Tampilkan postingan dengan label ilmu meditasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu meditasi. Tampilkan semua postingan

Kunci Rahasia Meditasi


Konsep mengenai Ruh.
Manusia terdiri dari dua unsur, yaitu Ruh atau Jiwa dan Raga atau Badan tempat ruh itu berdiam. Tentunya ini disamping akal pikiran yang telah diberikan Allah kepada manusia.Ruh tidak mengenal kondisi fi sik seperti sakit, berdarah karena perlukaan dsb, sedangkan raga tidak mengenal kondisi ruh yang bersifaat kejiwaan. Tetapi kedua unsur ini saling berkaitan satu sama lainnya, yang menandakan kemanunggalan antara ruh dan raga dari simanusia itu sendiri. Seperti contohnya orang yang sakit-sakitan secara fi sik, maka jiwanya cenderung lebih perasa dsb.
Dalam kondisi normal, ruh dan jiwa mendapatkan bagian yang seimbang.Sehingga upaya untuk meningkatkan kondisi tertentu seperti unsur ruh yang dominan dalam diri manusia, akan memberikan dampak yang supra rasional,seperti menghilangnya sifat material dari raga kita. Sebagai contoh, orang yang telah berhasil meningkatkan unsur ruh yang ada dalam dirinya mendekati titik dominan, maka orang tersebut akan mendapatkan kekebalan dalam artian sifat-sifat raga seperti berdarah, sakit dsb. bisa diminimalisir sedemikian rupa, sehingga unsur raganya sesungguhnya telah tergantikan oleh unsur ruh yang ada pada manusia tersebut.
Ternyata, dengan pengolahan ruh yang sedemikian rupa dalam diri manusia tersebut, disamping meminimalisir gejala raga, juga meningkatkan kadar kepekaan bathin kita. Karena bathin, yang bersemayan dalam ruh manusia, dapat dengan leluasa memanfaatkan indera-indera yang ada dalam raga untuk dapat merasakan atau menangkap gejala-gejala alam secara lebih baik dan sempurna.
Untuk konkritnya mengenai hal ini mari kita lakukan latihan peningkatan unsur ruhani dalam diri manusia dengan metode-metode berikut:

Metode I, penguasaan Ruh dalam diri manusia.
Latihan I : Mencapai ekstase dengan teknik pernafasan dan dzikir.

Ekstase adalah suatu kondisi dimana, kesadaran manusia mulai lepas secara spiritual, dan mulai memasuki kondisi nonmaterialistik.

Cara melatih:
1.Aturlah tubuh pada posisi yang paling rileks dan memungkinkan kita untuk berlama-lama pada posisi tersebut tanpa mengakibatkan efek-efek yang dapat mengganggu jalannya latihan, seperti kesemutan, kram dsb.
2.Mulailah dengan membaca doa-doa perlindungan, untuk muslim dapat membaca Ayat Kursyi, atau membaca doa lainnya menurut yang dipercayai.
3.Mulailah berdzikir Allah... Allah... dengan cara sebagai berikut: Allah yang pertama tarik nafas, Allah yang kedua buang nafas sambil dihentak.
4.Untuk meningkatkan konsentrasi, maka mata dapat ditutup, sambil berdzikir secara lantang.
5.Lakukan selama 5 sampai 10 menit. Ini untuk memasuki tahap ekstase.

Penjelasan:
Teknik pernafasan dengan dzikir ini untuk memaksa raga agar cepat merespon kekondisi ekstase, agar latihan selanjutnya, yaitu memaksimalkan unsur ruh dalam diri kita dapat terlaksana dengan mudah.

Latihan II : memaksimalkan unsur Ruh dalam diri.
Mulai “merasakan” unsur ruh.

Latihan berikut dilakukan segera setelah metode I tadi selesai kita laksanakan.

1.Atur pernafasan agar kembali normal, dan tubuh kembali rileks.
2.Atur tangan kita ditengadahkan keatas seperti hendak berdoa dalam cara Is lam.
3.Tutup mata, sambil merasakan getaran yang sangat halus pada ujungujung jari tangan kita, dimana semakin dirasakan, getaran-getaran tersebut makin menguat seperti aliran setrum yang sangat kecil tetapi dapat kita rasakan. Getaran ini seperti denyut-denyut halus pada pembuluh darah ujung jari kita.
4.Mulailah menarik getaran tersebut kepangkal lengan, pundak, leher, kepala, kemudian jalarkan keseluruh tubuh.
5.Gejala awal yang umumnya terjadi adalah tubuh terasa kebas, baal, atau yang sejenisnya, dimana menandakan sifat raga yang materialistik tersebut mulai tergantikan.
6.Yakinkan dengan mencubit atau menusukkan dengan jarum, atau bahkan melakukan irisan dengan silet pada tubuh kita dimulai dari rambut dan kebagian tubuh lainnya. Bila kita masih merasakan sakit, atau terjadi perlukaan yang mengakibatkan terjadi pendarahan, maka latihan kita belum sempurna, maka ulangilah dari latihan I diatas.
7.Proses diatas bisa saja dihilangkan, bila keyakinan kita dengan menjalarkan getaran tersebut keseluruh tubuh kita anggap telah cukup.

Penjelasan:
Pada latihan ini, sesungguhnya kita sedang mengerjakan proses pemaksimalan unsur ruh yang ada dalam diri manusia. Getaran yang kita rasakan tersebut adalah gejala dimana unsur-unsur materialistik sedang berangsur berkurang, sehingga pada akhirnya unsur ruh menguasai seluruh diri kita.

Tujuan:
Tujuan latihan ini adalah membangkitkan unsur dominan ruh pada diri manusia sehingga tercapai kondisi nonmaterialistik, dimana sifat-sifat raga pada diri mulai tergantikan oleh nilai-nilai ruh. Dengan dapat merasakan unsur ruh, maka kepekaan kita akan meningkat pada titik maksimal, yang nantinya
akan kita pergunakan untuk latihan disesi berikutnya.

Konsep mengenai Aura

Banyak pemahaman mengenai aura ini, tetapi mari kita sederhanakan saja agar sesuai dengan maksud pelatihan kita. Aura bisa diartikan sebagai perbawa, yaitu sifat-sifat manusia yang memang merupakan bawaan sejak kita dilahirkan. Aura seseorang bisa saja dirasakan oleh orang lain tanpa disadari oleh orang tersebut. Sebagai contoh, orang yang sedang marah, maka hawa amarahnya dapat dirasakan oleh orang lain, walaupun orang yang sedang marah tersebut tidak menampakkan ekspresi marah, tetapi hawanya telah membuat orang disekitarnya merasa takut atau enggan. Begitupun orang yang memiliki aura menyejukkan, maka orang-orang yang ada disekitar orang yang
memiliki karakter aura tersebut akan merasa sejuk dan tenang, walaupun orang tersebut tidak berkata-kata atau mengeluarkan senyum sekalipun.

Aura pada kondisi normal, dimana orang tersebut sedang rileks dan tidak dalam suatu kondisi apapun akan dapat menampilkan sifat asli dari orang tersebut, yang memang sesungguhnya bawaan dari sejak lahir. Dengan kombinasi pemaksimalan ruh yang baik, maka kondisi bawaan aura
seseorang dapat dirubah sedemikian rupa hingga memancarkan sifat-sifatAl lah yang baik-baik, yang dapat dirasakan oleh orang lain disekitarnya.

Aura, tidak hanya dimiliki oleh manusia, tetapi semua ciptaan Allah memiliki aura. Entah itu benda mati, binatang atau apapun memiliki aura yang berbeda dan bersifat unik satu dengan yang lainnya. Karena keunikannya itulah kita dapat “menggambar” getaran aura yang dimiliki oleh manusia, benda atau makhluk lain bahkan suatu kejadian disuatu lokasi, dengan latihan yang benar tentunya.

Metode I, “merasakan” Aura.
Latihan I : Membaca aura orang lain.
Membaca aura orang lain dapat kita lakukan bilamana kita telah menguasai latihan pada sesi I secara sempurna. Konsepnya adalah dengan dapat merasakan diri sendiri, tentunya merasakan sesuatu diluar diri sendiri menjadi mudah. Merasakan getaran aura orang lain misalnya, dapat saja kita laksanakan bilamana pengaruh kepekaan diri kita telah berhasil kita tingkatkan. Sehingga sekecil apapun getaran yang terasa diluar diri kita dapat terdeteksi secara mudah.

Latihan berikut ini dapat kita pakai untuk dapat membaca sifat-sifat dominan dari orang lain yang memang merupakan sifat bawaan. Untuk memudahkan latihan kita, maka kita dapat menyamakan konsep kita mengenai sifat-sifat yang umumnya dimiliki oleh orang lain, yaitu :

1.Bijaksana - Mutmainah, kita lambangkan dengan warna Kuning, posisinya ada di Jari Jempol tangan dan daerah sekitar Paru-paru. Posisi ini maksudnya adalah ketika kita merasakan aura seseorang, maka getaran aura yang terbesar adalah dari daerah tersebut.
2.Pintar - Mulhimah - Hijau - Jantung atau diatas Perut.
3.Kaya - Aluamah - Hitam - Perut atau Jari Telunjuk Tangan.
4.Berkedudukan - Sufi yah - Putih - Ginjal atau Jari Manis Tangan.
5.Semangat/Ambisius - Amarah - Merah - Hati, telinga atau Jari Kelingking tangan.

Maksud dari menyamakan konsep kita mengenai warna dan aura ini sematamata agar terjadi persamaan pandangan mengenai arti masing-masing warna pada arti aura yang akan menjadi latihan kita nantinya, juga konsep warna itu kita pakai untuk latihan kita pada sesi-sesi selanjutnya.

Cara berlatih :

1.Kerjakan latihan pada Sesi I secara keseluruhan.
2.Kalau tadinya unsur ruh dominan pada seluruh tubuh, kali ini pusatkan getaran ruh kita tersebut hanya pada telapak tangan bagian dalam saja. Ciricirinya adalah telapak tangan kita terasa kebas, baal dsb. yang menandakan konsentrasi ruh kita terpusat pada telapak tangan tersebut, dan juga berarti menunjukkan lokasi kepekaan kita yang paling tinggi.
3.Arahkan telapak tangan kita keseluruh tubuh orang yang akan kita deteksi. Rasakan perbedaan rasa yang ada ditelapak tangan tersebut pada lokasilokasi yang disebutkan diatas.

Tujuan :
Dengan mengkonsentrasikan titik kepekaan ketempat yang terbatas, maka pusat kepekaan dapat kita tingkatkan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Latihan 2 : Merasakan aura makhluk gaib yang
ada dipusaka.
Pancaran aura makhluk gaib berbeda dengan aura yang ada dialam kita. Makhluk gaib hampir tidak dapat dirasakan dengan menggunakan kepekaan biasa, tetapi kita mulai mengerahkan seluruh kemampuan indera kita untuk dapat menangkap getaran makhluk gaib tersebut. Yang umumnya terjadi dan dapat kita lakukan untuk latihan kita adalah merasakan debaran jantung yang mengiringi rasa yang diterima oleh sensor kita, seperti telapak tangan contohnya. Debaran ini bahkan biasanya diikuti dengan terbangunnya bulu-bulu disekitar daerah sensor kita. Umpama bila kita menggunakan telapak tangan untuk mendeteksi keberadaannya, maka bulu-bulu disekitar tangan akan bangun/merinding, diikuti dengan debaran jantung yang meningkat secara tiba-tiba.

Cara latihan :

1.Lakukan latihan seperti pada sesi I & II.
2.Arahkan sensor kita, dalam hal ini telapak tangan, pada pusaka yang hendak kita deteksi.
3.Tutup mata, untuk meningkatkan kepekaan rasa kita, dan rasakan bagaimana getaran dan detak jantung yang tiba-tiba meningkat diikuti merinding/ bangunnya bulu-bulu disekitar tangan kita.
4.Bila kita merasakan sensasi atau fenomena tertentu segera buka mata kita.Untuk muslim segera membaca Istighfar, untuk non muslim bisa segera menahan nafas untuk beberapa saat.

Tujuan :
Pada latihan ini, kita belajar mendeteksi aura dari makhluk gaib dimana manfaat pusaka tersebut dapat kita ketahui berdasar arti/warna yang terdeteksi.

Meningkatkan kualitas kepekaan dengan dzikir atau cara lain.

Kualitas kepekaan dapat terus kita tingkatkan dengan berlatih secara rutin dan terus menerus, maupun dengan menggunakan cara-cara khusus. Cara-cara khusus yang dimaksud adalah suatu metode untuk meningkatkan kualitas kepekaan maupun kadar kemampuan bathin dalam mengolah getaran yang diterima.

Meningkatkan kualitas kepekaan, berarti akan memudahkan kita untuk mengikuti kelas pelatihan berikutnya, sehingga sesi ini dianggap penting untuk dapat dilaksanakan oleh seluruh peserta pelatihan.


Metode I : Meningkatkan kepekaan dengan
berdzikir.
Dzikir dipercaya dapat meningkatkan kualitas keimanan kita, orang yang suka berdzikir secara istiqomah, terus menerus dan rutin dikerjakan, dipercaya akan memperoleh hikmah dari Tuhan Yang Maha Esa berupa pengetahuan yang tersembunyi. Berdzikir tentunya harus dimulai dengan niat. Niat disini menentukan hikmah yang ingin kita dapatkan. Dzikir yang biasanya dibaca untuk meningkatkan kepekaan adalah membaca dzikir Hawqollah yaitu: La Hawla Walaa Quwwaata Illa Billaahil Aliyyul
Adzhiim.

Mengenai jumlahnya tidak ditentukan, selama mengikuti pelatihan ini, sekiranya dapat, maka bacalah dzikir ini diwaktu senggang, setelah sholat, atau memang meluangkan waktu khusus untuk membacanya, seperti setelah selesai sholat tengah malam, misalnya. Bacalah sebanyak yang kita mampu, jangan meneruskan bacaan bilamana hati kita sudah mulai berkurang keikhlasannya, dan selalu memulai dzikiran ini dengan niat. Niat yang dibaca disarankan sebagai berikut :

Ya Allah, dzikirku ini untuk meningkatkan iman dan taqwaku kepada Mu,
juga berikanlah aku hikmah berupa pengetahuan yang gaib.

Metode II : Mengerjakan latihan ditempat
terbuka.
Bagi yang biasa mengerjakan latihan-latihan pada sesi sebelumnya, tentunya kita mengerjakan ditempat tertutup atau dalam bangunan. Entah itu dikamar kita, dimasjid atau musholla, atau tempat lain yang memang tertutup, maka membiasakan mengerjakan latihan ditempat terbuka seperti dihalaman rumah, pegunungan, pantai, ditengah lautan atau tempat-tempat lain yang intinya ditempat atau alam terbuka. Kegiatan tirakatan yang biasa dikerjakan ditempat kami merupakan cara yang efektif untuk melatih peningkatan kualitas kepekaan kita. Karena kegiatan tirakatan tersebut biasanya diadakan ditempat/alam terbuka, dan dalam kondisi yang cukup ekstreem seperti dingin yang sangat atau panas yang cukup.

Tujuan :
Kegiatan latihan yang kita kerjakan diluar ruangan, khususnya di alam terbuka akan merangsang radar kepekaan kita ketingkat yang lebih tinggi. Alam terbuka mengandung jutaan getaran yang berbeda, dimana bathin kita secara otomatis akan terlatih untuk memisahkan getaran-getaran yang kita tangkap tersebut kebentuk pengetahuan yang berguna untuk kita.

Penutup
Melatih kepekaan rasa, merupakan dasar untuk meningkat ke pelatihanpelatihan kita selanjutnya. Dengan kepekaan rasa yang cukup, kita dapat mengetahui, menganalisa, dan memanfaatkan informasi yang kita dapat dari penginderaan/pendeteksian berdasar kepada kepekaan bathin yang kita miliki. Setelah pelatihan ini, para peserta pelatihan diharapkan dapat melakukan pendeteksian atas keberadaan benda-benda, keberadaan makhluk gaib, aura/ perbawa yang dominan pada seseorang, maupun mengetahui manfaat pusaka. Bahkan hal-hal lain yang tanpa kita sadari telah kita peroleh, yang semata-mata karena rahmat yang kita terima dari Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi perlu disadari, bahwa kemampuan yang kita miliki ini haruslah kita pergunakan untuk hal-hal yang baik, serta tidak bertentangan dengan kaidah agama, serta harus jauh dari kemungkinan untuk bersifat fi tnah, syirik apalagi murtad kepada agama yang kita anut. Semua ini harus disadari sebagai upaya kita untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pelatihan kepekaan rasa ini masih jauh dari selesai. Karena setelah rasa maka kita dapat meningkat kepelatihan kepekaan gerak, asa/hati, menyalurkan kehendak dst. sehingga apa yang kita harapkan dari pelatihan kepekaan ini dapat kita peroleh secara maksimal.

Sering-seringlah berdiskusi dengan pelatih, untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Juga, banyaklah berlatih secara konsisten dan terus menerus. Memperbanyak dzikir, secara signifi kan akan memberikan dampak yang luar biasa kepada kepekaan kita, disamping tentunya meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kunci Ilmu Tenaga Dalam



Tenaga dalam merupakan salah satu bentuk ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa), adakalanya kemampuan ini berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana yang dianugrahkan kepada wali-wali-Nya. Dan ada kalanya berasal dari syaiton yang kemudian sering dianggap sebagai anugrah ilahi, sebagaimana yang diperlihatkan oleh wali-wali syaiton tersebut.
Menurut para ulama, diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahulloh, antara kedua ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa) dapat dibedakan dengan dua tinjauan.
Yang Pertama adalah melalui keadaan orang yang mendapatkannya. Apabila orang yang mendapatkannya adalah orang yang bertakwa, dari kalangan ahli tauhid, memiliki Ilmu dalam Syariat Islam yang shohih, ikhlas dalam beribadah, tidak mengamalkan amalan-amalan bid’ah yaitu amalan ibadah yang tidak mencontoh tuntunan Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bukan termasuk pelaku maksiat, maka apabila ia mendapatkan ‘khawariqul ‘adah’ berarti itu merupakan anugrah Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya apabila yang mendapatkannya bukan dari kalangan ahli tauhid, seperti halnya orang-orang yang suka melakukan perbuatan syirik, misalnya memohon berkah melalui kuburan orang-orang yang dikeramatkan, mengadakan acara ‘haul’ (merayakan hari ulang tahun kematian) dan lainnya, maka yang diperolehnya adalah ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa) yang berasal dari Syaithan.
Begitu juga apabila yang memperoleh adalah yang suka melakukan perbuatan bid’ah, misalnya membaca dzikir-dzikir yang tidak disyari’atkan. Seperti dengan membatasi jumlah-jumlah, bentuk-bentuk, suara-suara, atau cara-cara tertentu yang tidak ada contohnya dalam syari’at. Atau orang yang suka berbuat maksiat. Misalnya tidak menjaga batas-batas pergaulan antara pria dan wanita, tidak memelihara jenggot, meminum yang memabukkan, memakan harta riba, merokok, tidak menutup aurat dan lain-lain. Apabila demikian keadaan orangnya, maka ‘khawariqul ‘adah yang diperoleh adalah berasal dari Syaithan.
Yang Kedua adalah melalui sebab diperolehnya ‘khawariqul ‘adah’. Khawariqul ‘adah yang berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala hanya bisa diperoleh dengan ketaatan, keimanan dan ketakwaan. Selain itu Islam tidak mengajarkan seorang muslim untuk beribadah untuk tujuan mendapatkan ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa).
Justru itulah yang membedakan antara yang berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan yang berasal dari Syaithan. Yaitu bahwa ‘khawariqul ‘adah’ yang berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak bisa dipelajari apalagi dibakukan menjadi semacam ‘ilmu kedigdayaan’, sedangkan yang berasal dari Syaithan bisa dipelajari dan bisa dibakukan menjadi suatu ilmu. Sekalipun secara zhahir dilakukan dengan membaca ayat atau dzikir. Sebagaimana difirmankan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara suami dan istrinya” (QS: Al-Baqarah: 102)
Ayat ini menunjukkan, bahwa ‘khawariqul ‘adah’ yang dapat dipelajari adalah sihir (berasal dari Syaithan), sedangkan yang berasal dari anugrah Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidaklah dapat dipelajari sebagaimana sihir.
Pada dasarnya setiap manusia bahkan seluruh makhluk hidup, memiliki yang namanya Tenaga Inti / Tenaga Dalam / Energi Haq. Akan tetapi tidak semua orang tahu akan keberadaan Tenaga Dalam pada dirinya. Tenaga ini akan muncul manakala seseorang dalam keadaan kritis, puncak kelelahan fisik, terjepit / kepepet, atau menghadapi keadaan yang mengancam dirinya, saat itu keinginan untuk mempertahankan hidup membuatnya dapat melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan pada saat normal.
Sebagai contoh ketika seseorang diambang kritis, misal sedang dikejar anjing galak, rabies lagi. Seketika itu ia bisa berlari cepat melebihi kecepatan larinya pada kondisi biasa, orang Jawa menyebutnya kancilen, bahkan orang tersebut bisa melompat keseberang sungai yang dilihat dari lebarnya terasa tidak mungkin bisa dilompati pada saat normal. Ini adalah suatu contoh penggunaan tenaga cadangannya yang disebut Tenaga Dalam tadi.
Atas dasar hal itulah maka Tenaga ini disebut juga Tenaga Cadangan. Yaitu tenaga yang tidak biasa atau jarang digunakan dan akan muncul secara tiba-tiba tanpa dikendalikan. Karena tenaga ini belum diketahui secara pasti apalagi diukur batas maksimalnya maka tenaga ini disebut juga Tenaga Ghoib. Tenaga ini muncul dari dalam diri setiap makhluk hidup yang bersifat supranatural maka disebut juga Tenaga Dalam. Dan tenaga ini terdapat disetiap diri makhluk hidup baik manusia, hewan ataupun tumbuhan sebagai fitrah dari karunia Tuhan maka tenaga ini disebut juga Energi Haq. Energi Kebenaran; energi yang diberikan dari Tuhan Yang Maha Haq (benar).
Mesti dalam setiap diri makhluk hidup khususnya manusia terdapat tenaga tersebut, tapi tidak semua orang bisa memanfaatkan Tenaga Dalamnya secara optimal. Hal ini adakalanya disebabkan oleh ketidaktahuannya akan keberadaan Tenaga Dalam didalam dirinya, atau juga karena Tenaga Dalamnya itu belum bangkit / dibangkitkan. Karena memang untuk dapat mendayagunakan tenaga tersebut dibutuhkan cara-cara khusus dan belum bisa dimanfaatkan kalau belum dibangkitkan. Ia laksana seekor naga yang sedang mengeram didalam diri setiap manusia. Tidak bergerak jika tidak disentuh.
Ada banyak cara untuk membangunkan dan membangkitkan Tenaga Dalam. Ada yang menggunakan sistem pernafasan irama (olah nafas), ada yang dengan gerakan-gerakan terarah yang digabungkan dengan pernafasan. Ada pula yang menggunakan metode riyadhoh (tirakat) dengan mengamalkan puasa, bertapa / meditasi, pembacaan Asma-Asma tertentu / dzikir / mantera / aji-aji. Apa pun cara yang dipergunakan adalah baik, tergantung kepada kemampuan dan ketekunan orang yang mempelajarinya.

Ilmu Tenaga Dalam Pernafasan
Yang dimaksud dengan Ilmu Tenaga Dalam Pernafasan adalah suatu ilmu yang dipelajari untuk membangkitkan dan mendayagunakan Tenaga Dalam melalui metode olah pernafasan. Di negara kita ini, Indonesia banyak sekali panji-panji Perguruan Beladiri Tenaga Dalam yang mengajarkan teknik-teknik olah nafas.
Pernafasan dan kekuatan seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Dimana ada pernafasan disitu terdapat kekuatan. Sebab tanpa adanya pernafasan maka tidak ada kekuatan. Seperti halnya makhluk yang telah mati (meninggal dunia) – tidak bernafas maka tidak punya tenaga / kekuatan sedikitpun.
Udara adalah materi penting dalam pernafasan. Udara sendiri merupakan salah satu bentuk energi yang ada dialam semesta ini disamping tanah, air, matahari / api dll. Sehingga dapat diartikan makhluk hidup menghirup udara sama saja dengan memasukan energi kedalam tubuhnya. Didalam tubuh, energi udara ini akan digunakan untuk memompa jantung guna mendapatkan energi / kekuatan / tenaga dengan bentuk lain yang sesuai dan dibutuhkan oleh organ tubuh. Tenaga / energi dalam bentuk lain itu misalnya energi gerak dan panas. Yaitu dengan memompa jantung untuk menggerakan organ tubuh dan menghasilkan panas tubuh.
Tanpa adanya tenaga, maka panas tubuh semakin lama akan semakin dingin dan darah menjadi beku. Dan aktivitas lainnya pun terhenti dengan serentak begitu tidak ada aktivitas pernafasan. Kinerja organ-organ vital dalam tubuh terganggu dan akhirnya tidak bekerja dan matilah makhluk tersebut.
Meski kematian merupakan hal yang Ghoib (berhubungan dengan dicabutnya Ruh) tapi tetap kematian itu berjalan sesuai kodrat yang dapat dijelaskan secara ilmiah seperti diatas. Yang tidak terjelaskan hanya mengenai Ruh saja sebagai perlambang kehidupan, karena ini merupakan masalah Rahasia Ketuhanan.
Begitu besarnya peran pernafasan dalam kehidupan makhluk hidup. Maka para ahli berusaha meneliti lebih jauh manfaat pernafasan ini. Dan kini telah ada hasilnya bahwa dengan mengolah nafas melalui teknik-teknik tertentu didapat manfaat yang lain. Baik untuk dunia kanuragan maupun kesehatan.
Rahasia dari energi Tenaga Dalam adalah olah pernafasan. Dengan teknik olah nafas seperti tahan nafas, lepas nafas pelan / keras melalui hidung / mulut, pernafasan segitiga (tarik nafas–tahan nafas–lepas nafas), pernafasan segiempat (tarik nafas–tahan nafas–lepas nafas–tahan nafas) dan teknik pernafasan lainnya, respon yang diberikan tubuh ternyata sangat besar.
Bukti mudah, coba saja anda tahan nafas cukup 1 atau 2 menit, pasti jantung semakin lama bergerak cepat, begitu pula ailran darah dan begitu lepas nafas membuat nafas tersenggal-senggal tak jarang kepala menjadi pusing. Ini merupakan bentuk respon tubuh (fisik) kalau anda “bermain-main” dengan nafas.
Selain dengan teknik olah pernafasan, ada juga teknik yang menyertainya dengan gerakan-gerakan khusus (gerak jurus). Karena secara anatomi, dalam tubuh manusia terdapat titik-titik energi. Maka dengan gerak tubuh disertai olah nafas diharapkan titik-titik energi tersebut dapat aktif.
Pada nantinya, aktifnya titik-titik energi dalam tubuh dapat diwujudkan dalam kekuatan fisik misalnya kaki semakin kuat (kuda-kuda), atau tangan semakin kuat hingga dapat mematahkan baja dan balok es, atau kinerja jantung semakin baik / optimal. Itu semua tergantung mana titik–titik energi yang diaktifkan melalui olah gerak jurus dan olah nafas tadi.
Biasanya latihan olah gerak ini cukup berat untuk dilakukan. Paling tidak, akan membuat pelakunya bercucuran keringat. Suatu hasil dari peningkatan panas tubuh yang disebabkan olah nafas dan olah gerak yang telah dilakukan. Disamping bertujuan mengaktifkan titik energi, olah gerak ini bertujuan mencari kelelahan fisik. Karena sesungguhnya dipuncak kelelahan lahirlah kekuatan terdahsyat manusia yang disebut Tenaga Dalam. Tenaga ini disalurkan keseluruh tubuh melalui Daya ilusi dan olah seni pernafasan.
Dalam hal ini jangan disamakan lelah fisik dalam mempelajari ilmu Tenaga Dalam dengan lelah fisik tukang batu atau kernet bis kota, misalnya. Mereka memang mengalami kelelahan, namun bukan kelelahan yang menyegarkan. Kelelahan dengan beban berat dibelakangnya. Kelelahan yang dicari dalam olah gerak Tenaga Dalam adalah kelelahan tanpa beban. Kelelahan yang menyegarkan karena diikuti suplai udara (oksigen) yang baik.
Selain peran nafas dan gerak jurus diperlukan juga aktifitas otak (pikiran). Yaitu dalam bentuk pemusatan pikiran yang disebut sebagai konsentrasi. Dalam hal ini konsentrasi tidak dapat dipisahkan. Konsentrasi pada gerak fisik (jurus) atau gerak nafas atau kedua-duanya. Dalam olah gerak nafas menyaluran energi udara yang dihirup disalurkan masuk sampai kedalam sel-sel darah merah melalui kekuatan pikiran.
Sebenarnya didalam jaringan tubuh manusia terdapat semacam aliran energi listrik yang sifatnya supranatural. Energi listrik ini ada karena terjadi pemompaan oksigen kedalam darah diseluruh jaringan tubuh. Persinggungan antara energi listrik ini akan menimbulkan suatu percikan bunga-bunga cahaya.
Dalam Perguruan Merpati Putih yang pernah saya ikuti, proses membangkitkan tenaga inti terdapat jurus “getaran listrik”. Pengumpulan energi dengan menggerakan badan membungkuk lalu tegak keatas sambil meluruskan tangan dan menyedot nafas lalu membungkuk lagi, tangan diputar dan disilangkan didepan dada sambil tahan nafas. Getaran listrik ini dikhususkan pada titik energi tangan, kepala, punggung (kekebalan). Dalam hal ini daya listrik sudah diterapkan jadi tenaga inti atau Tenaga Dalam. Ini hanya sekedar contoh, betapa dasyatnya unsur listrik dalam tubuh manusia.
Diperlukan upaya kontinyu untuk membangkitkan jaringan listrik tubuh. Bunga-bunga cahaya yang dihasilkan dari olah pernafasan akan terkonsentrasi sebagai energi. Sebentuk energi yang bisa dikendalikan sesuai keinginan pemiliknya.
Selain didayagunakan dibidang kanuragan dalam tingkatan yang lebih tinggi, energi tersebut dapat didayagunakan pemiliknya untuk bidang kewaskitaan seperti mempunyai kemampuan membaca tulisan dengan mata tertutup, menerawang tempat yang jauh bahkan berbeda alam. Ada juga yang mendayagunakan energi ini untuk keperluan kemanusiaan seperti untuk penyembuhan (metode prana), senam kesehatan (tai chi) dsb. Ternyata, hasil dari olah fisik (nafas dan gerak) saja, mempunyai manfaat yang begitu besar.

Kunci Ilmu Tenaga Dalam Ghaib Si Pitung

Tenaga Dalam Ghaib ini dahulu dimiliki oleh tokoh pendekar legendaris yakni Si Pitung yang beraksi dengan gagah berani melawan penjajahan Kompeni di wilayah betawi.Keilmuan ini diajarkan pada murid/santri oleh PSTD Benteng Iman pimpinan Gus Hanif. Terima kasih saya ucapkan kepada sdri Apriliyah yang telah menyumbangkan artikel ini,yang kebetulan sekali guru sdri juga salah satu pengasuh di Indo Ghaib ini.Semoga keilmuan yang sdri pelajari dapat bermanfaat dunia wal akhirat.
Ilmu ini sangat ampuh untuk menghadapi lawan yang sudah dikuasai amarah. sebab semakin dia berusaha ingin mencelakai sipemilik ilmu maka orangnya akan semakin terpental jauh. bahkan apabila sipemilki ilmu tidak berbelas kasih maka dengan mudahnya si penyerang dicelakai melalui jarak jauh.
Menggunakan ilmu ini cocok sekali apabila sedang diserang lawan lebih dari satu, sebab tubuh sipemilik ilmu tidak memiliki kelemahan dari sudut manapun. Pernah suatu waktu di suatu tempat di pelabuhan ada seseorang yang memiliki keilmuan ini sedang diserang beberapa orang, anehnya para penyerang dengan mudah dilumpuhkan hingga tidak bergerak bahkan salah seorang penyerang yang nekat menyerang dengan anehnya terpental sejauh enam meter. Akhirnya para penyerang pingsan di tempat dan teman-temannya lari tunggang langgang. Pengalaman di atas adalah satu satu kesaksian dari sekian orang yang telah mengamalkan ilmu tenaga dalam ghaib Si Pitung yang akan kami ijazahkan pada posting kali ini. Adapun ilmu tenaga dalam ghaib Si Pitung salah satunya sebagai berikut:

"Bismillah,As-aluka bi qudrotika wa biquwatika an tumidani fii jami'i quwaaya wa jawaa rihidh dhahirati wal bathinati bi tatarosnabillah.
Banteng rubuh gajah luluh pawang yang sentuh,benteng tubuh perlindungan menyeluruh kupentalkan musuh". 7x

(Mengambil nafas dengan daya cipta lalu simpankan ke cakra pusar sebelum dihembuskan)
ketika melakukan hisapan seolah menghirup cahaya putih yang kemilau.
Bacalah keilmuan diatas setiap usai solat subuh dan usai solat maghrib. kalau mau tau kekuatan yang telah merasuk ketubuh maka bacalah ilmu diatas dan hembuskan ke balon yang telah tersedia, baca amalan 3 kali. selanjutnya cobalah menyentuhnya dengan sebelumnya berkonsentrasi bahwa benda yang sudah anda hembus itu adalah musuh besar anda. maka ketika anda mendekati akan anda rasakan dorongan halus,semakin anda berusaha untuk menyentuhnya maka anda akan merasakan dorongan angin, bahkan semakin anda bernafsu ingin menguasainya maka akan anda rasakan seperti tembok yang mendorong anda.Keilmuan ini dikalangan kejawen menyebutnya dengan aji lembu sekilan.
Dalam melakukan latihan tadi harus jangan ragu ragu. Setelah selesai baca doa maka ucapkan : “Barang siapa menyentuhku tanpa menyebut asma' allah maka haram bila tubuhku tersentuh dengan kuasa dan kehendakNya maka terpental-lah” untuk latihan bisa diubah menjadi:
Dengan kuasa dan kehendakNya sengaja kuambil kekuatan tenaga gaib yang menempel di benda…(sebutkan nama benda/contoh:balon)…lalu hisaplahlah nafas simpan dipusar,ingat jika anda sudah mahir anda bisa menghisap tenaga lawan bahkan benda bertuahpun kekuatan khodamnya bisa anda hisap,ini dengan tujuan untuk kebaikan agar orang/pemilik benda bertuah tidaklah takabur dengan apa yang ia miliki,karena pada hakekatnya semua ini ada atas kuasa dan kehendak Allah. Keilmuan yang di ijazahkan ini adalah tahap pertama,ada 3 tingkatan keilmuan tenaga dalam ghaib Si Pitung untuk penguasaan tingkat dua dan tiga silhkan hubungi Indo Mantra Manpengijazah tenaga dalam ghaib Si Pitung ini.Semoga ilmu ini bermanfaat,bagi yang menginginkan pengijazahan silahkan emailkan data diri lengkap anda(nama lengkap,tgl lahir,nama kedua ortu,alamat) ke indoghaib@gmail.com

Kunci Rahasia Meraga Sukma

Ternyata sejak jaman dahulu nenek moyang kita, khususnya orang jawa sangat gemar mempelajari dunia ilmu ghaib. Baik yang bersifat rahasia maupun yang terang-terangan. Mereka belajar ilmu ghaib dengan tujuan yang berbeda satu yang lain. Ada yang bertujuan agar sakti, kebal senjata, kebal api, kebal racun, dan ada yang pula bertujuan bisa mengobati orang sakit dan lain sebagainya. Untuk itu Indo Ghaib hadir di tengah-tengah anda yang haus dengan ilmu-ilmu spiritual & supranatural menampilkan Kunci Ilmu Ghaib buat anda!!!namun dalam mempelajari agar anda tidak ada kendala metafisik silahkan minta ijazah pada Dewan Guru kami,jangan Otodidak kecuali anda praktisi paranormal yang sudah memamami Dunia Ilmu Ghaib.
Khususnya mengenai Ilmu Meraga Sukma atau Ilmu Pelepasan itu juga termasuk ilmu ghaib,disebut ghaib karena tidak kasat mata alias dilihat dengan panca indra tubuh kasar, seakan-akan tidak masuk akal.Meraga Sukma adalah cara pelepasan sukma , dimana sukma keluar dari tubuhnya ( dari raganya ), sementara nyawanya masih berada didalam tubuhnya, bila nyawa ikut keluar, berarti ia mati beneran...!!!Tunggu dulu...Banyak orang, melalui berbagai referensi, menganggap nyawa sama dengan jiwa. Bahkan dipahami secara rancu dengan menyamakannya dengan roh atau sukma. Nyawa, jiwa, roh, sukma, diartikan sama. Tetapi manakala kita menyaksikan peristiwa meraga sukma, perjalanan astral, lantas timbul tanda tanya besar. Bukankah saat terjadi peristiwa kematian, sukma seseorang keluar dari jasadnya ?! Kenapa orang yang meraga sukma tidak mengalami kematian ?! Sejak lama saya bertanya-tanya dalam hati saya sendiri. Apa gerangan yang terjadi dan bagimana duduk persoalannya. Bagaimanakah sebenarnya rumus-rumus tuhan yang berlaku di dalamnya ?
Butuh waktu puluhan tahun hingga saya menemukan jawaban logis, paling tidak nalar saya bisa menerimanya. Nyawa ibarat “lem perekat” yang menghubungkan antara sukma dengan raga manusia. Pada peristiwa kematian seseorang, nyawa sebagai lem perekat tidak lagi berfungsi alias lenyap. Jika lem perekatnya sudah tak berfungsi lagi maka lepaslah sukma dari jasad. Lain halnya dengan meraga sukma, lem perekat masih berfungsi dengan baik, sehingga kemanapun sukma berkelana, jasadnya yang ditinggalkan tidak akan mati. Hanya saja lem perekat bernama nyawa ini sistem bekerjanya berbeda dengan lem perekat pada umunya yang benar-benar menyambung merekatkan antara dua benda padat. Nyawa merekatkan antara jasad dan sukma secara fleksibel, bagaikan dua peralatan yang dihubungkan oleh teknologi nir kabel. Namun demikian nyawa tentu saja jauh lebih canggih ketimbang teknologi bluetooth yang bisa menghubungkan dua peralatan dalam jarak dekat maupun jauh. Dalam khasanah spiritual Jawa, para leluhur di zaman dulu menemukan adanya keterkaitan masing-masing unsur gaib dan wadag manusia. Raga supaya hidup harus dihidupkan oleh sukma, sukma diikat oleh rasa. Ikatan rasa akan pudar dan lama-kelamaan akan habis apabila rasa tidak kuat lagi menahan penderitaan dan trauma yang dialami oleh raga. Bila seseorang tak kuat lagi menahan rasa sakit, kesadaran jasadnya akan hilang atau mengalami pingsan, dan bahkan kesadaran jasadnya akan sirna samasekali alias mengalami kematian. Di sini peristiwa kematian adalah padamnya “alat nirkabel” atau semacam “bluetooth” bikinan tuhan sehingga terputuslah hubungan antara jasad dan sukma. Lain halnya dengan aksi meraga sukma, sejauh manapun sukma berkelana ia tetap terhubung dengan raga melalui “teknologi” bluetooth bikinan tuhan bernama nyawa.
MERAGA SUKMA :SEBUAH PERJALANAN SPIRITUAL Dalam menjalankan Meraga Sukma "Dalam keadaan hening,tubuh terasa sangat ringan,indah dan sejuk dan hangat.mata saya tertutup namun saya mampu melihat seluruh keadaan di sekeliling ruangan…semua benda yang saya lihat mengeluarkan cahaya termasuk tubuh saya sendiri"
Ini pengalaman dalam mempraktekkan teknik Meraga Sukma.Diri manusia ini sebenarnya terhijab,terhijab dari segala sesuatu yang bersifat spiritual.hijab tersebut ada yang memang sudah menjadi ketentuan Allah seperti hijabnya dunia dengan akhirat,namun ada juga hijab yang manusia buat sendiri seperti hijabnya alam pikiran manusia.

Bagaimana alam pikiran manusia bisa menjadi hijab (tabir penutup)? Jawabanya sangat sederhana yaitu karena manusia selalu berpikir dengan panca indera dan segala sesuatu yang dilihat dengan panca indera menjadi sah dan ilmiah.segala sesuatu yang diluar panca indera disebut dengan mistik,takhayul dan non ilmiah.manusia merasa bahwa sesuatu yang bisa dilihat dengan panca indera maka bisa dilihat sebagai realita dan di terima akal pikiran

Apakah pendapat diatas salah?tidak sepenuhnya...jika kita hanya ingin mengalami perjalanan badani maka cara berpikir diatas tidaklah salah.tapi akan banyak misteri misteri kedahsyatan semesta yang tak mungkin bisa kita selesaikan dengan metode ilmiah.salah satu contohnya adalah tentang tongkat nabi musa.akan banyak orang berpikir bagaimana mungkin ada tongkat yang bisa membelah samudra?bagaimana mungkin sebuah tongkat bisa manampilkan kekuatan yang luar biasa.tentu jika nabi musa hidup dijaman ini ia akan banyak di undang untuk memberikan ceramah di universitas universitas dan tongkatnya akan dijadikan bahan penelitian yang pasti tidak akan pernah berakhir …
Kita tidak salah berpikir secara ilmiah dan rasional.masalahnya adalah sebagai manusia kita juga diberikan keinginan untuk melakukan perjalanan spiritual.ada kerinduan dalam diri kita untuk juga mengalami pengalaman spiritual menjelajah dimensi ruang dan waktu dan ternyata di situlah tempat tinggal kebahagiaan.

Alat untuk melakukan perjalanan spiritual tersebut adalah ilmu meraga sukma.ilmu ini adalah termasuk ilmu yang langka.dengan meraga sukma anda bisa melihat rumah anda saat bepergian,mendatangi sanak dan famili secara batin,mengelilingi tempat tempat indah di dunia dan bertemu dengan para guru batin yang shalih.

Segala sesuatu yang terlihat dalam alam badani pada hakekatnya adalah sebuah ilusi sedangkan yang terlihat dalam alam spiritual adalah alam realita.jika anda belum punya mobil anda ingin punya mobil maka ada ilusi dalam pikiran anda bahwa setelah anda punya mobil anda akan bahagia.sebelum anda punya rumah ada ilusi dalam pikiran anda bahwa setelah anda punya rumah nanti anda akan bahagia………tapi kenyataannya setelah anda punya rumah dan mobil ternyata anda tidak bahagia,anda lalu diberikan ilusi ilusi yang lain yang menyiksa anda jika perjalanan hidup anda hanya sekedar perjalanan badani.

Hasil lain akan anda dapati jika anda melakukan perjalanan spiritual.didalam dunia spiritual disitulah bersemayam kebahagiaan hakiki dan jauh dari ilusi yang memperbudak manusia.ada keteduhan ada kedamaian dan ada warna keabadian.

Pada saat anda meraga sukma anda tidak akan merasakan keinginan untuk makan dan minum.selera makan anda akan hilang walaupun anda seorang pemakan berat sekalipun.

kegalauan dan kegundahan hati anda akan hilang saat sudah berada dalam alam spiritual sebab kegundahan hanya ada dalam dunia badani.dalam enikmatan tersebut maka anda akan merasa sangat kagum akan kebesaran Allah Subhanahu wa taala yang memimpin semua makhluk dijagad raya ini

Pernahkah anda bercita cita untuk bisa jalan jalan keseluruh tempat indah didunia?anda bisa dalam sekejap berada di bunaken melihat keindahan taman laut kemudian sekejap berada di pantai sanur bali kemudian sekejap berada di China menyaksikan tembok besar atau mungkin anda ingin melihat keindahan gunung himalaya,atau anda ingin berkunjung ke tempat tempat yang paling indah diujung bumi sekalipun yang belum dijamah oleh manusia…anda tidak perlu pesawat terbang ,yang anda butuhkan hanyalah bilik kamar anda yang berfungsi sebagai bandara dan tubuh halus anda akan meluncur dan terbang laksana pesawat yang siap mengantar anda menjelajah dunia dengan alat berupa sebuah ilmu yang bernama Meraga Sukma…

Apa yang akan anda rasakan jika anda berada dilangit langit kamar dan melihat tubuh anda sendiri berbaring ditempat tidur?anda akan terkejut dan takut…tapi itulah memang pengalaman yang banyak di alami oleh para murid yang sedang belajar meraga sukma untuk pertama kali...

Badan halus anda akan keluar dari tubuh anda dan anda berenang diudara seperti para astronot yang berjalan dipermukaan bulan.anda bisa terbang melebihi kecepatan mobil balap sekalipun,membelah udara dan melaju bersama angin…

Untuk mampu melakukan meraga sukma anda mebutuhkan beberapa langkah dan bekal bekal berikut ini:

1.kekuatan benteng badan

Tubuh fisik anda harus dijaga dengan benteng baik dengan doa maupun asma asma khusus.jangan pernah coba coba melakukan meraga sukma tanpa benteng badan yang cukup sebab biar bagaimanapun tubuh fisik anda harus dijaga selama badan halus anda meninggalkan badan.bagi anda yang sudah pernah belajar ilmu Khodimul Ghaib/Rijalul Ghaib anda beruntung karena dalam ilmu tersebut sudah termasuk kunci benteng badan untuk meraga sukma

2.kepasrahan dan keberanian

Anda harus mampu melewati tahapan tahapan krusial saat akan melakukan meraga sukma.anda akan mengalami perasaan takut ketika tubuh halus anda melakukan perjalanan astral.apalagi jika anda berniat untuk melakukan perjalanan badan yang jauh seperti ke luar negeri dan sebagainya,maka dalam perjalanan anda ,anda akan bertemu dengan banyak orang yang meraga sukma,makhluk makhluk ghaib dan sebagainya.inilah yang membutuhkan mental anda sebab tidak semua makhluk berwujud seperti yang anda inginkan .

3.jika bertemu dengan Guru batin

Anda beruntung jika dalam meraga sukma anda bertemu dengan para guru batin yang shalih.mereka akan mengajari ilmu ilmu yang rahasia dan tidak pernah anda pikirkan sebelumnya.lewat mereka kita bisa belajar bagaimana menjalani kehidupan secara baik dan terbebasi godaan godaan.

Jika anda beruntung anda akan diberi benda kenang kenangan seperti cincin ,tasbih dan sebagainya yang tahu tahu sudah berada di tempat tidur anda ketika bangun

4.Mengatur frekwensi Meraga sukma

Waktu yang tepat untuk melakukan meraga sukma adalah malam hari,karena justru saat malam anda akan lebih terang ketika tubuh batin anda pergi keluar untuk berjalan jalan.frekwensi meraga sukma tidak boleh terlalu sering .biasanya 2 atau 3 hari sekali sudah cukup baik bagi perkembangan ilmu anda sehingga anda akan memiliki aura spiritual yang luar biasa

Jika anda sangat ingin menguasai ilmu yang luar biasa ini,saya sarankan milikilah "MUSTIKA WAFAK MERAGA SUKMA" sebagai piranti spiritual dan seringlah membaca ayat ayat(..rhs..) yang mampu membuat lathoif-lathoif dalam tubuh anda bersinar,jika lathoif dalam tubuh anda sudah mulai bersinar maka ruh anda akan menjadi lebih ringan dan mata hati anda akan lebih tajam.

Apakah Meraga Sukma hanya mampu dilakukan oleh orang berbakat? tidak..siapapun anda dan bagaimanapun keadaan spiritual ini anda memiliki kesempatan untuk mengalami perjalanan batin yang luar biasa ini,tentu dengan syarat anda harus rajin berlatih!!!dan perlunya adanya piranti/bekal dalam latihan serta adanya pembimbing spiritual yang bisa menuntun anda dalam mempelajari keilmuan/jangan Otodidak...Beresiko!!! Banyak orang di luaran sana belajar ngawur tanpa guru tanpa pembimbing,akibatnya stress!!! merasa dirinya Sekti Mandraguna bahkan suka pamer alias takabur!!! merasa diri punya ratusan bahkan ribuan puja mantra,tapi sayang sekali... hanya sekedar koleksibiar dianggap ampuh!!! Dengan orang seperti itu Saya Pribadi merasa Kasihan!!!

RAHASIA MERAGA SUKMA
Banyak orang yang ingin mengusai Ilmu Meraga Sukma. Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya? Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dengan meminta bantuan jin…?
Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.
Apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah SWT ini, “Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar Rahman:33).
Penjelasannya bahwa Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan.
Perlu diketahui, proses meraga sukma sesunggunya tidak melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.
Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.
Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.
Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi.
Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya.
Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU
Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya. Mengapa? Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi
Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.
Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain. Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.
Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.
Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.
Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.
Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunaskan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu.
Seorang teman Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan metoda Chikung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan pemula. Berikut caranya:
1. Anda berbaring di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit.
2. Anda lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas:
- Ambil nafas dan keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua.
- Ambil nafas dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
- Ambil nafas dan keluarkan nafas 1% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
- Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya.
- Ambil nafas dan keluarkan 30% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya.
- Ambil nafas dan keluarkan 20% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya.
3. Anda bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi.
4. Anda membuka mata dan niatkan untuk meraga sukma. Setelah itu biarkan tubuh Anda rilaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai Anda memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu Anda mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh Anda menjadi dua maka Anda tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan.
Teknik meraga sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif. Anda yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma hanya beberapa kali latihan saja. Apabila Anda ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata Anda.
Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Meraga Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu.
Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat yang biasanya meminta bantuan jin. Metoda bantuan jin ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah untuk berhubungan dengan jin (Baca QS. Al-Jin:9).
Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak kita, sehingga potensial bisa mengganggu sistem syaraf kita jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap.
Metoda teraman dan terefektik adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu.
Pada diri manusia ada yang disebut jiwa, ada yang disebut raga dan ada juga disebut nyawa. Ketiganya merupakan satu kesatuan pada diri manusia sehingga dapat hidup di alam ini.
Bagi orang yang mendalami ilmu kebathinan, mempercayai bahwa dalam kondisi tertentu jiwa pada dirinya dapat pergi dan kembali ibarat orang sedang keluar masuk rumah tanpa merusak rumah yang ditinggalkan dan didatangi.
Tentu saja bagi orang yang rajin dan menekuni ilmu kebathinan hal itu bukan suatu yang aneh. Melakukan hal muskil menurut nalar rasional tersebut tentu saja melalui tata cara dan ritual tertentu yang tidak mudah.
Berikut saya nukilkan suatu keilmuan langka yang dapat dijadikan sarana untuk melakukan raga jiwa atau raga sukma menurut dialeg bahasa jawa.
Disini saya mencontohkan salah satu ke ilmuan melepas jiwa menurut ilmu yang pernah diterima dari guru. Dan ilmu ini disebut ilmu meraga sukma:

"Bismillahhirrohmainrrohim
Sholollohu alihi wasallam
Allahumma qulhu Allah
Zat gumilang tanpa sangkan
Liyep cut prucut
sukmaningsun Metu soko rogo
Gampang sarining gampang sak niatku
Slamet soko kersaning Allah
Lailaha ilallah Muhammaddarrosululloh"
Bacalah mantra diatas sebanyak 3 kali ulang
Lalu ucapkan berulang ulang lafaz Asma Allah :
Yaa...Allaaah….(bergema dalam hati)
Catatan:Bagi saudara yang ingin mempelajari ilmu ini sebagai bekal perlindungan diri dan mempermudah penerapan ilmu serta mempercepat penguasaannya silahkan pesan piranti spiritual klik:"MUSTIKA WAFAK MERAGA SUKMA".
BELAJAR KEILMUAN APAPUN perlu ketekunan dan adanya JER BASUKI MOWO BEO!!! Meraih segala sesuatu perlu Adanya Pengorbanan!!! Baik: Tenaga,Pikiran,Waktu,Harta,dsb!!! Jadi tidak ADA istilah GRATIS yang benar-benar GRATIS!!! Apalagi mau Enaknya Sendiri!!! SECARA LOGIKA...tanpa adanya "Jer Basuki Mowo Beo" itu mustahil!!! benar tidak???

Rahasia Tenaga Metafisika


Manfaat Tenaga Metafisika Bagi KehidupanDalam era modern ini banyak diantara manusia mulai mencermati dan
akhirnya mendalami seni olah nafas Tenaga Dalam dan Tenaga Metafisika
(ilmu ghaib). Hanya saja, tidalk sedikit yang tidak bisa membedakan
keduanya. Ditambah lagi ketika menpelajarinya tersesat menuju
kemusyrikan karena disadari atau tidak, kekuatan ilmu yang didapatnya
ternyata dibantu oleh bangsa jin.

Padahal Tenaga Dalam (TD) itu sebenarnya tenaga yang murni terdapat
dalam diri manusia sendiri, sedangkan Tenaga Metafisika (TM) yang
murni berada diluar tubuh manusia disebut Aura.

Masalah yang muncul setidaknya ada dua hal :
Pertama : teknik menpelajarinya, dan
Kedua : sesuai syariat Islam atau tidak.

Dalam tulisan ini diupayakan untuk mempersatukan persepsi terhadap
makna maupun manfaat dari kedua pengertian energi tersebut. Sehingga
dengan demikian kerancuan yang terjadi dapat terhindarkan untuk
kemudian dengan sadar, yang berkepentingan akan melangkah dengan lebih
mantap dalam memanfaatkan energi tersebut untuk pembinaan dan
perkembangan Sumber Daya Manusia.

Manfaat yang signifikan dan tujuan yang diharapkan, dapat dipakai
untuk membantu :

*Meningkatkan kualitas pemberdayaan ilmu dan mental ummat manusia
dalam menyongsong Era Globalisasi, dan
*Memperkenalkan terobosan baru dalam upaya Pengobatan Alternatif.


Karunia Ilmu yang dilimpahkan-Nya kepada manusia, sebagai makluh yang
dilebihkan dengan kelebihan yang sempurna dari makluh lainnya, (QS.
17:70), tidak terlepas kaitannya dengan konsep manusia dalam islam
yaitu khalifah paripurna yang mengendalikan wujud sifat negatif dan
mendayagunakan wujud sifat positif dengan seluruh pontensi manusia
untuk kemashalatan ummat manusia.

Energi adalah suatu kekuatan atau tenaga gerakan aktif yang terus
menerus terjadi dalam ilmu fisika adalah kekuatan yang dinyatakan oleh
persamaan matematis ½ MC2, dimana C adalah kecepatan cahaya (300.000
Km/sec) dan M adalah massa benda tersebut.

Energi yang menyebabkan terjadinya ruang dan waktu, namun ruang dan
waktu itu sendiri tidak pernah ada bagi Maha Pencipta Energi (QS. 57
Al Hadid: 3 Dialah yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhakir dan Yang
Bathin dan Dia Maha mengetahui.

Teori The Big Bang atau teori Demtunan Dahsyat adalah teori yang masih
dianut oleh para fisikawan sampai dengan saat ini. Namun dalam Al
Quran Allah Azza Wa Jalla telah berfirman dalam surat al Anbiya (21),
ayat 23: .... bahwa langit dan bumi itu dahulu sesuatu yang padu,
kemudian kami pisahkan keduanya....., dan dalam surat al Araf ayat 54:
.... Allah menciptakan alam dalam enam massa....

Pada dasarnya, Allah SWT menciptakan energi ini, diakomodasikan ke
dalam suatu sistem tatanan besar yang terbagi menjadi dua sub sistem,
masing masing sebagai berikut:

*terakomodasi di dalam sub sistem ruang jadad raya alam semesta
atau makrokosmos, termasuk benda-benda angkasa dan
*terakomodasi di dalam sub sistem, segenap makluh penghuni bumi ini.


Adapun dengan disempurnakan Makluh Manusia diatas makluh makluh lain
Ciptaan-Nya (QS al Israa: 70 “dilebihkan dengan kelebihan yang
sempurna dari makluh lainnya....), adalah sebagai pelecut, agar
ditelaah lebih mendalam maknanya.

Ternyata diantaranya, diberikan kemanpuan dalam merekayasa Tenaha
Metafisik (TM), yang berada dan bersumber dari energi gelombang
elektromagnetik yang menyelubungi tubuh dan diperkuat alam semesta di
diluar tubuh manusia. Akan bermanfaat bagi kemaslahatan sesama ummat
manusia, dan hubungan harmonisasi dengan alam sekitar, sesuai dengan
tugasnya sebagai khalifah dimuka bumi.

Tenaga Metafisika adalah gelombang energi yang menyelubungin tubuh
yang dinamakan AURA. Energi ini dapat diperkuat melalui penyerapan
energi dari alam semesta. Pada diri kita, Tenaga Metafisika (AURA) ini
berada pada sekujur tubuh, menyelubungi dan menyelimuti kontur tubuh.
Pada umunnya aura ini kehadirannya tidak kita sadari. Pancaran aura,
terekspresikan sebagai pendaran cahaya dengan berbagai variasi lapisan
berwarna, sesuai dengan tinggi rendahnya frekwensi dan panjang
gelombang yang dipancarkan. Peningkatkan intensitas aura pada tubuh
kita sangat dimungkinkan. Dengan meningkatkan kemanpuan rekatasa dalam
olah gerak dan olah nafas agar terbuka kesiapan dalam menerima
interaksi dengan energi alam.

Aura ini adalah pancaran energi yang nyata-nyata telah
dianugerahkan-Nya kepada kita bermanfaat sebagai tirai selubung tubuh
terhadap gangguan energi negatif dari luar sistem tubuh kita. Namun
ketebalan aura ini sangat relatif, bergantung pada upaya kita sendiri
dan atas kehendak-Nya.

Keberadaan energi ini bisa divisualkan dengan kamera kirlian atau
camera 2000. yaitu jenis kamera yang dapat mendeteksi sekaligus
menggambarkan lingkaran energi yang menyelubungi manusia. Setiap
makhluk yang bernyawa pasti memiliki energi metafisika ini. Aura pada
manusia adalah semacam energi yang menyelubungi sebagai pelindung
tubuh yang ada sejak lahir. Sebenarnya setiap makhluk hidup yang
memiliki cairan dalam tubuhnya pasti memiliki aura ini. Hal itu
terjadi karena adanya proses yang rumit dalam tubuh makhluk itu. Pada
manusia proses oksida-reduksi, gesekan cairan dengan dinding pembuluh,
pelepasan energi makanan, dan banyak lagi proses lainnya menjadikan
manusia memiliki aura ini. Itulah sebabnya kalau ada kerusakan fungsi
tubuh maka akan terlihat pada aura.

Energi aura terdiri dari ion-ion positif dan negatif sehingga dapat
dimodifikasi dengan kekuatan tanpa batas, dengan catatan energi yang
dimiliki orang tersebut besar sekali, dan itu bisa dilatih. Energi ini
mempunyai jenis dan ras tersendiri dan mempunyai sifat hukum
tersendiri. Kegunaannya sangat banyak sekali, tanpa batas. Asal kita
mau memperkuatnya dengan jalan menyerapnya dari alam semesta. Dengan
kekuatan metafisik ini, kita dapat melakukan; pertahanan diri, lari
cepat, melawan dan menghancurkan jin, pengobatan, terawangan, pukulan
jarak jauh dan ribuan kegunaan lainnya.

Tenaga Metafisika (AURA) yang memiliki gelombang elektromagnetik itu,
dapat dimodifikasi tanpa batas, bagi yang manpu mengembangkannya
karena rajin berlatih, untuk menyerap tenaga metafisika dari alam
semesta, berinteraksi dengan energi makrokosmos.

Adapun manfaat tenaga metafisika yang dapat diperkuat dengan menyerap
energi alam dikelompokan didalam meningkatkan:

1.Kondisi dan kemanpuan fisik:

Daya tahan tubuh, melipatgandakan tenaga, menambah ketajaman panca
indera, membangkitkaan indera ke enam, ilmu meringankan tubuh.

2.Kondisi mental:

Mempertebal percaya diri, memperkuat memori otak, dapat merangsang
daya kerja otak agar bisa menampung memori lebih cepat dan tahan lama.

3.Fungsi hubungan social:

Dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh terhadap serangan
penyakit dan membantu pengobatan.

4.Ilmu pengetahuan dan teknologi:

Membuka cakrawala kejadian tentang energi yang telah diketahui sebagai
formulasi dari persamaan E = mC2, dimana C adalah kecepatan cahaya
teori relativis Einstein sebagai penemuan dari Teori Fisika modern
yang sampai saat ini terus dikembangkan melalui teori Fisika Quamtum
yang tidak bisa dipisahkan dari fenomena Quantum Electrodynamics
(QED), yaitu terdapat interaksi cahaya dan materi (foton) dengan
ketepatan yang luar biasa.

Fenomena ini terus dikembangkan oleh para fisikawan quamtum yang
kemudian pada tahun 1982 dengan percobaan Alain Aspect di Paris
menemukan fenomena sebagai berikut:

1.Energi tidak hilang oleh jarak.
2.Bisa terhadi seketika (lebih cepat dari kecepatan cahaya)
3.Bisa menghubungkanb lokasi lokasi tanpa melintasi ruang.


Kerbehasilan dari aplikasi praktis tenaga dalam yang bisa dimanfaatkan
secara optimal dalam kehidupan sehari hari, memunculkan berbagai macam
manfaat yang bisa kita dapatkan, misalnya:

1.Media Pengobatan Penyakit..

Kesehatan seseorang bisa dilihat dari tebal-tipis Aura yang disebabkan
ketidakseimbangan metabolisme tubuh. Seseorang yang diperkuat Aura
dengan menyerap energi alam atau dibantu terapis sangat membantu
metabolisme tubuh lebih baik. Seseorang yang memiliki Aura yang kuat
manpu menrubah frekwensi gelombang elektromagnetiknya untukk progam
pengobatan: regenerasi sel, peningkat antibody, penyeimbang
metabolisme tubuh, penyeimbang kimia tubuh dan sebagainya.

2.Media Perlindungan Diri Dari Serangan Fisik..

Aura yang kuat bisa diprogam sebagai selubung pertahanan diri (shield)
yang menahan serangan fisik dan non fisik, atau bisa dipergunakan
untuk pukulan jarak jauh yang mementalkan lawan. Semua itu dengann
syarat lawan dalam kondisi emosi karena cara kerjanya menpengaruhi
aura lawan yang sedang karena ion-ion yang ada ditubuh orang tersebut
tidak stabil sehingga menyebabkan overload parsial adalah
ketidakseimbangan ion positif dan negatif tubuh seseorang akibatnya
apabila kita tembakan ion negatif lain yang lebih besar maka akan
terjadi tumbukan ion, akibatnya orang itu terpental.
3.Media Perlindungan Diri Dari Serangan Non fisik.

Aura yang kuat bisa untuk melawan bangsa jin bahkan menbunuhnya dengan
menciptakan selft combustion dalam tubuh jin. Kita bisa menfokuskan
aura membentuk gelombang elektromagnetik untuk mengatasi gangguan
energi negatif di beberapa tempat yang disebabkan berbagai hal, mulai
dari gangguan jin atau bahkan dikondisikan oleh orang lain, agar
orang-orang yang berada di sekitar tempat tersebut menjadi tidak betah
atau bahkan menjadi sakit. gelombang ini bahkan bisa menetralkan
tempat yang dikenal seram dalam radius puluhan kilometer persegi, atau
meliputi satu kota.

4.Media Peningkatan Kepekaan Dan Pengendalian Diri.

Aura yang diperkuat akan menjadi pembangkit dan trigger bagi Extra
Sensory Persepsion dalam diri sendiri. Salah satunya mensupport fungsi
lain kelenjar pituitary dalam menangkap signal signal yang tidak bisa
ditangkap panca indera. Signal signal ini menjadi input dan output
otak yang berupa feeling, visual dan audio.kemanpuan ini yang dikenal
masyarakat dengan istilah; terawangan atau mata bathin, atau dalam
bahasa sunda disebut ilmu ngimpleng. Ilmu ini sangat berguna untuk
menlihat bangsa jin. mengetahui kejadian dari jarak jauh, juga bisa
dipergunakan untuk mencari barang hilang

5.Media Pengendalian Cuaca.

Mekanika quantum, yaitu suatu loncatan besar dari suatu tingkatan ke
satu tingkatan lain yang lebih tinggi, bisa dilakukan oleh manusia.
Baik yang berkaitan dengan tubuhnya maupun yang berkaitan dengan alam,
diantaranya dengan cuaca.Tenaga Metafisika atau biasa disebut aura
terdiri dari ion positif dan negatif juga -- yang saat ini sudah bisa
difoto melalui Aura Camera 3000. energi ini apabila difokuskan ke
awan, misalnya, maka akan berpengaruh pada ion-ion yang menyusun awan
tersebut.
Mekanika quantum akan terjadi dengan lebih baik apabila terjadi dalam
unsur yang tidak berbentuk fisik, dalam hal ini awan yang terdiri dari
molekul Hidrogen, Oksigen dan ion-ion positif serta negatif, merupakan
media yang bisa diamati jika terjadi pemfokusan ataupun netralisir
(penghilangan) awan yang dilakukan oleh energi manusia. Hal inilah
yang menjadi dasar kenapa manusia bisa mengendalikan cuaca.
6.Media Pengendalian Massa.

Otak manusia mengeluarkan gelombang tertentu yang bisa mempengaruhi
orang lain, misalnya ia memanggil atau menasehati orang lain. Hal ini
bisa terjadi secara langsung (face to face) ataupun melalui alat bantu
lainnya, seperti telephone, internet ataupun televisi. Contoh
sederhana adalah apabila seorang anak mengalami kecelakaan, biasanya
seorang ibu mempunyai firasat tertentu, baik itu berupa kecemasan
terhadap anaknya, spontan memanggil nama anaknya, menjatuhkan benda
yang dipegangnya, dll.
Berdasarkan hal ini, sebetulnya manusia bisa berhubungan dan
mempengaruhi manusia lain ataupun sekelompok orang yang berada di satu
tempat dengan memanfaatkan gelombang energi otaknya tersebut, hanya
tentu saja untuk mempengaruhi banyak orang diperlukan penguatan energi
gelombang otak melalui metode tertentu yang disebarkan melalui
pemantulan pada ionosphere. Hal ini yang dilakukan oleh aura yang kuat
dalam mensupport gelombang energi otak untuk menpengaruhi otak orang
lain, semakin kuat konsentrasi dan aura meningkatkan kualitas dan
kuintitas orang yang bisa dipengaruhinya.(Yoddy)

Animated Pictures Myspace CommentsAnimated Pictures Myspace Comments