Tampilkan postingan dengan label ilmu meraga sukma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu meraga sukma. Tampilkan semua postingan

Kunci Membuka Wadag Ilmu Ghaib

Di dunia ini, ada orang-orang diberi kelebihan oleh Tuhan hingga punya kemampaun supranatural meskipun dia tidak pernah belajar. Ada pula orang yang diberi kemudahan untuk mempelajari berbagai ilmu sehingga ia bisa punya banyak kemampuan dalam waktu singkat. Ada juga orang yang kesulitan dalam mempelajari ilmu, padahal dia sudah tekun berusaha. Jika Anda termasuk golongan yang terakhir, maka jangan pesimis dulu. Masih banyak jalan untuk membuka pintu keilmuan Anda.

Banyak orang belajar ilmu gaib selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada hasil yang memuaskan. Kegagalan itu bisa saja terjadi karena ilmu yang dipelajari sudah tidak asli tata-caranya atau mempelajari ilmu palsu. Banyaknya Ilmu palsu dan ilmu yang tidak asli tradisinya biasanya adalah ulah oknum paranormal yang tidak bertanggung jawab
Jangan mudah percaya kepada orang yang katanya bisa membuka aura, cakra atau hijab gaib sehingga orang bisa dengan cepat menguasai ilmu gaib dan bisa masuk alam gaib. Sesungguhnya hati Anda hanya bisa terbuka oleh usaha Anda sendiri. Orang lain hanya bisa membantu mengarahkan dan memberi tahu caranya.

Sebab kegagalan lainnya adalah ketidaktahuan akan hakekat ilmu yang dipelajarinya. Orang yang belajar ilmu gaib seharusnya tahu "dari mana sumber kekuatan ilmu gaib dan bagaimana proses atau cara kerja ilmu gaib", atau mungkin dia berguru pada pada paranormal palsu yang ilmunya pastinya palsu.

Oleh karena itu saya menyusun "Pembuka Ilmu Gaib" yang mengupas dua hal pokok yang seharusnya menjadi pengetahuan awal bagi Anda yang ingin belajar ilmu gaib. Pengetahuan ini akan sangat membantu dalam membuka pintu kekuatan gaib di tubuh.

Sumber Kemampuan Supranatural

Aliran hikmah dan kejawen sepakat bahwa sumber kekuatan ilmu gaib adalah khodam. Namun kedua aliran tersebut berbeda pendapat mengenai pengertian khodam. Aliran kejawen beranggapan bahwa khodam atau prewangan adalah jenis makhluk tertentu yang memang diciptakan Tuhan untuk membantu manusia. Menurut faham kejawen, khodam bukanlah jin dan bukanlah malaikat, melainkan makhluk gaib khusus yang berfungsi menimbulkan kekuatan supranatural pada manusia sakti atau benda bertuah.

Sedangkan aliran hikmah yakin bahwa "khodam" sebetulnya hanyalah julukan bagi Jin atau Malaikat yang membantu manusia. Pendapat ini setidaknya bedasarkan dua alasan sebagai berikut: Pertama, Khodam dalam bahasa Arab berarti pembantu, penjaga atau pengawal yang selalu mengikuti. Dalam bahasa arab pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun dan body guard juga bisa disebut sebagai khodam.

Kedua, Bukankah dalam Al-Quran sudah diterangkan bahwa Allah hanya menciptakan hambanya dalam tiga bentuk saja, yaitu: Malaikat, Manusia dan Jin. Kalaupun ada yang istilah "khodam", maka tidak lain hanyalah nama alias untuk ketiga jenis makhluk tersebut. Seperti halnya "setan", sebetulnya bukanlah jenis mahluk, melainkan hanya julukan bagi jin dan manusia yang suka berbuat kejahatan. Saya pribadi lebih meyakini pendapat aliran hikmah karena mempunyai alasan yang kuat.

Keajaiban yang ditimbulkan oleh ilmu gaib berbeda dengan mukzijat. Perbedaannya terletak pada prosesnya dan siapa yang menerimanya. Mukzijat hanya diterima oleh nabi/rasul dan prosesnya tanpa perantara, tidak ada perantara malaikat/jin yang menyebabkan nabi Musa bisa membelah lautan dan tongkatnya menjadi ular. Kejadian mukjizat langsung dari perintah Allah "kun fa yakun!". Mukjizat tidak bisa dipelajari atau diusahakan oleh manusia, termasuk nabi, nabi hanya menerima dan tidak berkuasa menolak kekuasaan Allah.

Sedangkan keajaiban yang ditimbulkan ilmu gaib sebenarnya adalah fungsi khodam yang sudah menyatu dengan pemilik ilmu gaib. Misalnya orang yang kulitnya kebal senjata tajam, sebetulnya kulitnya diselimuti enegi gaib oleh khodam sehingga senjata yang hendak menyentuh kulit terhalang dan tidak bisa menembus. Proses ini serupa dengan atmosfer bumi yang ketika ada meteor jauh maka akan mengalami gesekan hingga meteor terbakar dan habis, dengan begitu mahluk bumi menjadi aman dari meteor yang berjatuhan.

Ilmu Gaib bisa dipelajari atau diusahakan. Usaha untuk memperoleh ilmu gaib bisa dengan puasa, wirid mantra, meditasi, pengisian (bila ada guru) dan lain-lain. Khodam yang akan menjadi ruh ilmu gaib pun berbeda-beda tergantung jenis ilmu dan siapa yang mengamalkan ilmu tersebut. Untuk amalan yang murni bersumber dari Al-Quran, IsyaAllah, khodamnya adalah malaikat. Ilmu Kejawen, kebanyakan berkhodam Jin muslim atau jin non-muslim tergantung siapa yang mengamalkannya dan niat memiliki ilmu tersebut.

Sifat Khodam Ilmu Gaib

Saya yakin, sebagian dari Anda menjadi takut mempelajari ilmu gaib setelah tahu bahwa kekuatannya sebetulnya berasal dari makhluk gaib (khodam). Ketahuilah bahwa jin yang menjadi khodam suatu ilmu berbeda sifatnya dengan jin pengganggu. Khodam adalah jin yang bersifat pasif. Dia tidak bisa mempengaruhi pikiran Anda dan tidak bisa menampakan diri.

Meskipun khodam selalu mengikuti Anda, dia tidak akan berkomentar apapun tentang tindakan Anda. Khodam juga tidak bisa berkomunikasi dengan Anda, kecuali Anda menguasai ilmu untuk berkomunikasi dengan khodam. Jadi intinya, meskipun ratusan khodam mengikuti Anda, Anda tetaplah diri Anda yang merdeka, boleh melakukan apa saja sesuka hati. Anda tidak perlu takut dengan khodam karena khodam sepenuhnya hanya akan membantu Anda tanpa minta imblan dan tidak mengganggu.

Mengapa harus puasa dan baca mantra?

Hakekat puasa dalam ilmu gaib adalah untuk mempermudah penyatuan khodam dengan pemilik ilmu. Bukan berarti tanpa puasa ilmu tidak bisa dikuasai. Jika ada guru sakti yang bersedia mengisi Anda, maka Anda langsung bisa memiliki ilmu tanpa melelui proses puasa/ritual. Kekuatan hasil pengisian tergantung seberapa besar kesaktian guru yang mengisi Anda. Sedangkan jika Anda puasa/ritual sendiri, maka kekuatan yang dihasilkan tergantung penghayatan dan kesungguhan Anda dalam menjalani puasa/ritual.

Mantra adalah sarana untuk memanggil khodam. Saat Anda membaca mantra, beberapa khodam yang sifatnya sama dengan mantra yang Anda baca langsung datang mengitari Anda. Khodam-khodam itu tidak bisa lagsung bersatu dengan tubuh Anda karena berlainan materi penyusun tubuh. Jin terbuat dari api (panas) dan Anda terbuat dari tanah (netral), maka agar mempermudah penyatuan khodam dengan diri Anda anda harus mengosongkan perut hingga tubuh Anda lemah dan terasa panas.

Lemahnya tubuh Anda saat berpuasa juga mempermudah penyatuan khodam. Logikanya, tubuh lemah adalah karena kekurangan energi, maka ada kesempatan bagi khodam untuk mengisi kekurangan energi di tubuh Anda.

Ilmu yang sudah ada pada diri Anda bisa bertambah kuat dan juga bisa melemah tergantung kerajinan Anda dalam merawat ilmu tersebut. Merawat ilmu sama artinya dengan menjaga hubungan antara khodam dan Anda. Semakin kuat ikatan antara Anda dan khodam, kekuatan ilmu Anda semakin kuat. Cara merawat suatu ilmu adalah dengan membaca mantranya rutin pada waktu yang ditentukan. Semakin khusyuk dan banyak wirid mantra maka semakin besar pula kekuatan ilmu Anda.

Cara Membuka Pintu Ilmu Gaib

Jika Anda termasuk orang yang sering gagal dalam mempelajari ilmu gaib atau tidak menemukan guru sakti yang bersedia mengisikan ilmu ke tubuh Anda. Maka lakukanlah cara berikut ini. Semoga dengan cara yang saya berikan, Anda akan mudah menguasai ilmu gaib meskipun Anda hanya belajar dari buku. Jika anda tidak mengerti bahasa arab, maka gunakan cara yang kedua. Amalan membuka ilmu gaib, disebut juga amalan untuk untuk ketajaman mata hati.

Cara I, cocok bagi yang senang dengan aliran Hikmah

Selama 4o hari, setiap selesai salat, terutama magrib dan subuh atau ketika Anda selesai salat malam (tahajud), lakukanlah wirid berikut ini.

Membaca Surat Al-Fatihah x 7 ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW.

Membaca Surat Al-Fatihah x 7 ditujukan kepada Wali Ghauts hadzaz-zamani.

Membaca Ya Sayyidi Ya Rasulullah selama 30 menit dengan khusyuk.

Jika Anda punya waktu, maka Membaca kalimah toyyibah “la ilaha illallah” 3000 kali atau semampunya.

Dengan amalan ini, hati akan terang, pintu ilmu gaib akan terbuka, sehingga Anda akan mudah dalam menguasai bermacam-macam ilmu gaib.

Cara II, cocok bagi yang senang dengan aliran Kejawen

Agar hati selalu memancarkan nur atau cahaya yang mengantarkan manusia pada posisi yang baik dan selalu beruntung, dapat diupayakan dengan segala aktivitas yang bertujuan untuk membersihkan hati. Diantara cara itu adalah laku prihatin, semisal puasa dan melakukan ajaran para leluhur untuk menggugah (membangunkan) hati melalui mantra sebagai berikut

Bismillahir rahmaanir rahiim
Ati–ati siro tangi
Amoco layang puspo kati
Sanyang surya sanyang sasi
Byar padhang badan jasmani
Padang saking kersaning Allah
La ilaha illallah Muhammadur rasulullah.

Mantra ini dibaca pagi hari di depan rumah sembari menanti terbitnya matahari dan sore hari sambil menanti datangnya waktu mahrib. Dan orang-orang tua zaman dulu yang mengamalkan Doa Padhang Ati ini mengawalinya dengan puasa mutih selama 7 hari. Mutih adalah tidak makan makanan yang berasal dari mahluk bernyawa/binatang

Kunci Rahasia Meraga Sukma

Ternyata sejak jaman dahulu nenek moyang kita, khususnya orang jawa sangat gemar mempelajari dunia ilmu ghaib. Baik yang bersifat rahasia maupun yang terang-terangan. Mereka belajar ilmu ghaib dengan tujuan yang berbeda satu yang lain. Ada yang bertujuan agar sakti, kebal senjata, kebal api, kebal racun, dan ada yang pula bertujuan bisa mengobati orang sakit dan lain sebagainya. Untuk itu Indo Ghaib hadir di tengah-tengah anda yang haus dengan ilmu-ilmu spiritual & supranatural menampilkan Kunci Ilmu Ghaib buat anda!!!namun dalam mempelajari agar anda tidak ada kendala metafisik silahkan minta ijazah pada Dewan Guru kami,jangan Otodidak kecuali anda praktisi paranormal yang sudah memamami Dunia Ilmu Ghaib.
Khususnya mengenai Ilmu Meraga Sukma atau Ilmu Pelepasan itu juga termasuk ilmu ghaib,disebut ghaib karena tidak kasat mata alias dilihat dengan panca indra tubuh kasar, seakan-akan tidak masuk akal.Meraga Sukma adalah cara pelepasan sukma , dimana sukma keluar dari tubuhnya ( dari raganya ), sementara nyawanya masih berada didalam tubuhnya, bila nyawa ikut keluar, berarti ia mati beneran...!!!Tunggu dulu...Banyak orang, melalui berbagai referensi, menganggap nyawa sama dengan jiwa. Bahkan dipahami secara rancu dengan menyamakannya dengan roh atau sukma. Nyawa, jiwa, roh, sukma, diartikan sama. Tetapi manakala kita menyaksikan peristiwa meraga sukma, perjalanan astral, lantas timbul tanda tanya besar. Bukankah saat terjadi peristiwa kematian, sukma seseorang keluar dari jasadnya ?! Kenapa orang yang meraga sukma tidak mengalami kematian ?! Sejak lama saya bertanya-tanya dalam hati saya sendiri. Apa gerangan yang terjadi dan bagimana duduk persoalannya. Bagaimanakah sebenarnya rumus-rumus tuhan yang berlaku di dalamnya ?
Butuh waktu puluhan tahun hingga saya menemukan jawaban logis, paling tidak nalar saya bisa menerimanya. Nyawa ibarat “lem perekat” yang menghubungkan antara sukma dengan raga manusia. Pada peristiwa kematian seseorang, nyawa sebagai lem perekat tidak lagi berfungsi alias lenyap. Jika lem perekatnya sudah tak berfungsi lagi maka lepaslah sukma dari jasad. Lain halnya dengan meraga sukma, lem perekat masih berfungsi dengan baik, sehingga kemanapun sukma berkelana, jasadnya yang ditinggalkan tidak akan mati. Hanya saja lem perekat bernama nyawa ini sistem bekerjanya berbeda dengan lem perekat pada umunya yang benar-benar menyambung merekatkan antara dua benda padat. Nyawa merekatkan antara jasad dan sukma secara fleksibel, bagaikan dua peralatan yang dihubungkan oleh teknologi nir kabel. Namun demikian nyawa tentu saja jauh lebih canggih ketimbang teknologi bluetooth yang bisa menghubungkan dua peralatan dalam jarak dekat maupun jauh. Dalam khasanah spiritual Jawa, para leluhur di zaman dulu menemukan adanya keterkaitan masing-masing unsur gaib dan wadag manusia. Raga supaya hidup harus dihidupkan oleh sukma, sukma diikat oleh rasa. Ikatan rasa akan pudar dan lama-kelamaan akan habis apabila rasa tidak kuat lagi menahan penderitaan dan trauma yang dialami oleh raga. Bila seseorang tak kuat lagi menahan rasa sakit, kesadaran jasadnya akan hilang atau mengalami pingsan, dan bahkan kesadaran jasadnya akan sirna samasekali alias mengalami kematian. Di sini peristiwa kematian adalah padamnya “alat nirkabel” atau semacam “bluetooth” bikinan tuhan sehingga terputuslah hubungan antara jasad dan sukma. Lain halnya dengan aksi meraga sukma, sejauh manapun sukma berkelana ia tetap terhubung dengan raga melalui “teknologi” bluetooth bikinan tuhan bernama nyawa.
MERAGA SUKMA :SEBUAH PERJALANAN SPIRITUAL Dalam menjalankan Meraga Sukma "Dalam keadaan hening,tubuh terasa sangat ringan,indah dan sejuk dan hangat.mata saya tertutup namun saya mampu melihat seluruh keadaan di sekeliling ruangan…semua benda yang saya lihat mengeluarkan cahaya termasuk tubuh saya sendiri"
Ini pengalaman dalam mempraktekkan teknik Meraga Sukma.Diri manusia ini sebenarnya terhijab,terhijab dari segala sesuatu yang bersifat spiritual.hijab tersebut ada yang memang sudah menjadi ketentuan Allah seperti hijabnya dunia dengan akhirat,namun ada juga hijab yang manusia buat sendiri seperti hijabnya alam pikiran manusia.

Bagaimana alam pikiran manusia bisa menjadi hijab (tabir penutup)? Jawabanya sangat sederhana yaitu karena manusia selalu berpikir dengan panca indera dan segala sesuatu yang dilihat dengan panca indera menjadi sah dan ilmiah.segala sesuatu yang diluar panca indera disebut dengan mistik,takhayul dan non ilmiah.manusia merasa bahwa sesuatu yang bisa dilihat dengan panca indera maka bisa dilihat sebagai realita dan di terima akal pikiran

Apakah pendapat diatas salah?tidak sepenuhnya...jika kita hanya ingin mengalami perjalanan badani maka cara berpikir diatas tidaklah salah.tapi akan banyak misteri misteri kedahsyatan semesta yang tak mungkin bisa kita selesaikan dengan metode ilmiah.salah satu contohnya adalah tentang tongkat nabi musa.akan banyak orang berpikir bagaimana mungkin ada tongkat yang bisa membelah samudra?bagaimana mungkin sebuah tongkat bisa manampilkan kekuatan yang luar biasa.tentu jika nabi musa hidup dijaman ini ia akan banyak di undang untuk memberikan ceramah di universitas universitas dan tongkatnya akan dijadikan bahan penelitian yang pasti tidak akan pernah berakhir …
Kita tidak salah berpikir secara ilmiah dan rasional.masalahnya adalah sebagai manusia kita juga diberikan keinginan untuk melakukan perjalanan spiritual.ada kerinduan dalam diri kita untuk juga mengalami pengalaman spiritual menjelajah dimensi ruang dan waktu dan ternyata di situlah tempat tinggal kebahagiaan.

Alat untuk melakukan perjalanan spiritual tersebut adalah ilmu meraga sukma.ilmu ini adalah termasuk ilmu yang langka.dengan meraga sukma anda bisa melihat rumah anda saat bepergian,mendatangi sanak dan famili secara batin,mengelilingi tempat tempat indah di dunia dan bertemu dengan para guru batin yang shalih.

Segala sesuatu yang terlihat dalam alam badani pada hakekatnya adalah sebuah ilusi sedangkan yang terlihat dalam alam spiritual adalah alam realita.jika anda belum punya mobil anda ingin punya mobil maka ada ilusi dalam pikiran anda bahwa setelah anda punya mobil anda akan bahagia.sebelum anda punya rumah ada ilusi dalam pikiran anda bahwa setelah anda punya rumah nanti anda akan bahagia………tapi kenyataannya setelah anda punya rumah dan mobil ternyata anda tidak bahagia,anda lalu diberikan ilusi ilusi yang lain yang menyiksa anda jika perjalanan hidup anda hanya sekedar perjalanan badani.

Hasil lain akan anda dapati jika anda melakukan perjalanan spiritual.didalam dunia spiritual disitulah bersemayam kebahagiaan hakiki dan jauh dari ilusi yang memperbudak manusia.ada keteduhan ada kedamaian dan ada warna keabadian.

Pada saat anda meraga sukma anda tidak akan merasakan keinginan untuk makan dan minum.selera makan anda akan hilang walaupun anda seorang pemakan berat sekalipun.

kegalauan dan kegundahan hati anda akan hilang saat sudah berada dalam alam spiritual sebab kegundahan hanya ada dalam dunia badani.dalam enikmatan tersebut maka anda akan merasa sangat kagum akan kebesaran Allah Subhanahu wa taala yang memimpin semua makhluk dijagad raya ini

Pernahkah anda bercita cita untuk bisa jalan jalan keseluruh tempat indah didunia?anda bisa dalam sekejap berada di bunaken melihat keindahan taman laut kemudian sekejap berada di pantai sanur bali kemudian sekejap berada di China menyaksikan tembok besar atau mungkin anda ingin melihat keindahan gunung himalaya,atau anda ingin berkunjung ke tempat tempat yang paling indah diujung bumi sekalipun yang belum dijamah oleh manusia…anda tidak perlu pesawat terbang ,yang anda butuhkan hanyalah bilik kamar anda yang berfungsi sebagai bandara dan tubuh halus anda akan meluncur dan terbang laksana pesawat yang siap mengantar anda menjelajah dunia dengan alat berupa sebuah ilmu yang bernama Meraga Sukma…

Apa yang akan anda rasakan jika anda berada dilangit langit kamar dan melihat tubuh anda sendiri berbaring ditempat tidur?anda akan terkejut dan takut…tapi itulah memang pengalaman yang banyak di alami oleh para murid yang sedang belajar meraga sukma untuk pertama kali...

Badan halus anda akan keluar dari tubuh anda dan anda berenang diudara seperti para astronot yang berjalan dipermukaan bulan.anda bisa terbang melebihi kecepatan mobil balap sekalipun,membelah udara dan melaju bersama angin…

Untuk mampu melakukan meraga sukma anda mebutuhkan beberapa langkah dan bekal bekal berikut ini:

1.kekuatan benteng badan

Tubuh fisik anda harus dijaga dengan benteng baik dengan doa maupun asma asma khusus.jangan pernah coba coba melakukan meraga sukma tanpa benteng badan yang cukup sebab biar bagaimanapun tubuh fisik anda harus dijaga selama badan halus anda meninggalkan badan.bagi anda yang sudah pernah belajar ilmu Khodimul Ghaib/Rijalul Ghaib anda beruntung karena dalam ilmu tersebut sudah termasuk kunci benteng badan untuk meraga sukma

2.kepasrahan dan keberanian

Anda harus mampu melewati tahapan tahapan krusial saat akan melakukan meraga sukma.anda akan mengalami perasaan takut ketika tubuh halus anda melakukan perjalanan astral.apalagi jika anda berniat untuk melakukan perjalanan badan yang jauh seperti ke luar negeri dan sebagainya,maka dalam perjalanan anda ,anda akan bertemu dengan banyak orang yang meraga sukma,makhluk makhluk ghaib dan sebagainya.inilah yang membutuhkan mental anda sebab tidak semua makhluk berwujud seperti yang anda inginkan .

3.jika bertemu dengan Guru batin

Anda beruntung jika dalam meraga sukma anda bertemu dengan para guru batin yang shalih.mereka akan mengajari ilmu ilmu yang rahasia dan tidak pernah anda pikirkan sebelumnya.lewat mereka kita bisa belajar bagaimana menjalani kehidupan secara baik dan terbebasi godaan godaan.

Jika anda beruntung anda akan diberi benda kenang kenangan seperti cincin ,tasbih dan sebagainya yang tahu tahu sudah berada di tempat tidur anda ketika bangun

4.Mengatur frekwensi Meraga sukma

Waktu yang tepat untuk melakukan meraga sukma adalah malam hari,karena justru saat malam anda akan lebih terang ketika tubuh batin anda pergi keluar untuk berjalan jalan.frekwensi meraga sukma tidak boleh terlalu sering .biasanya 2 atau 3 hari sekali sudah cukup baik bagi perkembangan ilmu anda sehingga anda akan memiliki aura spiritual yang luar biasa

Jika anda sangat ingin menguasai ilmu yang luar biasa ini,saya sarankan milikilah "MUSTIKA WAFAK MERAGA SUKMA" sebagai piranti spiritual dan seringlah membaca ayat ayat(..rhs..) yang mampu membuat lathoif-lathoif dalam tubuh anda bersinar,jika lathoif dalam tubuh anda sudah mulai bersinar maka ruh anda akan menjadi lebih ringan dan mata hati anda akan lebih tajam.

Apakah Meraga Sukma hanya mampu dilakukan oleh orang berbakat? tidak..siapapun anda dan bagaimanapun keadaan spiritual ini anda memiliki kesempatan untuk mengalami perjalanan batin yang luar biasa ini,tentu dengan syarat anda harus rajin berlatih!!!dan perlunya adanya piranti/bekal dalam latihan serta adanya pembimbing spiritual yang bisa menuntun anda dalam mempelajari keilmuan/jangan Otodidak...Beresiko!!! Banyak orang di luaran sana belajar ngawur tanpa guru tanpa pembimbing,akibatnya stress!!! merasa dirinya Sekti Mandraguna bahkan suka pamer alias takabur!!! merasa diri punya ratusan bahkan ribuan puja mantra,tapi sayang sekali... hanya sekedar koleksibiar dianggap ampuh!!! Dengan orang seperti itu Saya Pribadi merasa Kasihan!!!

RAHASIA MERAGA SUKMA
Banyak orang yang ingin mengusai Ilmu Meraga Sukma. Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya? Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dengan meminta bantuan jin…?
Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.
Apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah SWT ini, “Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar Rahman:33).
Penjelasannya bahwa Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan.
Perlu diketahui, proses meraga sukma sesunggunya tidak melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.
Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.
Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.
Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi.
Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya.
Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU
Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya. Mengapa? Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi
Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.
Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain. Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.
Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.
Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.
Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.
Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunaskan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu.
Seorang teman Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan metoda Chikung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan pemula. Berikut caranya:
1. Anda berbaring di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit.
2. Anda lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas:
- Ambil nafas dan keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua.
- Ambil nafas dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
- Ambil nafas dan keluarkan nafas 1% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
- Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya.
- Ambil nafas dan keluarkan 30% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya.
- Ambil nafas dan keluarkan 20% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya.
3. Anda bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi.
4. Anda membuka mata dan niatkan untuk meraga sukma. Setelah itu biarkan tubuh Anda rilaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai Anda memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu Anda mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh Anda menjadi dua maka Anda tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan.
Teknik meraga sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif. Anda yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma hanya beberapa kali latihan saja. Apabila Anda ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata Anda.
Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Meraga Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu.
Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat yang biasanya meminta bantuan jin. Metoda bantuan jin ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah untuk berhubungan dengan jin (Baca QS. Al-Jin:9).
Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak kita, sehingga potensial bisa mengganggu sistem syaraf kita jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap.
Metoda teraman dan terefektik adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu.
Pada diri manusia ada yang disebut jiwa, ada yang disebut raga dan ada juga disebut nyawa. Ketiganya merupakan satu kesatuan pada diri manusia sehingga dapat hidup di alam ini.
Bagi orang yang mendalami ilmu kebathinan, mempercayai bahwa dalam kondisi tertentu jiwa pada dirinya dapat pergi dan kembali ibarat orang sedang keluar masuk rumah tanpa merusak rumah yang ditinggalkan dan didatangi.
Tentu saja bagi orang yang rajin dan menekuni ilmu kebathinan hal itu bukan suatu yang aneh. Melakukan hal muskil menurut nalar rasional tersebut tentu saja melalui tata cara dan ritual tertentu yang tidak mudah.
Berikut saya nukilkan suatu keilmuan langka yang dapat dijadikan sarana untuk melakukan raga jiwa atau raga sukma menurut dialeg bahasa jawa.
Disini saya mencontohkan salah satu ke ilmuan melepas jiwa menurut ilmu yang pernah diterima dari guru. Dan ilmu ini disebut ilmu meraga sukma:

"Bismillahhirrohmainrrohim
Sholollohu alihi wasallam
Allahumma qulhu Allah
Zat gumilang tanpa sangkan
Liyep cut prucut
sukmaningsun Metu soko rogo
Gampang sarining gampang sak niatku
Slamet soko kersaning Allah
Lailaha ilallah Muhammaddarrosululloh"
Bacalah mantra diatas sebanyak 3 kali ulang
Lalu ucapkan berulang ulang lafaz Asma Allah :
Yaa...Allaaah….(bergema dalam hati)
Catatan:Bagi saudara yang ingin mempelajari ilmu ini sebagai bekal perlindungan diri dan mempermudah penerapan ilmu serta mempercepat penguasaannya silahkan pesan piranti spiritual klik:"MUSTIKA WAFAK MERAGA SUKMA".
BELAJAR KEILMUAN APAPUN perlu ketekunan dan adanya JER BASUKI MOWO BEO!!! Meraih segala sesuatu perlu Adanya Pengorbanan!!! Baik: Tenaga,Pikiran,Waktu,Harta,dsb!!! Jadi tidak ADA istilah GRATIS yang benar-benar GRATIS!!! Apalagi mau Enaknya Sendiri!!! SECARA LOGIKA...tanpa adanya "Jer Basuki Mowo Beo" itu mustahil!!! benar tidak???

Kunci Rijalul Ghaib

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Q.S. Al-Baqarah : 186). Jangan melewatkan kesempatan untuk belajar ilmu Rijalul Ghaib karena dengan belajar ilmu Rijalul Ghaib anda akan mampu menguasai berbagai macam kemampuan puncak keilmuan hikmah.ilmu ini juga bisa anda gunakan sebagai salah satu cara untuk menggapai kebahagiaan hidup lahir dan batin. Akan ada perubahan spiritual berwujud kekhusyukan hati dalam shalat,hilang malas saat menjalankan ibadah,terciptanya kedamaian hati ,ketenangan jiwa dan pikiran,serta mendapatkan pencerahan.Pada kesempatan kali ini kami berikan amalan Ilmu Rijalul Ghaib,di harapkan sebelum mengamalkannya silahkan kirim data diri lengkap anda melalui email untuk pengijazahan secara gratis,keilmuan ini berguna untuk bertemu dan bersahabat dengan ruhaniyah suci/wali yang biasanya disebut Rijalul Ghaib.
Syaratnya amalkan ayat di bawah ini selama 40 hari berturut-turut, setiap selesai sholat fardhu bacalah sebanyak 21 kali dan pada malam harinya lakukan sholat hajat 2 rokaat lalu bacalah ayat tersebut sebanyak 40 kali.

*Amalannya : QS.73 Al-Muzzammil:18- 20.

Setelah usai menjalani riyadhoh selama 40 hari, insya Allah akan datang salah satu Rijalul Ghaib di Kawasan Negeri dimana anda tinggal untuk mengajari anda berbagai ilmu spiritual.

Sebelum membaca amalan, lakukan tawasul sbb :

*Ilaa Hadroti Nabiyyil Musthafaa Sayyidinaa Wa Maulaanaa Muhammadin Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, Al - Faatihah. (bacalah Surat Al – Fatihah 7 kali).

*Asyhadu Allaa Illaaha Illallaah, Wa Asyhadu Annaa Muhammadar Rasuulullaah ...... (bacalah sebanyak 2 kali).

*Allaahumma Shalli Wa Sallim Wa Baarik ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin.... Wa ’Alaa Alaihii Wa Shahbihii Wa Sallim .(bacalah sebanyak 11 kali).

*Ilaa Hadroti Waliyyullaah Syaikh Muhyiddin Abdul Qodir Al - Jailani Radhiyallaahu ‘Anhu, Al – Faatihah. (bacalah Surat Al – Fatihah 7 kali).

*Ilaa Hadroti Waliyyullaah Sayyid Ahmad Anwasy Asy - Syariif Radhiyallaahu ‘Anhu, Al – Faatihah. (bacalah Surat Al – Fatihah 7 kali).

*Ilaa Hadroti Rijalullaah Sayyidinaa Syaikh Imam Muhyiddin Ma’rifatullaah Al – ‘Arsy Radhiyallaahu ‘Anhu, Al – Faatihah ...... (bacalah Surat Al – Fatihah 7 kali).

*Wa Ilaa Khushushon Haajatii Ilmu Rijalul Ghaib Lillaahi Ta’aala, Al – Faatihah. (bacalah Surat Al – Fatihah 7 kali).

Bismillaahirrahmaanirrahiim,
"Allaahumma Innii Atawassalu ‘Anis Sayyidii Ahmad Anwasyisy Syariif Wa ‘Anisy Syaikhi Imam Muhyiddiin Ma’rifatullaahil ‘Arsyii Bihizbil Ghautisyahika Wabikaraamatiha Wassalaamatiha Wal’aafiyatiha, Wabihurmati Jamaalikal Baaqii Wawajhikal A’zhami Wabihurmati Nabiyyinaa Muhammadin Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam Antaqdhiya Haajatii penguasaan Ilmu Rijalul Ghaib".

Kemudian mulailah membaca amalan keilmuan ini yang diniatkan sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan secara istiqomah dengan sabar,yakin dan ikhlas,insyaallah akan membuahkan hasilnya bertemu dengan Rijalul Ghaib.
Hadirnya amalan ini sebagai perwujudan kami dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat atas ijinnya sekalian para Guru-guru kami yang telah mengajarkan berbagai Ilmu yang manfaatnya tiada batas kepada kami, serta terima kasih kami atas dukungan dan bimbingannya Gus Hanif yang telah sudi memberikan tuntunan kepada praktisi Indo Ghaib.

Meraga Sukma



Ini ilmu para leluhur Jawa yang sangat luar biasa. Dengan ilmu ini, diri kita bisa lepas bebas kemana yang kita inginkan. Kita bisa berjalan-jalan ke Mekkah untuk melaksanakan naik haji, kita bisa juga berjalan-jalan ke India untuk menyapa para yogi, atau berjalan-jalan ke Tibet untuk bertemu Dalai Lama.

Para leluhur orang Jawa sadar benar bahwa manusia memiliki potensi tersembunyi yang bila dioptimalkan akan mendatangkan manfaat bagi hidupnya. Mereka sadar, manusia sudah memiliki kelengkapan software untuk hidup dalam berbagai dimensi baik fisik maupun metafisik. Para leluhur dulu tidak hanya membaca “kitab garing” yang berbentuk kitab-kitab kuno yang ditulis di kertas atau yang dipahat di batu-batuan atau di daun-daun lontar.

Salah satu bukti kehebatan para leluhur ini adalah tersebarnya Candi-candi. Candi adalah bangunan dari batu kali yang dibuat dengan ketepatan ukuran geometri yang tiada banding jaman itu. Masing-masing batu disusun dengan presisi yang tinggi sehingga tidak ada yang penceng sambungannya. Selain kehebatan fisik, pada candi kita bisa belajar filsafat hidup yang dahsyat hasil olah rasa/olah batin yang gentur mencari ilmu sangkan paraning dumadi demi kesempurnaan hidup.

Tanpa ilmu matematika, ilmu fisika, ilmu arsitektur dan ilmu sastra, ilmu sejarah, ilmu kebatinan, mustahil mereka mampu membuat bangunan yang begitu tinggi nilai historisnya itu. Borobudur, Prambanan, Boko, Cetho, Panataran, Dieng, Gedong Songo dan masih banyak lagi candi yang tersebar di seantero nusantara. Mereka adalah bukti fisik yang tidak bisa dibantah.
Selain itu, banyaknya kitab-kitab kuno membuktikan bahwa tradisi berilmu pengetahuan juga tumbuh subur di Jawa. Serat Purwakanda, Serat Pulo Kencana, Serat Panji Asmara Bangun, Serat Nagri Ngurawan, Serat Tawang Gantungan, Serat Niti Praja, Serat Waskithaning Nala, Serat Paniti Sastra, Serat Pamrayoga Utama, Serat Nirata Praketa, Serat Kridhamaya, Serat Niti Sruti, Serat Arjuna Wiwaha, Serat Tripama, dan masih banyak lagi serat lain adalah bukti yang cetho welo-welo.

Dari sekian banyak bab di dalam khasanah ilmu kebatinan, ada satu ilmu yang sangat menarik dan menjadi bukti keunggulan olah rasa/batin dan olah spiritual tingkat tinggi para leluhur Jawa. Ilmu ini disebut dengan NGRAGA SUKMA. Entah siapa pencipta ilmu ini. Yang jelas, ilmu ini sudah umum dimiliki oleh para waskita dan winasis untuk berbagai kemanfaatan dalam mengarungi perjalanan hidup mencapai kesempurnaan yang penuh misteri ini.

NGRAGA SUKMA adalah ilmu yang mampu mengeluarkan sukma dari tubuh. Dengan NGRAGA SUKMA, seseorang yang sedang duduk di sebuah rumah di Jakarta, akan mampu menampakkan diri di sebuah tempat yang jauh sekalipun seperti Washington DC Amerika Serikat. Belakangan di era Modern, orang Barat menyebut fenomena ini dengan OUT OF BODY EXPERIENCE (OBE) atau pengalaman keluar tubuh fisik. Di Barat, fenomena OBE ini bahkan dijadikan latihan terbuka dan banyak orang yang akhirnya mampu sampai ke tahap OBE ini.

Seorang teman dekat saya sudah sangat terbiasa untuk mempraktikkan ilmu Ngraga Sukma ini hingga dia bisa berjalan-jalan ke tempat yang lain. Suatu hari, dia duduk di dekat saya sambil merem leyeh-leyeh dan saat terbangun dia pun mengatakan telah berkunjung ke Cina. Dia mampu menceriterakan seara detail apa yang baru saja dialaminya, termasuk bertemu dengan orang-orang dan kemudian kembali ke tempat kami semula. Inilah Ngraga Sukma.

Bagaimana ilmu Ngraga Sukma ini dijelaskan secara ilmiah? Mari kita bedah satu persatu wacana JIWA MANUSIA.

1. JIWA AMARAH

Dalam ilmu kebatinan Jawa, kita mengenal adanya nafas/nafs/ambekan. Nafas ini merupakan bagian inti dari Jiwa dan nafas terkait dengan batin kita. Semua mahluk hidup perlu respirasi atau bernafas yaitu menghiup oksigen dan diekspor ke paru-paru/insang. Oksigen dibutuhkan oleh setiap sel tubuh yang ingin hidup. Tanpa oksigen, sel tubuh akan lemas dan mati. Oksigen dibutuhkan untuk proses pembakaran, sehingga sel di dalam tubuh mendapat energi baru.

Pengendali jalannya nafas adalah JIWA AMARAH/NAFS AL AMARAH. (bukan marah dalam arti nesu, mangkel, atau marah..ini hanya nama). Jiwa Amarah bertugas untuk mengoperasikan jalannya nafas manusia mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Bila jiwa ini berhenti maka manusia akan mengalami kematian. Selama belum putus meskipun nafasnya sudaha berhenti maka manusia masih tetap hidup. Nah, ada satu lagi yang perlu kita ketahui saat membicarakan JIWA AMARAH ini adalaha yang kita kenal dengan PRANA/PREMANA yang berkaitan dengan DAYA HIDUP. PRANA ibarat ARUS LISTRIK sementara JIWA AMARAH ibarat kawat.

2. JIWA LAWWAMAH
Berada di dalam tubuh manusia yang lebih dalam dan halus dari JIWA AMARAH dan jiwa lawwamah ini berada di alam eterik. Jiwa lawwamah bisa keluar masuk tubuh baik saat sadar maupun saat tertidur tanpa ada hambatan apapun. Saat kita tidur, kita bermimpi bertemu dengan seseorang maka jiwa lawwamah kitalah yang tertemu dengan orang tersebut. Namun bila kita tiba-tiba terjaga, maka dengan cepat pula jiwa masuk lagi ke tubuh.

Kita sering bermimpi mengembara ke sebuah tempat yang belum pernah kita datangi sebelumnya, ini berarti jiwa kita berjalan-jalan mengembara ke tempat yang asing. Ya, jiwa kita tidak terikat ruang dimanapun dan kapanpun. Itu sebabnya, bila kita bermimpi bertemu dengan para Nabi, itu berarti kita memng sungguh-sungguh bertemu dengan para nabi pula. Bagaimana dengan waktu? Nah, jiwa kita tetap terikat waktu saat mimpi tersebut.
Sistem kerjanya jiwa Lawwamah adalah ibarat tape recorder yang merekam kejadian di depan kita secar otomatis dan digerakkan oleh alam bawah sadar (subconscious mind). Yang perlu diperhatikan adalah pada Jiwa inilah daerah operasi niat jahat manusia. Watak Iblis pada diri manusia juga tumbuh subur pada jiwa ini.

Bila kita berlatih untuk berkomunikasi dengan ruh orang meninggal dan saat itu kita bertemu dengan wujud fisik orang meninggal tersebut, maka kita sebenarnya sedang bertemu dengan jiwa Lawwamah-nya. Jiwa ini masih terikat dengan keberadaan fisik bumi kita. Bagaikan embun, jiwa ini melayang-layang di dekat permukaan tanah. Oleh karena itu bila orang meninggal, maka jiwa ini harus disempurnakan.
DALAM PROSESI KEMATIAN YANG SEMPURNA, SEMUA JIWA HARUS BISA MENEMBUS ALAM BARZAKH/ALAM KELANGGENGAN. ADANYA JIWA YANG MASIH MEMILIKI KEMELEKATAN DENGAN BUMI KARENA SUATU PERKARA, MAKA JIWA MANUSIA MASIH BERPUTAR-PUTAR DI BUMI. ORANG-ORANG MENYEBUTNYA HANTU, PADAHAL ITU ADALAH JIWA ORANG YANG MENINGGAL YANG BELUM SEMPURNA.
Nah, ilmu Ngraga Sukma bekerja di tingkat JIWA LAWWAMAH ini. Bagaimana membangkitkan kemampuan Ngraga Sukma hingga jiwa lawwamah mampu keluar dari tubuh? Caranya adalah latihan. Ada tiga tahap latihan:

LATIHAN PERTAMA : PERCOBAAN
Belajarlah untuk mengalami tidur dengan merencanakan mimpi apa yang sekiranya Anda pandang menarik. Banyak cara, salah satunya merekam banyak kejadian sebelum tidur dan mengucapkan NIAT UNTUK BERTEMU SI A, ATAU NIAT BERKELANA KE SEBUAH TEMPAT…
Latihan berulang-ulang hingga benar-benar mampu mengarahkan mimpi. Jiwa Lawwamah yang sudah terlatih bisa diajak kemanapun yang diinginkan. Rapalnya baca sebagai berikut:

"MELAYANG DAN KELUARLAH SUKMAKU DARI RAGAKU,KUMOHON PERLINDUNGAN KEPADAMU YAA ALLAH, KU NIYATKAN MENGEMBARA MENEMBUS DIMENSI RUANG DAN WAKTU, AKU INGIN PERGI KE ….. (sebutkan tempat yang ingin dituju) BERTEMU DENGAN ………. (sebutkan nama orang yang ingin ditemui) ATAS KUASA DAN KEHENDAKMU YAA ALLAH"

LATIHAN KEDUA: PENGUJIAN
Ujilah apa yang Anda alami. Bertanyalah via telpon terhadap mimpi apa yang sudah Anda alami kepada si A. Bila sudah terlatih, apa yang ada dalam mimpi akan persis sama dengan kenyataan.

LATIHAN KETIGA: PEMBUKTIAN
Ujilah berkali kali apa yang Anda alami. Bila sudah terlatih, Anda bisa menggunakan ketrampilan untuk melakukan Ngraga Sukma ini tidak hanya saat bermimpi namun saat Anda terjaga sesuai dengan kehendak hati. Tentu saja harus dibimbing dengan kebijaksanaan. Sebab kemampuan ini meskipun hasil latihan namun pasti merupakan kesempatan yang diberikan Tuhan Yang Satu.

3. JIWA MULHAMAH
Jiwa yang berada lebih dalam dan halus dari JIWA LAWWAMAH. Jiwa Mulhammah adalah alat sensor metafisik yang sangat bagus untuk menerima petunjuk-petunjuk dari Tuhan. Jiwa Mulhamah ada di alam astral, suatu lapisan alam yang lebih halus dari pada alam eterik. Pada saat tertidur, jiwa Lawwamah dan Mulhamah ini bisa keluar secara otomatis tersamaan dan akibatnya mimpi pun jadi campur aduk dan kacau. Sebab masing-masing ditangkap dengan pikiran sadar dalam bentuk kesan yang berbeda. Saat tertidur, mimpi yang kita alami kadang tiak nyambung dan berbeda tema/topik. Ini akibat bercampur aduknya dua jiwa.

BILA JIWA LAWWAMAH CENDERUNG KEPADA MASA KINI, MAKA JIWA MULHAMAH LEBIH CENDERUNG UNTUK MENGENANG MASA LALU.

Ini dikarenakan Jiwa Mulhamah merupaka gudang ingatan kita seluruh kejadian tanpa dibatasi waktu. Jiwa ini juga merupakan tempat yang subur bagi jiwa yang haus nilai-nilai spiritualitas. Pikiran sadar merupakan operasi jiwa ini dan jiwa ini adalah tempat pertimbangan baik buruk benar salah. Dalam hubungannya dengan dunia fisik, jiwa ini erat kaitannya dengan “Qalbu” dan erat kaitannya dengan pengendalian emosi.

DALAM PROSESI KEMATIAN YANG SEMPURNA, SEMUA JIWA HARUS BISA MENEMBUS ALAM BARZAKH/ALAM KELANGGENGAN. JIWA MULHAMAH YANG ADA DI ALAM ASTRAL PUN HARUS DISEMPURNAKAN KARENA JIKA BELUM DISEMPURNAKAN, MAKA DORONGAN UNTUK HADIR KEMBALI KE BUMI MASIH TINGGI.

4. JIWA MUTHMAINAH
Tenang seperti teratai adalah sifat JIWA MUTHMAINAH. Keberadaannya murni di alam mental, alam transisi antara dunia astral dan spiritual. Jiwa ini sudah terbebaskan dari ruang dan waktu. Mampu menembus langit manapun hingga bertemu dengan kebenaran tertinggi yang mampu dicapai oleh manusia. Jiwa ini mampu berkelana baik ke masa lalu dan ke masa depan. Bila menembus ke masa depan, maka orang bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Kemampuan ini disebut juga dengan CLAIRVOYANCE yaitu melihat obyek di luar jangkauan mata fisik dan juga mampu CLAIRAUDENCE yaitu mendengar suara di luar jangkauan telinga.

Kemampuan ini ada yang memang bakat sejak lahir dan ada pula yang optimal karena dilatih. Waktu bagi jiwa Muthmainah adalah kesatuan masa lalu, masa kini, dan masa depan dan mampu menembus berbagai alam gaib dimensi bumi bahkan hingga alam malakut. MESKIPUN JIWA INI BERADA DI ALAM KETENANGAN DAN KEDAMAIAN MEDITATIF NAMUN IA TETAP NAFS YANG MASIH PUNYA KEINGINAN SEHINGGA MASIH PUNYA CELAH UNTUK KEMBALI KE BUMI. SEHINGGA SAAT ORANG MENINGGAL PUN JIWA MUTHMAINAH INI HARUS SEMPURNA.
Bagi Anda yang ingin menguasai ILMU MERAGA SUKMA silahkan hubungi email: indoghaib@gmail.com/indoghaib@yahoo.com

Patrap Meditasi

Wewarah Meditasi
Dalam olah batin, meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. Tentu hal tersebut ada sebabnya, sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. Tulisan ini didasari oleh pengalaman pribadi dan pengalaman temen-temen penulis yang melakukan laku olah batin serta berbagai literatur mengenai meditasi.
Tulisan ini merupakan usaha melengkapi artikel buku yang berjudul “ Pengembangan Kwalitas Pribadi di Bidang Kebatinan, suatu Proses Meningkatkan Kreatifitas dan Pengetahuan Dunia Gaib “
Apakah Meditasi ?
Mengusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah, yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi, berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti :
1. Melihat ke dalam diri sendiri
2. Mengamati, refleksi kesadaran diri sendiri
3. Melepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah, membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli.
Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi, karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera ( termasuk pikiran dan perasaan ) terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli.
Perlu segera dicatat, bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain, karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen, watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi.
Secara gebyah uyah ( pada umumnya ) orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika cara-cara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. Cara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa, banyak menghasilkan kemiripan-kemiripan yang hampir-hampir sama, tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. Oleh karena itu kita
dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi, justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya, umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana, lebih merasa dekat dengan Tuhan, merasa kesabarannya bertambah, mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya.
Keadaan hasil yang demikian, sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh orang-orang ( masyarakat ) di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapan-ucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya, mencerminkan hasil meditasinya.
**Cara-cara dan akibat bermeditasi:
Cara bermeditasi banyak sekali.
Adapun yang memulai dengan tubuh, arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening. Lakuknya adalah dengan mempergunakan pernafasan, untuk mencapai keheningan, kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas dengan teratur. Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok / rileks, bisa duduk tegak, bisa berbaring dengan lurus dan rata. Bantuan untuk lebih khusuk jika anada perlukan, pergunakan wangi-wangian dan atau mantra, musik yang cocok dengan selera anda, harus ada keyakinan dalam diri anda, bahwa alam semesta ini terdiri dari energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya. Keyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan nafas secara teratur. Ketika menarik nafas sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda, tarik nafas tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. Ketika mengelurkan nafas dengan teratur juga, tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur, manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang.
Bermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta, yang dilakukan terus menerus secara teratur, akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa, karena perasaan-perasaan negatif seperti rasa kuatir atau takut, keinginan yang keras duniawi, benci dan sejenisnya akan sangat berkurang, bahkan dapat hilang sama sekali, yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. Meditasi ini harus juga dilakukan dengan pernafasan yang teratur.
Kesulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah “ mengendalikan pikiran dengan pikiran “ artinya anda berusaha “ mengelola “ pikiran-pikiran anda, sampai mencapai keadaan “ Pikiran tidak ada “ dan anda tidak berpikir lagi, salah satu cara adalah “ mengososngkan pikiran “ dengan cara menfokuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita, umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain, cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. Cita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara, cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber fokus ketika hendak memasuki meditasi. Secara fisik ada yang berusaha “ mengosongkan pikiran
“ dengan memfokuskan kepada “ bunyi nafas diri sendiri “ ketika awal meditasi, atau ada juga yang menfokuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri.
Jika proses meditasi yang saya lukiskan tersebit diatas dapat anda lakukan dengan tepat, maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam pengertian spiritual, yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri, mungkin juga bermanfaat untuk manusia lain
Sesuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi, karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi, bukan tujuan meditasi.
Jika dalm proses tersebut pikiran anda belum dapat anda “ kuasai atau hilangkan “ janganlah putus asa atau berhenti, tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut, anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya, karena berciri sangat pribadi.
Untuk dapt berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam, sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. Jika menemui sesuatu, apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran, jangan berhenti, teruskan meditasi anda. Pengalaman sesudah keadaan demikian, hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya, karena tiada kata kalimat dalam semua bahas bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. Dalam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar, mengantuk bahkan tidak mengatahui apa-apa lagi, kecuali anda tersadar kembali. Biasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu, dan mungkin pula memperoleh “ pengetahuan “ tentang alam semesta atau lainnya.
Di dalam serat Wulang Reh, karya “kasusastran” Jawa (dalam bentuk syair) yang ditulis oleh Kanjeng Sunan Paku Buono IV, terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik, dengan mana usaha menuju kasampurnaning urip
Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip aja pijer mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling (Intinya, orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. termasuk ajaran tak boleh mengumbar nafsu makan serta tidur).
*SAMADI
Samadi berasal dari kata : Sam artinya besar dan Adi artinya bagus atau indah. Seseorang yang melakukan samadi adalah seseorang yang mengambil posisi-patrap untuk meraih budi yang besar, indah dan suci.
Budi suci adalah budi yang diam tanpa nafsu, tanpa keinginan dan pamrih apapun. Inilah kondisi suwung ( kosong ) tetapi sebenarnya ada aktifitasdari getaran hidup murni murni sebagai sifat-sifat hidup dari Tuhan.
Budi suci terlihat seperti cahaya atau sinar yang disebut Nur, Nur itu adalah hati dari budi. Kesatuan dari budi dan nur secara mistis disebut curigo manjing warongko atau bersatunya kawula dan Gusti atau juga biasa digambarkan Bima manunggal dengan Dewa Ruci.
Istilah lainnya ialah Pangrucatan atau Kamukswan, pangrucatan itu arinya dilepas, apa yang dilepas ? pengaruh dari nafsu . mukswa artinya dihapus, apa yang dihapus ? pengaruh dari nafsu, oleh karena itu samadi adalah satu proses dari penyucian budi, budi menjadi nur. Di dalam nur ini, kawula bisa berkomunikasi dengan Gusti untuk menerima tuntunan sesuai dengan kedudukannya sebagai kawula.
Praktek Samadi:
Waktu bersamadi orang bisa mengambil posisi duduk atau tidur telentang diatas tempat tidur. Pilihlah tempat yang bersih, tenang dan aman, bernafaslah dengan santai, pada posisi tidur kaki diluruskan, kedua tangan diletakkan didada. Dengarkanlah dengan penuh perhatian suara nafas dengan tenang, menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. Ini akan membuat pikiran menjadi tidak aktif. Nikmatilah suara nafas dengan jalan menutup mata, ini sama seperti kalau memusatkan pandangan kepada pucuk hidung. Dengan melakukan ini, pikiran dinetralisir demikian juga angan-angan dan pengaruh panca indera. Sesudah itu nafsu dinetralisir didalam indera ke enam. Bila berhasil orang akan berada dalam suwung dan nur mendapatkan tuntunan mistis yang simbolis.
Manusia.
Manusia dicaptakan oleh Tuhan, manusia adalah makluk yangmempunyai :
1. Badan jasmani – badan kasar.
2. Badan jiwa – badan alus.
3. Badan cahaya – nur atau suksma
Dengan susunan seperti tersebut diatas, diharapkan akan mampu mengetahui “ Sangkan Paraning Dumadi “ ( makna perjalanan kehidupan )
Memahami Jagad Raya.
Sebelum adanya jagad raya, tidak ada apa-apa kecuali kekosongan dan suwung. Didalam suwung terdapat sifat-sifat hidup dari Tuhan, jagad raya adalah suatu Causa prima. Sifat-sifat hidup Tuhan terasa seperti getaran dan getaran ini terus menerus. Ada tiga elemen yang terdiri dari :
1. Elemen merah dengan sinar merah, ini panas
2. Elemen biru dengan sinar biru, ini dingin
3. Elemen kuning dengan sinar kuning, ini menakjubkan.
Elemen-elemen ini selalu bergetar. Sebagai hasil dari perpaduan ketiga elemen tersebut, elemen ke empat lahir dengan warna putih atau putih keperak-perakan dan inilah yang disebut nur. Nur itu adalah sari dari jagad raya, ada yang menjadi calon planet, ada yang menjadi badan budi atau jiwa yaitu badan jiwa dari manusia, ketika nur menjadi sari dari badan jasmani manusia. Itu artinya didalam jagad raya dan galaksi akan selalu dilahirkan planet-planet dan bintang-bintang baru. Kondisi dari planet-planet yang baru dilahirkan bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain, karena tergantung kepada pengaruh dari tiga elemen tersebut, ada planet yang bisa dihuni dan yang tidak bisa dihuni.
Miyos saking renteging hawa
ambedah anggit prayitnaing pikir
sesumeh bayu ayuning asih
njembari pajar latuning titah
ilang lunganing ngawang
nemoni asrep reseping wening
Ono sanepa kagem pepiling
Wong kang ambudi daya kalawan anglakoni tapa utawa semedi kudu kanthi kapracayan kang nyukupi apa dene serenging lan kamempengan anggone nindhakake. Atine kudu santosa temenan supaya wong kang nindhakake sedyane mau ora nganti kadadeyan entek pengarep-arepe yen kagawa saka kuciwa dening kahanane badane, wong mau kudu nindakake pambudi dayane luwih saka wewangening wektu saka katamtuwaning laku kang dikantekake marang sawiji-wijining mantram lan ajaran ilmu gaib awit gede gedening kagelan iku ora kaya wong kang gagal enggone nindakake lakune rasa kuciwa kang mangkono iku nuwuhake prihatin lan getun, nganti andadekake ciliking ati lan enteking pangarep-arep. Sawise wong mau entek pangarep arepe lumrahe banjur trima bali bae marang panguripan adat sakene mung dadi wong lumrah maneh.
Kawruhana wong kang lagi miwiti ngyakinake ilmu gaib sok sok dheweke iku mesthi nemoni kagagalan kagagalan kang nuwuhake rasa kuciwa. Sawijining wewarah kang luwih becik tumrap wong kang lagi nglakoni kasutapan iya iku ati kang teguh santosa aja kesusu-susu lan aja bosenan ngemungake wong kang anduweni katetepan ati lan santosaning sedya sumedya ambanjurake ancase iya iku wong kang bakal kasembadan sedyane. Wong ngyakinake prabawa gaib iku anduweni kekarepan supaya dadi wong lanang temenan kang diendahake dening wong akeh, iya anaa ing ngendi wae enggone nyugulake dirine, Amarehe diwedeni ing wong
akeh panguwuhe gawe kekesing wong yen anyentak dadi panggugupake lan gawe gemeter dirine, ditrisnani ing wong akeh pitembungane digatekake lan pakartine diluhurake ing wong akeh, iya pancen nyata wong liyane mesthi tunduk marang sawijining wong kang ahli ilmu.
Wong ahli kasutapan tansah yakin enggone ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem dhirine. Ana paedahe kang migunani banget manawa wong nindakake pambudi daya kalawan misah dheweke ana ing papan kang sepi karana tinimune kekuwatan gaib iku sok-sok tinemu dhewekan ana ing sepen. Wong ahli kasutapan kudu budidaya bisane nglawan marang nepsune kekarepan umum (kekarepan wong akeh kang campur bawur ngumandang ana ing swasana), kalawan tumindak mangkono wong ahli kasutapan mau dadi nduweni pikiran-pikiran kang mardhika, iya pikiran-pikiran kang mangkono iku kang bisa nekakake kasekten gaib.
Sangsaya akeh kehing kang kena tinides, uga sangsaya gedhe tumandhoning kekuwatan gaib kang kinumpulake. Kekuwatan gaib iku tansah makarti tanpa kendhat enggone mujudake sedya lan nganakake kekarepan. Wong ahli kasutapan kudu anduweni ati kang tetep lan kekarepan kan dereng, kalawan ora maelu marang anane pakewuh pakewuhe lan kagagalan-kagagalaning. Kasekten iku kaperang ana rong warna, iya iku kasekten putih (Witte magie/white magic) utawa kasekten ireng (Zwarte magie/Black Magic). Awit saka anane perangan mau banjur dadi kanyatan yen perangan kang sawiji iku becik, dene perangan liyane ala.
Kasekten putih iku satemene ilmu Allah Kang Maha Luhur wis mesthi bae kapigunakake mligi kanggo kaslametane wong akeh. Dene kasekten ireng iku ilmu kaprajuritan kang kapigunakake luwih-luwih kanggo nelukake kalayan paripaksa, sarta bakal anjalari kacilakaning wong liya. Ananing sakaro karone saka sumber ilmu Allah sarta sakaro karane iku padha dipigunakake kalawan atas asma Allah. Tinemune ilmu-ilmu kasekten iki saranane kalawan kekuwataning pikiran pikiran iku manawa kagolongake meleng sawiji bisa nuwuhake kekuwatan kaya panggendeng kang rosa banget tumrap marang apa bae kang dipikir lan disedya.
Wong kang nglakonitapa kalawan nindakake laku-laku kang tinemtokake wis mesthi bae gumolonging pikirane bebarengan padha kumpul dadi siji sarta katujokake marang apa kang disedya kalawan mangkono iku kekuwatan daya anarik migunakake sarosaning kekuwatane banjur anarik apa kang dikarepake. Swasana kang katone kaya dene kothong bae iku satemene ana drate rupa-rupa kayata : geni murub emas kayu lemah waja, electrieiteit zunrstof koolzunr sarpaning Zunr lan isih akeh liya-liyane maneh.
Samengko umpamane ban ana sawijining wong kang lagi tapa kalawan duwe sedya supaya andarbeni daya prabawa kang luwih gedhe sarta anindakake sakehing kekuwatan pikiran kalawan ditujokake marang sedyane mau nganti nuwuhake daya prabawa. Kekuwataning daya anarik saka pikiran iku banjur anarik dzat ing swasana kang pinuju salaras karo daya prabawa mau kalawan saka sathithik sarta sareh dzat daya prabawa kang ing swasana iku katarik mlebu ing dalem badane wong kang lagi tapa mau. Kalawan mangkono dzat “prabawa” iku dadi kumpul ing
dalem badane wong narik dzat iku nganti tumeka wusanane badane wong ahli tapa, iku bisa metokake daya prabawa kang gedhe daya karosane.
Wong kang andarbeni ilmu kang mangoko iku dadi sawijining wong kang sakti mandraguna. Tumrap wong-wong kang nglakoni tapa ditetepake pralambang telu : Diyan, Jubah lan Teken. Diyan minangka pralambanging pepadhang, tumrap kahanan kang umpetan utawa gaib. Jubah minangka dadi pralambange katentremaning ati kang sampurna, dene teken minangka dadi pralambanging kekuwatan gaib.
Ing dalem sasuwene wong nglakoni tapa iku prelu banget kudu migateake marang sirikane, kayata : wedi, nepsu, sengit, semang-semang lan drengki. Rasa wedi iku sawijining pangrasa kang luwih saka angel penyegahe. Menawa isih kadunungan rasa wedi ing dalem atine wong ora bakal bisa kasambadan apa kang disedyaak. Kalawan “rasa wedi” iku atining wong dadi ora bisa anduweni budi daya apa-apa.
Sajrone nglakoni tapa utawa salagine ngumpulake kekuwatan gaib, atining wong iku mesthi kudu tetep tentrem lan ayem sanadyan ana kadadeyan apa wae. Manawa atine wong iku nganti gugur, kasutapan iya uga dadi gugur lan kudu lekas wiwit maneh. Gegeman kalawan wadi sakehing ilmu gaib lkang lagi pinarsudi, luwih becik murih nyataning kasekten tinimbang karo susumbar kalawan kuwentos kayakenthos.
“Nepsu” iku andadekake tanpa dayane kekuwataning batin. “Semang-semang” iku andadekake ati kang peteng ora padhang terang. “Sengit utawa drengki” iku uga dadi mungsuhing kekuwatan gaib. Wong kang lagi nindakake katamtuwan ing dalem kasutapan kudu kalawan ati kang sabar anteng lan tetep. Patrapebadan kang kaku lan kagugupan kudu didohake .
Aja sok singsot
Aja duwe lageyan sok nethek nethek kalawan driji tangan marang meja kursi utawa papan liyane.
Aja ngentrok-entrokake sikil munggah mudhun.
Aja sok anggigit kukuning dariji tangan.
Aja mencap-mencepake lambe.
Aja molahake lidhah lan andhilati lambe.
Aja narithilake kedheping mata.
Ngedohake sakehing saradan utawa bendana kang ora becik, kayata glegak-glegek molah-molahake sirah, kukur-kukur sirah, ngangkat pundhak lan liya-liyane sabangsane saradan kabeh.
Satemene perlu banget nyirnakake kekarepan “drengki” luk wit ngrasaning karep drengki iku banget nindhih marang diri pribadi. Ana maneh “drengki” iku kaya anggawa sawijining pikulan abot kang tansah nindhes marang dhiri lan sarupa ana barang atos medhokol kang angganjel pulung ati. “Drengki lan meri” iku mung anggawa karugiyan bae tumrap kita, ora ana gunane sathithik -thithika. Salawase wong isih anduweni pangrasan karep “drengki lan meri” iku ora bakal bisa tumeka kamajuwane tumrap dunya prabawaning gaib.
Ora mung tumindak bae tumrap sawijining wong bae bisa maluyakake wong liya kalawan kekuwatan gaib nanging uga tumindak tumrap sawijining wong maluyakake dhiri pribadi kalawan kekuwatan iku. Bisane maluyakake larane wong liya, mesthine kudu ngirima kekuwatan waluya marang sajroning badane wong kang lara. Manawa wong gelem naliti yen wong iku bisa ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem badane dhewe lan ngetokake sabageyan kekuwatan gaib kawenehake marang wong liyane mestheni uwong bisa ngreti yen arep migunakake kekuwatan iku nganggo paedahe dhiri dhewe uga luwih gampang.
Supaya bisa nindhakake pamaluya marang dhirine dhewe kalawan sampurna wong ngesthi kudu mahamake cara-carane maluyakake panyakit. Iya iku cara-cara kang katindakake kanggo maluyakake wong liya lan wusanane ambudidaya supaya bisa migunakake obah-obahan iku marang awake dhewe.
Kawitane wong kudu nindakake patrape mangreh napas, kanggo negahake asabat. Dene carane ngatur napas iku kaprathelakake kalayan ringkes kaya ing ngisor iki :
Madika panggonan kang sepi.
Lungguha ing sawijining palinggihan kang endhek lan kepenak, sikil karo pisan tumapak ing lemah.
Badan kajejegake lan janggute diajokake.
Benik-beniking klambi kang kemancing padha kauculan, sabuk uga diuculi supaya sandangan dadi longgar lan kepenak kanggo tumindhak ing napas.
Pikiran katarik mlebu, supaya luwar saka sakehing geteran pikiran kaya saka ing jaba.
Sakehing urat-urat kakendokake.
Banjur narika napas kalawan alon lan nganti jero banget tahanen napas iku sawatara sekon/detik (kira-kira 6 detik) lan wusanane wetokna napas iku kalawan sareh.
Anujokna gumolonging pikiran kalawan ngetut marang napas kang mlebu metu iku kalawan giliran. Cara nindakake napas kaya ing ngisor iki :
Narik napas kalawan alon lan nganti jero ing sabisane, nganti dhadha mekar lan weteng dadi nglempet.
Nahan napas iku kira-kira nem saat utawa luwih suwe ing dalem paru-paru dhadhane cikben lestari mekare, lan wetenge cikben lestaringlempetake kalawan mangkono iku gurung dalaning napas tansah tetep menga.
Ambuangna napas kalawan alon nganti entek babar pisan nganti dhadha dadi kempes, lan weteng dadi mekar.
Banjurna marambah-rambah matrapake mangkono iku suwene kira-kira saka lima tumeka limolas menit utawa luwih suwe nganti bisa nemoni pangrasa anteng lan tentrem ing sajroning badan.
Carane matrapake kasebut ing dhuwur iku sawijining cara kanggo napakake napas, iki kena lan kudu ditindakake saben dina telung rambahan, dening sapa bae kang nglakoni tapa supaya oleh ilmu gaib. Daya kang luwih bagus iya iku miwiti makarti miturut pituduhan. Aja weya nindakake patrap kanggo napakake napas iku.
Cara matrapake tumindaking napas iku kena uga ditindakake kalayan leyeh-leyeh mlumah : ngendokake sakabehing urat-urat nyelehake tangan karo pisan sadhuwuring weteng lan nindakake lakuning napas miturut aturan. Daya ngisekake Prana Ngadeg kalawan jejeg sikil karo pisan kapepetake dadi siji lan driji -drijining tangan karo pisan dirangkep dadi siji kalawan longgar.
Banjur matrapa lakuning napas sawatara rambahan miturut aturan.Gawe segering utek lungguha kalawan jejeg lan nyelehna tangan karo pisan ing sandhuwuring pupu kiwa tengen: mripat mandheng marang arah ing ngarep kalawan tetep: sikil karo pisan tumadak ing lemah. Kalawan jempol tangan tengen anutup lenging grana sisih tengen lan anarika napas liwat lenging grana sisih kiwa, wusana nglepasake jempol iku banjur ambuwang napas lan nutupa lenging grana kiwa kalawan driji narika napas liwat lenging grana tengen, lepasna driji panutup iku lan ambuwanga napas. Mangkono sabanjure kalawan genti-genten kiwa lan tengen.
Banyak “orang pintar” yang mengklaim dirinya sebagai penemu metode meditasi ini dan itu.Tetapi sepanjang pengetahuan saya,metode meditasi memamang beragam tergantung pada bagai mana kita mengembangkan teknik meditasi.Seperti halnya tehnik meditasi yang menggunakan metode dekonsentrasi. Dalam arti, Anda tidak perlu memusatkan pikiran ke suatu titik atau obyek tertentu ketika bermeditasi. Hanya saja, pikiran Anda tidak boleh dibiarkan menerawang atau mengembara ke berbagai tempat dan waktu, tetapi harus dialihkan secara bersangsur-angsur ke tempat dan waktu Anda bermeditasi.Meditasi ini yang merupakan meditasi yang paling sederhana tata-caranya. Anda tidak perlu duduk bersila dengan melipat kedua kaki Anda ketika bermeditasi. Anda juga tidak perlu menyilangkan tangan di dada dengan posisi tubuh yang tegak dan punggung lurus. Anda cukup duduk di kursi dengan posisi sesantai mungkin.Karena “terminal terakhir” dari perjalanan meditasi yang diajarkan ini,adalah Alam Hening. Bila Anda bermeditasi dalam posisi duduk di kursi atau sofa, pertama kalinya Anda melepaskan segala beban pikiran, dan tidak membiarkan pikiran melanglangbuana. Seluruh pikiran harus dihadirkan di tempat mana sang pelaku meditasi berada. Tetapi tak perlu berkonsentrasi pada satu titik tertentu. Seluruh pendengaran harus tetap dibuka, sambil memelihara sikap waspada. Bila Anda sudah merasa relaks,Anda mulai untuk menutup mata perlahan. Otot-otot yang tegang diseluruh bagian tubuh secara berangsur harus dikendorkan.Nafas tidak perlu diatur,biarkan berjalan secara natural. Lalu imajinasikan diri Anda sedang mengalirkan segala beban pikiran atau stres dari kepala menuju dada. Simpan sejenak, lalu alirkan lagi secara perlahan menuju ujung kaki, seolah sedang membuang semua energi negatif melalui telapak kaki.Sekali lagi, jangan biarkan pikiran Anda melalangbuana. Bila merasa kesulitan mengendalikan pikiran, resapi dan dengarkan saja nafas Anda yang keluar masuk tubuh Anda, sampai pada tahap nafas itu terasa semakin halus dan tidak terdengar lagi desahnya. Lalu rasakan dan dengarkan degup jantung Anda, hingga mencapai tahap Anda tidak lagi mendengar detak jantung. “Lepaskan semua.. “Jangan berpikir tentang masa lalu dan jangan pikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pikiran Anda hanya berada pada detik ini. Sadari detik demi detik. Batin dan pikiran hanya diisi dengan rasa terima kasih, rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan berbagai kenikmatan, seraya berserah diri secara total kepadaNya. Maturnuwun, Gusti. Sumonggo Kerso. Terima kasih, Tuhan. Apapun yang Kau berikan padaku, kuterima dengan ikhlas seikhlas-ikhlasnya.”
Jika Anda telah berada dalam kondisi penuh rasa terima kasih dan berserah diri secara total kepada Sang Pencipta, serta tidak terdengar lagi alunan nafas dan detak jantung, berarti Anda telah sampai di gelombang alpha. Pak Harintha yang telah sangat terlatih bermeditasi itu bisa mendeteksi, apakah muridnya sudah sampai pada gelombang alpha, atau justeru ke gelombang lainnya seperti beta, tetha, atau delta,setidaknya bisa menandai sendiri, sudah sampaikah anda ke alpha atau belum?
Bila dalam meditasi itu Anda sudah tidak merasakan lagi kegelisahan, kekhawatiran, sakit hati, iri dan dengki, dan batin hanya dipenuhi dengan rasa terima kasih dan kepasrahan total kepada Tuhan, berarti Anda sudah sampai di gelombang alpha. Bila kondisi ini dapat Anda pelihara secara konstan, hanya dalam beberapa detik lagi Anda bisa sampai di alam hening, atau alam suwung.
Sulit menggambarkan seperti apa itu alam suwung atau alam hening, karena kondisi alamnya tak berbentuk, tak berwarna, tak berupa. Hanya saja bisa ditandai dengan rasa sejuk yang luar biasa mengaliri seluruh tubuh. Rasa sejuk itu sendiri berasal dari dalam tubuh. Dan, pada saat itu, si pelaku meditasi benar-benar berada dalam kondisi “tidak mempunyai keinginan apapun”.
Biasanya hanya beberapa detik saja si pelaku berada di alam suwung. Si pelaku hendaknya untuk menandai kondisi tersebut, dan membuka mata secara perlahan. Kembali pada kondisi pra-meditasi. Tetapi keheningan yang sudah berhasil diraih dalam meditasi, harus terus dipelihara.
Tidak semua pelaku meditasi berhasil dengan cepat berpijak di alam suwung, ataupun sampai ke gelombang alpha. Ada yang berbulan-bulan bahkan tak sampai-sampai ke alpha. Tetapi ada juga yang dengan segera menemukan hening. Tahap-tahap keberhasilan meditasi ini sangat bergantung pada pribadi setiap orang. Kuncinya, sekali lagi, adalah kepasrahan total kepada Sang Pencipta, dan rasa syukur yang tak pernah henti, atas sekecil apapun karunia (baik berupa anugrah maupun musibah) yang diberikan Tuhan,dengan mengingat tentang nikmat-nikmat Tuhan yang diberikan pada manusia.kita bisa mengendalikan berbagai keinginan, dan mengeliminasi rasa iri dan dengki. Mengusir segala kekhawatiran dan membangkitkan optimisme.
Yang ingin dicapai dalam tataran Meditasi kehening-nya, bukan meditasinya itu sendiri. Meditasi hanyalah alat untuk melatih pengendalian diri. Bila Anda sudah trampil bermeditasi dengan mata tertutup, pada hari-hari berikutnya beliau akan mengajak Anda bermeditasi dengan mata terbuka. Bermeditasi sambil berbincang-bincang mengenai makna kehidupan, dan tentang berbagai tugas yang kita emban sebagai manusia di atas bumi.
Tahap-tahap yang berhasil dicapai dan dirasakan dalam praktek meditasi, baik dalam kondisi mata tertutup maupun terbuka, sebaiknya dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dalam keseharian kita dilanda kegelisahan, usir segera kegelisahan itu dan menggantinya dengan kepasrahan. Tetapi bukan pasrah tanpa usaha. Melainkan pasrah dalam arti berserah diri kepadaNya. Pasrah pada apapun (bencana maupun keberuntungan) yang sedang kita alami detik demi detik, sambil berusaha dan berdo’a meminta kekuatanNya.
Jika dalam keseharian kita bisa menghilangkan rasa iri dan dengki ataupun kekhawatiran dan rasa sakit hati, maka perjalanan hidup pun bisa dinikmati dengan tenang. Apalagi bila kita mampu mengendalikan berbagai keinginan alias nafsu yang mengganggu.
Ajaran metode meditasi ini tidak ada bedanya dengan ajaran Tasawuf dalam Islam ataupun ajaran Teosofi di kalangan Kristiani. Pun, sejalan dengan ajaran Buddhisme. Dan, seperti meditasi pada umumnya, Meditasi ini merupakan ritual lintas-agama. Beberapa praktisi spiritual yang kebetulan beragama Islam dan pernah berlatih meditasi ini, sempat mengaku, sholat mereka menjadi semakin khusyu setelah berlatih Meditasi ini.

Animated Pictures Myspace CommentsAnimated Pictures Myspace Comments