Tampilkan postingan dengan label ilmu khodam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu khodam. Tampilkan semua postingan

Ajian Omyang Jagad

Ajian Omyang Jagad adalah suatu ajian menghadirkan kekuatan khodam raksasa yang berwujud raja gandarwa (genderuwo). Ajian Omyang Jagad termasuk kategori ilmu langka masa lampau yang identintik dengan kejawen murni. Omyang jagad tidak termasuk ilmu yang populer namun percikan ilmu tersebut justru yang lebih populer yaitu ilmu umyang jimpe. Dalam sejarah empu supo menciptakan keris umyang jimpe yang berisi khodam jenis intuk atau tuyul agar mudah diperintahkan oleh tuannya. Empu supo salah satu yang menguasai ajian omyang jagad sehingga mampu membuat maha karya keris yang tersohor hingga diseantreo nusantara. Dari kisah legenda ajian ini dikuasai dengan sempurna oleh Bandung Bondowoso sehingga beliau mampu membuat candi sewu (prambanan) dalam waktu semalam dengan mengerahkan raja jin, gandarwo ireng, gandarwo seto dan buto danurojo untuk mewujudkan keinginan Roro Jonggrang. Ajian omyang jagad bila dikuasai seseorang tanpa memiliki dasar yang kuat dalam keilmuan terutama pemagaran gaib justru bisa menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Khodam omyang jagad sangat liar dan berbahaya karena jika seseorang yang mampu melepaskannya tanpa bisa mengendalikannya akan menjadikan mala petaka.

Kunci Mengisi Benda Menjadi Bertuah

Mengisi Benda Menjadi Bertuah tentunya suatu keilmuan yang harus didasari atau memiliki potensi energi spiritual yang memadai dan menguasai keilmuan gaib yang menunjang. Mengisi Benda Jadi Bertuah tidak sembarangan orang mampu tanpa perbekalan kaweruh dan bimbingan seorang guru yang mumpuni. Banyak program yang ditawarkan oleh paranormal atau guru spiritual yang membuka gemblengan di padepokan/ pesantren/ tempat prakteknya/ dsb, mereka memberi sub menu Mengisi Benda Jadi Bertuah untuk program guru atau program keilmuan yang ditawarkan yang di ikuti secara privat. Yang menjadi pertanyaan setelah mengikuti program tersebut bisakah anda mengisi benda menjadi bertuah atau memiliki khasiat bahkan di huni oleh kekuatan khodam? Pertanyaan ini silahkan anda jawab dalam hati anda sendiri.  (bla...blaa...blaaa...)
Mengisi Benda Menjadi Bertuah banyak metode dan tatacara secara ilmu hikmah dengan membaca wirid tertentu yang dilakukan beberapa waktu lamanya dan biasanya selama proses mengisi benda tersebut pelaku menjalankan puasa. Setelah benda yang diisi dengan energi spiritual melalui doa dan wirid tersebut dianggap sudah memadai perlu di cek kekuatannya dengan tenaga dalam. Hal ini banyak diajarkan oleh pak kyai/ustad/dsb. 

Mengisi Benda Menjadi Bertuah versi Ilmu Hikmah:
Siapkan benda yang hendak di isi baik rajah/wafaq/batu akik/keris/dsb.
Berwudhu-lah terlebih dahulu dan jalankan sholat hajat 2 rakat sebelum mulai mengisi benda menjadi bertuah.
Benda yang hendak anda isi taruh di atas piring porselin yang putih polos tidak bergambar.
Sebelum menaruh piring lebih baiknya di olesi parfum atau minyak wangi, mengenai minyak yang disarankan yaitu minyak yang beraroma bunga atau yang berkadar alam, seperti minyak melati,minyak kantil,minyak cendana atau sejenisnya.
Lakukanlah wirid dibawah disertai niat/sugesti yang kuat anda, terkait tujuan mengisi benda tersebut untuk keperluan apa selama wirid. Keperluan ini terserah tetapi harus fokus satu inti utamanya, jika pengasihan ya fokus untuk pengasihan terus selama wirid, jika kanuragan ya kanuragan, begitu setrusnya silahkan sesuaikan kehendak tujuan anda dan jangan roncah terpecah belah ini itu.
Doa Mengisi Benda Menjadi Bertuah versi Ilmu Hikmah/Karomah/Islami ;
Bismillahir rohmanir rohim, kun fayakun, malikinnas ya malikul quddus, kun fayakun, alfi alfi alfi lahaula wala quwata ila billah. 
Asholatu wassalamu alaika yaa sayyidi yaa rasulullahi khudz biyadi qollat hilati adrikni, Allahummaqdli hajati...(tujuan).
Lakukan riyadhoh rialat minimalnya 3 hari untuk meritual benda yang hendak di isi energi spiritual agar khasiatnya lebih tertanam.
 

Mengisi Benda Menjadi Bertuah versi Ilmu Kejawen:
Untuk versi ini dikhususkan bagi yang sudah senior dan mempunyai pengalaman yang memadai. Benda yang hendak di isi ditaruh diatas bunga telon atau setaman, dan diasapi dengan dupa gaharu atau dupa cendana sambil membaca mantra gugahan (pembangkit/pembuka alam gaib), mantra sambat sebut terkait prewangan (ilmu khodam) dan mantra kancingan (ilmu kuncian gaib). Cara kejawen ini tidak semua paranormal/praktisi supranatural mengetahui. Adapun mantra versi kejawen tidak kami lampirkan sebab menghindari hal yang tidak diinginkan.

Demikian uraian singkat terkait bagaimana mengisi benda menjadi bertuah atau mengisi khodam pada benda pusaka, keris, batu akik, mustika, azimat, dsb. Terima kasih kepada Mas langlang buana dari semarang yang telah menyumbangkan artikel ini untuk menjawab permintaan teman-teman di FB. Salam sukses dan semoga bermanfaat. Dan terima kasih pada teman-teman semua yang mendukung agar blog ini aktif dan eksis kembali. 

Kunci Ilmu Pedanyangan


Sering kita mendengar kalau dissetiap tempat dimuka bumi ini bersemayam makhluk yang tidak kelihatan oleh mata. tetapi bukan kuman atau virus!!! yang saya masud adalah makhluk gondoruwo, demit, tuyul, siluman dsb.
Meskipun anda sudah pernah melihat atau belum pernah melihat sejatinya makhluk makhluk itu memang benar ada, hanya sebutannya saja berbeda pada setiap etnis suku maupun bangsa. bahkan di china adfa sosok makhluk yang menakutkan disebut dengan Vampir dan negara lain ada yang menyebut drakula atau monster pengisap darah.

Saya pernah menerima ilmu dari seorang guru bagaimana agar kita dapat berkomunikasi dengan makhluk alam ghaib tanpa perlu memiliki keahlian penerawangan. Bahkan dapat minta bantuan apa saja keperluannya. Syaratnya kita harus percaya bahwa “Dia” itu ada dan keberadaannyadimana saja“. Sugesti ini akan memberi energi positif untuk keilmuanilmu perdanyangan“.

Inilah rupa ilmu yang saya maksud:
  • Komunikasi dengan makhluk ghaib yang ada di darat.
Ibu bumi smoro bumi
Ibu kowo bopo adam
Semi rupo danyang pranyangan
Gedi cilik, tuwo enom, lanang wadon,
Sing njogo kampung iki …(sebutkan nama desa atau kampung yang dimaksud)
aku njaluk bantuan…..(sebut permintaannya)
saksine bumi lan langit pengucapanku iki karo danyang pranyangan seng manggon nang …(sebutkan nama desa atau kampung yang dimaksud).
Aku menuwun bantuan, dalam perkenalanku iki aku membacakke Sholawat pitung kali lan Sahadat pitung kali
Ikilah perkenalanku.
Jenengku:….(sebutkan nama anda dan nama orang tua laki laki anda)”
Setelah membacaAllahumma sholli ala saidina muhammadsebanyak 7x
dan “Ashadu alla ilaha ilallah Wa ashadu anna muhammaddarrosulullohsebanyak 7x kemudian hembuslah tapak tangan kanan 3x lalu tepukkan tangan kanan tadi kebumi 3x.
maka apabila ada sesuatu yang membahayakan diri kita maka akan ada pertolongan dari alam ghaib melalui perantaraan manusia yang sudah disurupi makhluk lain atau makhluk itu sendiri yang menampakkan diri (penampakan) maupun hewan, alam sekitar dfan sebagainya.
  • Komunikasi dengan makhluk ghaib yang ada di air:
Salam Danyang kang mangku amartaning tirto,Ratu kang pinendem ono tengahe samudro,sunan wali mukmin kang jejogo kali lepen nyuwun berkah pangestu kabuko gerbang plawangan jagad pedanyangan,kinaryo aji amatek kersaning Gusti Allah ta'ala,gampil sarining gampil ciptaning nawaitu,rasaning niat,lailahailallah“
lailahailallah muhammaddarrosulullohtangan kanan dan tepukkan ke permukaan air 3x.
maka akan selamat dari kejahatan makhluk alam lain yang berada di air.

Kunci Rijalul Ghaib

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Q.S. Al-Baqarah : 186). Jangan melewatkan kesempatan untuk belajar ilmu Rijalul Ghaib karena dengan belajar ilmu Rijalul Ghaib anda akan mampu menguasai berbagai macam kemampuan puncak keilmuan hikmah.ilmu ini juga bisa anda gunakan sebagai salah satu cara untuk menggapai kebahagiaan hidup lahir dan batin. Akan ada perubahan spiritual berwujud kekhusyukan hati dalam shalat,hilang malas saat menjalankan ibadah,terciptanya kedamaian hati ,ketenangan jiwa dan pikiran,serta mendapatkan pencerahan.Pada kesempatan kali ini kami berikan amalan Ilmu Rijalul Ghaib,di harapkan sebelum mengamalkannya silahkan kirim data diri lengkap anda melalui email untuk pengijazahan secara gratis,keilmuan ini berguna untuk bertemu dan bersahabat dengan ruhaniyah suci/wali yang biasanya disebut Rijalul Ghaib.
Syaratnya amalkan ayat di bawah ini selama 40 hari berturut-turut, setiap selesai sholat fardhu bacalah sebanyak 21 kali dan pada malam harinya lakukan sholat hajat 2 rokaat lalu bacalah ayat tersebut sebanyak 40 kali.

*Amalannya : QS.73 Al-Muzzammil:18- 20.

Setelah usai menjalani riyadhoh selama 40 hari, insya Allah akan datang salah satu Rijalul Ghaib di Kawasan Negeri dimana anda tinggal untuk mengajari anda berbagai ilmu spiritual.

Sebelum membaca amalan, lakukan tawasul sbb :

*Ilaa Hadroti Nabiyyil Musthafaa Sayyidinaa Wa Maulaanaa Muhammadin Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, Al - Faatihah. (bacalah Surat Al – Fatihah 7 kali).

*Asyhadu Allaa Illaaha Illallaah, Wa Asyhadu Annaa Muhammadar Rasuulullaah ...... (bacalah sebanyak 2 kali).

*Allaahumma Shalli Wa Sallim Wa Baarik ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin.... Wa ’Alaa Alaihii Wa Shahbihii Wa Sallim .(bacalah sebanyak 11 kali).

*Ilaa Hadroti Waliyyullaah Syaikh Muhyiddin Abdul Qodir Al - Jailani Radhiyallaahu ‘Anhu, Al – Faatihah. (bacalah Surat Al – Fatihah 7 kali).

*Ilaa Hadroti Waliyyullaah Sayyid Ahmad Anwasy Asy - Syariif Radhiyallaahu ‘Anhu, Al – Faatihah. (bacalah Surat Al – Fatihah 7 kali).

*Ilaa Hadroti Rijalullaah Sayyidinaa Syaikh Imam Muhyiddin Ma’rifatullaah Al – ‘Arsy Radhiyallaahu ‘Anhu, Al – Faatihah ...... (bacalah Surat Al – Fatihah 7 kali).

*Wa Ilaa Khushushon Haajatii Ilmu Rijalul Ghaib Lillaahi Ta’aala, Al – Faatihah. (bacalah Surat Al – Fatihah 7 kali).

Bismillaahirrahmaanirrahiim,
"Allaahumma Innii Atawassalu ‘Anis Sayyidii Ahmad Anwasyisy Syariif Wa ‘Anisy Syaikhi Imam Muhyiddiin Ma’rifatullaahil ‘Arsyii Bihizbil Ghautisyahika Wabikaraamatiha Wassalaamatiha Wal’aafiyatiha, Wabihurmati Jamaalikal Baaqii Wawajhikal A’zhami Wabihurmati Nabiyyinaa Muhammadin Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam Antaqdhiya Haajatii penguasaan Ilmu Rijalul Ghaib".

Kemudian mulailah membaca amalan keilmuan ini yang diniatkan sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan secara istiqomah dengan sabar,yakin dan ikhlas,insyaallah akan membuahkan hasilnya bertemu dengan Rijalul Ghaib.
Hadirnya amalan ini sebagai perwujudan kami dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat atas ijinnya sekalian para Guru-guru kami yang telah mengajarkan berbagai Ilmu yang manfaatnya tiada batas kepada kami, serta terima kasih kami atas dukungan dan bimbingannya Gus Hanif yang telah sudi memberikan tuntunan kepada praktisi Indo Ghaib.

Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu

Sastrajendra Hayuningrat|
Dalam tataran keilmuan orang jawa ada beberapa hal yang harus ditempuh jika seseorag ingin mencapai kesempurnaan hidup,salah satunya tataran yang harus dilewati tertuang dalam kitab baswalingga karya pujangga besar jawa ki rangga warsita.tataran keilmuan yang termahtub dalam kitab karya rangga warsita ini adalah tentang sastra jendra hayuningrat.
menurut ki rangga warsita bahwasannya sastra jendra hayuningrat adalah jalan atau cara untuk mencapai kesempurnaan hidup berdasarkan falsafah ajaran budha,dan apabila semua orang menaati semua ajaran sastra tadi niscaya bumi akan sejahtera,
nama lain dari sastra jendra hayuningrat adalah sastra cetha alias sastra tanpa papan dan sastra tanpa tulis,walaupun tanpa tulis dan papan tapi maknanya terang alias cetha dan bisa digunakan sebagai serat papakem paugeraning gesang.
untuk mencapai sastra cetha ada 7 tahapan yang kudu dilalui yakni:
  • tapaning jasad: mengendalikan atau menghentikan gerak tubuh dan gerak fisik lainnya,lakunya tidak dendam ,sakit hati .semua hal diterima dengan legawa-tabah dengan kesungguhan hati alis tan milih tan nolak
  • tapaning budhi:artinya menghilangkan perbuatan yang hina (nista) dan hal hal yang tidak jujur
  • tapaning hawa nafsu:mengendalikan nafsu atau sifat angkara murka dari pribadi kita.lakunya sabar dan selalu berusaha menyucikan diri,punya perasaan dalam,mudah memberi maaf dan taat pada tuhan yang maha esa.
  • tapaning cipta:artinya memperhatikan perasaan secara sungguh sungguh atau dalam bahasa jawanya ngesti sarasaning raos ati,berusaha sekuat tenaga menuju heneng–meneng-khusyuk-tumaknina,sehingga hasilnya tidak akan diombang ambingkan oleh siapapun dan apapun dan yang akhir selalu hening-wening atau waspada supaya bisa konsentrasi ke Allah SWT.
  • tapaning sukma:dalam tahapan ini kita fokus ke ketenangan jiwa.amalnya ikhlas dan memperluas rasa kedermawanan kita dengan memberi derma kepada fakir miskin secara iklas
  • tapaning cahya:maknanya dalam tataran ini selalu eling,awas dan waspada.sehingga hasilnya kita mempunyai daya meramalkan sesuatu secara tepat alis waskitha,amal eling dan waspada diikuti dengan menghindari hal hal yang bersifat glamour dunia atau memabukan yang mengakibatkan batin kita menjadi samar.
  • tapaning gesang:dalam tahapan akhir ini kita berusaha sekuat tenaga dengan hati hati menuju kesempurnaan hidup dan taat pada Tuhan Yang Maha Esa.

    Dalam Sandi Sastra Jawa:

    Ha – Huripku Cahyaning Allah
    Na – Nur Hurip cahya wewayangan
    Ca – Cipta rasa karsa kwasa
    Ra – Rasa kwasa tetunggaling pangreh
    Ka – Karsa kwasa kang tanpa karsa lan niat
    Da – Dumadi kang kinarti
    Ta – Tetep jumeneng ing dat kang tanpa niat
    Sa – Sipat hana kang tanpa wiwit
    Wa – Wujud hana tan kena kinira
    La – Lali eling wewatesane
    Pa – Papan kang tanpa kiblat
    Dha – Dhuwur wekasane endhek wiwitane
    Ja – Jumbuhing kawula lan Gusti
    Ya – Yen rumangsa tanpa karsa
    Nya – Nyata tanpa mata ngerti tanpa diwuruki
    Ma – Mati bisa bali
    Ga – Guru Sejati kang muruki
    Ba – Bayu Sejati kang andalani
    Tha – Thukul saka niat
    Nga – Ngracut busananing manungsa
    Sastra Jendra ya sastra harjendra adalah sastra/ilmu yang bersifat rahasia/gaib. Rahasia, karena pada mulanya hanya diwedarkan hanya kepada orang-orang yang terpilih dan kalangan yang terbatas secara lisan. Gaib, karena ilmu ini diajarkan oleh Guru Sejati lewat Rasa Sejati. Hayuningrat/yuningrat berasal dari kata hayu/rahayu – selamat dan ing rat yang berarti didunia. Pangruwating Diyu, artinya meruwat, meluluhkan, merubah, memperbaiki sifat-sifat diyu, raksasa, angkara, durjana.
    Maka Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu maknanya adalah ilmu rahasia keselamatan untuk meruwat sifat-sifat angkara didunia ini, baik dunia mikro dan makro.
    Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu adalah merupakan Ilmu yang berasal dari Allah Yang Maha Esa, yang dapat menyelamatkan segala sesuatu. Maka, tiada kawruh/pengetahuan lain lagi yang dapat digapai oleh manusia, yang lebih dalam dan lebih luas melebihi Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, sebab ini adalah merupakan sastra adi luhung atau ilmu luhur yang merupakan ujung akhir dari segala pengetahuan/kawruh kasampurnan sampai saat ini.
    Makna/kaweruh Yang Terkandung Dalam Sandi Sastra Jawa
    Kalau diurut dari atas kebawah, dari Ha sampai Nga, mengandung makna yang sangat dalam dan sangat luas tentang rahasia gumelaring dumadi, atau pambabaring titah, atau rahasia jati diri, asal-usul/ terjadinya manusia. Yaitu terciptanya manusia dari Nur, Cahaya Allah yang bersifat tiga, Tri Tunggal Maha Suci, yang merasuk busana anasir-anasir sebagai wadah, yaitu badan jasmani halusan dan badan jasmani kasar.
    Apabila diurut terbalik, dari Nga naik sampai Ha, maka inilah “rahasia” jalan rahayu, ya pangruwating diyu, untuk menuju kesempurnaan hidup kembali kepada sangkan paraning dumadi. Kembali ke asal mula, ke Alam Sejati mencapai persatuan dengan Allah Yang Maha Agung. Jadi, dari Nga sampai Ha, juga merupakan urut-urutan panembah, dimulai dari badan jasmani kasar, dimana titik berat kesadaran kemudian harus dialihkan satu tahap demi tahap kearah asal-mula, ke Alam Sejati. Syarat mutlak agar kita dapat menyadari/ memahami sesuatu hal, adalah membawa kesadaran kita bergerak masuk berada disitu. Fokus/titik berat kesadaran dapat berpindah. Didalam keseharian hidup, kesadaran kita banyak terfokus dialam badan kasar, alam anasir, diluar Alam Sejati. Maka, satu-persatu tahap dari Nga, Tha, Ba dan seterusnya sampai Nga haruslah dilewati untuk memindahkan tingkat kesadaran dari alam kasar/fana/maya menuju Alam Sejati. Sedangkan tahapan pertama yang harus dilalui yaitu Nga, sedemikian rumit dan sulitnya, maka dapat dibayangkan tidak begitu mudah untuk dapat memindahkan titik berat/focus kesadaran ke Alam Sejati. Namun itulah intinya perjalanan spiritual yang harus kita tempuh.
    Secara “garis besar”, Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Tha Nga, kalau diuraikan adalah sebagai berikut (garis besar saja, karena detailnya begitu luas/multi dimensi tak terkira penuh dengan kawruh kasunyatan sejati yang tak habis diuraikan dalam bahasa kewadagan apalagi tulisan). Dan dibawah ini adalah garis besar uraian dari sisi spiritualnya guna dipakai sebagai “mile stones” dalam menempuh jalan rahayu untuk dapat kembali ke SANGKAN PARANING DUMADI
    1. Ha – Huripku Cahyaning Allah (Hidupku adalah Cahaya Allah).Sebelum ada apa-apa, sebelum alam semesta beserta isinya ini tercipta, adalah Sang Hidup ya Allah ya Ingsun yang ada dialam awung-uwung yang tiada awal dan akhir, yaitu alam/kahanan Allah yang masih rahasia/ Alam Sejati. Itulah Kerajaan Allah ya Ingsun. Sebelum alam semesta tercipta, Allah berkehendak menurunkan Roh Suci, ya Cahaya Allah. Ya Cahaya Allah itulah Hidupku, Hidup kita yang Maha Suci.
    Alam Sejati adalah alam yang tidak mengandung anasir-anasir (unsur-unsur hawa, api, air dan bumi/tanah) yang berada didalam badan manusia, dimana Cahaya Allah bersemayam. Alam Sejati diselubungi/menyelubungi dua alam beranasir yaitu halus dan kasar. Dapat pula diartikan, badan manusia berada didalam Alam Sejati.
    2.Na–Nur Hurip Cahya wewayangan (Nur Hidup Cahya yang membayang).Hidup merupakan kandang Nur yang memancarkan Cahaya Kehidupan yang membayang yang merupakan rahasia Allah. Kehidupan yang Maha Mulia. Tri Tunggal Mahasuci berada dipusat Hidup. Ya itulah Kerajaan Allah.
    Sang Tritunggal adalah Allah ta’ala/Gusti Allah/Pengeran/Suksma Kawekas, Ingsun/Rasul Sejati/Guru Sejati/Suksma Sejati/Kristus dan Roh Suci/Nur Pepanjer/Nur Muhammad. Diuraikan diatas, bahwa ketiga alam yaitu badan kasar, badan halus dan Alam Sejati, mengambil ruang didalam badan jasmani kasar secara bersamaan. Namun kebanyakan kita manusia tidak atau belum menyadari akan Alam Sejati, atau samar-samar. Nur Hidup bagaikan cahaya yang samar membayang.
    3. Ca – Cipta rasa karsa kwasa (Cipta rasa karsa kuasa).Nur Hidup memberi daya kepada Rasa/Rahsa Jati/Sir, artinya Cahaya/Nur/Roh Suci menghidupkan Rasa/Rahsa Jati/Sir yang merupakan sumber kuasa. Maka bersifat Maha Wisesa. Rasa/Rahsa Jati/Sir menghidupkan roh/suksma yang mewujudkan adanya cipta. Maka bersifat Maha Kuasa.
    4.Ra–Rasa kuwasa tetunggaling pangreh (Rasa kuasa akan adanya satu-satunya wujud kendali/yang memerintah).Rasa Sejati yang memberi daya hidup roh/suksma sehingga roh/suksma dapat menguasai nafsu (sedulur lima), sehingga terjadilah sifat Maha Tinggi.
    5. Ka – Karsa kwasa kang tanpa karsa lan niat (Karsa kuasa tanpa didasari oleh kehendak dan niat).Yang mendasari adanya kuasa agung adalah kasih yang tulus, tanpa kehendak, tanpa niat. Pamrihnya hanyalah terciptanya kasih yang berkuasa memayu hayuning jagad kecil dan jagad agung.
    6. Da – Dumadi kang kinarti (Tumitah/menjadi ada/terjadi dengan membawa maksud, rencana dan makna).Ini berkaitan dengan Karsa Allah menciptakan manusia, makhluk lain dan alam semesta beserta isinya yang sesuai dengan Rencana Allah.
    7. Ta – Tetep jumeneng ing dat kang tanpa niat (Tetap berada dalam zat yang tanpa niat).Dat atau zat tanpa bertempat tinggal, yang merupakan awal mula adalah dat Yang Maha Suci yang bersifat esa, langgeng dan eneng. Hidup sejati kita menyatu dengan dat, ada didalam dat. Maka didalam kehidupan saat ini agar selalu eksis selaras dengan dat Yang Maha Suci, situasi tanpa niat atau mati sajroning urip (mati didalam hidup) dengan kata lain hidup didalam kematian, seyogyanya selalu diupayakan.
    8. Sa – Sipat hana kang tanpa wiwit (Sifat ada tanpa awal).Ini adalah sifat Sang Hidup, Allah, di Alam Sejati, tiada awal dan tiada akhir, “AKUlah alpha dan omega”. Demikian pula “hidup” sejati nya manusia sudah ada sebelumnya, tiada awal mula, bersatu di Alam Sejati yang langgeng, yang merupakan Kerajaan Allah, ya Sangkan Paraning Dumadi.
    9.Wa – Wujud hana tan kena kinira (Wujud ada tiada dapat diuraikan/dijelaskan).Ada nya wujud namun tiada dapat diuraikan dan dijelaskan. Ini adalah menerangkan keadaan Allah, yang sangat serba samar, tiada rupa, tiada bersuara, bukan lelaki bukan perempuan bukan waria, tiada terlihat, tiada bertempat, dijamah disentuh tiada dapat. Sebelum adanya dunia dan akherat, yang ada adalah Hidup Kita.
    10. La – Lali eling wewatesane (Lupa dan Ingat adalah batasannya).Untuk dapat selalu berada didalam jalan hayu/rahayu maka haruslah selalu eling/ingat akan sangkan paraning dumadi dan eling/ingat akan Yang Menitahkan/ Sumber Hidup. Selalu ingat akan tata laku setiap tindak tanduk yang dijalankannya agar selaras dengan Karsa Allah. Lali/lupa akan menjauhkan dari sangkan paraning dumadi dan menjerumuskan kealam kegelapan. Contoh lupa adalah bagaikan Begawan Wisrawa dalam menguraikan Sastra Jendra Hayuningrat kepada Dewi Sukesi. Tak tahan akan goda/ tak kuasa ngracut, mengendalikan nafsu-nafsu keempat saudara, maka sang Begawan kesengsem birahi kepada Dewi Sukesi yang harusnya menjadi menantunya.
    11. Pa – Papan kang tanpa kiblat (Papan tak berkiblat).Ini adalah menerangkan Alam Sejati, ya Kerajaan Allah yang tiada dapat diterangkan bagaimana dan dimana orientasinya, bagaikan papan yang tiada utara-selatan-barat-timur-atas-bawah.
    12. Dha – Dhuwur wekasane endhek wiwitane (Tinggi/luhur pada akhirnya, rendah pada awalnya).Untuk memperoleh tingkatan luhuring batin menjadi insan sempurna memang tidak dapat seketika, mesti diperoleh setapak-setapak dari bawah. Demikian pula dalam hal ilmu kasampurnan, dalam mencapai tataran ma’rifat tidaklah dapat langsung meloncat. Untuk bisa mengetahui dan memahami makna Ha, maka haruslah dicapai dari Nga. Sebelum mencapai sembah rasa, haruslah dilalui sembah raga dan sembah kalbu/ sembah jiwa terlebih dahulu. Pertama, adalah panembah raga/ kawula terhadap Roh Suci, kedua, adalah panembah Roh Suci kepada Guru Sejati, dan terakhir adalah panembah Guru Sejati/ Ingsun kepada Allah Yang Maha Agung ya Suksma Kawekas.
    13. Ja – Jumbuhing kawula lan Gusti (Bersatunya antara hamba dan Tuan nya).Bersatunya titah dan Yang Menitahkannya. Untuk mencapainya maka kesempurnaan hiduplah yang diupaya yaitu sesuai apa yang dimaksud dalam sahadat. Maka semasa hidup di mayapada/dunia, bersatunya/ sinkronisasi Roh Sejati, Ingsun yang jumeneng pribadi dan busana-busana haruslah terjaga. Bagaikan keris manjing dalam wrangkanya dan wrangka manjing didalam keris. Untuk dapat mencapai kesatuan antara kawula dan Gusti maka tuntunan seorang guru yaitu Guru Sejati menjadi dominan. Untuk memperoleh nya maka tidaklah mudah, haruslah dengan disiplin keras bagaikan kerasnya usaha seorang Bima menemukan Dewa Ruci, yaitu wujud Bima dalam ujud yang kecil (manusia telah menemukan AKU nya sendiri) dalam mencari tirta pawitra.
    14. Ya – Yen rumangsa tanpa karsa (Kalau merasa tanpa kehendak).Hanya dengan rila/rela, narima, sumarah/pasrah kepada Allah tanpa pamrih lain-lain, namun dorongan karena kasih sajalah yang akhirnya dapat menjadi perekat yang kuat antara asal dan tujuan, sini dan sana.
    15. Nya - Nyata tanpa mata ngerti tanpa diwuruki (Melihat tanpa dengan mata, mengerti tanpa diajari).Kalau anugerah Allah telah diterima, maka dapat melihat hal-hal yang kasat mata, karena mata batin telah “terbuka”. Selain itu, kuasa-kuasa agung akan diberikan oleh Allah lewat Guru Sejatinya sendiri ya Suksma Sejatinya, sehingga kegaiban-kegaiban yang merupakan misteri kehidupan dapat dimengertinya dan diselaminya. Mendapatkan ilmu kasampurnan dari dalam sanubarinya, tanpa melalui perantaraan otak/akal.
    16. Ma – Mati bisa bali (Mati bisa kembali).Kasih Allah yang luar biasa selalu memberikan ampunan kepada setiap manusia yang “mati” terjatuh dalam dosa dan salah. Matinya raga atau badan wadag hanyalah matinya keempat anasir yang tadinya tiada, kembali ketiada. Namun roh yang sifatnya kekal tiada pernah mati, namun kembali ke Alam Sejati ya Kerajaan Allah yang tiada awal dan akhir. Namun, apabila selama hidupnya di mayapada tidak sesuai dengan Karsa Allah, melupakan Allah dan ajaran Guru Sejati, tiada dapat ngracut busana kamanungsan nya untuk tindakan-tindakan budi luhur, maka tidaklah dapat langsung kembali ke Alam Sejati, namun terperosok ke alam-alam yang tingkatannya lebih rendah sesuai dengan bobot kesalahannya, atau dititahkan kembali, yang kesemua itu untuk dapat memperbaiki kesalahan-kesalahannya.
    17. Ga – Guru Sejati kang muruki (Guru Sejati yang mengajari).Sumber segala sesuatu adalah Allah yang dipancarkan lewat Sang Guru Sejati/Ingsun/Rasul Sejati. Maka hanya kepadaNya lah tuntunan harusnya diperoleh. Petunjuk Guru Sejati hanya dapat didengar dan diterima apabila sudah dapat berhasil meracut busana kamanungsan nya. Disinilah akan tercapai guruku ya AKU, muridKU ya aku.
    18. Ba – Bayu Sejati kang andalani (Dengan bantuan Bayu Sejati).Daya kekuatan sejati yang merupakan bayangan daya kekuatan Allah lah yang mendorong “pencapaian” tingkat-tingkat yang lebih tinggi atau maksud-maksud spirituil yang berarti.
    19. Tha – Thukul saka niat (Tumbuh/muncul dari niat).Niat menuju kearah sangkan paraning dumadi yang didasari kesucian, tanpa kehendak dan keinginan ataupun pamrih keduniawian. Timbulnya niat suci karena dasarnya adalah cinta /kasih Illahi.
    20. Nga – Ngracut busananing manungsa (Merajut/menjalin pakaian-pakaian ke-manusiaan-nya).Busana kamanungsan adalah empat anasir, yang dimanifestasikan dalam wujud-wujud sedulur empat, serta lima sedulur lainnya. Kesembilan saudara tersebut harus dikuasai, diracut/dijalin dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, agar tercapai “iklim” harmoni/balance dalam perjalanan manusia hidup di maya pada ini, yang pada akhirnya tercapailah kesempurnaan hidup.

    SERAT MEMAYU HAYUNINGRAT

    *Anyambet wartane Ki Jaka Lodhang
    Skeng pujangga wreda kang wis kundur ing alam kelanggengan
    Sigra paring dhawuh mring sang pujangga taruno
    Kinen nyambung pawarto kang kapunggeling yuswo
    Hangripto lumakuning sujarah nagri
    Kang kasebat Nuswantoro Dwipo
    *Ing ri kalenggahan puniki
    Nusa jawi taksih kalimput pedhut lelimengan
    Awit ulahing jalmo kang anilar toto sujarah
    Lali marang sangkan paraning titah
    Tan eling marang pituwah leluhur jawi
    Kang wonten mung jawi jawan
    *Panggrahitaning sang pujangga mudho
    Kang prapto soko telenging pandulu
    Bakal ono dahuru projo
    Ono kukus kumendheng ananging dudu kukusing hardi
    Semut sami anjarah ruyah gulo sakthemlik
    Dene sami kathah reraton sato gereng ginereng
    Nuso jawi soyo gonjang ganjing
    *Pituture sang pujonggo marang sesami
    Lamun pengen kalis gesangiro lan sumramabahing keluarga
    Ojo pegat marang kawaspadan lan kaprayitnan
    Gegondelan teken kang sejati
    Yoiku Tatag tangguh tumanggon
    Orang keno darbe melik meri meliking liyan
    Patrapno moto siji yoiku mung bener kang pener
    *Sopo wae kang gesangipun
    Demen cidro tumrap jagad lan sesami
    Mesthi yekti bakal nemahi
    Awit saka ciptane sang pujonggo
    Meniko kang sinebat jaman cokro manggilingan
    Mebenging cokro tan kendhat kinendhat
    Amargo wus dadi kersaning bethoro
    Sopo nandhur mesthi bakal ngundhuh patrape
    *Genti ingkang winursito kacarito
    Kang aran Satriyo Pinandito Sinisihan Wahyu
    Sampun Lumengser mandhap sangking puncaking Argo kawruh
    Argo meniko gunung, sipating gunung inggih hinggil lan wingit
    Dene Kawruh meniko kaparingan weruh
    Sampun bontos anggenipun nggegulang ngelmu skeng Sang Guru Nadi
    Sumadyo nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, sekti tanpo aji
    Asenjoto pusoko jawi
    *Kang aran Sastro Jendro Hayu Ningrat Pangruwating Diyu
    Dene busananing Aji
    Jubah kramat Muhammad Rosul Sejati.
    *Pancen sampun kersaningipun Hyang Widhi
    Ananing Satriyo luhur nanging anandhang wirang
    Ugi kaparingan Sasmitaning Gaib
    Winastan Ngelmu Jabaring Warono Jati
    Nedyo Ngupadi Lenggahipun
    Sang Satriyo Pinandhito Sinisihan Wahyu
    *Sang Santriyo wirang sejatinipun
    Titisan Hyang Manik Maya
    Kang rinegem ing astanipun
    Ngelmu Kasampurnan Jati
    Nedyo dinuto dening Gusti
    Ngemong praptane Satriyo Pinandhito Sinisihan Wahyu
    Lamun cinondro candrane
    Lir Sang Bagaskoro sinanandingan Hyang Chondro Purnomo Sidhi
    *Minongko gelising cerito
    Satriyo kekalih sampun pinanggih
    Wonten satunggaling papan kang sinebat
    Kahyangan Indro kilo
    Senajanto benten papan nanging yektos satunggal panggenan
    Arsa sami wawan pangandikan
    Munggwing toto reh ambangun projo
    *Pungkasaning atur Ki Pujonggo Taruno
    NGAsto BEbener pinongko HIdayah
    KInen nDUpak LilipING jagad
    MEmayu hayuning buwono
    Sumurup JatinIng Dewo
    Sun Suwun Marang Gusti Kang Akaryo Jagad
    Katondho sengkalan KORI LANGIT BINUKO ING NETRO
    Praptanyo owah gingsiring jaman anyar
    Tanah jowo nuswantoro den ratoni
    Satriyo kang waspodo ing tingal
    Pepatih patih utomo
    Titisane Ki Bodronoyo
    *Ciptaning galih sang pujonggo, kabeh beboyo lan sambekolo
    Samyo ngemasi dhewe-dhewe
    Bumi Langit sak eko proyo
    Sabiyantu marang kridhane Satrio Kembar
    Kang bakal Memayu Hayuningrat Nuswantoro.

Khasanah Ilmu Ghaib


Kajian dalam sejarah menyebutkan bahwa sebelum agama-agama (Hindu, Budha, Islam,Kristen) masuk ke nusantara,masyarakat Jawa sudah sangat mengenal tradisi mistik (animisme&dinamisme) dan olah kebatinan yang tinggi.Kedatangan para wali di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. Melainkan justru memanfaatkannya sebagai sarana dakwah menyebarkan ajaran agama.Salah satu wali termasyur dalam khasanah kejawen adalah Sunan Kalijaga.
Dalam khasanah ilmu supanatural di tanah air, kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas rapalannya berbahasa Arab misalnya hizib/hijib/asma. Sedangkan Aliran Kejawen (sebetulnya sudah tidak murni Kejawen lagi, melainkan bercampur dengan tradisi arab) mantranya murni berbahasa Jawa. Namun sekarang mantra tersebut sudah diawali dengan membaca “Basmalah” kemudian dilanjutkan dengan mantra Jawa dan diakhiri dengan memohon ijin Tuhan (Soko Kersaning Allah)..
Baik Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen itu sudah diketahui oleh para penyebar agama. Awalnya aliran hikmah dan oleh Para Wali kemudian dikoreksi dan direvisi dengan menyusun amalan ilmu-ilmu supranatural dengan tatacara yang sesuai dengan akidah agama, misalnya dilakukan puasa, wirid dan rapal yang biasanya dicampur antara bahasa arab-jawa. Intinya adalah do’a dan permohonan agar diijinkan Tuhan memiliki amalan tertentu. Mungkin itu alasan para wali mengapa mantra kejawen tersebut tidak seluruhnya berbahasa Arab. Yaitu agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran yang baru mereka kenal.
Salah seorang wali yang terkenal dengan kemampuan mengolah amalan ilmu supranatural adalah Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga adalah tokoh yang pandai dan cerdas memanfaatkan berbagai media dan sarana untuk berdakwah. Misalnya melalu suluk, tembang, kidung. Suluk dan kidung yang dikarangnya mengandung ajaran falsafah ketuhanan dan ajaran kebatinan yang sangat berharga.
ENERGI DI ALAM ASTRAL
Setiap perilaku manusia akan menimbulkan sebuah bentuk fisik di alam astral. Apapun perilakunya, suatu ketika akan kembali ke pelakunya dan akan menimbulkan akibat yang bersifat metafisik. Amalan ilmu supranatural yang diniatkan untuk tujuan baik akan membangkitkan energi astral yang sangat dahsyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Amalan sebuah ilmu adalah olah batin sebagai syarat yang perlu dipenuhi untuk mendapatkan suatu ilmu supranatural.
Olah batin adalah mengisi energi batin yang gaib. Pengisian energi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Jadi syarat mendapatkan ilmu adalah mengamalkan bacaan wirid doa/mantra, menjauhi pantangan, berpuasa. Di Jawa kita mengenal puasa patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang mengamalkan sebuah ilmu.
APA KHODAM ITU???
Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam.Khodam bukanlah mahluk ghaib sejenis jin, namun khodam itu sebuah energi bentukan batin kita. Khodam adalah “roh” suatu ilmu.Khodam itu berada di alam astral dan akan tetap ada di badan orang yang sudah mengamalkan ilmu ghaib.Pada hakekatnya orang yang ingin mempelajari khadam dan mengetahuinya harus mensucikan diri dan jiwanya terlebih dahulu,kemudian menghiasinya dengan akhlak yang mulia.Dan dia wajib mengetahui hukum-hukum syariat dalam kaitannya dengan amalan-amalan keagamaan,guna memutuskan argumentasi orang yang memperdebatkannya.
RAGAM ILMU SUPRANATURAL:
Berdasarkan fungsinya ilmu supranatural digolongan menjadi sebagai berikut:
1. Ilmu Kanuragan dan Ilmu Keselamatan
Kanuragan berfungsi untuk bela diri secara metafisik.Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang balik dengan kekuatan yang luar biasa.Berbeda dengan Keselamatan yang berfungsi hanya untuk perlindungan diri dari segala marabahaya yang bisa datang sewaktu-waktu agar selamat.
2. Ilmu Kewibawaan dan; Ilmu Pengasihan
Fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kawibawaan dimanfaatkan untuk menambah daya tarik kepemimpinan dan menguatkan energi komunikasi atau kata-kata yang diucapkan, disegani masyarakat dan perintahnya dituruti. Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang membuat simpati dan rasa sayang orang lain. Membuat pujaan hati jatuh cinta. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding termasuk memulangkan orang yang pergi jauh. Termasuk dalam ilmu pengasihan ini adalah ilmu penglarisan untuk menggaet pembeli agar datang ke toko/usaha bisnis kita,dengan itu daya penglarisan orang bisa punya ketertarikan untuk membeli bahkan bisa menjadi pelanggan.
3. Ilmu Trawangan dan Meraga Sukma
Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Meraga Sukma adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu Meraga Sukma seseorang bisa melepaskan ruh untuk melakukan perjalanan astral kemana saja sesuai kemauaannya.Baik Ilmu Trawangan maupaun Meraga sukma adalah ilmu yang membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati.Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah memiliki ketenangan jiwa.
4. Ilmu untuk Demonstrasi/Atraktif
Hanya bisa digunakan untuk pertunjukan/tontonan yang bersifat hiburan.Ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas, air keras,dsb. namun sebenarnya ini bukan ilmu kanuragan melainkan permainan teknik atraksi yang hanya dipakai sebagai demontrasi saja.
5. Ilmu Pengobatan/Penyembuhan
Ilmu bidang kesehatan tubuh/ketabiban yang dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit baik yang fisik maupun yang metafisik. Misalnya ilmu yang dimiliki almarhumah mak erot yang specialis menangani agar kuat seks, dan praktisi lainnya dengan berbagai kemampuan ilmu alternatif yang digunakan untuk mengobati darah tinggi, diabetes,tumor,stroke dan lainnya.
Dalam olah kanuragan biasanya tidak hanya raganya saja yang dilatih untuk menguasai jurus-jurus, kuncian maupun kemahiran untuk menyerang dan bertahan. Namun juga kemampuan membangkitkan tenaga dalam. Tenaga dalam yang diganbung dengan amalan batin khusus (laku) kemudian menjadi ilmu dan ajian yang sangat banyak jenisnya. Ajian ini bersumber dari energi yang tidak nampak oleh kasat mata.
DARI MANA ASAL ILMU SUPRANATURAL???
Setidaknya, seseorang memiliki kemampuan atau mampu menguasai ilmu ajian berasal dari:
1. Warisan atau Trah Keturunan.
Seseorang bisa mendapatkan warisan ilmu supranatural dari kakek-buyut simbah-canggah, orang tua maupun orang lain yang yang tidak dikenalnya sama sekali. Mereka yang mendapatkan ajian ini secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya sudah memiliki ajian tertentu. Maka orang menyebut sebagai “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka sebelumnya.Ada pula yang menyebut"ilmu titisan"berarti ilmu yang datang dari kesaktian leluhurnya tanpa disadari oleh orang mendapatkannya,tiba-tiba memiliki kemampuan metafisik.
2. Menjalankan Laku Tirakat.
Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Tirakat tersebut bisa berupa amalan, mantra, pantangan, puasa atau gabungan dari unsur tersebut. Inilah yang disebut belajar ilmu supranatural. Berhasil atau tidaknya menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu, tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan/tuntunan.
3. Pengisian Ilmu Ghaib.
Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural, yaitu dengan cara pengisian(inisiasi/shaktivat). Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Pengisian ilmu hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi.Setelah mendapat Pengisian tentunya akan diajarkan Guru cara pengolahannya dengan itu tetap harus diasah bahkan di tingkatkan kemampuannya.
APA EFEK SAMPING-NYA???
Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan siksaan saat sakaratul maut menjelang kematian dan ini benar JIKA orang yang bersangkutan menanam NIAT BURUK dan MENGAMALKAN AJIAN tersebut untuk tujuan buruk. Maka hukum karma/sebab akibat harus ditanggungnya. Namun, apabila dia menanam NIAT BAIK dan MENGAMALKAN AJIAN tersebut untuk tujuan yang baik dan positif, misalnya untuk membela diri, membela kebenaran dan ajaran keyakinan yang dimiliki maka hukum sebab akibat juga akan diterimanya langsung dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ada sebuah mitos bila orang akan miskin bila memiliki ajian tertentu, maka hal ini tidak benar. Rejeki dan nasib kita ada di “tangan-Nya”. Bukan di tangan khodam ajian. Bila kebetulan orang yang memiliki ajian itu miskin, maka itu bukan disebabkan oleh ilmunya, melainkan karena malas bekerja, tidak memiliki kemampuan dan kompetensi tertentu dan sebagainya.
Yang perlu diperhatikan bahwa kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib maka dia biasanya menjadi SOMBONG. Perlu diketahui bahwa KESOMBONGAN inilah sebenarnya yang dilarang oleh Sang Hyang Maha Kuasa. RASA MEMILIKI yang berakibat KESOMBONGAN inilah yang tidak diperkenankan dan akan menjadi penghalang LAKU kita dalam menjalani SANGKAN PARANING DUMADI nya manusia. Jadi bukan ilmu supranaturalnya yang dilarang namun karena dampak sifat negatif yang ditimbulkannya yang berpengaruh. Apalagi bila pemilik ilmu supranatural ini malas bekerja dan hanya menunggu uluran tangan orang lain maka dia akan mendapat karma dari Tuhan. Akhirnya bisa disimpulkan bahwa negatif dan positifnya Ilmu Suptanartural tergantung pada NIAT DAN LAKU AMALAN dan PERBUATAN pemiliknya.

Animated Pictures Myspace CommentsAnimated Pictures Myspace Comments