagai sukerta
- rajah ini ditulis dan ditempel di tempat terhormat, bukan sebagai jimat, tetapi untuk membantu menghafal bagi siapa saja.
- Dibaca pada waktu upacara selamatan untuk mengerjakan pekerjaan baru seperti membangun rumah atau jembatan dll.

Animated Pictures Myspace CommentsAnimated Pictures Myspace Comments